
Angga pun berlalu kembali ke ruangannya. Badannya tiba-tiba merasa lemas dan tak ada semangat.
"Ya tuhan kenapa aku merasa kecawa seperti ini." batin Angga.
Dering ponsel seketika membuyarkan lamunan Angga.
Angga mengambil ponselnya yang berada di atas meja. Lalu mengangkat telpon tersebut.
"Hallo, Asalamualaikum Bu..."
"Hallo walaikum'salam nak gimana kabar kamu?"
"Alhamdulillah baik Bu, ibu bagaimana?"
"Alhamdulillah nak, ibu dan papah di sini baik-baik saja."
"Syukurlah kalau begitu."
"Oh iya nak, pernikahan Azis dan Tiara akan di adakan 2 Minggu lagi, apa kamu tidak mau pulang dan menghadirinya?"
"Entahlah bu"
"Loh kok gitu nak, kamu harus pulang ya, apa kamu tidak rindu pada kami di sini hmm?"
"Angga rindu Bu, ya nanti Angga pikirkan lagi."
"Sudah jangan banyak mikir Angga, kalau tidak pulang papah akan coret nama kamu dari kartu keluarga!" Ancam Dr. Irawan, yang tiba-tiba berbicara di sambungan telpon tersebut.
"Papah, apaan sih Pah! Oke-oke Angga pulang!" Ucap Angga pasrah.
"Nah gitu dong, lagian sudahlah lebih baik kamu menetap saja di sini kembali, Papah dan ibu sudah tua . Apa kamu tidak mau mengerus kami hmm?"
Angga terdiam.
"Hallo Angga, apa kamu dengar papah bicara?"
"I--ya Pah, Angga dengar."
__ADS_1
"Dan satu lagi cepat cari calon istri, apa kamu mau seperti itu terus, ingat usia kamu sudah matang Angga!"
"Pah udah deh ah jangan bahas itu, nanti juga kalau sudah ada jodohnya pasti Angga nikah Pah, lagian cari calon istri itu gak gampang Pah."
"Iya Angga papah tau, tapi setidaknya kamu usaha, dan coba buka hati kamu untuk orang lain!"
"Maksud papah?"
"Sudahlah kamu tidak usah menutupinya lagi papah dan ibu sudah tau semuanya!"
Angga terlihat menghelai napas panjang.
"Pah Angga ini lagi berusaha papah sama ibu doakan saja ya!"
"Iya-iya, tanpa di minta pun kami selalu mendoakan kamu nak!" sahut Bu Aisyah, dalam sambungan telpon tersebut.
"Terima kasih Bu!"
"Ya sudah, pikirkan baik-baik ucapan papah tadi Angga."
"Ucapan yang mana Pah?"
"Untuk itu nanti akan Angga pikirkan lagi Pah, dan untuk klinik dan rumah sakit, Angga gak mau Pah."
"Kenapa gak mau? Bukankah itu juga salah satu impian kamu?"
"Iya pah, tapi Angga mau berjuang sendiri untuk mewujudkan semua impian Angga!"
"Ya sudah terserah kamu, ya sudah kalau begitu sudah dulu ya, papah sama ibu mau kerumah adik kamu, mau tengok cucu-cucu kita yang lucu-lucu!" Pamit Dr. Irawan dalam sambungan telpon tersebut.
"Oh iya pah, hati-hati Pah, sampaikan salam dari Angga untuk Afifah dan Arka."
"Iya-iya, ya sudah. Asalamualaikum"
"Walaikum'salam."
Sambungan telpon pun terputus. Angga menarik napas dalam, memikirkan ucapan dari orang tuanya itu. Jika boleh jujur Angga memang sudah tidak betah tinggal di sini. Hatinya sebenarnya ingin selalu dekat dengan orang tuanya, ya ditambah orang tuanya kini sudah memasuki masa tua.
__ADS_1
Di tambah kini orang yang membuat hatinya berbunga-bunga sebentar lagi akan kembali ke Indonesia.
"Apa aku harus kembali ke Indonesia lagi?" tanya Angga, bermonolog dengan dirinya sendiri.
Lalu Angga mengingat kambali wajah Afifah yang tengah berbahagia dengan Arka. Angga tersenyum sepertinya Angga sudah berhasil move on dari wanita itu.
Tidak ada rasa sesak yang menghantuinya saat ia mengingat wanita itu.
Namun seketika pikiran Arka beralih kepada Ica. Tak sadar Angga mengulas senyuaman di wajahnya saat mengingat wanita itu.
"Apa aku sudah jatuh cinta kepada Ica?" lirih Angga.
****
Di kediaman orang tua Angga.
"Papah apa papah yakin dengan keputusan papah ini?" Tanya Bu Aisyah kepada dr. Irawan, usai mereka menelpon Angga.
"Papah yakin Bu."
"Semoga ini keputusan yang benar ya Pah!"
"Iya Bu..''
"Tapi apa nanti Angga mau Pah? Bagaimana kalau dia menolak rencana kita? Pokoknya ibu tidak mau memaksa Angga Pah!" Tutur Bu Aisyah.
"Iya, ibu tenang saja. Papah juga tidak akan memaksa Angga. Jika Angga mau kita lanjutkan rencana kita ini, dan jika Angga tidak menolaknya, ya kita bisa apa Bu!"
"Iya pah, ya sudah ayo kita berangkat Pah!"
"Ayo Bu.."
Mereka pun bergegas meninggalkan rumah mereka, menuju mobil, dan melajukan mobil tersebut ke rumah Afifah.
Bersambung...
Jangan lupa like, comen dan Votenya.
__ADS_1
Terima kasih.