Hot Daddy Dan Gadis Polosnya

Hot Daddy Dan Gadis Polosnya
Bab 20


__ADS_3

Sebelum membaca tinggalkan like dulu ya 🥰🥰


•


Pagi hot Daddy ku.


Aku sekuat tenaga untuk tidak bersuara sama sekali tapi ternyata tidak bisa menahan gejolak yang ada, aku bersuara lagi dan itu membuat wajah Daddy bahagia. Apa sekarang hobinya begini, bertambah ke mesu..man nya padaku.


"Tenang.. Daddy tidak akan berbuat macam-macam lagi ke kamu sayang."


Huft


Aku bernafas lega ternyata Daddy cuma mengetes aku saja, dan bodo* nya aku terbuai begitu saja. Ish.. kesel deh, eh kenapa kesal bukannya seharusnya aku senang tidak di apa-apakan lagi, capek punggung dan kedua kakiku ini.


"Wajah kamu memerah loh sayang, kamu malu atau mengharap Daddy menyentuhnya dengan lebih dan lembut sekali lagi," bisiknya tepat di telingaku.


Aku diam sambil aku bermain dengan tanganku, aku takut ketahuan jika memang aku menginginkan nya lagi. Mau.. mau.. malu meong...


"Apaan sih daddy" ku paling kan wajahku.


"Jangan mengelak sayang, jika mau Daddy siap loh.. memuaskan kesayangannya Daddy."


"Dasar Daddy tidak tau malu," ku dorong pelan tubuhnya agar menjauh sedikit dariku.


"Memang.. Daddy tidak tau malu, tapi Daddy tidak tau malunya hanya di depan kamu sayang. Gak ada di depannya orang lain sayang."


"Terus saja Daddy keluarkan semua bakat terpendam Daddy, sekali semuanya biar yang mendengar ucapan Daddy langsung pingsan di tempat,"


aku sarankan sih, berharap gak di iyakan saja.


"Betul juga ucapan kamu sayang, kenapa tidak di coba. Siapa tau dengan begini semua wanita tertarik pada Daddy."


Kurang di filter ternyata mulut Daddy, lebih baik aku plintir perutnya sampai sakit.


"Tau.. ah, capek," aku mendingan jauh.. jauh sedikit deh dari Daddy, bisa-bisa aku muntah dengar gombalan Daddy yang super mahir ini.


Pagi hari.


"Pagi.. cantik."


Daddy menungguku bangun lagi, tumben romantis, pasti mau berulah nih pagi-pagi. Dari kemarin aku belum sempat menikmati dengan puas pemandangan di tempat ini tapi aku tidak dapat menikmatinya sebab Daddy begini terus, minta.. minta.. terus.


"Pagi.. hot daddy ku yang tampan,"


Ezra membelalak mendengar istrinya bicara begitu, ternyata.. oh ternyata istrinya banyak belajar darinya mulai dari rayuan pagi.

__ADS_1


"Jangan menggoda Daddy pagi-pagi sayang." Tanpa basa-basi Daddy langsung menyergap bibirku dengan rakusnya.


"Hima.. tidak menggoda Daddy, apa daddy bermasalah dengan ucapan Hima barusan?" ku condong kan saja tubuhku.


Pasti sesuatu ada yang memberontak.


Aku tinggal kabur deh, dari pada harus tanggung jawab.


"Mau kemana?" tanya Daddy dan aku cengengesan.


Sambil menggelengkan kepalanya.


"Gak kemana-mana Daddy, sayang pemandangan sebagus ini di anggurin!" aku harus mengalihkan perhatian.


Sambil ku tengok sana sini seperti sedang menikmati suasana alam bawah laut yang cantik di sertai warna warni.


Agar Daddy tidak menerkam ku lagi, semenjak nikah naf..su Daddy kian meningkat seperti staminanya juga meningkat. Sedangkan aku tidak bisa mengimbanginya, maka dari itu untuk menghindari naf..su Daddy aku harus banyak alasan, tidak mungkin hidupku cuma di atas ranjang terus menerus bukan?


"Hima sayang, jangan siksa Daddy ya."


Kenapa sih Daddy ini, seperti anak kecil saja. Padahal sekarang dia ini suamiku bahkan posisinya lebih tinggi dariku tapi kenapa Daddy jadi begini, mana sosok Daddy yang galak itu, tapi takut juga jika Daddy marah-marah gak jelas.


