
Jangan lupa like dulu ya 🥰🥰
•
Aku takut kehilangan dirimu.
"Tidak perlu Daddy," aku berusaha kuat lagian sebentar lagi sudah sampai di pemakaman kedua orang tuaku.
Semua baru aku ketahui dimana makan kedua orang tuaku begitu juga dengan makam kedua orang tuannya Daddy, kenapa tidak jauh sedikit.
Terasa aneh sih tapi tidak apa-apa dengan begini aku bisa mengunjungi mereka semua secara bersamaan, lalu.. makam-makam yang lainnya apa ada sangkut pautnya. Kenapa semua hampir sama penataannya ?
Terlalu mustahil jika pemakaman di samakan semua, tidak hanya empat makam yang sama tapi hampir sepuluh makam berbentuk sama. Kalau di makam pahlawan aku percaya sama tapi kalau di makam ini, sudah.. sudah cukup aku menerka-nerka ini semua yang ada kepalaku sakit lagi.
Setelah kami berdua berdoa dan meminta restu, kami memutuskan untuk segera pulang dan istirahat di rumah. Badanku terasa mau rontok dan pindah ke luar kulit.
"Akhirnya bisa rebahan juga." Aku terlupa mengunci pintu sehingga Daddy dengan mudah masuk ke kamar ku.
"Hay.. calon istriku," senyumnya mengembang begitu besar, ada apa Daddy begini.
Aku selalu menaruh curiga jika sudah begini, bagaimana tidak curiga jika Daddy selalu mencari kesempatan dalam kesempitan dan membuatku malu.
"Daddy." Aku terperanjat.
Lagian sudah malam kenapa sih Daddy datang segala, jangan bilang dia mau minta jatah malamnya.
Aku memutar bola mataku dengan malas, kenapa sih Daddy begini? belum menikah saja sudah seme..sum ini apalagi setelah menikah sepertinya aku tidak di izinkan turun dari tempat tidur.
"Ini susunya, minum dulu,"
aku menerimanya dan aku salah sangka pada Daddy, aku pikir tadi Daddy mau ngapa-ngapain lagi seperti kemarin-kemarin. Modusnya di dahulukan sebelum ke intinya, aku hafal betul tingkah Daddy yang kelewatan batas.
Tapi.. jujur aku salut sama Daddy yang begitu kuat menahan sesuatu yang sudah berada di depan matanya tanpa adanya pemberontakan, segitu berharganya aku sebagai gadis yang ia cintai.
"Terimakasih Daddy " aku menerimanya dan langsung meminumnya tanpa pikir panjang kali lebar kali tinggi.
Aku yakin jika di dalam minuman ini tidak ada apa-apanya, sebab jika ada apa-apanya Daddy tau aku akan marah lagi dan dia tidak suka melihat gadis kesayangannya itu marah.
"Hem.. pintarnya calon istri, eh.. bukan calon istri tapi sudah menjadi istriku."
__ADS_1
Ku tatap Daddy, ada guratan sedih di wajah Daddy tapi kemudian ia berubah tersenyum manis sekali.
"Iya.. suamiku," aku memposisikan badanku senyaman mungkin.
Di tambah lagi tangan Daddy mengusap surai rambutku,meski tidak lebat tapi cukup halus rambutku.
"Besok Daddy datangkan orang-orang salon ya." Daddy menawariku hal menarik.
Setiap perempuan muda pasti berharap di manja bukan, tak terkecuali aku. Daddy seolah-olah tau pikiranku ini, jika aku ingin bermanja-manja ria tapi terap di rumah saja.
Lagian buat apa keluar jika bisa mengundang orang datang ke rumah, tapi.. sebelum itu Daddy sudah pastikan orang-orang itu semua jujur baik dan rajin dalam berkerja.
Daddy bahagia aku juga sama bahagia.
"Selamat malam kesayangannya Daddy."
Ia kecup kuat-kuat dahi ku lalu bibir ini tidak luput dari jajahan Daddy.
Ezra termenung di dalam kamarnya.
"Aku harus apa coba, gimana kalau sampai Hima tau? semua memang kebodohanku kenapa tidak dari awal aku jujur padanya. Tapi.. jika aku jujur dari awal pasti dia lebih awal meninggalkan aku, tidak-tidak aku belum siap kehilangan dia. Tidak melihatnya sehari saja bagai setahun tak bertemu, apalagi dia pergi meninggalkan aku. Aku rasa aku tidak sanggup kehilangan dia."
