
"Selamat pagi dok!" seorang suster memasuki ruangan Angga.
"Pagi sus!"
"Ini data pasien, yang dokter minta," suster meletakan sebuah map diatas meja Angga.
"Oke, terima kasih!"
"Sama-sama dok, saya permisi!"
Angga mengagukan kelapanya, dan suster tersebut keluar dari ruangannya.
Lalu Angga mengambil map yang diberikan suster tadi, dan mulai memeriksanya.
Usai memeriksa data tersebut, Angga beranjak dari kursinya, mengambil alat untuk memeriksa pasien. Lalu beranjak dari ruangannya, untuk memeriksa pasien-pasiennya.
"Kondisi ibu sudah sangat membaik, besok ibu sudah diperbolehkan pulang!" ungkap Angga, usai memeriksa salah satu pasiennya tersebut.
"Benarkah dok? Tapi saya tidak mau pulang, saya pengen disini aja, biar bisa tiap hari di periksa sama dokter ganteng kaya dokter!" ujar pasien tersebut.
Angga tersenyum, dan menggeleng-gelengkan kepalanya. "Ibu yakin, masih mau disini? Tidak bosen dengan makanan rumah sakit?" Goda Angga.
"Bosen sih dok!" ibu itu mengerutkan bibirnya.
Angga tersenyum kekeh, "Ya sudah, saya permisi dulu ya Bu!" pamit Angga.
Ibu itu tersenyum, dan mengganggukan kepalanya.
Ya itulah Angga, dia menjadi idola pasien-pasiennya, bukan hanya sekadar tampan, Angga yang terkenal baik, dan juga ramah.
Angga pun keluar dari ruangan salah satu pasiennya itu, kini tinggal satu paseinnya lagi yang belum ia periksa, Arka berjalan menuju kamar pasien terakhirnya itu.
"Asalamualaikum..." ucap Angga, saat memasuki kamar pasiennya itu.
"Walaikum'salam..."
"Eh dokter ganteng..."
"Ibu, kenapa selalu memanggil saya dengan sebutan itu Bu," ucap Angga, sambil tersenyum ramah, menghampirnya.
"Dokter emang ganteng toh, kan laki-laki, masa saya panggil cantik!" ucap Bu Aminah.
Angga tersenyum kikuk, "iya bu, maksud saya panggil saya Angga saja!"
"Sudah Bu, ibu selalu saja menggada dokter Angga!" ujar pak Adam, merasa tidak enak.
"Tidak apa-apa pak, sudah biasa," Angga tertawa kecil. "Saya periksa kondisi bapak dulu ya!"
pak Adam mengangguk, lalu Angga mulai memeriksa kondisi laki-laki tersebut.
"Bagaimana kondisi suami saya dok?" Tanya Bu Aminah.
"Alhamdulillah sudah lebih baik Bu, sepertinya mungkin besok atau lusa boleh pulang," ujar Angga.
"Alhamdulillah, terima kasih dok, saya sudah tidak betah dok dirumah sakit terus. Sudah rindu rumah!" tutur pak Adam.
"Tapi nanti kalau sudah pulang jangan lupa, minum obatnya secara rutin ya pak, biar kondisi bapak sehat seperti sejak kala." jelas Angga.
"Baik dok.."
"Kalau begitu saya permisi dulu ya Bu, pak!" pamit Angga.
Bu Aminah dan pak Adam menganggukan kepalanya.
Angga pun berjalan keluar dari kamar tersebut, namun saat Angga kelaur di bertabrakan dengan seorang wanita.
"Aww..."
__ADS_1
"Maaf-maaf saya tidak sengaja!" ujar Angga, mengulurkan tangannya untuk membantu wanita yang terjatuh, karna tertabrak oleh tubuhnya itu.
"Iya tidak apa-apa! Terima kasih." Wanita itu mengabaikan uluran tangan Angga, menundukan kepalanya, dan mencoba beridiri sendiri.
"Ada apa dok!" Tanya Bu Aminah, yang melihat Angga masih berdiri di depan pintu kamar rawat suaminya itu, Bu Aminah pun menghampiri Angga.
"Loh Ca, kamu kenapa?" Bu Aminah langsung, membantu Caca yang lihat kesusahan berdiri.
"Ca, siapa wanita ini?" Tanya Angga di dalam hatinya.
"Ca, kok bisa kamu sampai jatuh begini sih?"
"Caca, tidak apa-apa kok Umi.." ujar Caca, sambil tersenyum kearah uminya.
Angga tertegun, saat melihat wanita yang bernama Caca itu, begitu juga dengan Caca, pandangan saling bertemu.
"Astagfirullah.." batin Caca.
Caca langsung memalingkan pandangannya, lalu menundukan kembali kepalanya.
"Ya Allah, maafkan hamba." Batin Caca, merasa bersalah kepada dirinya sendiri, karna terpesona oleh Angga, dan telah khilaf menatap laki-laki yang bukan mahram-nya.
Bu Aminah terlihat keheranan. Melihat Angga dan Caca.
"Dok..Dokter Angga, baik-baik saja?" Tanya Bu Aminah.
"Angga.." Ganam Caca.
"Ooo--h, saya baik-baik saja Bu." ujar Angga, terlihat gugup.
"Dokter kenapa tadi?" Tanya Bu Aminah lagi.
"Ini Bu tadi saya gak sengaja, nambak wanita yang bersama ibu ini!" tutur Angga.
Bu Aminah terlihat mengambangkan senyumanya.
Caca menganggukan kepalanya pelan.
