
"Ca, kamu bantu umi dan Nisa saja menyiapkan makanan." Pinta abi Adam kepada Ica, Ica menganggukan kepalanya. Dan Ica pun berajak masuk kedalam rumah.
"Abi mau bicara sama kamu." Ucap Abi Adam kepada Angga.
"Duduk.'' Pinta Abi Adam kepada Angga, Angga pun menganggukan kepalanya pelan. Dan duduk di sofa yang berada di ruang tamu tersebut. Abi Adam dan Angga duduk saling berhadapan. Angga merasa sangat gugup.Jantungnya berdetak kencang, dalam benaknya bertanya-tanya apa yang akan di bicarakan oleh calon mertuanya itu? Apa tentang masalah tadi, Angga yang ingin mengusap kepala Ica. Tapi masa ia sih? Sampai segitunya, lagiankan tadi Angga tidak jadi mengelus kepala Ica.
Angga menghubuskan nafas berat, Angga menundukan kepalanya, terlalu sulit rasanya untuk Angga mengangkat kepalanya,untuk melihat abi Adam yang duduk berhadapan dengannya itu. Apa lagi Angga melihat dari ujung matanya, jika abi Adam menatapnya, seperti seseorang yang akan melakukan intimidasi.
'Apa yang harus aku katakan, kalau sudah begini?' Gunam Angga dalam hatinya.
Abi Adam terkekeh pelan, melihat tingkah Angga. Apa segitu takutnya-kah calon menantunya itu padanya? Apa tampang abi Adam menyeramkan?
"Bagaimana pekerjaan kamu nak Angga?" Tanya Abi Adam, mulai membuka suaranya.
Angga mengangkat kepalanya, tersenyum kikuk menatap kearah abi Adam. "Alhamdulilah semuanya lancar." Jawab Angga, dalam hatinya merasa lega. Ternyata Abi Adam tidak membahas masalah yang tadi.
Abi Adam mengangguk-anggukan kepalanya. "Jika nanti kamu sudah menikah dengan Ica, apa kamu akan tetep berkerja di singapure?"
Angga terdiam sejenak, mendengar pertanyaan dari calon mertuanya itu. "Jika nanti kamu sudah menikah dengan Ica apa kamu akan tetap berkerja di singapure?" Angga mengulang pertanyaan yang di lontarkan abi Adam dalam hatinya. Angga terlihat bingung harus menjawab bagaimana. Memang Angga belum berpikir kesana. Angga lupa bahwa ia masih terikat perkerjaan bersama Rumah sakit yang berada di singapure itu.
"Abi hanya tidak mau jauh dari Ica." Sambung Abi Adam, wajahnya menampakan kesedihan.
"Walau pun Abi tau, Abi sudah tidak berhak mengatur kalian jika nanti kalian sudah menikah, dan Ica sudah bukan tanggung jawab Abi lagi. Tapi Abi harap kalian menetap di sini tidak jauh dari kami." Tutur Abi Adam kembali.
Angga tersenyum, "Angga memang belum mengambil keputusan mengenai itu Abi, tapi Angga akan berusaha agar tidak mengecewakan kalian."
Abi Adam melebarkan senyumannya, ia merasa sedikit puas dengan jawaban Angga. Walau pun Abi Adam tau keputusan itu sangat berat untuk Angga. Orang tua Angga pernah memberitahunya jika bekerja di rumah sakit yang berada di singapure itu memang impian Angga. Apa lagi Rumah sakit tempat Angga itu Rumah sakit yang sangat terkenal, orang-orang dari berbagai negara termasuk Indonesia, tak sedikit orang-orang yang melakukan pengobatan ke rumah sakit tersebut. Di tambah kalir Angga di sana sangat bangus. Angga bahkan telah mendapatkan beberapa penghargaan dari rumah sakit tersebut.
Angga membalas senyuman Abi Adam, walau pun kini pertanyaan abi Adam itu terngiang-ngiang dalam benak Angga. Apa iya Angga harus meninggalkan rumah sakit itu? Berat memang rasanya. Tapi jika tidak. Angga tak mau mengecewakan keluarga Ica. Tadinya Angga akan mengajak Ica tinggal di singapure usai mereka menikah, tapi mendengar permintaan orang tua Ica, sepertinya Angga akan mengurungkan semuanya.
"Tapi abi tidak akan memaksa kamu. Jika kamu merasa berat. Abi serahkan semuanya sama nak Angga." Jelas Abi Adam.
