Hot Daddy Dan Gadis Polosnya

Hot Daddy Dan Gadis Polosnya
Bab 27


__ADS_3

Hayo.. yang lagi baca, yuk tinggalkan komentar, like dan pencet love ya agar tidak ketinggalan cerita baru emak 🥰🥰


•


Kejutan yang membuat shock.


Dokter Cantik akan membantu pasiennya, meski ini sebenarnya tidak baik tapi melihat kondisi wanita itu membuat hati nuraninya tergugah lagi.


Padahal setiap ada pasien ia akan selalu membantu dan berbaik hati, memang tugasnya menolong dan membantu setiap pasien yang ia tangani dengan rela dan ikhlas tentunya.


Ezra sudah pucat pasi, mendengar setiap penuturan Dokter. Ia membuka lebar-lebar setiap kata yang keluar darinya.


"Apa yang harus saya lakukan Dok, agar saya bisa menebus kesalahan saya?"


Pertanyaan yang sangat di tunggu.


"Cukup perhatian dan menuruti semua kemauan istri anda pak. Dan satu lagi poin penting pak jangan melakukan hubungan suami istri dulu ya pak!"


Bagai sambaran petir siang hari.


BLEDER


"Apa Dok?" wajah terkejut Daddy membuat senyumku terbit.


"Tidak ada hubungan suami istri??" ternganga di tempat.


Pasti kali ini akan layu miliknya, lagian salah sendiri ngerjain istri gak ada habisnya. Andai aku gak Daddy hukum seperti itu pasti sekarang Daddy gak dapat hukuman juga sekarang, rasain Daddy..


andai ruangan ini tidak di sekat oleh kelambu dan aku tidak pura-pura pingsan pasti lucu sekali melihat wajah Daddy yang pucat bak di sambar petir gosong.


Terpaksa deh aku pura-pura tidur padahal aku ingin tertawa sekarang. Oh.. Tuhan ingin aku tertawa ngakak sekencang-kencangnya, beri hamba kesempatan untuk tertawa sekarang.


"Iya.. pak demi kesehatan istri bapak!"


Dokter Cantik ini memang pas jadi bintang sinetron, aktingnya gak main-main. Aku bangga kali ini di bawa ke rumah sakit, kalau dulu sih horor di bawa ke tempat beginian kalau sekarang seru.


Himalaya ada-ada saja permintaannya untuk mengerjai Ezra, memang sesekali harus di beri pelajaran. Biar si dingin dan angkuh itu merasakan batu nya.


"Baiklah Dok, jika itu bisa menebus kesalahan saya. Kalau boleh tau berapa lama ya dok kira-kira di larang berhubungan badan?"


Daddy kenapa tanya begituan sih, malu ini akunya.


"Menunggu istri anda sehat dan pulih pak. Dan satu lagi ada berita membahagiakan untuk bapak, istri bapak sedang berbadan dua dan usianya masih sangat rentan jadi demi menjaga keselamatan calon bayi bapak dan untuk menjaga kesehatan istri bapak sebaiknya di kurangi saat berhubungan badan ya pak!" Jawaban Dokter Cantik membuat senyum Ezra mengembang.


Himalaya terperangah di tempat, dirinya hamil? benarkah.

__ADS_1


Aku hamil, aku hamil. Ku usap perutku yang masih rata, pantas saja aku merasakan ada yang berbeda di sini, ternyata ada kamu nak di dalam.


Himalaya terharu.


"Berapa Dok jika saya boleh tau usia kandungan istri saya dok?"


Aku juga penasaran, kenapa Dokter Cantik tidak bilang jika aku hamil. Apa dia sengaja atau ada sebab lain, apa jangan-jangan hasil pemeriksaan ku baru saja keluar. Sepertinya iya baru saja keluar dan pas Daddy yang bicara langsung pada Dokter.


"Usianya belum ada satu bulan pak di hitung satu Minggu sebelum istri bapak datang bulan!" jawabnya di iringi senyum.


Jadi Dokter Cantik tadi bertanya kapan terakhir aku datang bulan inikah jawabannya, kenapa aku tidak curigai sebelumnya.