"Oh iya dok perkenalkan ini anak saya, dia baru saja kemarin datang ke sini dari Indonesia!" tutur Bu Aminah.
Caca hanya tersenyum, dengan kepala yang masih menunduk.
"Oh jadi ini anak ibu, aduh saya gak tau Bu, maaf ya tadi saya benar-benar tidak sengaja menabrak kamu!"
Caca menganggukan kepalanya pelan. "Tidak apa-apa kok kak, eh dok," Caca terlihat gugup.
"kak, aku merasa tidak asing dengan panggilan itu!"
"Caca ini dokter Angga, yang menangani Abi selama disini!" ucap umi Aminah, menatap kerah Caca.
"Ica?" ucap Angga.
Caca mendongkrak pandangannya kearah Angga, lalu tersenyum sekilas menundukan kembali kepalanya.
"Tunggu-tunggu, kok dokter tau nama anak lengkap anak saya?"
Angga tersenyum, wajahnya terlihat merah merona.
"Ca, apa kalian sudah saling mengenal?" tanya Umi Aminah.
Caca hanya tersenyum.
"Dok, ada pasien yang membutuhkan pertolongan segera!" ucap seorang suster, yang menghampiri Angga dengan langkah yang tergesa-gesa.
"Baik sus, saya segara kesana!" ujar Angga. "Saya permisi dulu!" pamit Angga, kepada Bu Aminah dan Caca.
Mereka mengagukan kepalanya, lalu Angga beranjak dari hadapan mereka, mengikuti suster yang menyusulnya tadi.
__ADS_1
"Ayo umi kita masuk!" ajak Caca, menganggandeng tangan uminya, berjalan masuk kedalam ruangan rawat Abi-nya.
"Ca, kami belum jawab pertanyaan ibu loh, kamu sama dokter Angga sudah saling kenal?"
"Ih, umi kenapa mendadak jadi kepo deh sekarang!" Ucap Caca, melepas gandengan tangan uminya, lalu berjalan terlebih dahulu masuk kedalam ruangan tersebut.
Caca terlihat terus mengambangkan senyumanya.
Caca masih tak menyangka ia bisa bertemu dengan Angga, secara langsung.
"Umi anak gadismu itu kenapa toh?" Tanya Abi Adam, memancingkan bola matanya kepada Caca yang sedang duduk di sopa, sambil senyum-senyum sendiri.
"Gak tau Abi, umi juga aneh layarnya!" jawab Umi Aminah, lalu mereka tertawa kecil melihat tingkah Caca.
***
"Akhirnya selesai juga!" Angga menjatuhkan tubuhnya diatas kursi miliknya, badannya terasa lelah, Angga baru saja selesai menangani pasien yang terkena serangan jantung.
Angga melepaskan satu kancing atas kemejanya, menyandarkan tubuhnya dikursi tersebut, Angga tersenyum mengingat kembali wajah Caca alis Ica.
"Aku masih tak menyangka bisa bertemu dengan kamu Ca, ya Tuhan begitu indah mahkluk ciptaan mu itu, beri aku satu wanita seperti itu ya tuhan untuk mendapingiku dan menua bersamaku!" Angga berteriak, mengucapkan doanya tersebut.
"Wanita seperti apa? Mau dong gue!" Sahut Evan, yang tiba-tiba saja sudah ada di ruangan Angga.
"Sialan lo, sejak kapan disini? Ngagetin gw aja!" pekik Angga, menatap kesal Sahabatnya itu.
"Hahaha, ngapain lo teriak-teriak kaya orang gila?" Evan berjalan menghampir Angga.
"Siapa yang berteriak, gw lagi berdoa," jawab Angga, sambil mengulas senyumanya, membayangkan kembali wajah Caca.
"Berdoa? Berdoa teriak-teriak, doa itu dalam hati. Tuhan itu maha mendengar bukan!"
"Terserah gw dong! Suka-suka gw," pungkas Angga.
"Iya-iya dah, pulang yuk!" ajak Evan. "Malam ini gw mau numpang tidur lagi di rumah lo," ujarnya.
"Kagak-kagak, ribet urusannya kalau lo nginep di tempat gw"
"Sialan lo, ayo cepat pulang!" Ajak Evan lagi.
Angga beranjak dari ketempat duduknya, ia mengambil tas kerjanya, lalu berjalan meninggalkan ruangannya itu, di buntuti oleh Evan.
"Nih lo, yang bawa mobil," Angga melemparkan kunci mobilnya kepada Evan.
Lalu mereka masuk kedalam mobil, Evan mulai melajukan mobil tersebut meninggalkan rumah sakit.
Sepanjang perjalan Angga terus tersenyum-senyum, Evan yang memperhatikan sahabatnya itu sedari tadi merasa keheranan.
"Ang, Lo baik-baik sajakan?" Tanya Evan, melihat kearah Angga sekilas.
"Baik, aku baik-baik saja! Bahkan lebih baik!" Jawab Angga, menoleh kearah Evan, dengan senyumanya itu.
Evan menggubiriskan bahunya. "Lama-lam gw ngeri deket-deket sama lo," ucap-nya.
Angga tak menyahut ucapan sahabatnya itu, Angga terlarut dalam bayang-bayang Ica.
"Ya tuhan, apa itu efek dari kelamaan jomblo? Ya tuhan tolong sadarkan temanku, jangan buat dia seperti itu, sadarkan dia tuhan!" Evan berdoa dalam hatinya.
Bersambung...
Lanjut satu part lagi gak malam ini, yang mau lanjut comen cusss...
Jangan lupa juga, like, komen dan Votenya ya.
Love u guys.
Terima kasih.
__ADS_1