HARTA TAHTA DOKTER ANGGA

HARTA TAHTA DOKTER ANGGA
Episode 32


__ADS_3

Angga tengah menikmati makanannya, bersama kedua sahabatnya itu. Tidak ada pembicaraan saat mereka sedang makan, mereka fokus dengan makanan mereka masing-masing, dan menikmati makanan tersebut.


Apa lagi Angga, karna memang ia sudah sangat lapar, karna tadi pagi ia tidak sarapan. Dan perutnya belum di terisi oleh apa pun, selain angin yang ia hirup. hehe


Saking sangat menikmati makanannya itu, Angga bahkan menghiraukan ponselnya yang beberapa kali berbunyi. Hingga Evan dan Mawar melihat kearah Angga.


"Ang, ponsel lo bunyi tuh?" Ucap Evan.


"Iya.." Jawab Angga singkat.


"Liat dulu siapa tau penting." Sahut Mawar.


"Iya lihat dulu, siapa tau cinta sejati lo." Sambung Evan, meledeknya.


Angga menghentikan makannya, sambil menatap malas kedua sahabatnya itu, lalu Angga mengambil ponsel yang ada di depannya. Angga mulai membuka ponselnya, Angga terlihat membulatkan matanya.


'Ya ampun Ica! Apa benar ini Ica.' Lirih Angga di dalam hatinya, saat melihat notifikasi pesan chat yang masuk melalui WhatsApp-nya itu.


Dengan cepat Angga membuka aplikasi WhatsApp-nya itu, dan benar disana terlihat ada pesan dari sang pujaan hati. Angga terlihat mengulas senyumannya. Lalu Angga membaca pesan dari Ica.


Senyuman Angga semakin lebar, bahkan mempelihatkan deretan gigi putihnya yang tersusun rapi.


Mawar dan Evan yang sedari tadi memperhatikan Angga, mereka terlihat keheranan.


"Ada apa Ang?" Tanya Evan.


"Gw balik dulu ya! Bye..." Ucap Angga, sambil beranjak dari tempat duduknya, Angga menyambar gelas yang berisi jus miliknya, meminumnya. Lalu Angga berjalan cepat dan terburu-buru keluar dari Caffe tersebut, meninggalkan kedua sahabatnya yang masih menatapnya dengan rasa penasaran.


"Kenapa Angga?" Tanya Mawar kepada Evan.


Evan menggelengkan kepalanya. "Gak tau, aneh banget tuh anak!"


***


Angga langsung menancap gas mobilnya, untuk segera pulang menuju rumahnya, Angga akan langsung memberikan kabar bahagia ini kepada ibu dan papahnya dan malam ini juga Angga sudah berniat dan memantapkan hatinya. Ia akan mendatangi rumah orang tua Ica. Angga akan segara meminang Ica. Angga tak mau menyia-nyiakan ke sempatan emas ini.


30 menit kemudian Angga sudah sampai di depan rumahnya, dengan senyuman yang terus mengambang di wajah tampannya, Angga keluar dari mobilnya ia setangah berlari masuk kedalam rumah. Bahkan Angga sampai tidak mengucapkan salam saat ia memasuki rumahnya itu.


"Ibu...bu...ibu..." Teriak Angga.


"Iya..." Sahut Bu Aisyah, saat mendengar teriakan anaknya itu.


"Bu...Ibu dimana sih?" Teriak Angga lagi.


"Di dapur Angga!"


Angga berlari menuju dapur, menghampiri ibunya, yang tengah membantu asisten rumah tangganya memasak.


"Ada apa sih kamu teriak-teriak? Datang-datang bukannya ucap salam!" Ketus bu Aisyah, sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Angga langsung menghambur memeluk ibu sambung rasa ibu kandungnya itu. Ibu Aisyah terlihat terkejut mendapati Angga yang langsung memeluknya.


"Kamu kenapa sih? Kamu sakit?" Tanya Bu Aisyah, usai Angga melepaskan pelukannya.

__ADS_1


"Apaan sih Bu, Angga gak sakit."


"Terus?"


"Angga punya kabar bahagia Bu!"


"Kabar bahagia apa hmm?"


"Orang tua Ica menyuruh Angga untuk segara menemui mereka untuk meminang Ica!" Ujar Angga, dengan senyuman penuh kebahagian tergurat dari wajahnya.


"Benarkah?"


"Iya Bu.."


