Hot Daddy Dan Gadis Polosnya

Hot Daddy Dan Gadis Polosnya
Bab 66


__ADS_3

"Tidak ada kata-kata menolak nak Ezra, apa nak Ezra bisa mengembalikan putra kami yang sudah meninggal sebab ide gila nak Ezra waktu itu ?" tanya ibu Narti sedikit meninggikan suara dan menegaskan kata-kata tersebut agar Ezra ingat kejadian sepuluh tahun lebih itu, sedangkan pak Antok mengangguk membenarkan.


Ezra dilema, ia harus bagaimana. Jika menerima tawaran ini bukannya melukai hati sang istri. Tapi juga perasaan anak dan dirinya sendiri, apa mungkin akan di maafkan dengan mudah jika dirinya menerima tawaran yang di anggap konyol sekali.


Himalaya masih asik dengan makanan yang berada di depannya saat Ezra mencuri-curi pandang.


"Tidak bisa, saya sudah menikah dan.."


Belum juga Ezra selesai bicara Bu Narti menyahut lagi.


"Saya sudah tau nak Ezra"


"Apa nak Ezra juga lupa, jika gadis yang nak Ezra bawa sekarang dan menjadi istri nak Ezra adalah anak sepasang suami istri yang menjadi korban kecelakaan waktu itu juga." Bu Narti mempertegas lagi dan mengingatkan jika gadis yang ia tolong dan jadikan istri sama-sama korban, yang satunya orang tuanya dan satunya lagi kakak tercintanya.


Bu Narti tetap bersih kukuh untuk menjadikan putrinya istri Ezra meski sudah tau Ezra memiliki istri.


Di sinilah Ezra ceroboh,ia jujur waktu itu dan yang paling Ezra sesalkan kenapa kedua orang tua Romi masih ingat semua tentang kejadian itu, padahal tidak ada bukti selain milik pribadinya dan dirinya cerita apa adanya waktu itu.


"Itu berbeda."

__ADS_1


"Apa bedanya nak Ezra, tidak apa-apa jika jadi istri yang kedua nak Ezra. Ingat ya nak Ezra, jika bukan karena ide kamu dulu, anak laki-laki saya masih hidup sampai sekarang dan menjadi kebanggaan dan tulang punggung kami. Jadi.. tolong ya nak Ezra di pikirkan dulu, besok lusa saya ingin bertemu dan akan membawa putri saya juga." Bu Narti sedikit geram.


Ezra diam, mau mengelak sekuat apapun itu tidak dapat di pungkiri jika semuanya benar adanya. Ezra sedikit pusing memikirkan hal yang mengingatkan dirinya tentang masa lalu.


Ezra tau dari sahabat-sahabatnya Romi memiliki seorang adik yang umurnya terpaut 12 tahun dari Romi sedangkan Kenzo memang memiliki adik perempuan yang umurnya tidak jauh dari Kenzo dan sudah menikah meski dulu pernah kedua orang tuanya Kenzo menawarkan hal sama seperti kedua orang tuanya Romi.


Himalaya sudah selesai makan beserta 3 orang bodyguard Daddy nya, tak lupa ia bayar semua bahkan makanan miliki suaminya yang belum tersentuh sama sekali.


"Dad, ada apa? kenapa makan Daddy tidak Daddy makan. Sebenarnya siapa mereka dad?" tanyaku ketika kami berdua di dalam mobil.


Daddy hanya diam saja tanpa menjawab perkataan ku satu kata patah pun tidak ada, kenapa sekarang Daddy begini ke aku cuek dan dingin lagi bahkan perkataan ku seperti angin lalu saja hanya di rasa tapi tidak dapat di pegang ataupun di lihat.


Sedikit sesak dada ini saat di abaikan orang yang paling kita cintai, mungkin dia sedikit lelah dan butuh waktu lagi. Semoga aku tidak mencintai suamiku seorang diri, semoga ia juga membalas perasaan tulus ku meski aku tidak pandai mengungkapkan perasaanku seperti apa padamu dad.


Daddy hanya menggeleng saja.


"Tidak apa-apa sayang, kamu tenang saja oke," ia mengacak-acak rambutku seperti biasanya, tapi.. ada yang berbeda kali ini.


Benar-benar ada yang sedang di sembunyikan oleh Daddy dengan rapi, tidak apa-apa jika Daddy tidak mau cerita padaku aku akan secara pelan-pelan menyelidiki itu meski tanpa bantuan siapa-siapa, aku harus bisa mencari tau sendiri.

__ADS_1


Lebih baik aku cari aman saja, tidak para pembantu, bodyguard Daddy dan juga Aan asisten Daddy.


Memang prinsip ku kejujuran sangatlah penting, tapi.. biarkan saja ia dulu berpikir jernih. Aku ingin jadi wanita dewasa bukan anak-anak seperti dulu.


Sesampainya di rumah Ezra sangatlah dingin memperlakukan istrinya tanpa romantis-romantisan seperti biasanya, Himalaya merasakan itu sejak tadi tapi ia pendam.


"Lebih baik aku membuat susu coklat saja, tidak apa-apa Daddy tidak pernah mengingatkan aku untuk minum susu lagi, setidaknya aku ingat pada diriku sekarang. Aku tidak boleh stres memikirkan ini semua, aku tidak mau anakku ini kenapa-kenapa sebab mamanya yang memikirkan Daddy nya terus menerus."


Aku melenggang pergi menuju ke dapur tapi sebelum itu aku mencuci kaki ku yang terasa sangat kering.


Himalaya sedari tadi tidak konsentrasi sama sekali, pikirannya terus tertuju pada Ezra suaminya yang sedikit ada perubahan.


"Apa jangan-jangan sifat Daddy yang sebenarnya seperti ini?" ada guratan kecewa di wajah chubby Himalaya.


"Nona Hima."


Aku terjingkat saat ada yang mengejutkan lamunanku.


"Eh.. mbak, sejak kapan di situ?" tanyaku gugub.

__ADS_1


"Barusan nona Hima, nona sedang membuat apa?"


"Oh.. saya sedang membuat susu, ini!" ku tunjukkan gelasku.


__ADS_2