
Yuk like dan dukungannya teman-teman 🥰 🥰
Sarapan pagi terasa canggung sekali.
Ada suara gelak tawa dari suami mama Tasya, rasanya bahagia mendengar orang yang berada di sekitar kita bahagia.
Setelah sarapan pagi aku dan Daddy berpamitan pulang, aku melihat Anka marah dan di iringi suara tangisan yang kencang layaknya terompet.
"Hati-hati di jalan kalian berdua, jangan lupa buatnya yang kencang ya biar banyak Ezra kecilnya."
Sambil melambaikan tangan tanpa henti sampai mobil yang kami berdua kendarai melesat ke jalan raya.
Aku terharu mendapatkan mertua yang begitu baik luar biasa, ku kira mertuaku akan jahat padaku dan memihak wanita lain sebagai calon istri keponakannya.
"Kenapa sayang, apa kamu rindu dengan mama papa. Ayo.. kita ke makam mereka sayang?"
Tawaran Daddy membuat ku meneteskan air mata, aku terharu melihat Daddy yang luar bisa mencintai keluarga kecilnya, tidak hanya ke keluarganya tapi juga ke keluarga ku.
"Terimakasih Daddy," ku cium pipi Daddy.
Ezra memesan bunga pada Aan dan menyuruhnya segera datang ke makam secepatnya tanpa terlambat sedikit pun.
"Cepat tidak pakai lama." Perintah nya pada Aan.
"Siap laksanakan pak bos," jawabnya kurang bersemangat.
Mau semangat bagaimana lagi, hidupnya terus tertekan oleh Ezra dan perintahnya yang tidak ada hentinya full 24 jam.
"Nasib.. nasib, padahal baru juga tadi malam aku kencan buta dengan Citra kini harus mendekam nasib melayani pak bos bahkan bernafas saja susah sulit ." Aan selalu extra sabar menghadapi bosnya.
Ia yakin saat nanti istrinya mau lahiran pasti yang repot diri ini lagi.
Saat di pemakaman terjadi sesuatu yang tidak mengenakkan sekali, bagaimana tidak terkejut saat melihat pemakaman berantakan.
Untungnya nisan tidak di hancurkan oleh orang-orang yang ada dendam pribadi entah dengan si pembuat makam atau lawan bisnis.
"Pak bos."
"Suruh orang menata tempat ini kembali semula secepat-cepatnya," Ezra menenangkan sang istri yang shock melihat makam kedua orang tuanya di rusak oleh orang lain.
"Dad.. aku mau disini, melihat orang-orang memperbaiki makam papa mama dad?" permintaan yang sulit untuk Ezra kabulkan.
__ADS_1
Selain menjaga hati juga mental istrinya, apalagi sang istri gampang sekali drop semenjak hamil.
"Sayang.. sayang.. dengarkan Daddy sayang, ingat kandungan kamu sayang. Kita berdua harus menjaga anak kita juga sayang, selain itu kamu juga harus istirahat sayang !"
"Daddy benar, ayo dad kita pulang." Ajakku pada Daddy.
Aku memang harus menjaga anak ini, aku ingin dia lahir dengan selamat dan juga sehat. Tidak ingin aku mengecewakan Daddy, Daddy sangat mengharapkan kehadiran anaknya yang ia tunggu-tunggu selama ini.
Selain usia Daddy bertambah aku juga ingin membuat Daddy bahagia dengan memberikan Daddy seorang keturunan yang sehat dan bisa di bangga-banggakan oleh Daddy.
Ketika di perjalanan Ezra fokus mengemudi, ada anak istri yang harus ia jaga keselamatannya.
"Sayang, apa perutmu merasa tidak nyaman. Jika tidak nyaman kita bisa berhenti sebentar dan membeli sesuatu mungkin."
Ezra menawari sang istri.
"Boleh dad, kebetulan Hima ingin coklat dad," aku tersenyum pada Daddy, katanya orang bad mood akan cepat membaik dengan cara memakan makanan manis contoh nya coklat dan es krim.
"Ayo." Daddy keluar mobil lebih dulu dan membukakan pintu mobil untuk ku.
Waw.. sweet dan romantis sekali, ku terima uluran tangan Daddy dan langsung menggenggam tanganku.