"Alhamdulillah, akhirnya bujang ibu mau


sold out juga!!" Ucap Bu Aisyah, ikut serta bahagia.


"Sold out, ibu pikir Angga apa?" Angga memutar bola matanya memalas.


Bu Aisyah terkekeh.


"Asalamualaikum.." Terdengar ucapan salam dari depan rumah.


"Walaikum'salam." Jawab Angga dan Ibu Aisyah.


"Tuh papah kamu kayanya pulang!" Ujar Bu Aisyah.


Angga menganggukan kepalanya, "kita harus kasih tau papah soal ini Bu. Karna Angga mau malam ini juga kita ke rumah orang tua Ica."


"Bibi lanjutin masaknya!" Titah Bu Aisyah kepada asisten rumah tangganya itu.


"Iya nyonya."


Bu Aisyah dan Angga pun beranjak dari dapur untuk menyambut Dr. Irawan.


"Papah..." Sapa Angga.


Dr. Irawan tersenyum. Angga dan Bu Aisyah menyalami dr. irawan.


"Pah ada yang mau Angga bicarakan?" Ucap Angga.


"Wah ada apa ini? Kalihatan-nya ada kabar gembira?"


Angga dan Bu Aisyah tersenyum.


"Sudah bicarakan di ruang tengah yuk. Ibu buatkan kalian teh. Sambil kita ngobrol biar gak gambar!" Pungkas Bu Aisyah. Diangguki oleh dr. Irawan dan putranya.


Mereka pun berjalan menuju ruang tengah, duduk di sofa yang berada disana. Bu Asiyah berjalan menuju dapur untuk membuatkan teh. Tak lama kemudian Bu Aisyah kembali sambil membawa tiga cangkir teh dengan aroma melati.


Lalu mereka pun mulai berbincang hangat. Biasanya kan kalau mengobrol sambil menikmati teh itu, lebih rileks iyakan!! Menurut iklan teh yang aku liat di tv. wkwkw.


Angga membicarakan kabar bahagianya itu kepada papahnya, dengan begitu bersemangat. Dr Irawan menyimak pembicaraan Angga, sambil menikmati teh buatan sang istri tercinta. Dr Irwan ikut serta bahagia mendengar kabar tersebut.

__ADS_1


"Bagaimana menurut papah?" Tanya Angga, usai menjelaskan step by stepnya.


Wihh udah kaya pakai skincare aja nih.


Author bencanda-nya garingπŸ™„πŸ™„


"Lebih cepat lebih baik. Kalau niat baik jangan di tunda. Bukankah begitu Bu?" Ucap Dr. irawan. Sambil menoleh kearah sang istri.


"Iya benar Pah."


"Yeesss, terima kasih Bu, Pah..." Ujar Angga.


"Jadi nanti malam kita OTW ya!"


"Iya-iya. Bawel banget sih anak kamu Pah!" Ketus bu Aisyah.


Dr. Irawan terkekeh, sedangkan Angga hanya menyengir kuda.


"Ya sudah aku ke kamar dulu ya Bu, Pah. Mau mempersiapkan diri dulu." Pamit Angga.


"Ck! Laganya..." Teriak Bu Aisyah, sambil menatap Angga yang sudah berjalan menaiki anak tangga.


"Ibu kaya gak pernah muda saja!" Teriak Angga. Sambil terus berjalan menuju kamarnya.


"Liat tuh Pah kelakuan anak kamu!"


"Sudah ah Bu, papah laper."


"Ya sudah sebentar ibu siapin dulu makanan-nya Pah. Tadi itu ibu lagi bantin bibi masak. Ibu liat dulu ya udah beres apa belum." Ujar Bu Aisyah.


Dr. Irawan menganggukan kepalanya, "Jangan lama-lama Bu, sudah laper benget nih."


"Iya pah.."


Bu Aisyah pun beranjak menuju dapur, mempersiapkan makanan untuk sang suami tercinta.


Angga sudah berada di dalam kamarnya.


"Yeeeee kawiiiiiinn....." Teriak Angga, sambil menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur.


Bersambung..


Nikah dulu kali babang Angga, baru kawin.


Hedeeeeh... Ngebet banget sih kamu.


🀭🀭🀭😁


Jangan lupa like, comen dan Votenya atuh hey.


Lanjut gak nih.


Kasih kopi ya, udah mulai sepet Nih mata.🀭🀭

__ADS_1


😬😬😜😜


__ADS_2