HARTA TAHTA DOKTER ANGGA

HARTA TAHTA DOKTER ANGGA
Episode 52


__ADS_3

"Ca..." Panggil Angga, tangannya perlahan meraih tangan Ica.


Dengan gugup Ica menoleh kearah Angga, hingga tatapan mereka saling bertemu, Angga dan Ica saling menatap satu sama lain, perlahan Angga mendekatkan wajahnya, ke wajah istrinya itu. Ica terlihat memejamkan matanya. Ica merasakan hembusan nafas Angga mengenai kulit wajahnya.


Dengan jantung yang sudah berdetak tak karuan, Ica sebisa mungkin tenang. Ica pasrah Angga akan melakukan apa pun kepadanya, karna memang sekarang apa yang ada di dirinya sepenuhnya milik Angga.


Deg...Deg..Deg...


"Emang mata Caca gak berat peke bulu mata palsu setebal ini?" Tanya Angga, sambil menatap bulu mata palsu anti badai yang ditempelkan MUA di kelopak matanya.


Sontak Ica pun langsung membuka matanya, terlihat Angga memang sedang memperhatikan bulu mata palsunya itu. Ica terlihat salah tingkah sendiri.


'Ya ampun bisa-bisa-nya Caca jadi mendadak omes begini.' Lirih Ica dalam hatinya.


"Caca kenapa?" Tanya Angga, sambil menahan tawanya, Angga tau bahwa istrinya itu tengah salah tingkah. Dan sebenarnya Angga pun meresakan hal yang sama, namun sebisa mungkin Angga menenangkan dirinya. Angga sengaja menggoda Ica, untuk menenggelamkan ke gugupannya.


"E--nggak kok kak."


"Jangan panggil kakak dong!''


"Terus apa kak?"


"Sekarangkan Caca udah jadi istrinya kakak, jadi Caca harus panggil kakak, sayang!" Ucap Angga sambil tersenyum.


"Sa-sayang?"


"Iya dong sayang."


Ica menganggukan kepalanya pelan, sambil memberikan senyuman kepada Angga. Rasanya geli sendiri Ica, harus memanggil Angga dengan sebutan barunya itu.


"Represi di mulai satu jam lagi, kita sekarang mau ngapain sayang?" Tanya Angga. Dan Ica terlihat menggelengkan kepalanya.


"Bobo yuk!" Ajak Angga, sambil tersenyum menggoda istrinya itu, yang masih malu-malu.


"Bobo?" Ica terlihat membulatkan matanya. 'Aduh gimana ini Caca kok jadi deg-degan kaya gini. Masa kak Angga ngajak Caca bobo sekarang!' Lanjut Ica dalam hatinya.


"Iya bobo sayang. Caca ganti baju dulu sana!"


"Ga-ganti baju? Maksud kakak?" Ica terlihat terbata-bata.


"Iya ganti baju, masa Caca mau bobo pake kebaya gitu."


Ica memberikan cengiran kepada Angga. 'Aduh benaran kak Angga mau ngajak bobo Caca sekarang. Aduh Caca harus gimana ini? Masa Caca nolak. Dosa dong!' Gunam Ica dalam hatinya.


"Sayang kok malah bengong sih?" Ucap Angga, "mau aku bantu bukain bajunya hmm?" Lanjutnya.

__ADS_1


'Apa? Kak Angga mau bantu bukain baju Caca, ah gimana ini, ya Allah Caca belum siap.' Lagi-lagi Ica berucap dalam hatinya.


"Sayang hey...." Ucap Angga.


"Eh-eh iya kak, eh maksud Caca iya sayang. Emm Caca buka sendiri aja bisa kok." Ica terlihat sangat gugup.


"Yakin?" Tanya Angga sambil menaikan kedua alisnya.


Ica menganggukan kepalanya, "iya kak, eh iya sayang."


"Ya sudah ganti, aku tunggu ya."


"Disini?" Tanya Ica.


"Iyalah emang Caca mau ganti baju dimana lagi!!" Jawab Angga.


"Tap..."


