HARTA TAHTA DOKTER ANGGA

HARTA TAHTA DOKTER ANGGA
Episode 54


__ADS_3

Acara pun akhirnya selesai, sepasang pengantin baru itu kini sudah berada di kamar pengantin mereka.


Orang tua Angga dan Ica mereka sudah pamit pulang kerumah mereka masing-masing, karna mereka pun sepertinya sangat lelah, dan ingin cepat-cepat beristrihat di rumah mereka.


Mata Ica terlihat sebab, tadi ia menangis sendu, saat berbicara dengan orang tuanya, dan mertuanya, saat Abi Adam, menyerahkan seutuhnya tanggung jawab Ica kepada Angga. Terjadi keharuan saat itu.


Kini Ica tengah duduk di tepi ranjang dengan gaun pengantin yang masih melekat di tubuhnya. Rasanya Ica sudah tak tahan badannya terasa lengket, padahal AC di kamarnya itu sudah Ica, turunkan suhunya biar dingin, berharap rasa lengket keringat itu mengurang. Tapi masa sama saja. Di tambah kakinya terasa pegal, bayangkan saja tadi Ica berdiri menyalami tamu yang jumlahnya ribuan, memakai sepatu heels pula, yang tingginya hampir 15 cm.


Kreekk...


Pintu kamar mandi terbuka, menampakan Angga yang baru saja selesai membersikan dirinya, namun kini Angga terlihat sudah memakai pakaian lengkap. Angga sengaja ia tidak mau membuat istrinya itu, berteriak, macam tadi siang.


Ica menoleh kearah Angga, yang baru saja keluar dari kamar mandi itu. Entah mengapa rasanya Ica masih cukup malu melihat Angga, mungkin karna belum terbiasa.


"Caca mau mandi?" Tanya Angga, sambil menyugar rambutnya yang masih basah itu. Tentu saja Angga membuat Ica terpukau, suaminya itu begitu sangat tampan, eh apa lagi dengan rambutnya yang masih basah itu. Masya'allah gak ada duanya.


Ica menganggukan kepalanya pelan sambil tersenyum kepada suaminya itu.


"Ya udah sini kakak bantu bukain gaunnya!" Ucap Angga sambil berjalan mendekat kearahnya.


Ica hanya mengangguk, membiarkan Angga membantunya. Walau pun dalam hatinya merasa malu, Angga pasti melihat bagian tubuhnya. Tapi Ica ingat kata-kata uminya tadi.


"Jangan malu-malu Ca, kalau Caca butuh bantuan suami Caca, bilang. Dan ingat jadilah istri yang baik, Solehah, dan berbakti kepada suami Caca, jika Nak Angga meminta haknya Caca harus berikan tak boleh menolaknya. Semua yang ada di diri Caca, sekarang sudah menjadi milik nak Angga."


Angga membuka retseleting belakang gaun Ica itu, perlahan kini terlihat tubuh bagian belakang istrinya itu. Angga mencoba mengontrol dirinya, sebagai pria normal tentu saja Angga sudah merasakan aliran darahnya panas.


"Berdiri sayang." Titah Angga, Ica pun menurut. Angga mulai menurunkan gaun Ica. Ica menyimpangkan lengannya ke depan dada, saat gaun itu mulai terbuka.


"Sebentar kakak ambilkan dulu handuk." Angga berjalan menuju lemari, yang memang sudah di sediakan handuk disana.


"Pakai ini." Angga memberikan handuk itu kepada Ica, dan Ica menerimanya. Posisi Ica kini masih membelakangi Angga. Ica melilitkan handuknya menutupi badannya, gaun itu sudah terlepas dari tubuh Ica, Ica kini hanya memakai underwere dan handuk yang menutupi bagian dada sampai di atas lutut.


Ica segara berjalan ke kamar.


"Ca tunggu!" Panggil Angga.


Ica menghentikan langkahnya dan menoleh kearah Angga.


"Kenapa kak."


"Enggak, Caca lucu aja!" Ucap Angga, sambil menahan tawanya. Bagaimana tak lucu, Ica berjalan setengah bug*l tapi kepalanya masih tertutup hijab, dan mahkota yang terpasang di atas kepalanya.

__ADS_1


Ica menatap Angga heran, apa lagi melihat Angga yang terlihat menahan tawanya. Apa Angga mentertawakan dirinya yang hanya memakai handuk?


