HARTA TAHTA DOKTER ANGGA

HARTA TAHTA DOKTER ANGGA
Episode 53


__ADS_3

Tak lama kemudian Angga terlihat sudah keluar dari kamar mandi, dengan lilitan handuk yang melilit menutupi bagian bawahnya saja. Tetesan air dari rambutnya yang masih basah terlihat, Angga mengelapnya dengan handuk kecil.


Ica yang sedang duduk di tepi ranjang, wanita itu sudah mengganti bajunya, dengan gamis berwarna putih dan hijab yang senada menutupi kepalanya. Ica menoleh kearah pintu kamar mandi saat mendengar pintu itu terbuka, dan Angga suaminya keluar dari sana.


"Astagfirullah..." Teriak Ica, saat melihat Angga yang bertelanjang dada itu, dan Ica lagi-lagi Ica menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Gak apa-apa sayang. Kitakan udah halal. Gak dosa liat suamimu begini." Ujar Angga sambil berjalan mendekati istrinya itu.


Perlahan Ica memberanikan diri, karna memang yang dikatakan suaminya itu benar. Ica pun menurunkan telapak tangannya yang menutupi wajah cantiknya itu. Perlahan Ica membuka matanya. Dan Ica terkejut mendapati Angga yang sudah berdiri tepat di depannya itu.


"Kakak...."


Angga hanya mengulas senyuman menggoda istrinya itu. Dan Ica mengalihkan pandangannya, menghindari pemandangan yang tak biasa itu. Rasanya Ica masih malu, dan belum terlalu berani melihat tubuh kekar suaminya itu.


"Sayang..." Panggil Angga.


"Em-mm, iya.." Jawab Ica gugup. "Caca mau mandi dulu." Lanjutnya, sambil berajak berjalan menuju kamar mandi.


Angga hanya tersenyum, mendapati istrinya yang masih mulu-malu itu.


'Nanti mau malam pertamanya gimana ya? Kalau Caca terus malu-malu gini!' Gunam Angga.


Lalu ia pun mengambil baju gantinya, memakai kaos oblong dan celana pendek. Lalu Angga merebahkan tubuhnya diatas kasur pengantinnya itu, matanya terasa kantuk. Mungkin karna semalam ia kurang tidur.


Namun baru saja Angga memejamkan matanya, terdengar suara ketukan pintu dari luar. Seseorang mengetuk pintu kamar itu.


"Ck, siapa lagi ganggu aja." Decak Angga kesal.


Lalu ia pun bangun dengan malas, dan berjalan menuju pintu tersebut.


"Selamat malam kak, saya MUA mau make-up pengantinnya lagi." Ucap seorang wanita, dia adalah MUA yang merias Ica tadi.


"Emang harus sekarang ya?"


"Iya kak, repsesi-nya akan di mulai sebentar lagi."


Angga mengaggukan kepalanya, "masuk." ucap Angga.


MUA tersebut pun masuk kedalam kamar pengantin Angga dan Ica itu.


"Istri saya sedang mandi, tunggu aja." Ucap Angga. "Saya mau tidur sebentar gak apa-apakan?" Lanjutnya.


"Iya kak." Jawab MUA itu.

__ADS_1


Tak lama kemudian Ica pun terlihat sudah selesai membersikan diri, Ica keluar dari kamar mandi tersebut. MUA itu tersenyum kepada Ica.


"Mau make-up sekarang kak?" Tanya Ica.


"Iya kak."


Ica pun menganggukan kepalanya, ia pun duduk di depan meja Rias. Dan MUA itu pun mulai merias wajah Ica. Ica terlihat mengajak MUA itu mengobrol sambil merias wajahnya, mereka bercanda tawa. Hingga tak terasa akhirnya pun MUA itu pun, sudah selesai merias wajah Ica. Make-up untuk repsesi Ica meminta untuk MUA itu merias wajahnya dengan riasan natural. Tidak terlalu mencolok. Karna Ica merasa tidak terbiasa memakai make-up, membuatnya merasa tidak nyaman.


"Sudah selesai." Ucap MUA, sambil tersenyum menatap Ica dari pantulan cermin yang ada dihadapan mereka.


"Terima kasih, Caca suka make-upnya simple."


MUA itu hanya tersenyum, menganggukan kepalanya.


