HARTA TAHTA DOKTER ANGGA

HARTA TAHTA DOKTER ANGGA
Episode 9


__ADS_3

Mawar membuka matanya, dan ...


"Evan, sialan lo ngagetin gw ih..." Teriak Mawar, mendekat kearah Evan, lalu memukul-mukul dada bidang Evan.


"Hey...hey..., hentikan sakit" Evan menghindari amukan Mawar, "lagian ngapain sih lo malem-malem berdiri di situ?!" lanjutnya.


"Bukan urusan lo, mau tau aja. Dasar Kepo!" Ejek Mawar. "Cepat antarkan aku pulang," titahnya, dan Mawar masuk kedalam mobil Evan.


Evan terdiam, kebingungan.


"Woy, cepetan anterin gw pulang, di sini dingin banget!" teriak Mawar. "Evan apa lo budeg?"


"Iya-iya bawel," ucap Evan, sambil berjalan dan masuk kedalam mobilnya.


"Menyusahkan saja!" gerutunya.


"Apa-apa? Barusan lo ngomong apa?"


"Enggak," sangkalnya.


Mawar memutar bola matanya, memalas. Evan tersenyum tipis saat melihat ekspresi Mawar tersebut, dan Evan pun mulai melajukan mobilnya, mengantarkan Mawar ke apartemen-nya.


Dalam perjalan, mereka sama-sama diam. Hanya saja Evan sedari tadi mencuri-curi pandang Mawar. Dan Mawar terlihat kedinginan. Evan menghentikan laju mobilnya.


"Kenapa?" Tanya Mawar kepada Evan, keheranan.


Evan tak menjawab pertanyaan Mawar, Evan membuka jaket yang ia pakai lalu memakaikannya kepada Mawar.


Mawar hanya terdiam, tiba-tiba mulutnya menjadi bisu.


Terasa ada yang mengunci--nya. Saat Evan memakaikan jaket ke tubuhnya.


Tiba-tiba pandangan mereka bertemu, mata Evan dan Mawar saling menatap intens.


"Ya ampun kenapa berdebar-debar begini jantungku?" Batin Mawar.


"Mawar apa kamu selama ini tidak merasakan, bahwa aku menyukaimu?" Batin Evan.


Mereka larut dalam pikirannya masing-masing, dengan mata yang masih bertatapan. Mereka terlihat sama-sama gugup.


"Lain kali kalau keluar malam-malam pakai jaket, biar gak kedinginan!" Cetus Evan, membuyarkan pandangan mereka.


"Iya bawel." Jawab Mawar tak kalah ketus.


Lalu Evan pun, melajukan kembali mobilnya. Tak lama kemudian akhirnya mobil tersebut dapat di apartemen Mawar.


"Thanks ya Van, udah nganterin gw!" ucap Mawar, sambil tersenyum tulus, sebelum ia keluar dari mobil tersebut.


Evan hanya mengacungkan jempolnya, sebagai jawaban.


Mawar pun turun dari mobil, namun baru saja ia membuka pintu, Mawar teringat kalau ia masih memakai jaket milik Evan.


"Oh iya gw lupa, jaket lo," ucap Mawar, sambil tersenyum kekeh, dan melepaskan jaket tersebut.


"Tunggu..!" Tahan Evan, "Pakai aja, gak usah di lepas," titahnya.


"Tapi..."


"Sudah pakai saja, tapi nanti balikin ya! Jangan lo milikin, inget gw cuman ngasih pinjem. Itu jaket kesayangan gw dan satu lagi itu jaket susah gw nyarinya dan harganya juga lumayan menguras tabungan gw!" ujarnya, bertubi-tubi.

__ADS_1


"Iya-iya, bawel banget sih lo, jaket kaya gini juga gw mampuh kali beli 10," pekik Mawar.


"Iya-iya gw tau lo orang kaya, sama tokonya aja pasti lo mampu beli, sultan mah bebas!" tutur Evan.


"Ini ngeledek apa muji nih?"


"Terserah lo mau ngangepnya apa!"


"Dasar jomblo ngenes lo..." Ledek Mawar, sambil kelaur dari mobil Evan, dan membanting pintu mobil tersebut dengan keras.


"Woy gak bisa pelan-pelan apa? Belum lunas ini mobil," teriak Evan, sambil menatap kesal kepada Mawar.


"Bodo amat," jawabnya, sambil menjulurkan lidahnya kearah Evan. Lalu Mawar pun berjalan meninggalkan Evan.


"Mawar tunggu...!" Teriaknya, Evan mengeluarkan kepala melalu kaca jendela mobilnya.


"Apa lagi sih?" Jawab Mawar, menghentikan langkahnya, dan menoleh kearah Evan.


"Jangan lupa jeket gw cuci bersih dulu, sebelum lo ngembaliin ke gw oke..!" titahnya.


