HARTA TAHTA DOKTER ANGGA

HARTA TAHTA DOKTER ANGGA
Episode 10


__ADS_3

"Asalamua'laikum, Selamat pagi Ica, ini saya Angga"


Ku kirimkan kalimat pesan kepada kontak WhatsApp Ica, yang ku dapat tadi malam.


Pesan terkirim, namun masih centang dua berwarna abu-abu. Aku terus menatap pesan tersebut, berharap berubah warna centang nya berwarna biru, dan beberapa detik kemudian akhirnya berubah, Ica sudah membaca pesanku, dan kulihat Ica sedang mengetik.


"Walaikum'salam, pagi kembali kak!"


Tak sadar aku tersenyum, saat membaca pesan balasan dari Ica.


"Selamat beraktivitas Ica, jangan lupa sarapan!"


Balasku, namun hanya centang satu berwarna abu terlihat disana, Ica mematikan koneksi whatsapp-nya. Aku menghelai napas berat, baru saja senyum-senyum. Tapi ya sudahlah.


Aku masih memainkan ponselku, melihat-lihat story WhatsApp yang ada di kontak ku, ada yang galau, ada yang bucin, aku hanya menggeleng-gelengkan kepalaku, menjadi penonton story kadang sedikit menjadi hiburan untukku, namun aku tertegun saat melihat salah satu story.


30 menit yang lalu. Sepetinya aku kenal tempat ini, bukanya ini halaman rumah sakit tempatku berkerja.


Ica mengunggah poto tersebut, apa Ica ada disini?


Aku pun membalas status story' Ica.


"Ica apa kamu sedang di Singapure?"


Namun centang satu abu. Aku penasaran, aku langsung berangkat menuju RS, kebetulan memang aku sudah siap untuk berangkat ke sana.


Semoga saja Ica ada masih ada di sana! Tapi sedang apa Ica? Apa ada rekannya yang sakit dan di rawat di sana?


Aku bertanya-tanya pada diriku sendiri, sambil terus mengemudikan mobilku, menginjak pedal gas ku agak kencang, agar cepat sampai di sana.


Alhasil dalam waktu 20 menit aku sampai di sana.


Ku lihat kembali ponselku, apa Ica ada membalas pesanku, namun tidak ada.


Aku berjalan tergesa-gesa menuju tempat, yang Ica unggah di story' whatsapp-nya.


"Woy, Ang lo mau kamana?" Teriak Evan, bertanya padaku.


"Ke taman bentar!" Jawabku, tanpa menoleh kearahnya.


"Mau ngapain? Tungguin gw ikut," teriaknya, sepetinya Evan berlari menyusul ku.


Aku sudah sampai disana, ku sapu pandanganku, mencari apakah ada sosok perempuan di sana? Tapi tidak ada.


"Lo nyariin siapa sih?" Tanya Evan, sambil mengikuti arah pandanganku.


"Bidadari," ucapku, asal.


"Bidadari?" Evan tertawa. "Ha ha ha..Ada bidadari di taman RS, dasar sinting," ledeknya, sambil terus tertawa.


"Diem lo," ketusku.


"Eh-eh, tapi bentar!" Evan menghentikan tawanya. "Tapi bener tadi disini ada bidadari, tadi gw liat, tapi bidadari berwujud manusia!" tutur Evan.


Aku mengalihkan pandanganku, kepada Evan. "Beneran..?"


Evan menganggukan kepalanya.


"Apa yang di lihat Evan itu Ica?" tanyaku dalam hati.


"Gimana orang nya?"

__ADS_1


"Cantik, putih, pokonya susah di ungkapkan dengan kata-kata!" jelas Evan.


"Apa dia memakai pakaian tertutup?" Tanyaku, dengan penuh rasa penasaran.


"Iya," kata Evan.


" Benar, itu pasti Ica!" gunamku.


"Lo tau dia tadi pergi kemana?" tanyaku lagi.


"Gak tau, tadi gw cuman lewat aja. Dan gw sapa dia, gila senyumnya manis banget tuh cewek!" ujar Evan. "Emang kenapa, Lo nanyain tuh cewek?" lanjutnya.


"Lo naksir sama dia?" selidikku.


"Emm, naksir ya, naksir sih! Tapi itu cewek bukan tipe gw, lagian dia itu muslim, gw sama dia beda keyakinan! Akan percuma di perjuangkan juga! Tunggu Lo belum jawab pertanyaan gw. Lo ngapain nanyain cewek yang tadi duduk disini? Dan dari mana Lo tau ada cewek disini? Bukannya Lo baru dateng ya?" tanya Evan kepadaku bertubi-tubi.


"Kepo lo," ucapku, "Beneran lo gak tau dia kemana?" tanyaku lagi.


"Sialan lo.." pekik Evan. "Kagak gw gak tau!" lanjutnya.


