HARTA TAHTA DOKTER ANGGA

HARTA TAHTA DOKTER ANGGA
Episode 41


__ADS_3

Waktu sudah menunjukan jam makan siang, Angga keluar dari salah satu kamar pasien yang usai ia periksa. Lalu Angga berjalan menuju ruangan papahnya. Hari ini Angga cukup lelah rasanya. Banyak pasien yang memintanya untuk memeriksa, padahal bukan pasiennya. Entah mengapa pasien-pasien rumah sakit tersebut tak mau di periksa oleh dokter yang biasa menangani mereka.


Angga menghelai nafas berat, saat memasuki ruangan papahnya itu, Angga duduk di kursi berhadapan dengan papahnya itu. Angga terlihat menekuk wajahnya. Membuat Dr. irawan papahnya terkekeh pelan.


"Kenapa?" Tanya dr. Irawan, sambil menahan tawanya. Ia tau permasalahan Angga tersebut, tentang pasien-pasien yang mengeluh ingin di periksa oleh putranya itu.


Angga tak menjawab pertanyaan papahnya itu, Angga hanya menatap malas papahnya, kalau tau begini Angga gak akan datang kerumah sakit, Angga merasa di kerjain oleh papahnya itu.


"Resiko..." Ledek, dr. irawan.


"Iya resiko orang ganteng." Cetus Angga, beranjak dari kursi tempat ia duduk.


"Mau kemana?"


"Ke rumah Ica..." Jawab Angga, tanpa menoleh kearah papahnya itu, Angga terus berjalan keluar dari ruangan papahnya itu. Angga terus berjalan melewati kolidor rumah sakit, berjalan menuju parkiran.


Angga pun masuk kedalam mobilnya, dan menyalakan mesin mobilnya, lalu Angga pun melajukan mobilnya meninggalkan rumah sakit milik papahnya itu. Sebelumnya Angga sudah menghubungi Ica jika ia akan datang ke rumah wanita itu. Dan Ica mengatakan bahwa ia akan menunggunya, Ica juga bilang bahwa ia akan memasak spesial untuk Angga, siang ini mereka berencana akan makan siang bersama di rumah Ica.


Namun Angga terlihat bingung, masa ia tidak membawa buah tangan ke rumah Ica. Angga sudah bertanya juga kepada Ica, menanyakan mau di belikan apa atau mau dibawakan apa? Namun Ica tak meminta apa-apa. Tapi walau pun Ica tidak meminta apa-apa kepadanya. Angga tetap merasa tidak enak. Angga ingin terlihat sebagai laki-laki yang sweet gitu. Dan bisa dibanggakan oleh orang tua Ica, calon mertuanya.


Ah dasar Angga caper dehh!!!


Dalam perjalanan menuju rumah Ica, Angga terus berpikir, "bawa apa ya untuk calon mertua sama calon istriku?" Gunam Angga.


Namun saat dalam perjalanan, Angga melihat sebuah toko bunga, dan di samping toko bunga tersebut juga terlihat ada sebuah toko boneka. Emm apa mungkin Angga membeli itu saja ya buat Ica. Bunga dan boneka? Bukankah itu yang selalu di inginkan oleh seorang wanita? Pikir Angga.


Kalau author mah gak suka bunga sama boneka, walau pun wanita juga. Author lebih suka sama yang ada di dalam celana dokter Angga, eh jangan ngeres ya? Maksud author itu, yang ada di dalam celana itu dompet ya, dompetkan suka ditaro di dalam saku celana..Iya gak? EH....


Apa lagi kalau dompetnya tebel banyak caungnya... wkwkwk..


Oke lanjut...


Hiraukan ocehan author yang gabut ini...


Angga pun menepikan mobilnya di depan toko bunga tersebut, dengan senyuman yang menghiasi wajah tampannya itu, Angga masuk kedalam toko bunga tersebut. Seorang penjaga toko bunga itu pun menghampiri Angga.


"Mau cari bunga apa kak?" Tanya-nya dengan ramah.

__ADS_1


Angga terdiam, berpikir sejanak. Iya ya Angga bingung, beli bunga apa ya untuk Ica. Angga menggaruk kepala yang tidak gatal. Angga juga bingung, Angga tidak tau bunga apa yang Ica suka.


"Emm, apa ya? Saya juga bingung." Ucap Angga, matanya memerhatikan setiap bunga yang ada di toko tesebut. "Saya lagi cari bunga yang bagus, dan spesial buat calon istri saya." Sambungnya.


Penjaga toko bunga itu menganggukan kepalanya, lalu ia mengambil seikat bunga Anemone, berwarna putih yang sudah di rangkai menjadi sebuah buket bunga. Dan memberikan bunga tersebut kepada Angga.


"Mungkin bunga ini cocok untuk calon istri kakak." Ucap penjaga toko tersebut.


Angga mengambil bunga tersebut, memang bunga itu terlihat sangat cantik, iya cantik. Seperti kamu yang lagi baca novel ini... EH...


