HARTA TAHTA DOKTER ANGGA

HARTA TAHTA DOKTER ANGGA
Episode 24


__ADS_3

Angga pun melajukan mobilnya langsung pulang menuju kediamannya. Angga akan menanyakan semua ini kepada orang tuanya bu Aisyah dan dr. Irawan.  Angga yakin kedua orang tuanya itu pasti tau apa maksud semua ini.


Mobil Angga memasuki halaman rumahnya, Angga segera turun dari dalam mobilnya usai memakirkan mobil tersebut ke dalam garasi.


"Asalamualaikum, bu.. pah.." Teriak Angga memberi salam saat masuk kedalam rumahnya itu, sambil memanggil bu Aisyah dan dr' Irawan.


"Walaikum'salam..." Jawab bu Aisyah, sambil berjalan menghampiri anaknya itu. "Ada apa angga, malam-malam begini kamu berteriak-teriak?" Lanjut bu Aisyah.


"Bu tolong jelaskan apa semua ini?"


"Jelaskan apa Angga? Apa maksud kamu datang-datang langsung minta penjelasan, apa yang harus kami" sahut dr. Irawan yang baru saja datang menghampirinya.


Kedua orang tua Angga, menatap  Angga penuh tanya.


"Sebaiknya kita bicarakan ini sambil duduk!" Ajak dr. Irawan kepada Angga dan istrinya itu.


Angga dan Bu Aisyah menganggukan kepala mereka, lalu mereka mengikuti langkah dr. Irawan menuju sofa yang berada di ruangan tengah. Mereka pun duduk di sofa tersebut.


"Ada apa Angga?" Tanya Bu Aisyah dengan lembut, sambil mengusap bahu putranya itu.


Angga menarik nafas dalam, sebelum ia menjawab pertanyaan dari Bu Aisyah.


"Bu apa wanita yang akan di jodohkan dengan Angga itu benar anaknya Bu ustadzah Aminah?" Tanya Angga, dengan raut wajah penuh keseriusan.


Bu Asiyah menganggukan kepalanya pelan.


"Iya benar, emangnya kenapa?''


"Iya ada apa Angga? Bukan-nya kalian sudah saling mengenal?" Sambung dr. Irawan.


"Siapa nama wanita itu?" Tanya Angga.


"Loh kamu ini aneh, bukannya kalian sudah saling kenal, kok tanya namanya sih?"


"Sudah bu cepat katakan siapa nama wanita itu?" Pekik Angga. Angga menaikan pita suaranya.


"Angga, kamu bicara yang sopan dengan ibumu!" Tegas Dr. Irawan. Wajah Dr. Irawan memerah, menatap Angga dengan amarah. Karna Angga membentak istrinya itu.


"Sudah Pah.." Pungkas Bu Aisyah. Mencoba menenangkan suaminya itu.


"Maaf Bu..." Lirih Angga.

__ADS_1


"Sudah tidak apa-apa!" Bu Aisyah mengelus kembali bahu Angga dengan penuh kasih sayang.


"Bu apa wanita yang kalian maksud itu Anisa?"


Bu Asiyah mengangguk pelan, sambil tersenyum.


"Astagfirullah..." Angga mengusap wajahnya dengan kedua tangan.


"Kenapa jadi seperti ini?" Lirih Angga, wajahnya terlihat frustasi.


"Memangnya kenapa dengan Anisa Angga?" Tanya Bu Aisyah menatap Angga, penuh tanda tanya.


"Bu apa bisa ibu dan papah membatalkan perjodohan itu?" Ucap Angga, memohon.


"Apa maksud kamu?" Ketus Dr. Irawan.


"Angga tidak bisa menikah dengan Anisa Pah, Angga mohon tolong batalkan perjodohannya!"


"Loh memangnya kenapa? Bukannya kalian sudah saling kenal? Dan kami juga menyukainya bukan?" Sahut Bu Aisyah.


"Bu wanita yang Angga maksud bukan Anisa, tapi Ica adiknya Anisa Bu, Angga kira ibu dan papah menjodohkan Angga dengan Ica." Jelas Angga.


"Ya sudah, nanti ibu akan bicarakan ini lagi dengan Bu ustadzah Aminah dan ustad Adam." Ucap Bu Aisyah.


