Hakikat Cinta

Hakikat Cinta
bab 8


__ADS_3

Setelah buburnya selesai di masak, Danish segera mengambil lalu meletakan di mangkuk kemudian ia menuangkan air ke dalam gelas. Tak lupa danish juga mengambil obat demam nya. Lalu menaruh semuanya di atas nampan. Kemudian dia berjalan menuju kamar Rani dengan membawa nampan yang berisi semangkuk bubur, air putih dan obat penurun demam nya.


Danish pun membangun kan Rani untuk makan dan segera minum obat.


“ Dek, loe bangun dulu yak. Ini gue masakin loe bubur loe makan dulu terus nanti baru tidur lagi “ ucap Danish.


Rani pun bangun, ia merasa sekujur tubuhnya dingin. Kemudian ia bangkit untuk duduk di bantu danish. Ia pun menyenderkan tubuhnya pada sandaran ranjang.


“ Gue suapin ya Dek “ ucap Danish sambil mengmbil mangkuk bubur, lalu menyuapi Rani sedikit demi sedikit.


Rani pun hanya menurut saja dan memakan bubur nya.


“ Bang gue mau minum.makan nya udah aja ya. Perut gue udah gak enak, rasanya makanan yang udah masuk mulai berontak pengen keluar deh “ ucap nya lesu.


“ Ya udah nih loe minum dulu. Sekalian makan obat ini juga “ kata Danish memberikan air lalu obat penurun demam nya.


“ Ya udah kamu tidur lagi. Oh ya. Besok aku ijinin aja sekolahnya. Kamu istirahatin aja di rumah “ ucap danish sambil membantu menidurkan Rani.


Rani yang gak terlalu mendengarkan perkataan danish pun langsung berbaring dan melanjutkan tidurnya. Danish yang masih duduk di samping ranjang Rani pun merapikan bekas makan Rani. Sebelum beranjak dari sana danish kemudian mengusap lembut pipi Rani, kemudian mencium kening nya.


“ Cepet sembuh kesayangan bawel ku, aku mencintaimu “ Danish berbisik pelan di telinga Rani.


Kemudian ia bangkit lalu beranjak pergi sambil membawa nampan keluar kamar Rani. Dia langsung mematikan lampu kamar Rani lalu menutup pintunya.


Dia bergegas menuju dapur lalu ia pun langsung makan karena belum di isi sejak makan siang. Setelah selesai makan ia pun segera membersihkan dapurnya dan merapikan alat-alat ke tempat semula.


Setelah semua nya beres ia pun menuju ke kamar yang ada di dekat ruang keluarga. Itu adalah kamar kusus buat Danish dan Faishal kalo tinggal di rumah Rani.


Setelah memasuki kamar nya. Dilihat Faishal sudah terlelap tidur. Kemudian dia bergegas menuju kamar mandi dan membersihkan dirinya. Setelah selesai ia memakai handuknya dan keluar kamar mandi untuk mengambil boxer nya dalam lemari kemudian ia memakai nya. Iya pun meletakan handuk itu di tempat nya.


Danish pun berjalan menuju kasur besar dan empuknya. Kemudian langsung berbaring tanpa mengenakan baju. Karena ia sudah terbiasa. Ia pun terlelap dalam balutan selimut tebal yang hangat.


Tinit... Tinit.... Tinit.... Alarm jam weker Rani berbunyi.


Hening..


Hening..

__ADS_1


Masih hening..


“ Hahhh..jam berapa ini, wanjai. Gue lupa kalo hari ini, hari senin “ umpat Rani seketika bangun dari tidurnya.


“ Wah sial, udah mau jam 7 lagi, gue harus buru buru “


Rani melihat jam pukul 06:45, ia segera bangun dan bergegas masuk kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah selesai ia memakai handuk dan langsung mengambil seragam di walk in closet. Kemudian ia langsung memakai kaos kaki dan tak lupa memakai sepatu nya. Setelah selesai dengan perlengkapan seragamnya ia pun mengambil tas, dasi, dan topi. Ia ber lari kecil keluar dari kamar dan menuruni tangga.


“ Ya ampun, HP gue sama dompet masih diatas. Duh ngeselin amat sih “.


Ia pun kembali berlari manaki tangga dan memasuki kamarnya. Ia segera menyambar barang barang yang ketinggalan. Kalau bergegas menuju dapur. Di sana bi tika lagi udah nyiapin roti sama segelas susu.


“ Pagi bi, maaf saya telat bangun. Bibi juga enggak bangunin aku. “ ucap Rani yang sedang berlari kecil menurun tangga, menuju ke aarah dapur.


“ Maaf non tapi tadi den Danish nyuruh non buat istirahat ajah di rumah. Dia yang bakalan ijinin, kalo non Rani sakit ke wali kelas Non“ kata Bibi menjelaskan ucapan Danish.


“ Tapi bi hari ini ada ulangan biologi. Dan aku gak mau ketinggal nilai ku gara gara demam doang “ jawab Rani.


“ Ya udah aku berangkat dulu ya bi “ Rani pun hanya meneguk setengah susunya, lalu mengambil 2 lembar roti.


Saat di perjalanan dia sibuk merutuki dirinya sendiri.


