
Aku istrimu, bukan wanita mu.
"Apa kamu senang sayang?" tanya daddy padaku.
"Tentu saja senang, pelakor harus di basmi Daddy bukannya di biarkan sampai menjamur. Tapi Daddy kenapa membantuku sih, padahal aku bisa ko memberantas tante-tante tadi," aku sedikit kesal sebab tanganku belum puas menamparnya sampai badannya terpelanting.
Di tambah Daddy ini kurang peka, padahal sudah di kasih kode keras. Awas saja jika minta dipuaskan si o.tong akan aku siksa malam ini.
Himalaya masih manyun, senang sih tapi senangnya hanya di bibir saja. Dalam hati ia menggerutu kesal pada Ezra yang terkesan kurang tegas dalam penjelasannya.
"Tapi.. kenapa bibirnya manyun?" tunjuk Daddy pada bibirku yang sengaja aku panjangkan biar dia tau dan peka aku sebagai istri bukan hanya wanitanya saja.
"Apa Daddy gak sadar dengan tindakan Daddy tadi mengusir dia dan tidak mengungkapkan status kita pada dia!" sekalian saja aku ungkapin.
Kesel juga punya suami main petak umpet tentang status pernikahan.
"Bukan begitu sayang, aku..."
"Kenapa dad? bingung jika status kamu sudah berubah begitu. Apa jangan-jangan Daddy malu punya istri sepertiku, jika malu kenapa Daddy menikahi ku dan membuatku mengandung anakmu dad, apa perlu kita berpisah dan anak ini aku gugurkan?" tanyaku yang mulai tersulut emosi lagi.
Mungkin sebagian wanita akan bersabar tapi tidak denganku, aku tidak mau di anggap wanita bodo* yang tidak tau apa-apa.
"Sungguh aku bahagia statusku berubah dan aku tidak malu punya istri seperti kamu sayang, Daddy tadi bicara begitu.. maksudnya tidak bilang kamu istriku dan hanya wanitaku dia sudah paham sebenarnya, tapi dia gak terima makanya dia begitu ke kamu tadi. Daddy harap kamu paham sayang!"
"Jangan bicara yang bukan-bukan sayang apalagi menyangkut pernikahan dan juga anak kita, jangan kamu ulangi ya." Berusaha merayu Himalaya.
Entahlah ucapan Daddy apa, aku tidak menangkap ucapannya sama sekali. Terlanjur marah aku memutuskan pergi dari ruangan Daddy dan mencari kesenangan dengan pergi ke bagian pantry untuk membuat mie instan, yang sebenarnya tidak baik untuk aku konsumsi dalam keadaan berbadan dua, tapi apa boleh buat saat aku melihat kemasan mie instan itu aku jadi ingin.
Kalau gak di turuti kata orang dulu-dulu takutnya anaknya jadi ileran nanti saat lahir, tentu saja aku tidak mau anakku ileran. Masa iya anaknya seorang pengusaha muda mapan tampan dan ibunya yang luar biasa anaknya ileran.
Aku tidak mau di anggap sebagai wanita saja, bagiku istilah wanita dan istri sangatlah berbeda jauh, jika wanita hanya teman penghangat ranjangnya saja tapi berbeda jika istri. Kalau istri itu segala-gala nya dan prioritas utama untukmu Daddy, tapi.. kenapa Daddy tidak paham dengan ini.
Ezra mengikuti istrinya dan ternyata istrinya sedang memasak di bagian pantry, ia melihat jelas jika istrinya membuka kemasan mie itu bahkan melamun.
__ADS_1
'Istriku ngelamunin apa sih, kenapa sedari tadi hanya diam dan menatap lurus pandangannya?'
Ezra bertanya-tanya dalam hati.
"Aw..
"Sayang." Ezra langsung meniup-niup tangan Himalaya yang terkena panci.
"Kamu tidak apa-apa ?" Daddy hawatir padaku.
Tentu saja dia hawatir, aku ini wanita nya dan dia takut tidak di puaskan setiap malam. Apa seorang istri harus bahagia di perlakukan begini oleh suaminya? pasti tidak, sebab suaminya seperti Daddy hanya hawatir dengan miliknya saja, tidak dengan hati seorang istri yang terluka.
"Hima sayang, kesayangannya Daddy."
Ezra menghela nafas.
