HARTA TAHTA DOKTER ANGGA

HARTA TAHTA DOKTER ANGGA
Episode 20


__ADS_3

Bu Aisyah tengah menata makanan yang sudah ia masak, spesial untuk putranya itu. Di atas meja terlihat banyak beraneka menu masakan yang wanita parubaya itu sajikan.


"Sudah beres Bu?" Tanya dr. Irawan, menghampiri istrinya itu. Dr. Irawan menarik kursi meja makan. Lalu ia duduk matanya menatap binar semua makanan yang tersaji di atas meja tersebut.


"Bu ini gak salah? Ibu masak sebanyak ini?" Dr. Irawan, ternganga, menatap makanan yang ada di atas meja, namun semua makanan itu terlihat sangat mengiurkan.


"Tidak dong Pah, ibu sengaja masak banyak menu, spesial buat Angga!" ujar Bu Aisyah, dengan senyuaman yang melekat di wajahnya.


Dr. Irawan mengangguk-anggukan kepalanya. Lalu ia mengambil piring, melihat makanan yang yang sudah terpampang nyata di depan matanya itu, membuat perut dr. Irawan seketika meronta, cacing-cacing yanga ada di perutnya sudah meminta makan.


"Papah mau ngapain?" Tanya Bu Aisyah.


"Mau makanlah Bu.." Jawabnya santai, sambil mengambil nasi ke piringnya.


"Wis...wis..." Bu Asiyah menahan tangan suaminya. "Nanti dulu Pah, sabar kita tunggu Angga dulu oke!" Titahnya.


"Tapi papah sudah laper Bu!"


"Sabar Pah, sebentar ya. Ibu panggilkan dulu Angga ke kamarnya."


Bu Aisyah beranjak dari hadapan suaminya, berjalan menaiki anak tangga menuju kamar Angga.


Dr. Irawan menarik napas dalam, menggaruk tengkuak yang tidak gatal.


"Huh, orang sudah laper suruh nunggu, gimana sih!" Gerutunya, lalu Dr. Irawan sekilas melihat kearah istrinya yang sedang berjalan menaiki anak tangga.


"Ah lebih aku makan duluan saja!" Lirihnya, lalu tersenyum kekeh.


"Papah inget tunggu Angga dulu, jangan makan duluan!" Teriak Bu Aisyah.


Baru saja dr. Irawan mau mengambil makanannya.


Sudah terdengar teriak dari sang istri. Dan pada akhirnya dr. Irawan pun pasrah, ia hanya menatap makanan yang berada di depannya itu, dengan menelan ludahnya, membayangkan betapa nikmatnya makanan tersebut.


***


Bu Aisyah sudah berada di depan kamar angga, pintu kamar Angga terlihat terbuka. Ibu Aisyah masuk kedalam kamar putranya itu, Angga terlihat sedang tertidur pulas.


Bu Asiyah tersenyum melihat Angga yang tengah tertidur pulas itu, ada rasa tidak tega untuk membangunkan Angga yang sepertinya sangat lelah. Namun kalau tidak membangunkan Angga. Makanan yang sudah ia masak bagaimana? Kalau nunggu Angga bangun keburu dingin.


Akhirnya Bu Aisyah pun memutuskan untuk membangunkan putranya itu.


"Angga, bangun nak..." Ujar Bu Aisyah dengan lembut menggoyangkan lengan Angga.


Angga menggeliat, "Apaan sih Van, gw masih ngantuk tau!'' Ucap Angga, masih dengan mata yang terpejam.


Bu Aisyah mengelengkan kepalanya, lalu mencoba lagi membangunkan Angga. Bu Aisyah kembali menggoyangkan lengan Angga.


"Angga bangun nak, ini ibu.."

__ADS_1


Angga langsung membuka matanya, lalu ia bangun.


"Eh ibu, maaf Bu.." Angga terkekeh. "Angga lupa! Angga--kan sudah dirumah ya!"


"Sudah tidak apa-apa! Ayo cepat bangun. Ibu sudah masakin makanan kesukaan kamu!"


"Wah, benarkah Bu?"


Bu Aisyah mengangguk.


"Ya sudah Angga, ke kamar mandi dulu sebentar!" Angga beranjak dari kasurnya dan berjalan menuju kamar mandi, untuk mencuci mukanya.


Secapat kilat Angga terlihat sudah keluar dari kamar mandi.


"Ayo Bu.." Ajak Angga, kepada Bu Aisyah yang menunggunya itu.


Lalu mereka pun keluar dari kamar tersebut, berjalan beriringan. Turun kebawah untuk makan bersama.


