
Tak lama kemudian, Angga pun terlihat kembali, dengan menyeret dua buah koper, lalu Angga memasukan koper itu terlebih dahulu, ke bagasi mobilnya. Usai itu Angga pun masuk kedalam mobil, dan mulai melajukan mobilnya meninggalkan hotel tersebut.
Sedangkan Ica, wanita itu terlihat membuang pandangan-nya kearah samping. Masih terasa kesal rasa Ica. Membuat Angga terheran, ada apa dengan istinya itu? Apa iya masih ngambek.
"Sayang..." Panggil Angga.
"Hmm..." Sahut Ica, tanpa mengalihkan pandangannya.
"Lihat sini!!" Pinta Angga. Dengan malas akhirnya Ica pun menoleh kearah Angga. "Masih marah?" Sambung Angga bertanya, kepada istrinya itu. Dan Ica hanya mengelengkan kepalanya, sebagai jawabannya.
"Terus kenapa hmm? Kenapa wajahnya di tekuk gitu?"
"Enggak kenapa-napa, emang gak boleh." Ketus Ica.
"Gak cantik loh, wajahnya kalau di tekuk gitu." Goda Angga.
"Gak apa-apa, Caca emang gak cantik. Cantikan mbak-mbak yang tadi yang muji kalau suami Caca ganteng katanya!" Ketus Ica, menyindir Angga.
Angga terkekeh, "mereka emang berkata kenyataan-nya sayang. Aku emang ganteng kan?" Ucap Angga sambil menahan tawanya, oh Angga tau!! Ceritanya istrinya ini lagi cemburu.
"Semua laki-laki emang ganteng kok!" Ucap Ica, tak mau kalah.
"Emm gitu ya!"
"Iya." Jawab Ica singkat, "orang lagi kesel malah di godain terus. Bukannya di bujuk gimana gitu, huh gak peka." Lanjut Ica dalam hatinya.
Angga lagi-lagi terkekeh, menahan tawanya. Sumpah lucu banget kalau liat Ica seperti itu.
Kring...
Kring...
Kring...
Terdengar ponsel milik Angga berbunyi.
"Sayang tolong angkat dong!" Pinta Angga, "lagi nyetir nih susah." Sambungnya. Ica pun menurut, ia mengambil ponsel Angga yang ada di saku celananya.
"Awas salah ambil." Lagi-lagi Angga menggoda istrinya itu.
Ica mengerutkan kedua alisnya, salah ambil? Maksudnya? Ica terlihat berpikir sejanak. Detik kemudian Ica paham.
"Dasar suami mesum!" Ledek Ica, membuat Angga tertawa. Angga kira Ica gak bakalan ngerti, eh taunya ngerti juga.
__ADS_1
"Siapa?" Tanya Angga.
"Ibu sayang." Jawab Ica.
"Angkat, bilang aja aku lagi nyetir." Ica menganggukan kepalanya, lalu ia pun mengangkat telpon dari mertuanya itu.
"Hallo, asalamualaikum Bu!"
"Walaikum'salam, hallo ca! Kalian jadi pulang hari inikan?''
"Jadi Bu, ini lagi di jalan."
"Angga-nya mana?"
"Lagi nyetir Bu, ada apa Bu?"
"Emm, kalain pulang ke rumah mana?" Tanya Bu Aisyah dari sambungan telpon tersebut. Ica melihat kearah Angga, matanya seakan bertanya? Angga yang mengerti karna memang telpon tersebut di loadspeak. Lalu Angga mengaggukan kepalanya, sebagai jawaban kepada Ica.
"Rencananya kita mau pulang ke rumah umi dulu Bu." Jawab Ica.
"Oh begitu. Ibu kira kalian mau pulang ke sini, padahal ibu dan Afifah sudah masak banyak untuk menyambut kalain." Terdengar suara mertuanya itu, lemas.
Ica kembali menatap kearah Angga, Angga membuang nafas berat, lalu menganggukan kepalanya. Ica tersenyum.
