Hot Daddy Dan Gadis Polosnya

Hot Daddy Dan Gadis Polosnya
Bab 28


__ADS_3

Like nya jangan lupa ya 🥰🥰


•


Aku merasa Daddy berubah, apa cuma perasaanku saja?


"Tapi.. daddy tidak bermaksud begitu sayang Daddy cuma"


Lidah Ezra begitu keluh, mau bicara apa lagi. Ternyata istrinya sangat sensitif sekali,


"Jika tidak, kenapa Daddy mengekang ku selama ini Daddy ?"


Ezra melotot.


"Kamu berpikir Daddy begitu sayang? sungguh Daddy tidak mau kehilangan kamu dan anak kita sayang."


Daddy mulai protes dan tidak terima, tapi perlakuan Daddy sudah cukup selama ini. Semenjak aku tinggal disampingnya aku tidak ada hak bebas sedikit pun darinya, aku juga manusia biasa dan butuh kebebasan tidak hanya kekang an saja.


"Tapi Daddy," aku tak jadi protes.


Jika aku protes pasti Daddy akan marah ke aku, aku tau semua apa yang aku lakukan akan salah jika Daddy punya keinginan.


"Sini." Ia menyuruhku untuk mendekatinya.


Aku segera iyakan, aku tidak mau di anggap lemah sebab aku sedang berbadan dua. Tapi.. setidaknya ia tidak menyentuhku kali ini, maaf ya sayang kamu belum bisa bertemu dengan Daddy kamu.


Bukannya mama tidak mau mempertemukan kalian, tapi gara-gara ulah Daddy kamu beberapa hari yang lalu hampir saja membuat kamu hilang dari hidup mama.


Mama tidak sanggup jika harus kehilangan kamu sayang, tolong.. temani mama sampai nanti-nanti ya. Aku sentuh perlahan perutku, sungguh sangat aneh ada makhluk kecil yang tumbuh di dalamnya, rasanya senang dan bahagia sebentar lagi aku akan menjadi seorang ibu.


Tok


Tok


Tok


"Masuk."


Ternyata Aan yang datang, aku hanya diam sambil ku tatap membawa apa dia dan ternyata sedang membawa berkas-berkas dari kantor.


"Pak bos ini berkas-berkas yang harus segera bapak tanda tangani,"


Aan gerogi sekali, haduh.. pasti kena semprot lagi.

__ADS_1


'Haduh.. pak bos, cepat tanda tangannya. Aku sepertinya mau di terkam lagi, ups.. bukan di terkam tapi mau di kirimkan ke negara tanpa penduduk, mana mungkin aku bisa hidup tanpa gadis-gadis muda di sekeliling ku. Jomblo sejati sepertiku hampa tanpa cinta.'


Himalaya terdiam, harus apa sekarang. Diam membatu seperti ikan batu di lautan atau kucing di kandang, atau ikan berta jantan dewasa yang di letakkan di dalam botol-botol. Diam.. saja di tempat itu, kan boring diam terus maunya bergerak dan bebas kali.


"Terimakasih pak bos, saya permisi dulu pak." Aan pergi secepat kilat.


Setelah Aan menutup pintu secara perlahan, aku memanggil-manggil Daddy tapi percuma saja, panggilanku tidak di hiraukan sama sekali.


"Daddy.. Daddy.."


"Hem.. ada apa sayang?" ia menatapku tapi tetap saja fokus pada ponselnya sambil tersenyum-senyum.


"Tadi katanya menyuruh Hima duduk di sini dekat dengan Daddy, terus.. tuh kenapa asik main ponsel sendiri?" tunjuk ku pada benda pipih.


Daddy segera menyimpan ponselnya ke dalam saku celana, aneh tidak seperti biasanya Daddy begini menyimpan ponselnya.


"Sayang.. Daddy punya berita bagus sayang." Daddy memegang kedua pundak sambil menatapku dengan mata berbinar-binar bahagia.


Ada apa ya dengan daddy? aku penasaran apa selanjutnya perkataan Daddy.


"Apa Daddy ?" tanyaku juga penasaran apa yang membuat ia sebahagia ini.


"Teman Daddy sewaktu kuliah dulu mau pulang ke Indonesia sayang!" jawabnya terus saja menyunggingkan senyum.


Teman Daddy sewaktu kuliah, laki-laki atau perempuan temannya?