"Caca macam bidadari kehilangan bajunya." Ucap Angga, kini tak bisa lagi menahan tawanya.


Ica berpikir sejanak. Oalah...


'Astagfiruallah, Caca lupa gak lepas penutup kepalanya.' Batin Ica.


Angga langsung berjalan mendekat kearah istrinya itu, kini mereka berhadapan, Angga melihat jelas belahan gundukan kembar milik sang istri itu.


'Sabar Angga, sabar. Itu semua nanti juga bakalan jadi milik kamu seutuhnya.' Gunam Angga.


"Sini kakak bantu lepaskan penutup kepalanya." Ucap Angga. Ica hanya mengangguk, lalu menundukan kepalanya, rasanya malu sekali Ica.


Angga pun mulai membukakan penutup kepala Ica itu, dan Angga begitu terkesima, untuk pertama kalinya Angga melihat rambut Ica, yang selama ini tersembunyi di balik hijabnya.


"Kakak, eh maksud Caca. Sayang kenapa?" Tanya Ica.


'Apa Ica jelek ya, tanpa hijab yang gini.' Gunam Caca.


"Subhanallah, ini beneran istri aku." Ucap Angga, membuat Ica tersipu malu, dan salah tingkah.


"Ah kakak Ica jadi malu kan." Caca berjalan setengah berlari menuju kamar mandi. Angga terkekeh sendiri melihat kelakuan istrinya itu.


"Ah siapa lagi?" Kesal Angga, sambil berjalan melas mendekat kearah pintu lalu membuka pintu tersebut.


"Selamat malam pak, saya ke sini mau mengantarkan makanan." Ucap seorang pelayan hotel tersebut. Angga hampir lupa, ia dan Ica belum mengisi perutnya, untung saja pelayan mengantarkan makanan pas waktu yang tepat.


"Oh iya, terima kasih." Ucap Angga, sambil membawa troli makanan itu kedalam. Lalu pelayan hotel pun beranjak dari sana. Tapi tunggu! Siapa yang memesan makanan ini? Apa Ica? Mungkin...


Angga tak terlalu memikirkan hal tersebut.


Kring...


Ponsel Angga berbunyi, sebuah pesan masuk kedalam ponselnya itu. Angga mengambil ponselnya yang ada di atas nakas.


"Makan yang banyak kakak ipar, ingat malam pertama harus banyak tenaga!"


Angga tersenyum tipis, sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, usai membaca pesan yang di kirim suami adiknya itu, ya pesan tersebut ternyata dari Arka, dan sepertinya yang mengirim makan itu juga orang suruhan Arka.


Tak lama kemudian Ica terlihat keluar dari kamar mandinya, Ica sudah lengkap menggunakan baju Piyama, dengan handuk kecil yang terlilit di kepalanya, sepertinya wanita itu usai keramas.

__ADS_1


"Sini sayang." Titah Angga. Ica tersenyum sambil berjalan mendekat kearahnya.


"Makan dulu." Ica mengangguk, lalu mereka pun mulai memakan-makan tersebut.


"Aaaaa..." Angga mendekatkan sendok yang berisi makanan kepada mulut istrinya itu.


Dengan malu-malu Ica membuka mulutnya, dan menerima suapan dari Angga tersebut.


"Makan yang banyak ya sayang." Ucap Angga, sambil terkekeh. Sungguh rasanya Angga bahagia sekali, begitu pun Ica, walau pun masih malu-malu. Tapi itu tak bisa menutupi bahwa Ica bahagia.


"Malam pertama butuh tenaga extra." Bisik Angga.


Ica hanya tersenyum menanggapi bisikan suaminya itu, tak lama kemudian makanan mereka pun habis.


Bersambung...


Cie yang nungguin MP Ica sama Angga!!!


Penasaran gak?


Up sekarang atau besok? Ayo Komen yang banyak. Sekarang atau besok aku up-nya..


Like dan Votenya juga ya, jangan lupa.


Maaf aku baru up lagi, aku lagi galau..


Jadi mood nulis hancur.


Ck, galau. Macam ABG aja ya aku..


Oh iya kasih dukungan yang banyak ya buat Angga dan Ica, masa give away masih berlanjut.😬


Ngingetin doang takut lupa..hehe


Oke deh gitu aja, pokoknya aku lagi galau.


see u..


bye-bye..


I love u all.

__ADS_1


Terima kasih.


__ADS_2