HARTA TAHTA DOKTER ANGGA

HARTA TAHTA DOKTER ANGGA
Episode 44


__ADS_3

Angga masih di perjalanan menuju rumah sakit. Jalanan di sore hari ini semakin padat. Mungkin karna orang-orang di jam saat ini, memang jam mereka pulang dari kantor, atau tempat kerja mereka.


Angga menghembus nafas kasar, saat mendengar ponselnya berbunyi. Sedari tadi memang papahnya terus menelponnya, menyeru Angga untuk cepat menjemputnya, tapi ya bagaimana lagi? Jalanan macet gini, mana bisa Angga sampai dengan cepat.


Lagi-lagi Ponsel Angga berbunyi kembali, Angga mengambil ponselnya itu, dan mengangkat telpon tersebut, tanpa melihat kelayar ponselnya.


"Iya pah, ini juga lagi dijalan. Macet ini gak sabaran banget sih!!" Pekik Angga, berbicara di sambungan telpon-nya.


"Hallo, Asalamualaikum kak."


Deg....


Angga menjauhkan ponselnya itu dari telinganya, dan langsung menatap kearah layar ponselnya, untuk memastikan kembali, siapa yang menelponnya. Namun terdengar dari suaranya Angga sangat hafal.


"Caca..." Gunam Angga, benar dugaannya. Angga pun kembali menempelkan ponselnya itu ketelingannya.


"Hallo, wa-allaikum'salam Ca.." Angga gugup sendiri.


"Kakak masih belum sampai? Kejebak macet ya! Maafin Caca ya kakak, gara-gara Caca kakak jadi...."


"Enggak Caca, gak usah minta maaf. Ini bukan salah Caca kok, lagian emang ini-kan jam orang-orang pulang kerja." Angga memotong ucapan Ica.


"Oh iya, ada apa sayang hmm?"


"Oh iya Caca hampir lupa. Gini kakak Caca udah beres beli bukunya."


"Oh iya sayang. Caca langsung pulang ya!" Pinta Angga.


"Eh gini kakak, Caca gak langsung pulang. Caca mau jalan-jalan dulu sama temen Caca, boleh gak?"


"Siapa?"


"Temen Caca, kakak!"


"Iya maksud kakak, cewek apa cowok?"


"Emm, cowok..."


"Gak boleh, Caca langsung pulang aja. Kalau enggak kakak kesana lagi samperin Caca, dan anterin Caca pulang!" Tegas Angga, hatinya sedikit merasa panas.


"Ih kakak denger Ica dulu, Caca belum selesai ngomongnya."


"Iya-iya apa?"

__ADS_1


"Cowoknya itu kak Evan, di sini juga ada kak Mawar kok kak, bolehkan?"


"Emang mereka temen Caca? Sejak kapan Caca berteman dengan mereka?" Tanya Angga dalam sambungan telpon tersebut, namun Angga merasa agak tenang hatinya, hampir saja dia tadi sudah punya prasangka buruk. Angga terlihat manarik ujung bibirnya, tersenyum


"Ih kakak, kok gitu ngomongnya?''


"Iya-iya boleh, tapi pulangnya jangan malam ya. Dan jangan lupa kabarin kakak." Pinta Angga.


"Iya kak, siap. Kalau gitu udah dulu ya kak, gak enak sama kak Evan dan kak Mawar, mereka nungguin Caca!"


"Mereka ada di sana?"


"Iya kak."


"Coba kakak mau bicara sama mereka."


"Hallo kakak Angga, ada apa mau bicara sama orang ganteng?" Terdengar nyaring suara Evan dari sambungan telpon tersebut.


"Gue titip Ica, awas ya elo macem-macem sama dia. Jangan ngajarin yang aneh-aneh. Inget elo! Awas aja kalau elo ngotorin otak Ica, gue keramasin elo.."


"Aduuuh atuuut, eh tapi mau dong di keramasin, kebetulan gue belum keramas hari ini." Jawab Evan, di iringi gelak tawanya.


