
21+ nya lewat lagi.
"Apakah kamu tetap menolak penawaran dariku?" tanya Yuda pada Bella.
"Cih.. gak sudi, kamu dan aku berbeda umur tak sudi berkerja sama dengan kamu," jawab acuh Bella membuat adrenalin Yuda semakin meningkat saja.
"Benarkah tidak mau?" Yuda mengeluarkan kartu andalannya yaitu kartu debit dan juga beberapa lembar foto Bella bersama beberapa pria asing.
Lalu Yuda mengeluarkan m-banking milik pribadinya, Waw.. nilai fantastis milik Yuda bisa membutakan mata hati manusia.
Mata Bella membelalak, rasanya tak percaya rahasianya kini terbongkar di depan Yuda. Tapi.. uang lagi yang harus di pikiran lebih dulu sebelum bertindak, berapa keuntungan yang dapat ia peroleh dari rencana tersebut.
Pasti Yuda sudah menyelidiki semua identitasnya saat di luar negri sebagai wanita penghibur, tapi dirinya terpaksa melakukan itu demi uang yang banyak secara cepat dan instan.
Yuda memberikan penawaran terbaik untuk Bella, Bella berpikir matang-matang.
Uang yang di tawarkan Yuda tidak sedikit tapi banyak bahkan angka 0 di belakangnya saja begitu banyak, wah.. target baru nih jika bisa menaklukkan Yuda buat apa menaklukkan Ezra yang pelit itu, lebih baik yang pasti-pasti saja.
"Apa sudah berpikir jernih?" Yuda tersenyum devil.
Bella mengangguk.
"Sini." Sambil menepuk ranjang sebelahnya.
Bella yang awalnya ragu-ragu kini mendekat, dimana jati dirinya yang sebelum-sebelumnya yang tidak punya urat malu, kenapa sekarang jadi begini sejak kapan.
Bukannya hanya kesepakatan saja hari ini dan tidak akan ada hal seperti ini apalagi besok-besok, tidak akan ada dan tidak akan pernah.
"Kenapa? Bukannya hal bisa kamu melayani pria di luaran sana." Pertanyaan Yuda membuat leher Bella tercekat lagi dan lagi.
Sungguh Yuda tidak dapat di remehkan, semua memang benar perkataannya tidak ada yang keliru.
"Aku..," Bella merutuki dirinya yang tidak bisa merayu ataupun melawan Yuda.
Kenapa laki-laki ini bisa mempengaruhi dirinya sebesar ini.
Yuda yang mulai kesal menolak Bella yang sudah menyentuh perutnya.
"Stop." Yuda mendorong tubuh Bella.
Bella terkejut, kenapa tidak jika sudah begini.
"Ada apa?" bingung.
"Tidak apa-apa !" Yuda memperbaiki pakaiannya yang sudah bertelanjang dada dan mengenakan kembali.
Ezra dan Himalaya berada di rumah Mama Tasya, mereka jadi menginap dan akan kembali besok pagi.
__ADS_1
"Daddy." Aku mendelik.
"Kenapa sayang..," suara manja Daddy membuat di bagian belakang telingaku merinding.
"Dad.. jangan." Aku berusaha tidak menimbulkan suara.
Daddy ini nakal sekali tangan dan bibirnya sentuh sana sini.
"Maaf sayang, tapi Daddy tidak bisa tidur jika tidak menyentuh dulu," wajah Daddy jadi mellow.
Ya ampun Daddy ini kenapa jadi begini, bertambah terus naf.sunya apa tidak bisa di kontrol sedikit.
"Tapi dad, kita di tempat mama. Aku gak mau ada yang dengar, aku malu dad."
Ku tutupi wajahku agar Daddy tidak tau.
"Jangan di tutupi, Daddy suka melihat wajah merah mu sayang. Apalagi kalau kesayangannya Daddy sampai bersuara, uh.. sangat indah," Daddy ini bisa-bisanya bicara hal mes.um di kamar yang tidak ada kedap suaranya sama sekali.
Bugh
Aku lempar saja Daddy dengan guling, gemas rasanya mendengar kemes.uman Daddy yang mendarah daging.
"Sayang." Daddy marah dan mengertakkan giginya.
Kret
"Malam ini kamu menangis juga tidak ada guna nya sayang, kamu ingat pelajaran ini baik-baik sayang."
Ezra mulai mengecup kecil daun telinga Himalaya yang memang sangat sensitif, di kecup saja pasti Himalaya akan mengeluarkan suaranya.
"A..h dad, jangan begini." Suara Himalaya mulai men.desah.
