HARTA TAHTA DOKTER ANGGA

HARTA TAHTA DOKTER ANGGA
Episode 58


__ADS_3

Mereka kini terlihat sudah duduk bersama di meja makan. Benar Bu Aisyah dan Afifah masak spesial hari ini, terbukti banyak menu makan yang sudah tersaji dan tertata rapi atas meja makan tersebut.


"Ayo di makan." Ucap Dr. Irawan, diangguki oleh semua orang. Dan mereka pun mulai makan. Tak ada pembicaraan saat makan. Semua orang terlihat menikmati makanan mereka masing-masing.


Tak lama kemudian mereka pun sudah selesai. Lalu mereka berkumpul di ruangan tengah. Kehangatan terlihat jelas dari keluarga itu, di tambah dengan anggota baru keluarga, yaitu Ica yang kini sudah menjadi istri Angga.


Bu Aisyah, Afifah dan Ica, mereka kini tengah berbincang hangat sambil mengajak main, ke tiga anak Afifah, sedangkan Angga, Arka dan Dr. Irawan mereka tengah mengobrol hangat, membahas bisnis, dan lainnya. Om Akbar dan istrinya, usai makan mereka berpamitan pulang.


"Sayang pulang yuk, udah sore." Ajak Arka kepada Afifah.


"Ayo mas." Ucap Afifah sambil menganggukan kepalanya, lalu Afifah memanggil ke tiga anak-nya. Yang terlihat masih asik bermain dengan mainan mereka.


"Kak Zim, Kak Zam, Zaira. Kita pulang yuk sayang." Ajak Afifah.


"Enggak mau!" Ucap mereka kompak.


"Zam mau nginep di rumah Oma." Ucap Zam anak kedua Afifah.


"adek juga, mau nginep rumah Oma." Sambung Zaira, putri bungsunya. Sedangkan anak paling sulung Afifah, yaitu Zim, ia tak bergeming. Zim memang mempunyai sikap berbeda dengan kedua anak Afifah yang lainnya. Zim terbilang pendiam, berbicara seperlunya saja, berbicara gak pernah panjang lebar, bisa di bilang Zim irit dalam berbicara. Entah menurun dari siapa sikap Zim tersebut, yang pasti di antara keluarga Arka dan Afifah mereka pikir tidak ada yang mempunyai sikap seperti Zim.


"Besokkan kalian harus sekolah, jadi sekarang pulang ya! Nanti kalau libur sekolah, baru nginep di rumah Oma!" Bujuk Afifah. Kepada bacil-bacil lucunya itu, yang kini sudah berusia 5 tahun, dan mereka sudah masuk sekolah TK.


"Bener kata bunda, ayo kita pulang. Ayah jugakan besok harus kerja." Sambung Arka. Dan akhirnya mereka pun mengangguk setuju, walau pun tergambar jelas wajah Zam, dan Zaira terlihat kecewa. Kalau Zim, jangan ditanya. Anak kucik itu susah di tebak.


Ica yang melihat kedua wajah keponakannya itu meresa sangat kasihan. "Jangan di tekuk dong wajahnya, nantikan kalian kalau libur sekolah bisa nginep di sini lagi, nanti kalau nginep aunty temen bobo-nya." Ucap Ica, mencoba menghibur mereka.


"Benarkah Aunty?" Seru Zim dan Aira. Dan Ica mengaggukan kepalanya, sambil tersenyum gemas.


Memang walau pun Zim dan Aira baru kenal dengan istrinya Angga itu, mereka terlihat sangat dekat, bahkan dari tadi mereka terus menempel pada Ica, sambil bermain.


"Bener kata Aunty, nanti Uncle ikut temenin juga!" Sahut Angga.


"Gak mau sama Uncle, Uncle kalau bobo tidurnya berisik." Ucap Zam, menolak mentah-mentah.


"Iya gak mau ngorok." Sambung Aira. Dan mereka yang ada di sana terkekeh, mendengar ucapan kedua anak Afifah itu. Sedangkan Angga, ia merasa jatuh harga dirinya.


"Kata siapa?" Ketus Angga.

__ADS_1


"Kata kita." Jawab Aira dan Zam bersamaan.