"Angga apa kamu sedekat itu dengan Evan?" Tanya Bu Aisyah. "Sampai-sampai yang di ingatan kamu itu dia saja!" Lanjutnya.


"Apaan sih Bu, Angga masih normal Bu."


Bu Aisyah tertawa. "Ya memangnya siapa yang bilang kamu tidak normal hmm?"


"Ibu tadi, kenapa tanyanya begitu?"


Mereka mengobrol sampai terus berjalan.


Hingga tak terasa mereka sudah sampai di meja makan, Angga dan Bu Aisyah pun duduk bergabung dengan dr. Irawan yang terlihat kesal.


"Iya gak Pah." Tanya Bu Aisyah kepada suaminya.


"Iya apanya Bu?" Dr. Irawan terlihat bingung.


Bu Aisyah hanya tersenyum, sedangkan Angga. Ia menggelengkan kepalanya.


"Angga sudah punya calon istri dong Bu, dan maksud Angga pulang ke sini itu. Mau minta ibu sama papah buat meminang wanita itu untuk jadi calon istri Angga!" Tutur Angga.


Ke dua orang tua Angga tertegun, mereka terdiam, terkejut mendengar penuturan Angga barusan.


Bu Aisyah dan suaminya saling memandang.


Angga mengerutkan keningnya, melihat ke dua orang tuanya itu yang terlihat aneh.


"Papah sama ibu kenapa?" Tanya Angga. "Katanya suruh Angga cepat-cepat nikah. Eh giliran udah ada calonnya kalain malah gitu!"


Kedua orang tua Angga terlihat bingung. Mereka saling memberi isyrat dengan kedipan mata untuk menjawab pertanyaan putranya itu.


Dr. Irawan memutar bolanya melas, lalu Dr. Irawan menarik napas dalam dan membuangnya perlahan.

__ADS_1


"Bukan begitu maksud kami Angga!" Ujar dr. Irawan. "Tentu saja kami senang jika memeng kamu sudah mempunyai calon istri," tutur Dr. Irawan.


"Alhamdulillah, syukurlah. Jadi besok ibu sama papah bisakan anterin Angga ke rumah calon Angga?"


"Besok?" Ucap Bu Aisyah dan Dr. Irawan bersamaan, wajah mereka terlihat sangat terkejut.


"Iya besok.."


"Memangnya calon kamu itu dimana?"


"Ya di kota ini dong Pah! Tidak jauh dari sisi kok rumahnya."


"Tidak jauh dari sini? Siapa?" Pungkas Bu Aisyah.


"Dia itu anak dari salah satu pasien Angga Bu," ujar Angga.


"Kalau boleh tau siapa nama mereka?" Tanya dr. Irawan.


"Kalau gak salah nama ibu--nya itu Bu Aminah, dan Bapaknya itu Pak Adam deh," jawab Angga.


Kedua orang tua Angga membulatkan matanya, "Benarkah Angga?" Tanya Bu Aisyah.


"Iya Bu, benar Angga ingat kok nama mereka. Dan sepertinya mereka itu orang yang sangat taat agama!" Jelas Angga.


"Ya allah Pah kenapa bisa kebetulan begini ya? Ibu yakin kalau yang Angga maksud itu anaknya Bu ustadzah Pah!" Ujar Bu Aisyah, raut wajahnya memancarkan aura kebahagian.


"Iya Bu, jodoh memang sudah di atur sama yang maha kuasa, mungkin ini takdir Angga dan wanitanya itu!" Sahut dr. Irawan, tak kalah sumringah. Penuh bahagia.


Sedangkan Angga, Angga terlihat bingung.


"Tunggu-tunggu, maksud papah dan ibu bagaimana sih?''


"Jadi gini Angga, sebenarnya kami ini berencana untuk menjodohkan kamu dengan anak Bu ustadzah Aminah, dia wanita baik, Solehah, cantik dan sopan." Jelas Bu Aisyah.


"Iya benar yang di katakan ibu kamu. Tapi sepertinya kami tidak perlu menjodohkan kamu dengan anaknya Bu ustadzah, karna memang kalian sudah berjodoh!" Sambung dr. Irawan.


"Wah benarkah Pah, jadi besok jadi dong anterin Angga ke rumah calon Angga!" Tutur Angga.


Dr. Irawan mengacungkan kedua ibu jarinya, sebagai jawaban oke.


"Iya pasti kami antar!" Jawab Bu Aisyah. "Ya sudah cepat kita mulai makannya, nanti setelah makan kita lanjut ngobrolnya lagi."


Angga dan Dr. Irawan mengangguk. Lalu mereka pun mulai menyantap makanan tersebut.


Bersambung...


Jangan lupa like, comen dan Votenya.


Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2