HARTA TAHTA DOKTER ANGGA

HARTA TAHTA DOKTER ANGGA
Episode 8


__ADS_3

Ah akhirnya hari yang melelehkan usai juga, aku sudah berada di apartemen ku. Aku menarik membuang napas kasar. Hari ini aku merasa sangat lelah sekali padahal kerjaan di RS tidak terlalu padat.


Ditambah hari ini saat bekerja aku tidak fokus, pikiranku terus saja di bayang-bayang kan oleh Ica. Padahal bertemu saja tidak pernah, melihat wajahnya? Tentu saja tidak pernah juga! Di IG pun dia sama sekali tidak pernah menggunggah fotonya.


Ahhh.. Pikiranku sungguh kacau, aku tak mengerti dengan diriku sendiri. Bisa-bisanya aku mempunyai rasa nyaman hanya karna ketikan, payah sekali aku.


Ku pejamkan mataku sejenak untuk melepaskan segela penat. Lalu tiba-tiba bel berbunyi.


"Siapa yang bertamu malam-malam begini?" gunamku. Aku berajak dari sopa untuk membukakan pintu.


"Mawar..." ucapku kepada Mawar yang sudah berdiri di depan pintu dengan senyuman yang mengambang di wajahnya.


"Hey, maaf aku menganggu malam-malam begini"


Aku tersenyum, "Masuk..!" titahku kepada.


Namun mawar menggelengkan kepalanya. "Tidak usah Ang, aku hanya ingin mengembalikan kunci mobil kamu saja, dan mobilnya sudah ada dibawah!" jelasnya, sambil menyodorkan kunci mobil milikku itu.


"Oh iya.." aku meraih kunci mobil tersebut. "Thanks ya!" lanjutku.


"Iya Ang, sama-sama," kata Mawar, "Kalau gitu aku balik dulu ya!" pamitnya.


Aku menganggukan kepalaku, lalu mawar beranjak dari hadapanku.


"Mawar tunggu.." panggilku.


Mawar menghentikan langkahnya, lalu menoleh ke arahku.


"Iya Ang, ada apa?"


"Besok malam aku ingin mengajakmu jalan, apa kamu mau?" ucapku.


Kulihat Mawar terdiam, dan wajahnya terlihat shock.


"Ya anggap saja, sebagai ucapan terima kasihku! Itu juga kalau kamu mau!" lanjutku.


Mawar mengangguk-anggukan kepalanya.


"Oke, besok aku kabari kami lagi ya,"


"Emmm, i-ya...!" jawab Mawar, terbata-bata. Lalu ia membalikan badannya, dan berjalan kembali.


Aku hanya memandangi Mawar yang tengah berjalan itu, aku merasa dengan lucu dengan tingkahnya itu.


Lalu aku masuk lagi kedalam, memutuskan untuk segara membersikan badanku, sebelum aku mandi aku memesan makanan terlebih dahulu, karna perutku juga terasa lapar.


***

__ADS_1


POV Mawar.


Waktu sudah malam, aku baru saja menutup kedaiku.


Astaga aku baru ingat, kunci mobil Angga masih ada padaku, dan mobilnya masih ada di depan kedaiku.


Tadi itu aku menyuruh orang suruhan ku yang menangani mobil Angga, untuk langsung mengantarkan mobil itu ke RS tempat Angga berkerja. Tapi dia malah mengantarkan ke kedaiku, dengan alasan lupa, ya sudahlah.


Aku memutuskan untuk mengantarkan mobil Angga ke RS, baru jam segini biasanya Angga belum pulang.


Aku pun melajukan mobil Angga menuju rumah sakit.


Tanpa menghubungi Angga terlebih dahulu. Karna ponselku batrenya lowbet. Aku harap aku tidak terlambat, kasiankan Angga jika pulang menaiki taksi, pikirku.


Namun saat aku sampai di rumah sakit, aku mencari keberadaan Angga di ruangannya ternyata ruangannya sudah terkunci, dan aku menanyakan kepada suster yang berada disana, dia bilang Angga baru saja pulang 10 menit yang lalu, ah sial aku terlambat.


Ya sudahlah, aku memutuskan ke apartemen-nya saja.


Aku pun meninggalkan rumah sakit, dan langsung menuju apartemen Angga.


30 menit berlalu, aku pun sampai di apartemen-nya.


Dan aku naik ke lantai 7, karna disana tempat Angga tinggal, aku tau karna aku pernah berkunjung ke sana. Angga mengajakku saat hari ulang tahunnya, merayakannya bersama, waktu itu bersama Evan juga.


