
Mereka pun akhirnya tiba di apartemen milik Angga.
Angga langsung masuk ke dalam kamarnya, sedangkan Evan, dia menjatuhkan tubuhnya di sopa.
Angga tak menghiraukan sahabatnya itu, hatinya kini tengah berbunga-bunga, tak menyangka akhirnya dia bisa bertemu secara langsung dengan wanita Virtualnya itu.
"Aaahhhh... bahagianya aku," teriak Angga, menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur , dengan wajah yang berseri-seri.
Lalu Angga mengambil ponsel yang ada disaku celananya.
"Asalamualaikum, Ica"
Angga mengirim pesan kepada Ica.
"**Walaikum'salam kak"
"Aku tidak menyangka bisa bertemu dengan kamu, semua ini berasa mimpi**" balas Angga.
"**Iya Kak, aku juga"
"Oh iya, kapan kamu akan kembali ke Indonesia?"
"Besok atau lusa mungkin!"
"Loh kok cepat sekali?"
"Ya kalau Abi sudah di perbolehkan pulang, Ica mau ngapain di sini kak?"
"Oh iya kakak lupa, hehe."
"Kakak kan dokternya Abi, bukannya kakak yang bilang Abi kondisinya sudah membaik, dan besok atau lusa boleh pulang!"
"Iya Ca, hehe. Emm apa Ica besok sibuk?"
"Memangnya ada apa kak?"
"Emm, kalau Ica besok tidak sibuk, kakak mau ngajak Ica untuk makan siang! itu pun kalau Ica mau sih!"
"Emm, boleh kakak!"
"Oke, besok kakak kabarin lagi ya Ca**!"
"Yeessss......." Teriak Angga, kegirangan.
"Kenapa lo?" Tanya Evan yang terlihat sudah berdiri di dekat pintu kamar Angga. "Teriak-teriak kaya orang gila" ledeknya.
"Astagfirullah, sialan ngagetin aja lo," pekik Angga, terkejut.
"Cih, siapa yang ngagetin gw dari tadi disini kali. Bambang!" ketus Evan.
"Lo kanapa dari tadi gw liatin lo, senyum-senyum sendiri, chatan sama siapa hah?" Lanjut Evan, Evan menghampiri Angga.
"Mau tau aja lo, udah ah gw mau mandi," Angga beranjak dari kasur berjalan menuju kamar mandi.
__ADS_1
"Sialan lo Ang, main rahasia-rahasian lo sama gw, punya kebahagian gak bagi-bagi lo, tega lo." Teriak Evan.
"Bodo amat..." Sahut Angga, dari dalam kamar mandi.
"Awas aja, kalau gw bahagia gw gak akan bagi-bagi juga sama lo," teriak Evan lagi.
Namun kali ini Angga, menghiraukannya, ia langsung memulai ritual mandinya.
"Bahagia bagi-bagi, lo kira apaan? perman! Evan-Evan bisanya gw punya temen kaya lo," lirih Angga, sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Tak lama kemudian Angga pun selasai, ia keluar dari kamar mandi, lalu mengambil baju ganti.
"Ang, sejak kapan ponsel lo pakai password?" Tanya Evan, sambil mengotak-ngatik ponsel milik Angga, sedari tadi Evan berusaha membukanya, tapi password yang Evan masukan salah. Sepertinya Evan sangat penasaran.
"Passwordnya apa sih?" Tanya Evan lagi.
"Lah lo mau ngapain?" pekik Angga, mengambil ponselnya dari tangan Evan.
"Gw mau liat dan mau tau sebenarnya apa yang membuat lo seperti orang sengkelek kaya gitu!" ledek Angga.
"Cih, udah kepo, ngatain pula! gak ada otak emang Lo," umpat Angga, memutar bola matanya malas.
"Sialan lo, ngatain gw kagak ada otak. Kalau gw gak ada otak, mana bisa gw jadi dokter kaya gini!" Pekik Evan, melempar bantal kepada Angga.
"Sakit sialan, kena mata gw!" Teriak Angga, sambil mengucek matanya yang terasa perih.
"Hahaha.." Evan tertawa puas. "Mamam tuh, bantal aja murka kan sama lo, makanya kasih tau gw!"
"Ketawa aja sampai, tuh mulut berbusa!" ucap Angga, kembali melemparkan balik bantal tersebut kepada Evan yang sedang mertertawakannya itu.
Angga memutar bola matanya malas, "Bisa Enggak sih sekali aja lo gak kepo?"