"Beneran?"
"Iya Bu."
"Baiklah di ibu tunggu ya sayang."
"Iya Bu."
"Ya sudah ibu tutup dulu ya telponnya, kalian hati-hati. Bilang sama Angga jangan ngebut-ngebut bawa mobilnya. Asalamualaikum."
"Walaikum'salam."
Tut...
Sambungan telpon terputus. Ica tersenyum, mertuanya itu sangat baik sekali, sampai segitu-nya ia mau menyambut kedatangannya.
Berbeda dengan Angga, Angga terlihat menekuk wajahnya, badannya seketika lemas, tak ada semangat.
'Kalau pulang ke rumah ibu, kacau dong malam ke dua pengantinku ini. Huuaaah.' Batin Angga. "Apalagi di sana masih ada mereka." Lanjutnya.
__ADS_1
Maksud Angga mereka itu, ia-lah saudara-saudaranya. Om Akbar, Azis, Arka dan yang lainnya pasti saat ini masih ada di sana. Taukan gimana mereka? Jail bin usil. Pasti mereka bakalan ganggu Angga dan Ica.
Sedangkan Ica yang memperhatikan Angga sedari tadi. Merasa heran, kenapa dengan suaminya itu? Seperti tidak ada semangat, berubah gitu. Padahal tadi masih cengar-cengir menggodanya.
Eh bukannya tadi Ica ceritanya lagi ngambek ya? Udahlah lupain, kalau orang yang bener-bener cinta sama kita itu, dia gak akan bisa ngambek lama-lama. Kaya Ica ke Angga gitu. Wkwk
"Sayang kenapa?" Tanya Ica, 'Sayang' ada rasa geli rasanya Ica. Tapi mau gimana lagi, suaminya yang minta di panggil sayang.
Jangankan kamu Ca, author juga nulisnya geli. Liat kamu panggil sayang. Alay bin lebay gitu rasanya. Tapi ya gimana lagi. Kalau author tulis kamu manggilnya Kakak lagi, takut-nya author di amuk sama Angga. Eh apaan sih gak jelas!!🙄
Oke lanjut.
"Enggak apa-apa kok sayang!" Jawab Angga berbohong. Ya iyalah, masa ia harus jujur kalau ia gak mau pulang ke rumah orang tuanya, bisa-bisa Ica nyangka yang enggak-enggak lagi sama dia.
"Yakin?"
"Iya cintaku, sayangku..." Ucap Angga. Ica hanya menganggukan kepalanya.
Tunggu-tunggu, kok aku nulisnya mual ya!! Please Angga jangan lebay oke. Bikin ngiri aja.😒
Tak lama kemudian, akhirnya mereka pun sampai di kediaman orang tua Angga. Di depan rumah tersebut terlihat orang-orang rumah sepertinya mereka sudah siap menyambut kedatangan sepasang pengantin baru tersebut.
"Wah sayang liat, rame benget!" Seru Ica, sambil melebarkan senyumannya. Ica merasa bahagia, itu berarti keluarga Angga menerima Ica sebagai anggota baru di keluarga mereka.
"Ya udah ayo turun!" Ajak Angga. Lalu mereka pun turun dari mobil tersebut. Angga menggandeng tangan Ica, lalu mereka pun berjalan menuju rumah.
"Selamat datang pengantin baru." Seru semua orang yang ada di sana.
"Asalamualaikum." Ucap Ica dan Angga.
"Walaikum'salam." Jawab mereka bersamaan. Lalu Ica dan Angga menyalami kedua orang tuanya, serta yang lainnya.
"Yuk masuk yuk." Ajak Bu Aisyah, diangguki oleh semua orang yang ada di sana, lalu mereka pun masuk kedalam rumah tersebut.
Bersambung...
Jangan lupa like, komen dan Votenya ya!!
Love u so much, buat kalian semua.
Salam sayang dari author yang gak jelas ini, wkwk.
See u ...
__ADS_1
bye-bye..