Kalau aku gak tanya bisa penasaran aku, tidur tidak nyenyak makan tidak kenyang mandi tidak bersih bahkan bersin saja cuma ha.. tanpa cing.


"Perempuan sayang, tapi kamu jangan hawatir oke. Cinta dan sayangnya Daddy hanya milikmu yang lain tidak ada ruang lebih di dalam hati daddy!"


Aku mengangguk saja, selebihnya aku bimbang dan gelisah. Ponsel Daddy berdering lagi dan itu membuatku curiga, hati seorang wanita memang selalu peka di tambah lagi aku sedang berbadan dua. Aku berusaha mengendalikan emosiku dan juga egoku agar aku sendiri juga nyaman melakukan aktifitas yang sehat .


"Sebentar ya sayang, dia mau curhat nih."


Ucap Daddy dengan menutup ponselnya dengan telapak tangan agar wanita yang berada di telpon itu tidak dengar jika daddy memanggilku dengan sebutan sayang.


"Daddy." Ucapku lirih percuma jika aku panggil pasti akan menyuruh diam jangan berisik.


Suamiku yang belum genap satu bulan ini sudah mulai mengabaikan aku dan mengekang ku dalam hidupnya tapi dia sendiri bebas kemanapun ia pergi tanpa bisa aku cegah lagi, apakah nasibku seperti wanita di luaran sana saat suami punya segalanya aku di buang layaknya sampah.


Ku putuskan keluar dari kamar, rasanya aku tidak sanggup tapi aku berjalan mendekati Daddy saja aku ingin tau apa percakapan mereka.


📞 "Enggak lah, aku masih sama ko seperti yang dulu. Baik dan peduli pada siapapun itu tanpa terkecuali."

__ADS_1


📞 "Kalau begitu bantu aku dong,"


wanita di balik telpon itu kenapa manja sekali sih dengan Daddy, bahkan Daddy terus saja menyunggingkan senyum. Apa gara-gara aku hamil dan tubuhku berubah sedikit demi sedikit ?


Lebih baik aku pergi dari tempat ini, aku akan pulang jika wanita itu pulang dan Daddy menjemputnya.


"Daddy." Panggilku langsung mendapatkan isyarat agar aku diam.


"Baik dad jika Daddy maunya begini," ucapku lirih.


Jika di ceritakan bagaimana perasaanku sekarang, sungguh sakitnya luar biasa. Dia mengabaikan aku dan tidak memperdulikan aku, apa aku salah meminta hak itu pada suamiku yang selalu sibuk? sepertinya tidak salah aku meminta itu dari Daddy.


Ketika makan malam.


Aku memilih diam saja dan naf..su makan ku berkurang yang biasanya lahap aku tidak berselera lagi.


"Sayang, kenapa makanannya tidak di makan. Apa tidak enak?"


"Iya!" jawabku cuek.


Aku marah dan ngambek pada daddy tapi sepertinya mata hati Daddy sudah di tutupi oleh pesona teman lamanya itu.


"Sini Daddy suapi" Ezra menyuapi istrinya dengan telaten.


Himalaya hanya membuka mulut, mengunyah, menelan saja. Rasanya hampa suapan kali ini sampai nasi yang berada di piring habis.


"Kamu kenapa sayang?"


Daddy menempelkan dahinya pada dahiku sambil menatapku lekat-lekat.


"Apa dia wanita yang sangat penting untuk Daddy?"


Ezra mengerutkan dahinya sambil mengacak-acak rambut Himalaya.


"Istri kecilku cemburu ya? tenang saja sayang meski dia teman lama Daddy, Daddy tidak akan menyakiti kamu sayang. Oh.. ya sayang dia akan pulang besok dan Aan yang akan menjemputnya."


Ucapan Daddy ini beneran atau tidak.


"Siapa yang cemburu sih dad, aku hanya hawatir anakku lahir tanpa Daddy dan membuatku kesusahan mencari Daddy baru yang mau menerima ku dan juga anakku, jangan membuatku kesusahan mencari papa baru untuk anak kita,"


"APA??"


Nah terkejut kan, makannya jangan cari gara-gara sama bumil. Daddy pikir bumil tidak punya siasat apa untuk membuat si pembuat bayi mati kutu.

__ADS_1


•


Up telat, semoga masih banyak yang setia dengan karya emak, Terimakasih banyak ya sudah mampir dan mendukung karya ini 🥰🥰


__ADS_2