Dan akhirnya, aku sudah sampai di depan pintu tempat Angga, ada sedikit keraguan saat aku akan menekan bel. Aku takut mengganggunya. Tapi aku berpikir juga kalau tidak aku kasih sekarang! Kasian dong Angga besok berangkat kerja bagaimana.


Apa Angga, sudah tidur? Lalu aku mendekatkan lagi tanganku untuk menekan kembali bel tersebut, namun saat aku akan menekan kembali bel tersebut, pintu sudah terbuka.


Aku tersenyum kearah Angga, saat melihatnya muncul di balik pintu itu.


"Mawar..." ucapnya.


"Hey, maaf menganggu malam-malam begini!" ujarku, merasa tidak enak.


Ku lihat Angga tersenyum kepadaku, astaga senyumannya itu, bikin hatiku meronta-ronta. Lalu Angga menyuruhku masuk, namun aku menggelengkan kepalaku. Karna ini sudah malam juga, dan aku merasa tidak nyaman.


"Tidak Ang, aku hanya ingin mengembalikan kunci mobil kamu saja, dan mobilnya sudah ada dibawah!" jelasku. Lalu aku menyodorkan kunci mobil itu.


Angga mengambilnya, dan mengucapkan terima kasih kepadaku.


Lalu aku pamit untuk segara pulang. Namun saat baru beberapa langkah aku berjalan, Angga memanggilku, aku menghentikan langkahku, dan membalik ke arah Angga.


"Iya Ang, ada apa?" tanyaku.


"Besok malam aku ingin mengajakmu jalan, apa kamu mau?" ucapnya.


Deg, tiba-tiba detak jantungku seperti akan berhenti, aku tertegun dan Shok, what apa aku tak salah dengar.

__ADS_1


Angga mengajakku jalan. Ya tuhan apa ini mimpi.


"Ya anggap saja sebagai ucapan terima kasihku, itu juga kalau kamu mau" lanjut Angga.


Aku hanya bisa mengangguk-anggukan kepalaku, sebagai tanda setuju, aku tidak tau harus berkata apa! Ah aku sungguh bahagia sekali ku harap ini bukan mimpi.


"Oke, besok aku kabarin lagi!" ucap Angga.


"Emmm, i-ya..." jawabku, terbata-bata karna gugup, dan juga sedari tadi jantungku berdetak tak karuan.


Lalu aku membalikan badanku, dan kembali meneruskan jalanku, sambil memegangi dadaku, aku berjalan tergesa-gesa karena jika aku masih di sini berlama-lama sepertinya tidak baik untuk jantungku.


Aku pun mencoba mencari taksi yang kosong, untuk pulang ke apartemen ku, namun sial sudah beberapa taksi aku hentikan, taksi-taksi itu ada penumpangnya.


Ah bagaimana ini, mana malam semakin larut lagi, jalanan sudah terlihat sepi pula. Angin malam pun sangat menusuk ke tulang-tulangku.


Aku menyimpangkan tanganku, mengusap-usap tubuhku yang terasa dingin, sambil menunggu kembali taksi yang lewat.


Namun tak lama kemudian, sebuah mobil menghampiriku, dalam hati aku bertanya-tanya siapa yang itu, kenapa mobil itu berhenti tepat di hadapanku, apa salah satu penghuni apartemen ini, tapi kenapa dia berhenti disini.


Aduh, bagaimana kalau dia penjahat, ya tuhan tolong aku, bagaimana ini, apa aku kembali ke apartemen Angga saja ya. Ah tidak! Lagian Angga pasti sedang beristrihat saat ini, aku gak mau memganggungnya.


Aduh Mawar, jangan manukiti dirimu sendiri, aku harus berpikir positif. Aku terus berargumen dengan diriku sendiri.


Lalu aku orang yang di dalam mobil tersebut, terlihat akan membuka pintu mobilnya.


"Ya tuhan, lindungi aku!" Aku memejamkan mataku, sambil terus memanjatkan doa.


Ku dengan langkah kaki, yang mendekat ke arahku, sepertinya orang itu mendekatiku.


Aku mencoba memberanikan diri, untuk membuka mataku, karna penasaran! Tapi aku takut.


Aku membuang napas panjang, sebelum membuka mataku.


1


2


3


Sambil menghitung di dalam hati, dan dalam kehitungan ketiga, aku membuka mataku perlahan dan...


Bersambung...


Wah siapa ya kira-kira?


Jangan lupa like, comen dan Votenya.

__ADS_1


Terima kasih.


__ADS_2