'Ya ampun ini bocil, kalau gak ada pundaknya gue udah telen kalian, berbicara suka gak bohong. Malu gue sama Ica.' Batin Angga.


"Sudah-sudah jangan usil sama uncle Angga. Nanti kalian di suntik mau sama Uncle Angga." Sahut Arka. Menakut-nakuti anak-anaknya.


"Gak mau serem, ayo bunda, ayah kita pulang. Aku takut di suntik sama uncle." Ucap Zaira.


"Woy elo kok malah nakut-nakutin mereka sih. Takut beneran sama gue nanti gimana?" Protes Angga kepada Arka.


"Becanda kakak ipar. Jangan baperan deh." Jawab Arka dengan santainya.


"Ya udah, ibu, Pah. Kak Angga, Caca kita pulang dulu ya." Pamit Afifah.


"Iya hati-hati ya." Afifah mengaggukan kepalanya.


Lalu mereka menyalami ibu Aisyah, dr. Irawan dan Angga, serta Ica.


"Asalamualaikum."


"Walaikum'salam."


"Aunty Ica, I Love You...." Teriak Zam, sebelum ia keluar dari rumah tersebut.


"I love you too Zam." Balas Ica, dengan senyuman merkahnya. Bu Aisyah dan Dr. Irawan terkekeh mendengar Zam dan Ica tersebut.


Berbeda dengan Angga, ia terlihat menekuk wajahnya.


'Sialan tuh bocah minta di telen beneran. Enak aja bilang I Love You sama bini gue.' Gumam Angga.


Ya ampun Angga, please deh itu cuman bocah. Jangan baperan apa!! Cemburu sama bocah. Kesel banget author sama Angga, sikapnya kaya bocil banget ih.


Oke lanjut...


Namu beberapa detik kemudian, Angga kembali mengulas senyumannya.


'Syukur juga mereka pulang sih, jadi malam kedua pengantinku tidak ada yang ganggu.' Seru Angga dalam hatinya.

__ADS_1


"Ya sudah sana kalian istrihat. Kalian pasti lelah." Ucap Dr. Irawan kepada Angga dan Ica. Bu Aisyah mengaggukan kepalanya, menyetujui ucapan suaminya itu.


"Papah tau aja kalau kita sedang lelah." Ucap Angga, sambil tersenyum, kepada papahnya itu. "Ayo sayang kita ke kamar." Sambung Angga, mengajak istrinya itu menuju kamarnya.


Ica hanya mengangguk, sambil tersenyum. Walau pun dalam hatinya merasa tidak enak kepada kedua mertuanya itu. Ica masih merasa sungkan.


"Bu, Pah. Ica permisi dulu ya." Pamit Ica. Diangguki oleh kedua mertuanya itu.


Lalu Angga menarik tangan Ica dengan lembut, mengajaknya berjalan menaiki anak tangga menuju kamar milik Angga.


"Sayang, Caca ngerasa gak enak sama ibu dan papah." Ucap Ica, sambil terus berjalan.


"Gak enak kenapa sayang?"


"Ya gak enak aja." Angga tersenyum, Angga paham dengan perasaan istrinya itu.


"Sayang kamu gak usah sungkan ya. Ibu dan papah gak apa-apa. Justru mereka itu sangat pengertian sama kita. Mereka tau kalau pengantin baru pengennya ngamar terus." Angga menggoda istrinya itu. Ica tak menjawab, wajahnya kini terlihat merah merona.


Memang benar yang dikatakan suaminya itu, pengantin baru emang maunya ngamar terus. Ica pun merasakan hal itu. Gak mau jauh-jauh dari Angga--nya itu.


Bersambung...


Maaf baru up...


Biasa penyakit aku kumat guys. Hehe.


Taukan penyakit author apa?! 😂


Terima kasih buat kalian yang selalu setia baca karya author yang masih berantakan ini.


Terima kasih juga buat kalian yang sudah memberikan like, komen dan Votenya. Serta hadiah Bunga dan lainnya.


Percayalah aku pasti baca komen kalian, sambil tersenyum bahagia. Walau pun aku jarang balas komennya. Hehe


Kalian adalah semangatku...


Love u all.

__ADS_1


Sehat selalu ya kalian.


See u...


__ADS_2