"Gak bisalah, kekepoan susah mendarah daging di diri gw!" Jawab Evan. "Jadi lo harus cerita sama gw, karna kalau lo gak ceritain sama gw sekarang, kekepoan gw akan menghantui lo setiap detik!"
"Iya nanti gw cerita sama lo, tapi sana lo mandi dulu!" Angga mengusir Evan yang berbaring di ranjangnya, "Kasian kasur gw nanti kebau'an!"
"Oke-oke gw mandi, tapi benaran ya nanti lo cerita sama gw!"
"Iya, sana cepat mandi!" Angga mendorong Evan dari kasurnya.
"Iya gw mandi," Evan beranjak dari kasur tersebut. "Awas aja kalau nanti lo gak cerita gw gantung lo," ancamnya, sambil berjalan menuju kamar mandi.
"Iya..." Jawab Angga, berteriak kesal.
***
Di rumah sakit.
Caca yang baru saja selesai memainkan ponselnya, wajahnya terlihat bahagia, mengingat kembali pesan chatnya dengan Angga, membuat Caca tak sadar menarik ujung bibirnya tersenyum.
Jantung Caca berdetak kencang, ada rasa yang sulit untuk Caca jelaskan, untuk pertama kalinya Caca merasakan perasaan aneh tersebut. Apa ini tandanya Caca sudah jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Angga?
Abi Adam dan Umi Aminah, yang sedari tadi diam-diam memperhatikan Caca yang sedang duduk di sopa, sambil tersenyum-senyum itu, terlihat keheranan.
__ADS_1
"Abi, lihat tuh!" Umi Aminah, menggoyangkan lengan suaminya itu.
Abi Adam, mengikuti pandangan istrinya melihat kearah Caca.
Abi Adam hany tersenyum.
"Ih Abi kok malah senyum aja sih! Caca kenapa ya bi?" Bisik Umi Aminah, "sedari tadi umi perhatikan dia senyum-senyum sendiri"
"Tidak tau umi, coba umi tanya aja sendiri" jawab Abi Adam, padahal dalam hatinya Abi Adam pun penasaran dengan tingkah anak bungsunya itu.
Umi Aminah terlihat mengerutkan bibirnya, "ih Abi, Abi aja sama yang tanya!" titahnya.
"Loh kok Abi?"
"Ah Abi gak asik. Ya sudah biar umi saja yang tanya sendiri," ucap umi Aminah, berjalan menghampiri Caca.
Abi Adam hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum.
"Caca..." panggil Umi Aminah.
Namun Caca terlihat tak mendengarnya, Caca tak menyadari Uminya yang sudah duduk tepat di sampingnya itu, Caca sepertinya larut dalam lamunannya.
"Caca..." panggil Umi Aminah lagi, kali ini umi Aminah menggoyangkan lengan Ica pelan.
"Eh umi, astagfirullah umi. Caca kaget, umi sejak kapan di sini?" Tanya Caca kepada umi Aminah, dengan raut wajah yang terlihat masih terkejut.
Umi Aminah tersenyum, lalu menggeleng-gelangkan kepalanya.
"Umi dari tadi panggil-panggil Caca, tapi Caca gak nyahut-nyahut!"
"Hehehe.." Caca tersenyum kikuk. "Maaf umi."
"Caca lagi mikirin apa hmm? Umi perhatikan sedari tadi Caca keliatanya seperti sedang bahagia?" Tanya Umi Aminah.
Caca terlihat gugup. Wajah Caca memerah, menahan malu, karna tak sadar ternyata uminya sedari tadi memperhatikannya.
"Emmm, e--nggak kok mi, Caca gak lagi mikirin apa-apa!" sangkal Caca. "Caca bahagia karna Abi sudah sembuh dan sebentar lagi kita bakalan pulang!" Jelas Caca, berbohong. Karna ia tak berani jika menceritakan prihal membuatnya bahagia adalah Angga.
Umi Aminah tersenyum, "emm, umi kira kenapa! Iya Caca umi juga bahagia sekali, akhirnya Abi sebentar lagi bisa pulang!" Tutur umi Aminah.
Caca ikut tersenyum, namun nampak jelas ke gugupan masih tersirat di wajah Caca.
"Maaf umi, Caca bohong." batin Caca.
"Ya sudah inikan sudah malam, sebaiknya Caca tidur istirahat ya!" titahnya.
Caca mengganggukan kepalanya, "Baik umi," jawab Caca.
Bersambung....
Jangan lupa like, comen dan votenya.
Maaf ya author baru up, kondisi lagi gak bersahabat guys, lagi gak enak badan.
__ADS_1
Makasih ya buat kalain yang setia nungguin Dr. Angga Up. love love love buat kalian.
Terima kasih.