"Benarkah Bu?"


Bu Asiyah tersenyum, lalu menganggukan kepalanya.


"Terima kasih Bu."


"Tapi tunggu kenapa kamu tau kalau Anisa dan Ica itu adik kakak?" Tanya Bu Aisyah.


"Untung saja kamu tau sekarang, dan kita belum ke rumah mereka. Coba bayangkan kalau kita kerumah mereka untuk melamar Anisa," sambung dr. Irawan.


"Jadi gini Bu, Pah. Tadi itu Angga dan Ica membuat janji untuk bertemu, maksud Angga bertemu dengan Ica itu, mau memberitahu kalau kita akan ke rumahnya besok, untuk meminangnya. Tapi Ica tak datang sendiri dia diantar oleh kakaknya, yang ternyata Anisa." Ucap Angga.


Lalu Angga menceritakan dengan begitu detail saat kejadian di resto tadi. Bu Aisyah dan Dr. Irawan mendengarkan penjelasan Angga itu dengan sangat serius.


"Lagian itu semua salah kamu Angga, kenapa kamu tidak tanya dulu wanita yang akan di jodohkan itu sama papah dan ibu. Kamu jawab langsung setuju aja kemarin. Pas kita bilang wanita yang akan di jodohkan sama kamu itu anaknya Bu ustadzah Aminah." Ujar Dr. Angga. Usai mendengarkan semua penjelasan dari Angga.


"Ya aku kirakan anaknya Bu ustadzah cuman Ica."

__ADS_1


"Ia Angga yang dikatakan papahmu itu benar, ya setidaknya kamu bertanya dulu kepada kami, siapa nama wanita itu," ujar Bu Aisyah.


"Iya-iya ini emang salah Angga. Tapi ada yang ingin tanyakan lagi. Angga heran kenapa Anisa bisa kenal Angga, sedangkan Angga saja baru pertama kali melihatnya, Angga rasa sebelumnya tidak sama sekali menganal Anisa."


"Oh itu, waktu itu ibu sempat liatin foto kamu sama dia."


"Pantas saja. Dia tadi berbicara seperti itu pada Angga." Lirihnya.


"Ya sudah sebaiknya kamu istrihat saja sana. Masalah Anisa biar nanti ibu yang akan berbicara dengan Bu ustadzah."


Angga mengagukan kepalanya, lalu ia pun beranjak dari sofa, berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya. Karna memang sepertinya Angga sangat butuh istirahat. Tubuh Angga merasa lelah di tambah dengan kejadian tadi, semuanya membuat Angga semakin lelah.


"Bu bagaimana?" Tanya dr. Irawan kepada Bu Asiyah usai Angga meninggalkan mereka yang masih terduduk di sofa.


"Bagaimana apanya Pah?"


"Iya itu, masalah Angga. Apa tidak apa-apa kita membatalkan rencana ini Bu?" Tanya dr. Irawan.


"Papah merasa tidak enak dengan mereka, dan pada Anisa juga. Di tambah Angga malah ingin menikahi adiknya Anisa." Lanjut dr. Irawan.


Bu Aisyah terdiam sejenak, mencerna perkataan suaminya itu. Memang yang di katakan suaminya itu benar.


"Tapi Pah, mau bagaimana lagi? Kita tidak mungkin memaksa Angga kan?"


Dr. Irwan menarik nafas dalam. Ia memang tidak bisa memaksa Angga untuk menikahi Anisa. Karna Angga tidak mencintai wanita itu.


"Papah tenang saja. Kita bicarakan ini baik-baik dengan Bu ustadzah dan pak ustad, ibu yakin mereka pasti mengerti. Papah tidak usah khawatir Pah!" Ujar Bu Aisyah. Mencoba meyakinkan suaminya itu.


Padahal dalam hati kecilnya, Bu Aisyah pun merasa gundah, membatalkan semua rencana itu. Apa lagi ibu Aisyah melihat bahwa Anisa menyukai Angga.


"Iya Bu, semoga saja mereka mengerti."


"Mereka pasti akan mengerti Pah.."


Bersambung...


Jangan lupa like, komen dan Votenya atuh ya.


Biar Author lebih semangat lagi.😁


Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2