"Angga akan memikirkannya kembali Abi, karna jika harus jujur Angga memang masih berat meningalkan rumah sakit tempat Angga berkerja itu."
"Abi ngerti, tidak usah terburu-buru."
"Iya Abi."
__ADS_1
"Percepat pernikahan kalian.'' Ucap Abi Adam.
Angga membulatkan matanya, seakan tak percaya dengan ucapan calon mertuanya itu. "Mak--sud A--bi?" Ucap Angga terbata-bata.
"Ya percapat pernikahan kalian, abi takut jika terjadi hal-hal yang buruk kepada Ica, kalau ia terus-terus deket kamu, dengan status yang belum halal." Jelas Abi Adam.
Wajah Angga langsung memerah, Angga mengerti apa yang dikatakan calon mertuanya itu. Angga pikir setelah berbincang lama Abi Adam akan lupa kejadian waktu Angga akan mengelus kepala Ica. Eh ternyata...
"Maaf abi, tadi Angga beneran gak sengaja, itu refleks Abi. Angga gak bermaksud ngapa-ngapain Ica kok." Jelas Angga wajahnya terlihat menyesal. "Lagiankan gak jadi Abi, keburu kepergok Abi." Sambung Angga dalam hatinya.
"Iya makanya kalian cepat saja menikah." Tegas Abi Adam, dan tentu saja Angga langsung menganggukan kepalanya. Ya iyalah itukan mau-nya Angga.
"Nanti Angga secepatnya akan kesini bersama orang tua Angga, Abi. Untuk membicarakan semuanya."
"Kamu sudah siap memangnya jadi suami Ica?"
"Tentu saja abi. Besok juga Angga siap untuk menikahi Ica. Atau mau sekarang, Angga juga siap kok Abi."
"Itu maunya kamu."
"Memang maunya Angga Abi." Jawab Angga, tersenyum tanpa dosa.
"Kalau itu kelamaan Abi, satu minggu lagi boleh deh Abi."
"Tidak, dua bulan itu pas."
"Masih lama Abi, satu bulan baru pas."
"Terlalu cepat, kami butuh persiapan."
"Angga akan menyiapkan semuanya." Ucap Angga tidak mau kalah. "Jadi satu bulan lagi aja ya Abi."
"Tidak, dua bula saja."
"Satu bulan Abi." Ucap Angga memohon.
"Ini pernikahan bukan dagangan." Pungkas Abi Adam. Membuat Angga terharan.
__ADS_1
"Kamu nawar terus." Lanjut Abi Adam.
Angga menganggaruk kepala yang tidak gatal, memberikan cengiran kepada calon mertuanya itu. Namun dalam hati Angga menggerutui kekoyolannya itu. Benar yang dikatakan calon mertuanya itu. Mereka-kan sedang membahas pernikahan, kenapa jadi seperti orang yang sedang menawar dagangan.
"Abi, nak Angga, makanannya sudah siap. Ayo kita makan." Ajak umi Aminah yang menghampri mereka.
Angga dan Abi Adam pun menganggukan kepalanya, dan mereka pun berajak dari sofa ruang tamu tersebut. Berjalan menuju meja makan mengikuti umi Aminah yang berjalan di depan mereka.
Bersambung...
YUHHHUUUUU...
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN.
LIKE, KOMEN DAN VOTENYA.
BTW SEMALAM ITU AKU KETIDURAN, JADI GAK SEMPAT BUAT UP LAGI.
MAKANYA KIRIM KOPI DARI SEKARANG BIAR NANTI MALAM AUTHOR BISA UP LAGI...HEHEHE
SEE U..
BYE-BYE..
I LOVE U SEPANJANG KUKU.
MUACH.
JANGAN SALAH YA I LOVE U SEPANJANG KUKU ITU, GAK KE UKUR LOH, KUKU ITU KALAU UDAH PANJANG DAN DI GUNTING JUGA PASTI TUMBUH LAGI. ITULAH CINTA AUTHOR KEPADA KALIAN.
GAK ADA MATI-MATINYA.. EAAAA
APAAN SIH AUTHOR GAK JELAS...
WKWKW..
OKE SEKIAN DAN TERIMA GAJIH...EH SALAH SEKIAN DAN TERIMA KASIH.
__ADS_1
I LOVE U... I LOVE U.. I LOVE U...