“ Aduh, mana udah mau jam setengah delapan lagi. Huh pasrah aja lah, paling kena hukuman lagi“. Rani bergumam lalu menyunggingkan senyuman kecut nya.


Ia pun kembali pokus menyetir mobilnya. Ia masih merasakan sakit kepala dan badan nya mulai terasa dingin. Tapi ia tetap melanjutkan pergi ke sekolah karena ia sangat menyukai pelajaran biologi. Dan hari ini adalah ulangan harian pelajaran nya.


Gak lama kemudian Rani tiba di dekat sekolah nya, Ia memarkirkan mobil di luar sekolah. Tepatnya di warung tempat ia nongkrong yang terletak dekat dengan tembok pembatas sekolah.


Setelah memarkirkan mobil nya, ia bergegas menuju ke sekolah. Ia mengendap endap di belakang barisan siswa siswi yang lagi upacara. Ia pun menghampiri teman sekelasnya.


“ Untunglah gak ketahuan “ ucap Rani sambil mengelus dadanya.


“ Eh siapa bilang loe selamat hah, makanya jangan telat mulu kalo sekolah. Loe tau kan kalo sekolah tuh ada aturannya. Emang loe gak pernah di didik apa sama orang tua loe “ ucap Adit dengan nada songong nya.


Ya dia adalah Adit atau Aditya candika, dia adalah ketos di sekolah nya. Dia juga merupakan musuh Rani di sekolah. Karena dia sering menghukum Rani kalo ketahuan telat atau bolos sekolah.dia juga satu kelas dengan Rani, bagi Rani Adit adalah lalat yang selalu mengganggu.


“ Apa yang loe bilang tadi, eh asal loe tau ya, gue udah ngusahain buat dateng kesekolah walau gue sakit dan loe dengan sewot Nyeramahin gue. Dan ya satu hal lagi, jangan pernah bawa bawa nama orang tua gue. Ngerti loe “ ucap Rani dengan nada keras sambil menunjuk kedepan muka Adit Karena kesal.

__ADS_1


“ Ya kalo loe emang udah di didik secara benar, mungkin loe ngerti tentang aturan sekolah “ ucap Adit yang semakin memancing emosi Rani.


“ Loe itu memang ya, ******* “ ucap Rani yang tersulut emosi.


Dan untung nya guru guru sudah pergi meninggalkan lapangan dan memasuki ruang kantor. Sedangkan upacara hanya tinggal di bubar kan. Namun seketika lapangan menjadi bising karena barisan wanita yang paling belakang sontak pada menjerit ketakutan.


Bukkkkh.....


Rani pun melayangkan pukulannya tepat di pipi kiri Adit sehingga ia jatuh tersungkur. Ia pun terus memukul ke arah wajah Adit, dan dia pun hanya bisa bertahan.


Namun karena Adit kesal ia pun mendorong Rani hingga terpental dan Adit langsun memukul balik dan menampar nya dengan keras karena Rani terus saja melawan.


Gak ada yang berani misahin mereka. Kini Adit sudah mendapatkan banyak luka lebam yang disebabkan oleh pukulan yani. Kini wajah Rani juga banyak di hiasi lebam, bahkan sudut bibirnya berdarah.


Dari kejauhan seorang siswa memperhatikan Rani. Dia sangat takjub melihat kekuatan nya. Tak lama kemudian ia menghilang entah kemana.


Sedangkan Danish dan Faishal, mereka sangat penasaran dengan orang yang bertengkar. Mereka pun mencoba menerobos kerumunan siswa dan siswi di sana mereka sangat terkejut melihat Rani yang sedang adu jotos dengan si ketos. Mereka kemudian mendekati nya lalu mencoba memisahkan keduanya.


“ Nih anak kuat amat nya, padahal dia kan lagi sakit. Gimana kalo dia bener bener sehat “ gumam Faishal dalam hati.


Ia mencoba untuk menahan tangan nya kemudian ia mengunci nya dengan pelukan dari belakang. Danish pun melakukan hal yang sama terhadap Adit. Dia sangat kewalahan menahan kekuatan Adit. Faishal yang dari tadi menahan Rani tetap saja, Rani menyerang Adit dengan melayangkan tendangan nya secara brutal.


“ Heh *******, awas aja loe kalo loe berani nyebut orang tua gue lagi, gue gak akan segan segan buat ngancurin loe. Paham!! “. teriak Rani di penuhi oleh emosi.


Tak lama kemudian guru BK datang menghampiri mereka. Dia mencoba melerai kedua belah pihak, namun semua itu siapa dia saja. Rani bahkan lebih bringas dari sebelumnya.


“ Heh.. Apa kalian gak malu hah di jadiin tontonan, emang ini tempat apaan. Kalian ini gak tahu malu “ teriak guru BK yang sudah kesal.


“ dan kamu Adit, seharusnya kamu lebih memberi contoh baik pada siwa yang ada disini. Bukan malah bertengkar “ ucap guru BK.


“ Dan untuk kamu. Ini sudah kedua kalinya kamu bikin onar. Apa kamu gak malu hah, apa kamu gak didik sama orang tua mu. Hah... Jawab!!! “ dengan nada keras, guru Bk Tersebut membentak Rani.


_________________________________________________


tunggu kelanjutan nya ya😊


jangan lupa saran nya👍

__ADS_1


__ADS_2