"Sudah ganti aja Ca, gak apa-apa kok. Kitakan udah sah jadi suami istri jadi Caca gak boleh malu." Tutur Angga, Angga terlihat membuka balutan tuxedo-nya.


Ica terlihat membulatkan matanya, saat melihat Angga yang mulai mencopoti pakaian yang ia kenakan itu.


'Ya ampun bagaimana ini, kak Angga udah buka bajunya lagi.' Batin Ica.


"Aaaaa...." Teriak Ica, sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, saat melihat Angga akan membuka celananya.


"Sayang kamu kenapa?" Tanya Angga. Namun Ica tak menjawab wanita itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Caca kenapa ih? Jangan buat aku khawatir." Tanya Angga lagi.


"Kakak eh sayang, beneran mau bobo sekarang?" Tanya Ica, masih dengan menutup wajahnya.


"Iya emang kenapa?" Angga terlihat bingung.


"Aku udah gak tahan sayang!" Lanjut Angga.


"Tapi Caca belum siap."


"Belum siap?" Angga semakin bingung. "Mau bobo kok gak siap, tinggal nutup mata doang." Lanjut Angga, lalu Angga tersenyum.


'Gak siap? Ya ampun Caca-Caca kamu pikir aku akan menyerang kamu sekarang!' Batin Angga, sambil menahan tawanya.


"Tinggal nutup mata doang?" Ica mengulang ucapan Angga, perlahan Ica menurunkan tanganya yang menutupi wajah cantiknya itu. Lalu Ica menatap kearah Angga.


"Iya sayang, kita kan mau bobo! Emang menurut Caca kita mau ngapain?" Goda Angga.

__ADS_1


'Ya ampun, kenapa lagi-lagi otak Caca berpikir kemana-mana.' Gerutu Ica dalam hatinya. Ica terlihat salah tingkah, Ica menundukan kepalanya, tak berani menatap suaminya itu.


Angga semakin melebarkan senyumannya. Melihat istri yang salah tingkah itu.


"Kok pikiran istriku ini sekarang jadi Omes sih hmm?" Tanya Angga, lagi-lagi menggoda Ica.


"Enggak kok, siapa yang Omes." Sangkal Ica.


"Yakin?" Ica terlihat menganggukan kepalanya. "Emang Caca tau apa itu Omes?"


"Tau."


"Apa?"


"Otak Mesum."


"Siapa yang mesum?"


"Kakak.."


"Idih kok kakak, Caca tuh yang mesum."


"Enggak, tadi kakak yang bilang sama Caca, udah gak tahan!" Ketus Ica.


"Iya kak emang gak tahan." Ucap Angga tak mau kalah.


"Tuh-kan bener, kakak yang Omes."


"Iya kakak gak tahan gerah pengen mandi dulu, makanya tadi kakak buka baju." Tutur Angga. Sambil kembali menahan tawanya.


"Iya-iya Caca gak Omes kok." Ucap Angga, dan...


Cup...


Angga mencium pipi Ica. Ica terdiam, jantungnya serasa mau melompat keluar, mendapati Angga yang mencium pipinya itu.


"Kakak mandi dulu ya." Ucap Angga, usai mencium pipinya istrinya itu. Angga pun langsung berjalan menuju kamar mandi.


Ica tak bergeming, wanita itu masih terdiam dengan jantung yang terus meronta-ronta, Ica terlihat mengusap lembut pipinya yang baru saja di cium oleh Angga. Menit kemudian Ica terlihat menarik ujung bibirnya tersenyum. Entah kenapa hatinya terasa bahagia saat Angga menciumnya tadi.


Sedangkan Angga yang kini sudah berada di dalam kamar mandi. Wajah Angga terlihat memerah. Ia merasa malu sendiri dengan tingkah konyolnya itu, eh.


Bukan konyol sih, itu sebenarnya wajar saja untuk pasangan suami-istri, lagian kan mereka sudah sah juga, tapi bagi Angga dan Ica itu sangat-sangat tidak biasa. Pasalnya itu hal yang pertama kali Ica rasakan ada laki-laki yang menciumnya. Ya walau pun itu suaminya. Mungkin karna Ica belum terbiasa.


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan Votenya.


Makasih.


__ADS_2