HARTA TAHTA DOKTER ANGGA

HARTA TAHTA DOKTER ANGGA
Episode 14


__ADS_3

Ica duduk di taman yang berada di area rumah sakit tersebut, Ica memegangi dadanya yang masih terasa sesak itu. Ica tak mengerti mengapa perasaanya menjadi seperti ini.


"Astagfirullah, ya Allah kenapa dadaku terasa sesak sekali, melihat kak Angga yang berpelukan dengan wanita itu," lirih Ica.


Tak terasa air mata Ica lolos dari pelapuk mata indahnya. Tiba-tiba ponsel Ica berbunyi. Ica segara mengusap air matanya itu, dan mengangakat telpon tersebut.


"Hallo umi..''


"Caca, kamu dimana nak? Kok lama beli sarapannya?"


"Emmm, Iya umi, Caca sebentar lagi kembali kok!"


"Ya sudah, cepetan ya Ca, umi sudah laper ini."


"Baik umi!"


Telpon tersebut pun terputus, Ica segara beranjak dari taman tersebut, gara-gara melihat Angga yang berpelukan bersama seorang wanita, membuat Ica lupa dengan tujuannya, untuk membeli sarapan.


Usai membeli sarapan, Ica pun kembali ke ruangan rawat Abi-nya, dengan langkah yang terburu-buru, karna mengingat uminya sudah menunggu sarapan yang ia beli.


Namun saat di perjalan Ica bertabrakan dengan Angga.


Bruuuugg....


"Awww..." Ica meringis, makanan yang Ica bawa terlihat jatuh. Ica segara mengambil makanan tersebut, untung saja makanan tersebut tidak berceceran dan masih aman di wadahnya.


"Maaf saya tidak sengaja!" ucap Angga, membantu Ica memasukan makanan tersebut ke kantung plastiknya.


"Iya tidak apa-apa! Saya juga salah karna berjalan terburu-buru!" ucap Ica.

__ADS_1


Ica tak menyadari bahwa ia bertabrakan dengan Angga, begitu sebaliknya, Angga juga tidak menyadari bahwa wanita yang dihadapannya itu adalah Ica, mereka masih sama-sama menundukan kepala, sambil fokus kepada makanan milik Ica yang berjatuhan.


"Terima kasih!" ujar Ica, mendongkrak kepalanya.


Begitu juga Angga, dan pandangan mereka pun saling bertemu.


"Sama-sam..." Angga menghentikan ucapannya. "Loh Ica!" Lanjut Angga, tersenyum.


"Kakak...!" ucap Ica, Ica menarik ujung bibirnya tersenyum tipis.


"Maaf kak, aku buru-buru. Permisi, Asalamualaikum!" pamit Ica, beranjak dari hadapan Angga.


Angga mematung memandangi Ica yang berjalan meninggalkannya.


"Walaikum' salam.." lirih Angga.


Namun Angga segera menyusul Ica.


Ica menghentikan langkahnya, dan membalikan tubuhnya, melihat kearah Angga yang sedang berjalan menghampirinya.


"Ada apa kak?" Tanya Ica kepada Angga, yang kini sudah berada dihadapannya.


Angga terlihat binggung, ia mau berbicara apa. Angga menggaruk tengkuknya.


"Emm, Ca.."


"Iya kak kenapa?"


"Kakak minta maaf" ujar Angga.

__ADS_1


"Maaf?" Ica menatap Angga heran.


"Iya kakak minta maaf, tadi itu tidak seperti yang kamu lihat. Tapi yang memeluk kakak itu bukan siapa-siapa kakak kok dia hanya teman kakak," jelas Angga, kepada Ica.


Ica tersenyum tipis. "Kakak tidak usah minta maaf sama Caca, mau kakak berpelukan dengan siapa pun itu bukan urusan Caca kan!" ujar Ica, Caca mengangukapkan semua itu sembari menahan rasa sesak dihatinya, mengingat kembali kejadian tadi.


Angga terdiam.


"Ya sudah kalau begitu, Caca pamit dulu ya kakak!" ujar Ica.


Angga menganggukan kepalanya pelan. Caca tersenyum lalu melanjutkan kembali langkahnya menuju ruang rawat Abi-nya.


"Ica tunggu....!" Teriak Angga lagi.


Ica menarik napas panjang, lalu menoleh kepada Angga.


"Ada apa lagi kak?"


"Nanti siang kita jadikan jalan?"


"Maaf kak, sepertinya tidak bisa. Caca harus membatu umi dan Abi untuk berkemas, karna besok kita akan pulang!" ujar Ica.


Wajah penuh kekecewaan terpancar dari wajah tampan Angga, Angga mengangguk pasrah, sambil memaksakan senyumannya.


Caca berlalu, berjalan kembali meninggalkan Angga.


"Maafin Caca kakak!" gunam Ica.


Bersambung...

__ADS_1


Jangan dukung Author, dengan like, comen dan Votenya.


Terima kasih.


__ADS_2