Saat masuk ke dalam mini market aku menangkap bayangan seseorang yang teramat tidak asing bagiku, sepertinya pernah melihat di suatu tempat tapi dimana ya?
Orang itu tidak terlihat jelas hanya punggung nya saja yang terlihat.
"Sepertinya pernah sayang, kalau dari postur tubuhnya seperti bajinga* kecil itu!" jawab Daddy mengarah ke Yuda.
Memang terlihat seperti si sableng mes.um Yuda, tumben muncul di depan umum. Tapi beneran dia atau tidak aku juga tidak tau jika tidak mendekat atau sekedar menyapa, takutnya salah orang.
"Biarkan saja dad, ayo kita lanjutkan membeli es krim dan coklat." Lebih baik aku pergi jauh saja.
Dari pada nanti Yuda berbuat macam-macam dan tidak di inginkan, lagian dia sepertinya ada tujuan. Lagi pula ini tempat umum, wajar jika bertemu orang di sekelilingnya kita.
Setelah selesai membayar Daddy mengajakku duduk di salah satu bangku yang berada di taman, tapi lagi-lagi aku melihat orang tidak asing yaitu Bella wanita penggoda suami orang.
Entah sudah berapa banyak laki-laki yang sudah ia goda, sungguh hari ini semua terlalu kebetulan. Terkesan aneh dan sudah di rencanakan.
"Daddy kesayangannya Hima, kita pulang yuk dad." Ajakku pada Daddy.
Daddy mengiyakan ajakan ku.
__ADS_1
Lebih baik segera pergi sebelum pelakor itu datang menghampiri dan menyapa kami berdua.
'Aku tau jika kamu hawatir dengan hubungan kita berdua jika ada Bella, tapi percaya dan yakin pada Daddy. Daddy tidak akan pernah menduakan kamu, selagi kita sama-sama biarkan takdir yang menentukan dan kita yang menjalankan. Aku harap perlakuan Daddy padamu selama ini bisa kamu pahami sayang, tanpa Daddy memberi tahumu secara keseluruhan sayang.'
Himalaya terdiam di kursi sebelah kemudi.
"Hima.. sayang, kenapa melamun ?"
"Sedangkan memikirkan makam mama dan papa dad!" memang aku sedang memikirkan itu.
Aku sendiri penasaran siapa yang begitu tega merusak pemakaman, padahal tempat tersebut selalu di jaga dan di awasi. Sekali lengah saja jadi seperti, aku sedih rumah tempat peristirahatan yang terakhir mereka di rusak.
"Sayang, kamu tenang ya. Daddy sudah menyuruh orang-orang untuk segera memperbaiki makam papa dan mama. Jadi kamu jangan sedih lagi ya sayang."
Sungguh aku tidak mau berbagi suami, dia suami luar biasa untuk ku semoga kehidupan kami dan pernikahan kami selalu langgeng, aku sangat siap mendampingi Daddy.
"Iya dad," ku usap-usap perutku yang terkadang memang tidak nyaman.
Tadi sewaktu di makam juga begini, sedikit tidak nyaman. Pasti karena tempatnya yang di rusak oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
"Kamu ketiduran sayang, maaf ya." Ezra mengendong sang istri keluar dari mobil menuju ke kamarnya.
Ternyata tubuh istrinya bertambah, dulu tidak berat dan sangat ringan sedangkan sekarang seberat ini.
"Kamu gendutan sayang." Gumam lirihnya.
Plak
Bugh
Pipi kiri terkena tamparan dan yang kanan terkena pukulan Ezra ingin membalas tapi ia ingat jika orang yang memukul dan menamparnya barusan itu sang istri yang bermimpi.
Himalaya masih dalam mimpinya sambil tersenyum-senyum.
"Gak jadi bilang" Ezra kesal sekali.
Padahal sang istri terlihat tidur sama sekali tidak membuka matanya, kenapa bisa istrinya memukulnya.
Sesampainya di kamar Ezra meletakkan tubuh Himalaya pelan-pelan di atas tempat tidur.
"Semoga kamu selalu bahagia sayang, aku tidak ingin ada guratan sedih di wajahmu. Nanti setelah pemakaman beres kita kesana lagi sayang." Berbicara lirih.
__ADS_1
•
Terimakasih ya atas dukungannya 🥰🥰