Tau begini ngerjain Daddy lebih parah, tapi gak apa-apa sih pasti Daddy kali ini tersiksa sebab ada pending untuk sementara waktu jadi.. aku aman, yes...


Setelah Ezra selesai bertemu dengan Dokter Cantik, ia langsung menemui istrinya lebih dulu.


"Sayang.. kamu sudah bangun?"


Saatnya bereaksi, aku ingin lihat usaha Daddy sungguh atau cuma menipuku lagi.


"Iya Daddy, kenapa Hima ada di tempat ini Daddy. Apa tadi Hima pingsan?" tanyaku berpura-pura.


Sungguh aku berharap aktingku dapat meyakinkan Daddy.


Aku menarik kuat tanganku yang di genggam oleh Daddy, tidak tega tapi aku terpaksa melakukannya.


"Keluarlah Daddy, Hima tidak ingin melihat Daddy sekarang." Tegas ku pada Daddy.


"Daddy ingin di sini dan menemani kamu sayang, kamu sedang hamil sayang," memohon-mohon.


Ternyata Daddy tetap bersih kukuh tidak mau pergi, harus dengan apa ya.


"Baik, jika Daddy tidak mau pergi. Daddy tetap di sini saja"


Ezra tersenyum dan langsung bersyukur.


"Aku yang akan pergi," sambung ku.


Daddy pasrah, ternyata usahanya tidak seberapa.


"Ya sudah jika kamu tidak mau Daddy temani, jaga anak kita ya sayang."


Masih sempat-sempatnya Daddy mencium dahulu, padahal aku menolak tapi Daddy tetap memaksa.


Cup

__ADS_1


Cup


Bibir dan pipiku tak luput dari sentuhan bibir Daddy, penekan sedikit Daddy berikan di iringi dengan tangan Daddy yang mengusap perutku penuh dengan cinta.


"Jaga mama sayang, jangan membuat mama kesakitan seperti daddy mu ini sayang."


Aku sempat terharu, ternyata Daddy sangat terbuka dan menerima kehadiran anaknya. Aku kira Daddy tidak setuju aku secepat ini hamil, ternyata dugaan ku salah.


Sebab aku tau Daddy menyukai anak kecil tapi aku hawatir sendiri jika aku hamil tapi aku dan anakku tidak di sayangi. Hampir saja aku pesimis tadi.


Setelah pulang beberapa hari kemudian.


Ezra terus saja melarang istrinya untuk beraktivitas, padahal istrinya ingin bergerak sekarang.


"Daddy aku ingin jalan-jalan."


Aku harus berhasil keluar dari kamar, aku bosan dan aku butuh healing (penyembuhan). Penyembuhan luka batin agar aku sehat walafiat menghadapi Daddy, bisa sakit jiwa jika aku teru menerus di teror dengan cara di jaga super ketat begini.


"Tidak boleh sayang, kamu harus perbanyak istirahat dulu sampai tubuh terutama bagian ini kamu kuat sayang. Aku mau kamu dan anak kita sehat dan tidak kecapekan sayang,"


Tuhkan bucin nya mulai akut, dan aku tidak suka. Aku terlalu tertekan sekarang,aku harus protes kali ini.


"Tidak Daddy, jika Hima terus-terusan di dalam kamar. Bisa-bisa Hima sakit hati di sertai jiwa sebab batin yang di sini tertekan Daddy."


Aku menepuk-nepuk bagian hati yang terletak di perut bagian kanan di bawah paru-paru ku sebelah kanan.


Ezra mengerutkan dahinya.


"Seperti itu kah?"


Aku mengangguk.


"Ya sudah.. jika perlakuan Daddy membuat kesayangannya Daddy punya penyakit hati dan berakibat bisa terkena gangguan jiwa, maka Daddy rela melepas kesayangannya Daddy untuk keluar dari kamar tapi tidak boleh keluar dari rumah ya."


Tetap saja aku di kurung di sangkar emas.


"Gak mau Daddy, Daddy pikir Hima ini burung kenari emas yang di kurung di sangkar emas apa. Kali ini Hima tidak mau menuruti kata-kata Daddy," aku harus tegas dan berani.


"Tapi..


•


Ayo kirimkan dukungannya ya, kasih kopi atau setangkai bunga juga boleh.


Matur thank you 🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2