Rasa hawatir selalu menyelimuti hatinya, gimana jika Himalaya tau kebenarannya di tambah lagi ia tahunya dari orang lain bagaimana ? pertanyaan itu terngiang-ngiang di pikiran Ezra.
"Apa aku harus jujur, tapi gimana caranya di tambah lagi pernikahan kita berdua akan terjadi tiga hari yang akan datang."
Ezra mengacak-acak rambutnya, pusing tujuh keliling sekarang jika jujur takut wanita yang ia cintai pergi tapi jika tidak jujur rasa bersalah bersarang di hati dan pikirannya.
Terus.. maunya gimana? kasih solusi apa?
"Oke.. sebelum itu, aku harus latihan dulu bicara pada Hima. Dimulai dari apa coba?"
Ezra terlihat sangat berpikir, kata-kata yang pas untuk Hima, apa dia terima dengan mudah kenyataan pahit ini atau justru sebaliknya.
"Begini saja, em.. gadis kesayangannya Daddy. Daddy ingin bicara sesuatu pada kamu sayang, tapi setelah Daddy jujur... AAA... rasanya aku tidak sanggup melanjutkan dialog ini, gimana sih cara jujur yang baik dan tidak menyakiti dia."
Ezra yang kesal dan frustasi sendiri mengacak-acak kamarnya yang semula rapi kini berantakan bukan main.
Himalaya tidak bisa tidur malam ini, di pikirannya sekarang ia harus bertanya secara detail tetang pemakaman tadi sore yang baru ia kunjung dengan Ezra.
__ADS_1
Aku penasaran sekali, apa gara-gara masalah di pemakaman tadi membuat Daddy gelisah. Sepertinya iya, jika bukan itu tidak mungkin Daddy se..gelisah itu.
Jika masalah pekerjaan tidak mungkin juga, meski aku tau ada sedikit permasalahan di kantor tapi sudah selesai dari beberapa hari yang lalu usai kejadian.
Pagi hari.
"Daddy."
Panggilku saat aku tanpa sengaja berpapasan dengan Daddy, aku memang merasa Daddy sedikit menghindariku pagi ini.
Daddy menatap sekilas dan buru-buru pergi, sepertinya Daddy hendak lari pagi, pagi ini.
"Daddy.. tunggu."
Aku lebih baik ngejar Daddy saja dari pada aku penasaran begini.
Kenapa Daddy lagi-lagi menghindariku, jangan bilang mau memutuskan pernikahan sepihak tanpa sepengetahuan aku, awas saja jika Daddy seperti beberapa kejadian mempelai laki-laki lari dari kenyataan padahal hari H tinggal menghitung hari saja.
Aku potong dan cincang tuh kehidupannya sebelum perang, gak terima hatiku di perlakukan seperti ini. Kalau gak suka ngomong dari awal, bukannya lari-lari begini, capek banget lagi.
"Huh.. huh.. huh.. dasar Daddy ini, di kejar bukannya berhenti malah lari terbirit-birit. Dia pikir aku ini setan gentayangan apa?"
Kesal ku lalu ku buang saja air mineral yang masih separuh itu.
"Istirahat dulu deh, capek juga ngejar Daddy."
Aku memutuskan duduk di salah satu bangku taman, meski tidak keluar dari rumah tapi taman di kediaman Daddy sangatlah luas sekali.
Aku juga heran orang kaya kalau sudah terlanjur kaya pasti melejit, tapi kalau sebaliknya orang tidak ada sampai.. sampai cari sesuap nasi saja jungkir balik minta ampun sulitnya kebangetan.
Ezra yang merasa aman kini berjalan-jalan santai, sebenarnya ia tidak ingin begini lari-larian seperti maling yang ketahuan mencuri.
"Hah.. akhirnya aman sekarang, lega aku" sambil mengusap dadanya.
"Capek juga ternyata sudah lama gak lari-larian begini. Padahal tiap hari angkat beban, tapi berbeda jika yang mengejar wanita yang aku cintai. Capeknya itu.. huh.. huh.. pakai banget.."
Sambungnya lagi.
•
__ADS_1
Terimakasih atas dukungannya 🥰🥰