"Coba Hima tanya, dimana kah letaknya Hima menyiksa Daddy?"


aku sengaja menyentuhnya dan ternyata sudah setegak tiang listrik beton yang siap menyangga dan penopang tegangan listrik dengan kekuatan tinggi.


Tapi lagi-lagi cekalan tangannya membuatku berhenti bergerak.


"Cium."


Perintahnya arogan.


Hem.. aku menghela nafas, malas tapi permintaan suami aku tidak bisa menolaknya, apa para suami di luaran sana suka itunya di cium istrinya? mungkin langka ya hanya beberapa saja seperti Daddy ku.


"Kalau Hima menolak?"


"Tidak bisa di ganggu gugat perintahku, jadi jalan-jalan atau hanya jalan-jalan di atas ranjang saja!"


Tuhkan ancamannya itu.. itu.. lagi apa gak bosan.


"Iya iya Hima cium nih sekarang."


Cup


Cup

__ADS_1


Cup


"Apa sudah puas hot Daddy-nya Hima?"


Aku menengadah sambil tersenyum agar cepat lepas dari Daddy, semakin imut semakin cepat aku pergi dari tempat tidur yang sedari tadi malam menyiksaku.


"Puas.. puas.. sangat puas, terimakasih sayang!"


Wajah Daddy bercahaya berbunga-bunga.


Setelah sarapan dan mandi tadi aku dan Daddy berjalan-jalan melihat-lihat pemandangan bawah laut, banyak ikan laut berbagai macam jenis aku tidak tau namanya apa saja sebab kami berada di luar negri ada beberapa jenis hewan berbeda tidak seperti di perairan negara sendiri.


Perjalananku kemari seperti menggunakan jet pribadi sebab jika pesawat tidak mungkin secepat ini, mau tanya Daddy malas sebab aku mengira aku benar-benar di culik orang tak di kenal, karena waktu itu aku tidak tau jika mereka semua adalah bawahan Daddy.


Entah dari planet mana dan pekerjaan mereka apa yang jelas aku takut dengan perawakan mereka, seram-seram bahkan setan saja kalah seramnya dengan orang-orang bawahan Daddy.


"Kamu sedang memikirkan apa sih sayang?"


Daddy membuyarkan lamunanku yang hampir kebablasan.


"Eh.. enggak ko Daddy, cuma sedang memikirkan kapan kita pulang!" bohongku pada Daddy padahal aku masih curiga status Daddy seperti apa sih.


Apa benar ia hanya pemilik dari salah satu perusahaan pakaian dan makanan, sepertinya tidak hanya itu saja pekerjaan Daddy.


"Jangan bohong sayang, sedari tadi Daddy lihat dan Daddy ajak bicara kamu gak nyahut sama sekali. Pasti ada sesuatu yang sedang kamu pikirkan bukan, ayo cerita ke Daddy."


Sedikit memaksa.


Aku hanya menatapnya saja tidak mau menjawab apa yang sedang mengusik perasaanku, jika aku tanya pasti Daddy jawabnya tetap sama demi keselamatan kita berdua


dan berjaga-jaga dari musuh perusahaan lainnya yang tidak suka dengan perusahaan kita, memang ada benarnya alasan Daddy tapi terlalu berlebihan menurutku.


"Beneran Daddy, tidak ada apa-apa. Aku tidak memikirkan apa-apa, hanya saja kapan kita pulang Daddy?"


"Daddy masih nyaman, lagian ada Aan yang menghendel semuanya. Jadi.. aku tenang."


Daddy memelukku dari samping, aku tatap wajah Daddy banyak sekali guratan kesedihan. Tapi ia berusaha menepis semua itu, pasti kehidupannya sejak kecil.


Hem kenapa aku bahas cerita itu lagi, bukannya sudah jelas. Aku tidak boleh membahasnya lagi, kasihan Daddy jika teringat masa lalunya yang suram.


Aku harus bisa membuat Daddy bahagia dan tersenyum di sertai tawa bebas dan lepas.


Tapi.. bagaimana dengan kebahagiaan ku, aku sudah cukup bahagia bersama dengan orang yang aku cintai dan aku tidak kekurangan hal cinta, justru lebih yang aku dapatkan.


Ku sambut pelukan Daddy.

__ADS_1


•


Emak ingatkan like, love dan bintang lima ya. Terimakasih banyak 🥰🥰


__ADS_2