HARTA TAHTA DOKTER ANGGA

HARTA TAHTA DOKTER ANGGA
Episode 17


__ADS_3

Angga menatap punggung Ica yang terus menjauh dari pandangannya. Angga tidak bisa berkata-kata lagi.


Bahagian? Tentu saja. Angga tak menyangka jika Ica membalas perasaannya, sempat terbesit di benanya, akan meresakan ke kecewaan, namun ternyata pikiranya itu salah.


"Tunggu Ca, kakak akan secepatnya meminang kamu! Semoga kita berjodoh," lirih Angga.


Angga pun berlalu dari sana, ia kembali menuju mobil, melajukan mobilnya meninggalkan bandara tersebut.


Tujuan Angga sekarang menuju rumah sakit.


Angga akan mengajukan cuti, untuk pulang ke Indonesia. Ia tak mau menunda terlalu lama kesempatan ini.


Tak lama Angga pun sampai di rumah sakit, dan mengajukan izin cutinya, Angga mengambil cuti cukup lama. Pihak rumah sakit mengizinkan.


Sebelum meninggalkan rumah sakit Angga menuju ruangannya terlebih dahulu, untuk membereskan ruanganya, mengambil beberapa barang yang menurutnya penting.


"Aku pasti rindu ruangan ini!" Lirihnya, dengan senyuman yang terus mengambang dari wajahnya tampannya.


Bagaimana tidak, Angga pasti merindukan tempatnya bekerja itu, karna rumah sakit ini, yang membawanya bertemu dengan Ica.


Entah kedepannya akan seperti apa, terbesit di benak Angga untuk meninggalkan rumah sakit tersebut, dan menetap kembali di Indonesia.


Namun Angga tak mau gegabah, ia harus memikirnya dengan matang terlebih dahulu.


Cukup lama Angga termenung dalam lamunannya, Angga pun tersadar. Ia pun keluar dari ruangan yang beberapa tahun ini menemani setiap hari-harinya.


Angga pun berjalan meninggalkan rumah sakit tersebut, menuju mobilnya, dan melajukan mobilnya menuju apartemen-nya.


30 menit Angga sampai di apartemen-nya. Angga masuk kedalam apartemen-nya itu, ia langsung menuju kamar.


"Emm, apa aku bilang ke ibu ya kalau aku akan pulang!" Lirih Angga, berpikir sejenak. Sambil memainkan ponselnya.


"Ah tidak usah, aku akan memberikan surprise kepada mereka!" Angga pun menaruh kembali ponselnya itu.


Lalu Angga mulai berkemas, memasukan barang-barangnya ke dalam koper.


"Ah aku sudah tidak sabar ingin segera pulang!" ucapnya. "Hah beres juga akhirnya!"

__ADS_1


Angga telah usai mengemas semua barang-barangnya itu.


"Tinggal membeli oleh-oleh buat orang rumah," ucapnya lagi. "Sebaiknya aku mandi dulu sebelum pergi berbelanja"


Angga pun beranjak menuju kamar mandi, untuk membersikan tubuhnya, yang sudah lengket. Mengemas barang-barang bawaannya lumayan membuat tubuhnya berkeringat.


***


"Pah, Bu ustazah tadi telpon ibu, katanya mereka hari ini pulang!" Ujar Bu Aisyah, kepada suaminya.


"Benarkah Bu? wah syukurlah. Berarti kondisi pak ustad sudah pulih ya Bu."


"Ya iya atuh pah, kalau belum pulih mana mungkin mereka pulang!" pungkas bu Aisyah.


Suaminya tersenyum kekeh, benar juga apa yang dikatakan istrinya, bagaimnmana bisa dia menanyakan hal konyol seperti itu.


"Oh iya bu, apa ada kabar dari Angga?" Tanya dr. Irawan.


Bu Aisyah menggelengkan kepalanya, "belum pah."


"Coba telpon dia bu, tanyakan kapan dia akan pulang."


"Iya terserah ibu deh, buat papah teh Bu," titahnya.


"Iya pah, sebenatar ibu buatkan dulu," Bu Aisyah beranjak dari samping suaminya, menuju dapur untuk membuat teh.


***


Angga tengah berada di salah satu pusat perbelanjaan ternama yang ada di disana. Seperti rencananya Angga akan membeli oleh-oleh untuk keluarganya.


Cukup lama Angga berkeliling di mall tersebut membeli beberapa barang. Hingga akhirnya Angga sudah merasa lelah, dan barang-barang yang ia beli sepertinya sudah cukup.


Angga pun memutuskan untuk segera pulang, ia harus benar-benar menjaga kesehatannya, tubuhnya jangan sampai terlalu lelah karena ia besok ia akan pulang ke Indonesia. Angga sudah memesan tiket pesawatnya, dan pesawat Angga besok berangkat pagi sekali.


Angga pun meninggalkan pusat perbelanjaan tersebut, melajukan mobilnya untuk pulang ke apartemen-nya.


Tak lama Angga pun sampai di apartemen-nya. Ia membersihkan tubuhnya terlebih dahulu, sebelum ia beristirahat dan tidur.

__ADS_1


***


Pesawat yang di tumpangi Ica dan orang tuanya, akhirnya sampai di bandara Soekarno Hatta.


Seorang wanita yang usianya tidak jauh dengan Ica, hanya terpaut 3 tahun lebih tua wanita itu dari Ica.


Dia adalah kakak Ica, yang bernama Anisa. Anisa tersenyum saat melihat kedatangan orang tua dan adiknya itu.


Anisa berlari menghampiri mereka.


"Mbak Nisa...!" Teriak Ica, mengahampiri Anisa yang tengah menghampirinya.


"Caca..!"


Mereka pun saling berpelukan melepas rindu, kakak beradik itu sangat lengket sekali.


Abi Adam dan Umi Aminah, mereka tersenyum menyaksikan kedua putrinya itu. Padahal mereka hanya tidak bertemu beberapa hari saja.


"Nis kamu tidak rindu dengan Abi dan umu?" Abi Adam bersuara, membuat kakak beradik itu melepaskan pelukan mereka. Lalu mereka tersenyum kekeh.


Anisa menghampiri Abi dan uminya, Anisa menyalami kedua orang tuanya itu.


"Rindu dong Abi, umi. Anisa rindu sekali," ujar Anisa.


"Bagaimana kabar anak-anak nis?" Tanya umi.


"Alhamdulillah umi, anak-anak baik." Jawab Anisa.


"Ya sudah kita lanjut saja nanti di rumah ngobrolnya, sekarang kita pulang, Abi sudah rindu rumah," ujar Abi Adam.


Mereka menggangguk, dan berajak meninggalkan bandara tersebut. Pulang menuju rumah mereka.


Bersambung...


Yuhhhuuu ... Jangan lupa like, comen dan Votenya ya.


Biar aku makin semangat lanjutin ceritanya.

__ADS_1


Terima kasih.


__ADS_2