HARTA TAHTA DOKTER ANGGA

HARTA TAHTA DOKTER ANGGA
Episode 55


__ADS_3

"Aww sakit kak, pelan-pelan." Ica terlihat meringis kesakitan.


"Ini juga pelan-pelan sayang, makanya diem dong."


"Aww, tuh-kan, kata mau pelan itu terlalu kenceng kak!"


"Iya maaf sayang, kakak terlalu bersemangat." Ucap Angga memberikan cengiran tanpa dosa.


"Gimana segini enak gak?" Lanjut Angga.


"Enak kak."


"Ya udah sini mana kakinya satu lagi." Ica pun mendekatkan kaki yang sebelah kirinya kepada Angga.


Suuttt, jangan treveling dulu!! Orang Angga lagi mijitin kakinya Ica, dari tadi istrinya itu merengek kesakitan. Kakinya pun terlihat bengkak, mungkin karna terlalu lama berdiri tadi, sama pakai sepatu heels yang lumayan tinggi.


"Udah enakkan kak. Udah aja kasian kakak juga pasti capekkan, malah mijitin Caca." Ucap Ica.


"Beneran udah gak sakit kakinya?"


"Beneran kak."

__ADS_1


"Ya udah ayo kita bobo." Ajak Angga diangguki oleh Ica, Ica dan Angga pun mulai merebahkan tubuh mereka di atas kasur tersebut. Angga dan Ica tidur saling berhadapan. Ica masih saja malu-malu saat bertatapan dengan Angga, kalau Angga? Ck, mana ada kata malu, yang ada dia pengen cepat Nganu..


"Sayang..." Panggil Angga, lembut tangganya mengelus rambut Ica, dan menyelipkan rambut Ica ke telinga wanita itu, yang terurai sedikit menutupi wajah cantik istrinya itu.


"Iya kak..."


"Boleh kakak meminta hak kakak sekarang?" Tanya Angga. Ica terdiam sejenak, Ica tau apa yang di maksud oleh suaminya itu, tapi kenapa rasanya Ica malu mau meng'Iya'-kan permintaan suaminya itu.


"Kalau Caca gak siap, gak apa-apa kok. Kakak akan sabar nunggu Caca siap. Tapi--''


"Caca siap kok kak." Pungkas Ica, memotong ucapan Angga.


Ica menganggukan kepalanya, sambil tersenyum. Wajahnya kini terlihat merah merona. Ica mulai merasakan jantungnya berdetak tidak normal saat Angga mulai mendekatkan, Angga menepis jarak di antara mereka.


Ica memejamkan matanya, saat Angga mendekatkan wajahnya ke wajah Ica, hembusan nafas Angga kini terasa menembus pori-pori kulit wajah Ica.


Cup...


Angga mengecup kening Ica, lalu berpindah ke pipi kanan dan kirinya, dan terakhir tepat di bibir ranum milik istrinya itu.


Angga pun mulai melancarkan kewajibannya tanpa ragu, karna memang sudah dapat izin dari istri tercinta.

__ADS_1


Malam itu menjadi malam yang paling panjang bagi mereka, di mana malam di penuhi dengan cinta dan ***** membaur menjadi satu. Pengantin baru itu menikmati surga dunia mereka, yang seperti membawa mereka terbang ke nirwana.


Entah berapa kali Angga menyerang istrinya itu, yang pasti mereka tertidur tepat jam 3 pagi. Tanda-tanda bekas kepemilikan Angga terlihat memenuhi setiap lekuk tubuh Ica, apa lagi di bagian gunung kembar Ica.


Wah ganas juga Angga ya...


Kini sepasang pengantin baru itu baru saja terlelap dengan posisi tidur saling berpelukan, dan tubuh tanpa sehelai benang pun yang menutupinya, hanya selimut tebal yang menutupi keduanya.


Kamar hotel itu, menjadi saksi bisu kebahagian Angga dan Ica, dimana mereka melepas masa lajang mereka, Ica melepas selaput daranya, dan Angga melepas perjakanya.


Bersambung...


(Di persingkat aja ya temen-temen, karna sekarang ketat banget, padahal kemarin aku udah tulis akfitas itunya, detail sih enggak dan gak Vulgar juga. Tapi sistem nolak, aku udah sampai 7 kali revesi. 😭 tetep aja gak lolos-lolos. 🙄)


Dah gitu aja. Jangan minta yang panas.


Kalau mau panas siram aja pake air termos. Ah apaan sih jadi gak jelas gini.


Like, komen dan Votenya jangan lupa.


See u...

__ADS_1


__ADS_2