
Hari ini Ica dan Angga mengundang semua keluarga besar mereka untuk makan malam bersama. Makan malam itu di adakan di kediaman orang tua Angga.
Ica dan Angga memutuskan untuk tidak menempati rumah mereka, yang sudah selesai di renovasi itu. Karna dalam dekat ini Angga akan pergi ke Singapure untuk mengurus urusannya yang belum selesai.
Di tambah ke dua orang tua Angga, tidak mengizinkan mereka untuk pindah dulu, melihat keadaan Ica yang kini tengah berbadan dua, membuat mereka merasa sedikit khawatir.
Bebagai menu makanan terlihat sudah berjejer rapi di atas meja makan itu. Kini hanya tinggal menunggu kedatangan orang tua Ica dan yang lainnya.
Tak lama kemudian terlihat empat mobil memasuki halaman rumah orang tua Angga. Yaitu mobil Abi Adam, yang datang bersama istri dan kedua adik Ica Arif dan Irma. Mobil Evan, yang datang bersama calon istrinya Mawar, serta Maria, dan Anisa. Mobil Arka yang datang bersama Afifah dan ke tiga anaknya. Serta mobil Om Akbar yang datang bersama istrinya. Azis dan Tiara tidak datang karna mereka tengah berbulan madu keliling dunia, eeaaa... Sedangkan Indra dan Dini mereka tidak datang, karna Indra sedang ada pekerjaan yang tak bisa di tinggalkan.
Angga dan istrinya, serta Bu Asiyah dan Dr. Irawan, mereka terlihat sudah berada di depan rumah untuk menyambut keluarga besar mereka itu. Mereka saling berjabatan tangan, lalu tuan rumah langsung mempersilahkan mereka masuk kedalam rumah.
Mereka kini berkumpul di ruang tamu. Berbincang hangat sekadar menanyakan kabar, atau yang lainya.
Tuan rumah tidak memberi tau mereka, ada apa tuan rumah mengundang acara makan malam bersama?
"Semuanya aku punya kabar gembira?" Ucap Angga, membuat mereka yang ada di sana langsung menoleh kearahnya, dengan tatapan penuh tanda tanya.
"Kabar apa nak?" Jawab Abi Adam.
Angga tersenyum, "sebentar lagi keluarga kita akan bertambah lagi!!" Ujar Angga.
"Maksud kakak?" Kini Afifah yang bertanya.
Angga semakin melebarkan senyumannya. Lalu Angga meraih tangan Ica yang duduk di sampingnya, menggenggam tangan istrinya itu dengan erat.
"Ica hamil." Ucap Angga.
Mereka semua membulatkan matanya, menatap Ica dan Angga, lalu detik kemudian mereka semua bersorak senang.
"Alhamdulillah...." Ucap semua orang yang ada di sana.
"Iya jadi maksud kami mengundang kalian kesini itu untuk membagi kebahagian." Ucap Bu Asiyah.
__ADS_1
"Selamat ya Ica Angga." Ucap Afifah.
"Selamat ya Caca, sebentar lagi kalain akan menjadi orang tua!" Ucap umi Aminah.
Mereka semua bergantian mengucapkan selamat kepada Angga dan Ica itu.
"Lebih baik, sekarang kita makan." Ucap Bu Asiyah.
"Iya nanti keburu dingin makanannya." Sambung Angga.
Mereka pun menganggukan kepalanya mereka. Lalu berajak dari ruang tamu tersebut, menuju meja makan.
Mereka semua terlihat sangat begitu bahagia. Makan malam tersebut berjalan dengan lancar, di iringi dengan canda tawa.
POV Angga.
Aku pernah gagal dalam memperjuangkan cinta, menjatuhkan hati pada orang yang salah. Wanita yang kini sudah menyandang sebagai Adik tiriku.
Sakit? Tentu saja semua itu sakit, ketika kamu jatuh cinta kepada seorang wanita, dan cintamu tidak di balas olehnya, kasarnya Cinta bertepuk sebelah tangan.
Tapi benar, tuhan tidak akan memberikan cobaan di luar batas umatnya. Tuhan menjanjikan kebahagian kepada umatnya yang selalu bersabar dalam menghadapi semua ujian hidup yang telah ia gariskan.
Dan kini aku merasakannya, merasakan nikmat Tuhan yang tiada tara, tuhan mengirimkan sosok bidadari berwujudkan manusia kepadaku. Yang kini sudah sah di mata agama dan hukum. Wanita sederhana namun dengan hati yang sangat luar biasa, dia mampu menyembuhkan lukaku yang selama ini membekas, menutupnya dengan semua rasa cintanya kepadaku.
Dan kini tuhan telah memberi kelengkapan dalam rumah tanggaku, dengan hadirnya malaikat kecil yang masih bersarang di rahim istriku.
Mereka bukan hanya sekadar Harta dan Tahta, tapi mereka Napas dan Jiwa. Aku akan menjaganya dengan seluruh jiwa dan ragaku, membahagiakan mereka dengan cinta dan kasih sayangku.
Hidup bukan sekadar Harta dan Tahta, keluarga adalah segalanya. Mereka jalan pintas untuk menunjukan kita jalan ke surga.
~Harta Tahta Dokter Angga~
~**Selesai**~
__ADS_1
POV Author.
Jangan pernah menyesali apa yang sudah terjadi dalam hidup kita, pahit atau manis itu adalah bumbu kehidupan yang harus kita tempuh.
Akhirnya cerita Angga yang berjudul "Harta Tahta Dokter Angga" Selasai juga.
Semoga ada pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah Angga ini. Maaf bila ada salah penyampaian atau tulisan yang kurang berkenan di hati kalian. Author hanya manusia biasa.
Dan terima kasih buat kalian yang sudah setia membaca karya author yang remehan ini. Tanpa kalian aku bukan apa-apa.
Terima kasih juga buat kalian semua yang sudah Sudi memberikan like, komen dan vote kalian pada Angga.
Maaf author gak bisa balas satu persatu komen kalian, tapi percayalah semua komen yang kalian tuliskan author selalu baca. Komen-komen kalian yang kadang membuat author meresa sangat bangga, komen kalain yang kadang membuat author kaya orang gila senyum-senyum sendiri. Pokonya terima kasih sebesar-besarnya.
Jika ada yang bertanya. "Thor kok sudah tamat sih? Endingnya masih begini? Gak memuaskan? Atau lain sebagainya.
Wait, jangan risau ya!! Inssa'allah author akan buat Season 2 nya. Nanti pasti di lanjut tenang aja. Perjalan cinta Angga dan Ica, masih panjang kok.
Aku akan lanjut di sini, di novel ini.
Doakan semoga aku selalu di berikan kelancaran, dan kesehatan, biar bisa terus menghibur kalian dengan karya recehan aku ini.
I love you all, see u...
Boleh mampir ke karya aku yang lainnya ya sambil nunggu kelanjutan Kisah Angga dan Ica.
Klik profil author ya...
Salah sejahtera untuk semuanya, semoga kalian selalu di berikan kesehatan, lancar rezkinya.
Sampai ketemu di Angga dan Ica di musim kedua.
Terima kasih
__ADS_1
Just info: Untuk pemenang give away, lusa akan saya umumkan, tepatnya tanggal 30 Agustus.