Hot Daddy Dan Gadis Polosnya

Hot Daddy Dan Gadis Polosnya
Bab 23


__ADS_3

Jangan lupa like dulu ya 🥰🥰



Hari kenyataan dimana Daddy jujur.


Hari ini hari yang aku tunggu telah tiba dimana aku mendapatkan kenyataan yang tidak pernah aku harapkan hadir menghampiri.


"Maafkan Daddy Hima sayang, Daddy benar-benar tidak tau jika kecerobohan Daddy mengajak sahabat-sahabat Daddy balapan liar waktu itu memakan banyak korban jiwa sayang. Termasuk kedua orang tuamu sayang, maafkan Daddy."


Daddy bersimpuh di kakiku, air mataku menetes deras sekali. Aku sudah tahan sedari tadi tapi nyatanya tidak bisa, aku sungguh kecewa pada Daddy kenapa dia berbohong selama bertahun-tahun.


Bahkan dia juga berhasil merubah statusku menjadi istrinya, aku tidak tau mau berpikiran apa sekarang. Dan yang aku butuhkan sekarang hanya ketenangan dan kejujuran saja, tapi rahasia sebesar ini kenapa harus Daddy simpan rapat-rapat.


Berati penggalan masa laluku memang ada kaitannya dengan insiden mobil itu di tambah lagi pemakaman khusus untuk kedua orang tuaku dan juga sahabat-sahabat Daddy.


"Sayang.. tolong maafkan Daddy sayang." lagi-lagi Daddy meminta maaf padaku.


Aku tidak bisa memaafkan Daddy untuk sekarang, gara-gara Daddy aku harus kehilangan kasih sayang dari kedua orang tuaku meski Daddy sudah sangat berkerja keras mengantikan sosok figur orang tuaku.


Vidio dan bukti-bukti yang di perlihatkan Daddy semua sangat jelas di lihat, aku hanya bisa menutup mulut saja.


Kecelakaan naas itu tidak hanya melibatkan kedua orang tuaku tapi juga sahabat-sahabat Daddy, tapi setelah aku pikir-pikir Daddy tidak salah. Aku yang masih belum dewasa dan memperluas pandangan serta pikiranku, tapi.. kenapa Daddy jujurnya setelah kita terikat satu sama lain.


Memang benar daddy yang mengajak taruhan mobil sport, tapi anehnya kenapa mobil kedua orang tuaku mendadak macet di tengah jalan dan yang lebih anehnya kenapa kedua orang tuaku tidak keluar dari dalam mobil.


"Sayang.. maafkan Daddy sayang."


Aku membantu Daddy berdiri dan aku mengajaknya duduk di sampingku, aku harus berpikir jernih. Di sini yang salah bukan Daddy, justru Daddy berhenti tepat sebelum kecelakaan dan Daddy segera menepikan mobilnya dan keluar dari mobil, dan secara kebetulan cctv di mobil Daddy mengarah ke arah mobil kedua orang tuaku.


"Maaf sebelumnya Daddy, seandainya Daddy tidak mengajak sahabat-sahabat Daddy waktu itu untuk balap liar pasti sampai sekarang kedua orang tuaku masih ada dan memelukku hinga sekarang. Aku kecewa dengan Daddy, aku pikir Daddy benar-benar tulus ternyata cuma modus untuk menutupi kesalahannya daddy, apa tidak bisa Daddy jujur lebih dulu padaku daddy,"


Aku menepis tangan Daddy, sungguh aku kecewa. Kenapa tidak dari dulu Daddy cerita, kenapa baru sekarang dia cerita.


Ternyata Daddy tidak tinggal diam ia mengejarku dan memelukku dengan erat, aku mendengar suara isakan tangis di pundak ku.


"Tolong.. sayang, pikirkan dulu baik-baik. Aku memang salah, tapi selain itu mobil kedua orang tuamu macet di tengah jalan, Daddy tidak tau kenapa kedua orang tuamu tidak keluar dari mobil nya. Tolong.. sayang pertimbangkan itu sayang, ayo.. kita cari bukti sama-sama setelah bukti itu jelas . Kamu boleh memutuskan segalanya sayang." Ucap lirih Daddy dengan pasrah.


"Lagi pula Daddy tau kamu kehilangan ingatan kamu sayang, Daddy takut saat kamu mengingat masa lalu kamu dan kamu tidak mampu mengingatnya, Daddy tidak mau kehilangan kamu sayang. Apa kamu paham penjelasan Daddy ?" sambungnya tertunduk sedih.


Aku terpaku di tempat, bingung juga bimbang. Di satu sisi Daddy sayang padaku tapi di sisi lain ia juga membuatku kecewa sekali, kenapa setelah pernikahan dan setelah aku menyerahkan segalanya untuk Daddy.