Aku pun beranjak dari sana. Meninggalkan Evan yang terlihat kebingungan dengan sikapku.


"Aku yakin itu pasti Ica, ya tuhan izinkan aku untuk dipertemukan dengannya!" batinku.


"Woy, tungguin gw!" Teriak Evan.


Aku hanya menoleh sekilas kearahnya, kulihat Evan menyusulku.


***


"Ada apa dengan si Angga, sepertinya nih orang nyembunyiin sesuatu dari gw!" Batin Evan. Sambil berjalan mengikuti Angga.


***


"Sudah nak, Abi sudah kenyang!" ucap laki-laki itu.


"Tapi Abi, tanggung ini tinggal beberapa suap lagi, habiskan ya Bi, biar cepat sembuh dan kita pulang!" Bujuknya, sambil menyodorkan kembali sendok yang berisi makanan kepada Abi nya itu.


Akhirnya Abi-nya pun menurut, dan menghabiskan makanan tersebut.


"Umi kemana? Kok belum kembali?" tanya Abi-nya.


"Gak tau Bi, tadi umi bilang mau beli makanan sebentar!"


"Kok belum kembali ya nak!"


"Apa Caca, susul aja bi?"


"Gak usah Ca, kamu disini saja temenin Abi. Mungkin sebentar lagi umi kembali."


"Iya bi..''


Caca pun duduk, di samping Abi-nya yang masih terlihat lemas, karna masih dalam tahap pemulihan dari sakit yang di deritanya.


Abi Caca bernama, Adam Muchtar, dan umumnya bernama Siti Aminah.


"Oh iya Ca, kenapa kakak kamu gak ikut kesini?" tanya Abi Adam.


"Ya kalau kakak ikut, yang jagain anak-anak siapa Bi?" jawab Caca.


Abi Adam tersenyum, "Abu pengen cepat pulang Ca, bosen di sini terus!" ujarnya.

__ADS_1


"Sabar Abi, sebentar lagi Abi pasti pulang, makanya Abi harus tetap semangat," ujar Caca, sambil menyemangati Abi-nya itu.


Lalu mereka berdua tersenyum kekeh.


"Aduh, ada apa nih asik banget kayanya!" ujar Umi Aminah yang baru saja kembali, wanita itu terlihat membawa beberapa kantong plastik yang berisi makanan.


"Walaikum'salam!" jawab Abi dan Caca.


"Eh iya, umi sampai lupa!" Umi Aminah tersenyum kekeh. "Asalamualaikum.."


"Ini umi sudah belikan makanan untuk kamu Ca, kamu makan dulu gih!" titah-nya.


"Nanti aja umi, sebentar lagi. Ica masih kenyang!"


Umi Aminah menganggukan kepalanya. " Ya sudah, umi taro sini ya makanannya!" meletakan makanan tersebut diatas meja.


"Iya umi.."


"Selamat pagi.." seseorang memasuki ruangan tersebut.


"Pagi suster!"


"Bagaimana pak? Apa masih ada kelurahan?" tanya suster tersebut, sambil memeriksa inpusan.


"Sudah membaik sus, kapan saya boleh pulang?" tanya Abi Adam.


Suster tersebut tersenyum. "Sabar ya pak, kami harus memastikan dulu. Kondisi bapak benar-benar pulih, oh iya sebenatar lagi dokter akan ke sini akan memeriksa bapak, nanti boleh bapak tanyakan kepada beliau!" tutur suster tersebut.


"Apa yang akan memeriksa saya dokter ganteng itu suster?" tanya Umi Aminah, terlihat semangat.


"Iya Bu.." Suster tersebut tersenyum melihat, Umi Aminah uang terlihat kegirangan itu.


"Dokter ganteng umi?" tanya Caca.


"Iya Ca, dokter ganteng! Udah ganteng, baik, sopan pula!" Puji umi Aminah.


"Umi ini ada-ada aja!" ucap Caca.


"Ih benar Ca, nanti kamu liat aja sendiri!"


Caca menggelengkan kepalanya, sedangkan Abi Adam dan suster tersenyum.


"Ya sudah, kalau begitu saya permisi dulu ya," pamit suster tersebut.


"Iya, suster terima kasih!"


Suster itu pun keluar dari ruangan tersebut.


"Ca, kamu makan dulu gih sana," titah Abi Adam.


"Iya Ca, makan dulu. Nanti sakit lagi!" lanjut Umi Aminah.


"Iya Abi, umi, Caca makan dulu!" ujar Caca, mengambil makanan tersebut, dan mulai memakannya.


Entah kenapa tiba-tiba Caca, merasa penasaran dengan dokter yang di ceritakan Uminya itu.


Bersambung ...


Maaf baru sempat up, jangan lupa like, comen dan Votenya temen-temen.


Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2