Ia langsung mengambil alih pekerjaan ringan tersebut dan segera menyajikan mie instan yang baru saja di masak oleh istrinya.
"Nih.. sudah siap."
Biarkan saja laki-laki modelan Daddy, benar-benar tidak mengerti perasaan wanita yang menjadi istrinya. Tau begini kenapa aku mau jadi istrinya jika dia menganggap ku hanya wanita nya saja tidak lebih dari itu, apa aku benar-benar tidak pantas di sampingnya.
Ezra kualahan, perutnya sudah kenyang sekarang di tambah lagi dengan mie instan yang di beri toping telur dan sayuran, sebelumnya tadi ia minum dua kotak susu coklat ukuran 250 ml.
Mata Himalaya menatap ke arah piring yang ternyata sudah habis tanpa sisa.
"Sudah habis nih, perutku kekenyangan sayang."
"Gak boleh mengeluh Daddy, bukannya Daddy bilang pantang untuk Daddy mengeluh," ku ingatkan dengan jelas pantangan itu.
Kalau aku mengeluh dan bermalas-malasan di izinkan sebab dia suka aku yang begini, tapi maaf aku bukan wanita yang akan mengeluh lagi kecuali aku ingin di perhatikan lebih olehmu Daddy, semoga paham dan lebih peka lagi padaku.
"Iya.. Daddy tidak akan mengeluh sayang, untung saja kamu ingatkan sayang."
__ADS_1
Ezra menatap manik wajah Himalaya yang sekarang banyak diam dan tiba-tiba marah.
"Sayang, bolehkah Daddy tanya sesuatu pada kamu sayang ?"
"Tinggal bilang saja pakai tanya, kalau membahas tentang kejadian tadi.. maaf dad hati Hima sakit jika Daddy bilang ke wanita tadi aku hanya wanita Daddy tidak lebih dari itu !" ku tolak mentah-mentah pertanyaan Daddy.
Daddy mencekal pergelangan tanganku, aku hanya diam. Diam-diam meneteskan air mata dalam hati, ini teramat perih bagiku.
Tidak apa-apa tidak di cintai tapi jika di anggap hanya wanita nya saja bahkan pernikahan saja tidak di beritahukan pada dia, hati ini sakit.
"Sayang.. Daddy janji akan bilang ke dia bahwa kamu adalah istriku, aku tidak menyangka jika perkataan ku tadi membuatmu terluka sayang. Maafkan aku, aku benar-benar tidak menganggap hanya wanita ku saja tapi kamu istriku dan ibu untuk anak-anakku sayang."
"Percuma penjelasan Daddy panjang lebar, itu sudah cukup membuatku sakit hati Daddy. Aku ini istrimu dad.. bukan hanya wanita mu saja, semua sudah terlambat Daddy,''
Aku menepis cekal an tangan Daddy tapi tidak lepas justru Daddy mencengkram nya dengan kuat
"Lepaskan dad.. sakit." Aku mengeluh sakit, memang sakit pergelangan tanganku.
"Maaf sayang, Daddy hanya bisa bilang maaf ke kamu. Andai waktu dapat ku putar aku tidak akan bilang kamu wanitaku tapi kamu adalah istriku, istri yang paling aku cintai dalam hidupku," Daddy benar-benar tulus dan dia menyesali perkataannya tadi.
"Syukurlah jika Daddy benar-benar paham dan menyesali perkataan yang tadi sempat terlontar padanya Daddy, maaf bukannya aku memaksa Daddy untuk meminta maaf dan menganggap aku istrimu yang sesungguhnya, tapi asal Daddy tau hatiku ini sakit jika hanya di anggap wanita saja tidak lebih dari istri kamu dad."
Ezra meraih tubuh Himalaya agar ia dapat mencium aroma lembut dari tubuh istrinya, hanya Himalaya lah yang bisa membuat dirinya tenang.
"Sayang, maafkan Daddy lagi ya membuat kamu berpikir jika kamu hanyalah wanita saja. Maafkan aku sayang,"
"Permintaan maaf Daddy Hima terima dad."
•
Gimana.. gimana.. tambah kesal atau tidak ?
Lebih kesal an di datangi pelakor atau di sebut hanya wanita saja di depan pelakor. Sepertinya dua-duanya deh kalau Emak.
__ADS_1
Yuk tinggalkan komentar kalian😁
Terimakasih banyak ya 🥰🥰