"Kenapa masih sensitif, padahal hampir setiap malam Daddy mengecupnya ?" sambil menggoda sang istri.
Himalaya juga mulai kehabisan kesabaran, sudah cukup ia lemah kemarin-kemarin hari ini ia perlu melawan suaminya.
"Dad.. sudah Hima bilang jangan. Jangan salahkan Hima jika malam ini Daddy merasakan kesakitan area x Daddy."
Himalaya mengeluarkan segala tenaga untuk meluluhkan kelemahan Ezra, ternyata ada banyak titik-titik sensitif milik Ezra.
Meski berada di bawah kungkungan Ezra Hima mengimbangi dengan cara menggoda suami sampai titik darah penghabisan.
"Hima.. sayang, jangan main-main. Apa kamu tau jika pria kamu goda begini itunya gak mau turun?"
Ezra mulai gerah sendirian sedangkan Himalaya masih bermain-main tangannya di bawah sana.
"Kenapa dad.. bukannya ini sangat manjur dan mempan. Lagian.. kenapa Daddy marah, bukannya permainan begini sangat mengasikan ?"
__ADS_1
Terus saja di goda oleh pesona Himalaya, pasti kali ini seluruh isi rumah akan tau percintaan panas.
Hilang sudah kesabaran Ezra, Ezra langsung pada intinya.
"A.h sakit dad, pelan-pelan." Himalaya sedikit meneteskan air mata.
"Iya sayang, maaf Daddy langsung masuk," Ezra mulai menggerakkan nya pelan-pelan.
Ia sadar jika tanpa pemanasan dahulu akan sakit, sebab istrinya mengeluh. Jika tidak sakit pasti dia tidak akan mengeluh sampai meneteskan air mata.
Himalaya hanya mengangguk dan ia usap air matanya, tak seharusnya tadi menggoda suaminya yang pada akhirnya area pangkal pahanya yang merasa sakit.
Pagi hari.
Mama Tasya merasa malu sebab kejadian tadi malam mendengar suara live percintaan antara anak-anaknya.
"Jadi rindu suami.. oh.. suamiku kapan kamu pulang?" sambil memencet emoticon Vidio call dengan suaminya yang bernama Mark Serkan.
Anka melihat ibunya yang bergumam sendiri langsung mendekati sang ibu.
"Mama.. kenapa mama bersedih?" tanya Anka bocah polos.
'Mama mu sedang bersedih sebab rindu kasih sayang papamu nak.' Batin Tasya pada putranya.
Ezra dan Himalaya keluar dari kamar dengan wajah berseri-seri sekali dan itu membuat Mama Tasya bertambah iri dengki pada sepasang suami istri yang tidak tau malu bercinta dengan begitu kerasnya di kamar tadi malam.
"Ciye.. yang barusan ehem tadi malam. Jadi rindu suami nih yang di sini." Ledekan mama Tasya membuat Ezra dan Himalaya memerah wajahnya.
"Maa.. apa segitu kerasnya sampai mama memojokkan kami berdua, sana ma.. di gas om suruh pulang jangan kerja mulu yang dipikirkan tapi kerja di atas ranjang juga harus di pikiran ma," ternyata Daddy dan mama Tasya tidak ada bedanya.
Apa semua keluarga Daddy berpikiran mes.um begini?
"Nih.. mama sedang vidio call dengan Om kamu." Tunjuknya pada Ezra dan Himalaya.
Ezra bersikap biasa-biasa saja sedangkan Himalaya menahan malu, aduh.. malu sekali.
Tuh.. kan Daddy sudah di bilangin jangan melakukannya tapi tetap saja kekeh melakukan hal itu tadi malam, malu dad malu ini akunya menghadapi mertua.
Sabar... sabar.. jadi aku,
•
Di karya ini meski banyak 21+ nya tapi di ambil sisi positifnya ya. Dari cara memperlakukan pasangan yang harus di lakukan seperti apa dan juga memuliakan sang istri itu pahalanya juga sangat luar bisa, setau Emak.
Terus bagaimana cara memperbaiki suatu hubungan dan rasa tanggung jawab yang besar harus seperti apa, meski tidak detail emak berusaha untuk menjabarkan seluruh isi cerita.
Memang tidak banyak pelajaran, tapi kedepannya emak berusaha lagi untuk menjabarkan semua peristiwa secara detail.
__ADS_1
Harap maklum ya emak author amatiran yang nulis novel sebab butuh curahan isi hati itu saja.
Sekian terimakasih banyak atas dukungannya teman-teman 🥰🥰