
Aku dan Evan pun meninggalkan kedai milik Mawar, kini bergantian aku yang mengemudikan mobil untuk pulang kembali ke apartemen ku.
20 menit perjalan, akhirnya kami sampai. Karna memang jalanan sudah agak lenggang. Aku dan Evan pun langsung masuk ke dalam apartemen. Dan kami pun langsung beristrihat untuk tidur. Karna memang besok kami harus bekerja, walau pun besok hari weekend.
***
Hari demi hari berlalu.
Seperti biasa aku hanya melewati hari-hariku dengan bekerja, jika jenuh aku paling nongkrong di kedai milik Mawar.
Waktu sudah menunjukan jam 10 malam, aku baru saja selesai melakukan operasi salah satu pasienku.
Ah rasanya tubuh ini lelah sekali.
Aku langsung menuju ruanganku, bersiap-siap untuk pulang. Sebelum aku meninggalkan ruanganku, aku memeriksa ponselku terlebih dahulu.
Ya siapa tau ada yang chat, dan bilang Angga aku kangen kamu! Hehe, eh lupa aku kan jomblo.
Aku mulai membuka password ponselku, dan kulihat ada beberapa panggilan tak terjawab dan chat masuk kedalam ponselku.
"Ibu.." Dalam pikirku, ada apa ibu menelponku malam-malam begini.
Lalu ku lihat chat yang masuk kedalam ponselku.
"Angga adikmu, akan melahirkan malam ini. Doakan ya agar bayi dan ibunya selamat serta sehat"
Isi pesan dari ibu. Pesan tersebut di kirim ibu 1 jam yang lalu, perbedaan waktu antara Indonesia dan Singapure hanya 1 jam, lebih cepat di Singapure.
Aku memutuskan untuk menelpon ibu, karna rasa khawir mulai menghantuiku. Namun beberapa kali aku menelpon-nya, tidak ada jawaban sama sekali. Ibu tak mengangkat telpon ku.
Lalu aku memutuskan untuk membalas chat dari ibu.
"Iya Bu, semoga persalinan Afifah di lancarkan, kalau ada apa-apa tolong kabari aku ya Bu" Balasku.
Lalu aku menyimpan kembali ponselku ke dalam tasku. Sejenak aku terdiam untuk menetralkan hatiku yang gundah. Aku menarik napas dalam, dan membuangnya perlahan, beberapa kali aku melakukan hal tersebut. Dan alhasil aku merasa diriku lebih tenang.
Aku pun beranjak dari ruanganku, untuk segara pulang menuju apartemen ku.
Tak lama kemudian, aku pun sampai di apartemen ku.
__ADS_1
Aku membersihkan tubuhku terlebih dahulu, sebelum aku isitirahat.
Usai membersikan tubuhku, dan sudah berganti pakaian aku membaringkan tubuhku di atas kasurku.
Aku mengambil ponselku. Untuk mengecek apa ibu memberi kabar kembali mengenai kondisi Afifah.
Namun saat ku lihat, chatku hanya centang dua berwarna abu, tandanya ibu belum melihat chatku.
Khawatiran ku kembali timbul. Namun sebisa mungkin aku berpikir positif.
Aku belum merasakan mataku mengantuk, padahal tubuhku sudah sangat lelah. Mungkin efek dari kegundahan ku ini. Aku mencoba untuk mengalihkan pikiranku, aku melihat-lihat sosial mediaku.
Aku membuka IG, menskroolnya melihat-lihat story orang-orang yang berteman denganku dan menekan tanda love-love untuk mereka.
Namun setiap aku membuka IG, ada satu akun yang selalu membuatku penasaran. Story IG nya selalu tentang motivasi, tak jarang aku selalu keppo dengannya, bahkan sudah beberapa kali aku mengirimkan DM pada akun tersebut, namun tak pernah dia balas.
Aku melihat tentang bionya, sepertinya dia seorang wanita, dari bionya tertera kalau dia seorang penulis, namun dia tidak pernah meng-upload fhotonya, yang membuatku semakin penasaran.
Aku mencoba kembali untuk men-DM dia, dalam harapku, semoga saja kali ini dia membalas DM ku.
Lumayan kan aku dapat teman baru untuk menemani kegabutanku, walau pun Virtual.
"Assalamu'alaikum ukhty" Pesanku.
Kulihat dia sedang aktif, dan beberapa detik kemudian status pesanku terlihat olehnya. Namun belum ada tanda dia membalas pesanku itu.
Entah kenapa, hatiku merasa kecewa dia tak membalas pesanku tersebut. Aku memutuskan untuk menyimpan kembali ponselku.
Namun saat aku akan menyimpannya, terlihat satu notifikasi muncul. Ah alangkah senangnya ternyata notifikasi tersebut adalah balasan pesan dari dia.
"Walaikum'salam" balasnya.
Entah kenapa hatiku begitu senang sekali, jantungku terasa melompat-lompat. Lalu dengan cepat aku membalas kembali pesan tersebut.
"Boleh kenalan?"
Aku mengetik ucapan tersebut, dengan tangan yang gemetaran.
"Boleh" balasnya.
__ADS_1
"***Siapa nama kamu? Saya ingin berteman! Jika kamu tidak keberatan dan mau berteman dengan saya"
"Panggil saya Ica saja! Tentu saja jika ingin berteman saya tidak keberatan!"
"Syukurlah, saya Angga"
"Saya panggil KK saja ya! Tidak apa-apa kan?"
"Tentu saja tidak Ica. kamu boleh panggil saya kakak, karna memang sepertinya aku lebih tua dari kamu, hehe"
"Kak dokter? stay di mana sekarang?"
"Iya Dede Ica kakak dokter, stay di Singapure asli Indonesia"
"Emm***..."
Emm, ya ampun kenapa wanita sesimple itu membalas pesan.
"***Iya, kamu penulis ya? Kamu hebat Ica"
"Iya kak, hanya hoby"
"Emm, btw boleh minta nomer WA-nya***?"
Pesan tersebut terlihat oleh dia, namun dia terlihat langsung off.
"Apa aku salah meminta nomer WA-nya?" Gunamku.
Ah baru saja aku merasa senang, dia membalas pesan-pesanku. Ah aku menyesal sudah meminta nomer whatsapp-nya.
Tapi kalau gak boleh tinggal bilang enggak aja gitu, bukannya langsung off. Ah wanita memang selalu begitu. Tapi entah kenapa aku semakin penasaran dengan wanita yang bernama Ica itu.
Tak terasa malam semakin larut, aku merasakan mataku terasa berat, aku menyimpan ponselku, meletakkannya di nakas samping tempat tidurku, sebelumnya aku memeriksa dulu ponselku, apakah ada balasan dari ibu. Namun pesan chatku masih sama centang dua warna abu. Lalu aku memaksimalkan volume ponselku, agar nanti jika ibu menelponku, dan aku sudah tidur, suara ponselku dapat aku dengar.
Usai itu, aku membenahi posisi tidurku, menarik selimut, menyelimuti setengah badanku, lalu aku mulai memejamkan mataku. Dan aku tak ingat apa-apa lagi.
Bersambung...
Jangan lupa like, comen dan Votenya.
__ADS_1
Terima kasih.
Waoow Ica siapa ya guys? Semoga aja Ica bisa membuat Angga 100 persen move on dari Afifah ya!!