Bunga Anemone, merupakan jenis tanaman hias yang dapat ditemukan di Indonesia, Eropa dan Jepang. Di dalam bahasa Yunani, Anemone berarti 'Bunga Angin' Berdasarkan mitologi Romawi, Anemone berasal dari air mata Aphrodite (DEWI ASMARA) yang menangisi kematian Adonis. Bunga ini di percaya sebagai pembawa keberuntungan dan juga perlindungan dari hal buruk. Bunga ini sering kita jumpai saat pernaikahan, sebagai bunga tangan, (Bunga yang dibawa oleh pengantin wanita).


Angga pun menganggukan kepalanya, "iya yang ini saja.'' Ucap Angga, lalu Angga pun membayar bunga tersebut.


Usai selesai dengan bunganya itu, Angga berjalan menuju toko boneka yang berada tepat di samping toko bunga tersebut. Angga masuk kedalam toko boneka tersebut. Namun kali ini Angga sudah tau akan membeli boneka apa, Angga tau apa boneka yang di sukai oleh wanitanya itu.


Mata Angga tertuju pada satu boneka yang terpajang di toko tersebut, sebuah boneka panda yang ukurannya cukup besar. Ya Ica memang sangat suka dengan boneka karakter panda. Terbukti dalam postingannya di media sosial milik Ica, wanita itu sering meng-upload boneka-bonekanya. Ya walau pun sebenarnya Angga juga kurang yakin sih. Tapi ya sudahlah, siapa tau memang benar Ica menyukai karakter boneka panda tersebut.


Angga pun membeli boneka tersebut, usai membayar boneka tersebut. Angga kembali menuju mobilnya dengan membawa boneka dan sebuket bunga yang ia beli tadi. Angga menaruh bunga dan boneka panda tersebut di kursi belakang mobilnya. Dan Angga pun melajukan mobilnya kembali menuju rumah Ica.


Ica terlihat membulatkan matanya sempurna, melihat kearah Angga yang baru saja keluar dari mobilnya, dengan membawa boneka panda dan bunga. Ica langsung berajak dari kursi yang ia duduki, Ica berjalan kearah Angga.


"Ya ampun kak, ini boneka siapa? Bagus banget." Ucap Ica, matanya berbinar melihat boneka panda yang berada di pangkuan Angga tersebut.


"Ini buat Caca..."Jawab Angga, memberikan boneka panda tersebut kepada wanita itu. Dengan senang hati Ica menerima boneka tersebut, karna memang Ica sangat menyukai boneka panda. Yes berarti tebakan Angga benar.


"Ini beneran buat Caca kak?" Ica seakan tak percaya, matanya masih melakat binar memandangi boneka panda tersebut.


Angga menganggukan kepalanya, sambil tersenyum bahagia, Angga bahagia Ica menyukai pemberiannya itu.


"Oh iya, ini juga buat Caca.'' Angga memberikan sebuket bunga yang tadi ia beli.


"Waaah, bunga Anemone. Caca suka banget sama bunga ini." Ica mengambil buket bunga tersebut.


"Bilang apa?" Tanya Angga.


"Apa kak?" Ica terlihat bingung. "Oh iya, makasih kak." Lanjut Ica. Dengan wajah yang memerah tersipu malu. Ica tak menyangka kalau Angga akan memberikan kejutan seperti ini.

__ADS_1


Angga menganggukan kepalanya, ah sungguh tingkah Ica semakin hari semakin menggemaskan. Angga mendekatkan tangannya kearah kepala Ica, bermaksud ingin mengusap kepala wanitanya itu, karna sungguh Angga benar-benar gemes. Ica tak menyadari hal itu, wanita itu masih sibuk menatap boneka dan bunga pemberian dari Angga. Namun pada saat Angga akan mengelus kepala Ica, Angga melihat sosok calon mertuanya yang sudah berdiri di teras memperhatikan mereka. Dengan tatapan tajam,menatap kearah Angga.


"Stt sial..." Umpat Angga dalam hatinya.


"Kenapa kak?"


"Emm, enggak ini tadi anak nyamuk di deket kepala Caca, maksud kakak mau membunuh nyamuk itu. Tapi keburu terbang lagi." Bohong Angga, sambil tersenyum kikuk.


Ica hanya mengangguk-anggukan kepalanya. "Ya udah kita masuk kak..." Ajak Ica, diangguki oleh Angga. Angga pun mengikuti langkah Ica, berjalan di belakang wanita itu.


"Apes-apes. Mau ngelus dikit aja susah." Batin Angga.


"Eh Abi..." Ucap Ica, yang melihat abi Adam sedang berdiri di teras rumahnya itu.


Angga tersenyum kikuk kepada calon mertuanya itu, lalu Angga meraih tangan abi Adam dan menyalaminya.


"Ayo masuk..." Ajak Abi Adam, Angga dan Ica menganggukan kepala mereka. Dan mereka pun masuk kedalam rumah tersebut.


Bersambung...


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN...


LIKE, KOMEN, DAN VOTENYA YA.


NANTI LANJUT UP MALAM YA, KALAU SEMPET,HEHEH


SEE U...


BYE-BYE


I LOVE U


MUACH


KASIH KOPI BIAR KUAT LEMBUR NANTI AKUNYA, WKWKWK.


TERIMA KASIH.

__ADS_1


__ADS_2