"Sialan elu..."


"Elo loadspeak telponnya?"


"Iya..."


"Pantesan! Mawar gue titip Ica ya. Gue gak percaya sama si Evan."


"Siap tenang aja!" Seru Mawar.


Dan, Tut...


Panggilan tersebut pun terputus, sepertinya itu ulah Evan.


"Sialan main matiin aja, gue belum kasih salam sayang buat Ica juga!" Gerutu Angga.


... ____________________________________...


"Nih Ca hp elo," ucap Evan, memberikan ponsel milik Ica tersebut, usai Evan mematikan sambungan telponnya dengan Angga.


Ica mengangguk, dan menerima ponsel itu.

__ADS_1


"Ya udah, kita jalan sekarang yuk!" Ajak Mawar, di Angguki oleh Ica dan Evan. Mereka pun berangkat menuju tempat tujuan yang akan mereka datangi.


Evan dan Mawar tadi kerumah Ica, ada satu hal yang akan mereka bicarakan dengan kekasih Angga itu, hal yang sangat penting! Namun pada saat mereka kesana, orang rumah bilang kalau Ica tidak ada di rumah, ia sedang ke toko buku.


Pada Akhirnya, Mawar dan Evan pun menyusul Ica ke toko buku tersebut. Dan untungnya pas mereka sampai di sana, Ica baru saja keluar dari toko bukunya.


Evan, Mawar dan Ica pun, meninggalkan toko buku tersebut, Evan mulai melajukan mobilnya, usai Mawar dan Ica sudah masuk kedalam mobil tersebut.


"Eh kak, sebenarnya kita mau kemana?" Tanya Ica kepada Angga dan mawar, Ica melihat kearah mereka secara bergantian.


Evan dan Mawar, saling melemparkan pandangannya.


"Sudah kamu ikut kami saja!" Ucap Mawar.


Ica pun menganggukan kepalanya, kanapa ia menjadi tidak tenang begini ya? Sebenarnya Mawar dan Evan, akan membawanya kemana? Bukannya tadi mereka hanya bilang kalau mereka hanya ingin mengobrol penting dengan Ica? Tapi...


Ica mencoba tetep berpikir positif, menangkis semua pikiran negatifnya. Ica yakin kalau Evan dan Mawar tidak akan melakukan hal yang buruk kepadanya. Mereka-kan sahabatnya, Angga.


Mawar dan Evan tersenyum smirk, saat melihat Ica yang sepertinya agak ketakutan pada mereka. Sudah hampir setengah jam perjalanan, namun Evan mereka belum sampai di tempat tujuannya.


"Kak sebenarnya kita mau kemana?" Tanya Ica, ia merasa sudah tidak bisa tenang lagi, mana hari sudah mulai malam.


"Diam Ca, kamu tenang saja!" Ucap Evan.


"Tapi kak..."


"Diam..." Tegas Mawar, menatap tajam Ica, membuat Ica langsung terdiam. Ica merasa sangat ketakutan, semua badannya terasa gemetaran.


Hingga tak lama kemudian, Evan mengentikan laju mobilnya. Evan keluar terlebih dahulu dari mobilnya itu.


"Ayo turun." Mawar menarik tangan Ica, menyuruhnya untuk turun bersamanya. Ica pun menerut.


"Kita dimana ini kak?" Tanya Ica, sambil memerhatikan sekitarnya, sebuah bangunan tua, dan sepertinya tidak ada penghuninya. Terlihat gelap gulita.


"Ikut cepat...." Mawar menarik tangan Ica kembali, mereka mengikuti langkah Evan yang sudah terlebih dahulu berjalan, kearah pintu masuk rumah tua tersebut.


Bersambung...


Like, komen dan vote dulu yuk.


Tanamkan kebiasaan baik, eh...🤭


Lanjut gak nih?

__ADS_1


__ADS_2