"Aku ingin sendiri Daddy," ku putuskan seperti ini.

__ADS_1


Aku ingin pulang tapi aku lupa dimana rumahku, pasti Daddy tau rumahku.


"Tapi kesayangannya Daddy"


Himalaya menyetop suaminya untuk berbicara lagi.


"Hantarkan aku pulang sekarang juga Daddy." Permintaan sederhanaku semoga di kabulkan.


"Baik.. baik.. Daddy akan mengantarkan kamu, tapi jangan malam ini sayang, ku mohon.. sayang." Daddy merayuku.


Aku diam tanpa bicara, kekecewaan ini begitu dalam dan menyayat hati.


Keesokan harinya.


Ezra mengantar Himalaya.


Tidak ada percakapan antara Himalaya dan Ezra, semua diam-diam an bahkan kediaman Permadani sunyi tanpa adanya hal romantis yang bikin baper.


"Sayang.. sayang..." ucap lirih Daddy terlihat ia hawatir padaku.


"Iya," aku menatap Daddy secara datar, malas sekali pagi-pagi mood sudah ke adonan tepung gak jadi.


"Mau sarapan apa? tidak jauh dari tempat ini ada penjual bubur dan nasi kuning enak sekali sayang. Apa kamu mau mencobanya?" masih di iringi senyum saat bicara padaku.


"Tidak!" tolak ku dengan keras, tapi perutku yang lapar sedari tadi malam tidak dapat di pungkiri.


Kruk


Kruk


"Tuh lapar, marahnya sama Daddy saja.. jangan sampai perut jadi korbannya juga sayang." Sambil mengusap perutku yang berbunyi nyaring.


Diam adalah cara ninja ku, aku diam saja meski kesal tapi perlakuan Daddy tidak dapat ku pungkiri jika aku nyaman dan aman.


"Jangan diam saja, meski kamu marah pada Daddy. Tapi Daddy adalah suamimu dan sah untuk Daddy sentuh,"


Cup


Cup


Daddy jangan begini, aku malu Daddy.


Seketika rasa amarah dan kecewaku tadi malam sampai kini mulai sirna, walaupun sangat kecewa tapi rasa cinta mengalahkan segalanya. Dia orangnya baik, tulus dan perhatian meski semenjak aku duduk di bangku SMA dia mulai memperlihatkan gelagat seperti orang mau menerkam.

__ADS_1


Daddy menatapku penuh tanda tanya.


"Kenapa?"


Aku menggeleng.


"Jangan pernah membohongi perasaanmu sayang, jika cinta dan sayang ayo kita sama-sama cari bukti dan tolong maafkan daddy mu ini sayang."


Daddy memang tulus meminta maaf, aku harus apa coba. Selain memaafkan dia.


"Iya Daddy,"


Pada akhirnya kecanggungan yang ada, Himalaya juga bingung sendiri dengan sikapnya. Himalaya memberanikan diri untuk menerima kenyataan saja meski ada rasa sakit hati yang tidak dapat langsung terobati. Semua sudah terganti, dengan sikap yang Ezra tujukkan meski terlihat cuek tapi dia baik.


"Sayang."


Panggil Daddy membuatku terperanjat.


"Ayo turun." Daddy ternyata sudah membukakan pintu mobil dan mengulurkan tangannya.


Aku sambut uluran tangan Daddy.


Seketika senyum di bibir Daddy terbit sampai orang-orang yang melihatnya kesilauan.


"Jangan diam terus sayang, Daddy mau kamu bicara seperti biasanya sayang." Menambah erat genggaman tangannya.


"Aku lapar tidak punya daya untuk bicara, kalau Daddy punya banyak daya silakan sepuasnya Daddy bicara," ngambek ko lucu.


Ezra gemas langsung mencium kuat-kuat pipi Himalaya.


"Sakit Daddy."


Aku mengeluh kesakitan di tambah lagi Daddy ciumnya gak kira-kira, dia pikir gak sakit apa. Gigiku rasanya mau geser ke mana-mana lagi.


"Maaf sayang, seandainya ini bukan di luar rumah apalagi kamar kita sudah aku pastikan kamu akan aku terkam sayang," bisiknya membuat bulu kuduk ku berdiri lagi.


kenapa sih suka sekali menggodaku, apa Daddy tidak sadar sikap dan perlakuannya membuatku tidak bisa mengontrol antara marah dan tidaknya.



Emak sudah ngulang-ngulang bab ini, tapi entah mengapa masih ada yg kurang dari percakapannya dan terkesan terlalu ambigu.


Mohon maaf ya jika cerita di atas sulit di mengerti 🥰🙏

__ADS_1


__ADS_2