"Ya sudah, ayo saya bantu ganti baju-nya." Ucap MUA.


"Di sini?" Tanya Ica.


"Iya."


"Tapi..." Ica menoleh kearah Angga. Dan Angga terlihat masih menutup matanya, suaminya itu masih tertidur.


"Gak apa-apa. Itukan suaminya." Ucap MAU, sepertinya ia mengerti apa yang Ica pikirkan.


Ica pun akhirnya mengaggukan kepalanya, lalu MUA mulai membantu Ica mengganti pakainya itu, dengan gaun pengantin. Sambil mengganti pakaiannya, mata Ica tak lepas melihat kearah Angga, Ica was-was takut suaminya itu terbangun dan ia belum selesai mengganti bajunya. Ica tersenyum lega saat ia selasai memakai gaun pengantinnya itu, dan Angga masih terlelap dalam tidurnya.


"Sama-sama, sudah menjadi tugas saya." Jawab MUA itu, "bangunkan suaminya, saya akan merias sedikit wajahnya."


Ica menganggukan kepalanya, perlahan Ica berjalan mendekat kearah Angga yang berbaring di atas ranjang pengantin mereka itu.


"Sayang..." Ica menggoyangkan pelan tangan Angga.


Angga terlihat menggeliatkan tubuhnya, perlahan Angga membuka matanya, dan...


Mata Angga membulat sempurna, menatap kearah Ica. Lagi-lagi Angga takjub dengan kecantikan istrinya itu.


"Masya'allah, ada bidadari bangunin aku." Ucap Angga, membuat Ica tersipu malu.


"Apaan sih kak, eh sayang." Ica mulai merasakan gugup kembali.


"Bangun, ganti baju. Terus kata mbak MUA, dia mau merias wajah kakak." Ucap Ica.


"Ih kakak lagi, kakak lagi manggilnya."

__ADS_1


"Hehe, iya maaf. Sayang!"


"Gitu dong."


"Ya sudah cepat ganti baju." Pinta Ica, diangguki oleh Angga. Angga pun beranjak dari kasur, ia mengambil baju pengantin miliknya, lalu Angga berjalan menuju kamar mandi. Gak mungkinkan Angga ganti baju disana. Karna ada mbak MUA, kalau gak ada...


Taulah gimana Angga...Eh


Angga mencuci wajahnya terlebih dahulu, lalu ia memakai pakaian pengantinnya itu, setelan tuxedo dengan warna senada, dengan gaun yang Ica kenakan.


Tak lama kemudian Angga pun selesai. Lalu MUA merias tipis wajah Angga.


"Apa kalian sudah siap?" Ucap Bu Aisyah, yang baru saja masuk kedalam kamar tersebut.


"Ketuk pintu dulu sih Bu, main nyelong aja." Protes Angga, yang masih di rias oleh MUA.


"Gak sempat." Jawab Bu Aisyah ketus.


"Mbak masih lama gak?" Lanjut Bu Aisyah bertanya pada MUA.


"Udah selesai kok Bu." Ucapnya, memberikan sentuhan Make-up terakhirnya kepada Angga.


"Baiklah. Ayo!" Ajak Bu Aisyah.


Angga dan Ica pun keluar dari kamar tersebut, berjalan menuju tempat repsesi, di ikuti oleh Bu Aisyah yang berjalan dibelakang mereka. Angga dan Ica berjalan beriringan, Ica menggandeng tangan Angga.


Angga dan Ica menjadi pusat perhatian para tamu undangan, saat mereka memasuki tempat repsesi tersebut. Angga dan Ica berjalan langsung menuju pelaminan.


Pemandu acara terdengar memberi sambutan dan selamat kepada sepasang pengantin baru itu.


Wajah penuh kebahagian terpancar dari semua orang.


Mereka ikut serta bahagia. Bu Aisyah dan Dr. Irawan, serta Abi Adam dan Umi Aminah, mereka duduk di dikursi pelaminan yang sudah disediakan disana, mendampingi anak-anak mereka.


Tamu undangan satu persatu berjalan dan mengantri untuk memberikan ucapan selamat kepada mereka.


Lalu mereka melakukan foto bersama, untuk mengabdikan moment bahagia tersebut.


Bersambung....


Like, komen dan Votenya guys jangan lupa.


see u..

__ADS_1


bye-bye..


Makasih.


__ADS_2