"Sialan lo," pekik Mawar, lalu melanjutkan lagi jalanya.


Evan tersenyum puas, karna sudah berhasil membuat Mawar kesal.


"Mawar, Mawar. Kamu makin menggemaskan saja jika sedang marah!" ucap Evan, sambil memandangi mawar yang terus menjauh dari pandangannya.


Lalu Evan pun melajukan kembali mobilnya untuk pulang, karna malah sudah larut sekali. Tadinya Evan itu tadi mau ke tempat Angga. Namun saat sampai di dekat Apartemen Angga, dia melihat Mawar.


"Ah sebaiknya aku pulang saja sekarang, mau ke tempat Angga juga rasanya bakalan sia-sia, dia pasti sudah tidur!" lirih Evan.


Namun kenyataanya. Angga sampai detik ini masih belum tertidur. Entah kenapa seperti ada yang mengganjal di hati dan pikirannya.


Angga mengobrol sendiri, sepertinya dia sedang dilema.


"Ah dari pada aku penasaran mending aku coba chat lagi saja!"


Lalu Angga memainkan ponselnya, mengetik pesan kepada wanita yang mempermainkan pikiranya itu.


"Assalamu'alaikum Ica!"


Lalu Angga mengirim pesan tersebut. Kebetulan Ica sedang aktif. Dan pesan Angga sudah dilihat oleh wanita misterius itu.


"Walaikum'salam kak!"


"Ah benarkah, dia membalas pesanku!" Angga kegirangan, sampai ia melompat-lompat di atas kasur empuknya itu.


"*Ica, aku mau minta maaf"


"Maaf untuk apa kak?"


"Yang kemarin, maaf kakak sudah lancang meminta nomer whatsapp kamu"


"Oh tentang itu, tidak perlu minta maaf kok kak, dan Ica mau minta maaf kalau Ica waktu itu tak membalas lagi pesan dari kakak, karena waktu itu Ica sibuk kak!"


"Emm gitu kakak kira Ica marah sama Kakak, jadi boleh dong kakak minta nomer whatsapp--nya Ica kalau gitu! Hehe"


"Boleh kakak, tapi memangnya untuk apa kakak?"


"Ya untuk menambah teman saja! Itu pun kalau Ica berkenan dan mau berteman dengan kakak, tapi kalau Ica gak mau gak apa-apa, kakak gak maksa kok!"

__ADS_1


"Enggak kak, boleh kok. Bukan-nya banyak teman itu lebih asik?"


"Alhamdulillah, syukurlah kalau begitu! Jadi mana dong nomer whatsapp Ica! Hehe."


"Ini kak.. xxxxxxxxxxx*"


Akhirnya Ica pun memberikan nomer whatsapp-nya kepada Angga. Angga menyimpan nomer whatsapp Ica tersebut dengan nama kontak, ''Ica imut"


"*Makasih ya Ica, nanti kakak PING Ica ya!"


"Iya kakak"


"Ya sudah sekarangkan udah malam, Ica emangnya gak ngantuk, Ica tidur gih! Gak baik loh bergadang!"


"Iya kak, ini juga Ica mau bobo, hehe"


"Ya udah, bobo yang nyenyak ya Ica. Happy nice dream Ica!"


"Makasih kakak! Ica bobo ya. Asalamualaikum."


"Walaikum' salam*!"


Dan pesan mereka pun terhenti, dengan senyuman yang mengambang di wajahnya, Angga langsung menjatuhkan tubuhnya diatas kasur tersebut.


"Ica oh Ica, kenapa hatiku begitu nyaman saat mengobrol denganmu? Ya walau pun hanya lewat Pasan, semoga suatu saat nanti kita bisa di pertemukan di dunia nyata ya! Wanita Virtualku!" lirih Angga.


Lalu Angga pun memejamkan matanya, dengan ponsel yang masih ada di genggaman tangannya.


Dan napas Angga terlihat sudah teratur, menandakan bahwa Angga sudah terlempar ke dunia mimpinya.


Bersambung..


Ayo apa disini juga ada yang suka baper? Hanya dengan ketikan kaya dokter Angga si gantengnya kita?😌


Jaman sekarang pasti banyak ya!! Hihihi.🀭


Tak jarang juga ada yang pacaran online, bahkan gak pernah ketemu tapi bisa jatuh cinta? Itu gimana ceritanya? πŸ€­πŸ€­πŸ˜πŸ˜…


Kenal online.


Di tembak online.


Jadian online.


Pacaran online.


Putus online.


Tapi sakit hatinya nyata!!☺️😌🀭


Bener gak?πŸ€­πŸ˜…


Dah lah abaikan saja ocehan author yang gak guna ini. Wkwkwk.


Jangan lupa like dan comenya, like comen gratis kok sayang-sayangku jadi jangan pelit ya. Hehe.


Vote seikhlasnya.🀭


Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2