Hot Daddy Dan Gadis Polosnya

Hot Daddy Dan Gadis Polosnya
Bab 62


__ADS_3

Ezra memilih menuntaskan has,ratnya di dalam kamar mandi dari pada terus menerus menyusahkan istrinya.


Himalaya sedari tadi menatap ke arah pintu kamar mandi.


"Lama sekali sih Daddy, jadi ke ingat saat kita berdua." Wajahku pasti memerah lagi.


Malu.. jangan sampai ketahuan jika tidak Daddy akan menggodaku lagi.


Aan teringat jika dirinya hendak memberikan informasi pada bosnya.


"Mati aku, padahal tadi niatnya mau lapor pak bos jika pekerjaan ku hari ini sudah beres dan selesai, dan juga pemakaman sudah di perbaiki seperti semula. Meski kemarin sempat ada beberapa yang tidak di setujui oleh pak bos." Aan menepuk jidatnya.


Aan mengetuk pintu berkali-kali tapi tidak ada jawaban dari dalam ruangan pak bosnya.


"Kemana sih orangnya, mau laporan saja susahnya minta ampun. Nasib-nasib jadi bawahan, harus patuh eh.. setelah patuh masih saja apes di injak-injak." Aan menebah dadanya sambil bergumam.


Aan menguatkan dirinya sebelum masuk ke dalam ruangan bosnya.


"Lagian kenapa gak berani masuk, sudah gak dapat bonus buat apa patuh."


Mata Aan membelalak saat melihat adegan yang membuatnya iri hati, pantas saja di ketuk berkali-kali tidak ada jawaban ternyata setelah di buka inilah jawabannya. Matanya ternoda dengan keromantisan sepasang suami istri yang lagi bucin-bucinnya.


"Ehem.. permisi pak bos dan nyonya muda." Aan tersenyum tanpa rasa bersalah dan berdosa.


Himalaya melepas dekapan suaminya.


"Ganggu saja kamu, ngapain kamu masuk ke ruangan saya lagi?" ketus Daddy pada Aan.


Aku hanya menguarkan diri saja dan penuh kesabaran, bagaimana tidak sabar setelah ini Daddy pasti kehilangan moodnya lagi dan aku yang bakalan kualahan menghadapinya.


"Maaf sebelumnya pak bos, saya mau memberikan informasi pak bos !" jawab Aan gerogi.


"Informasi apa lagi, apa kamu tidak lihat saya sekarang bersama dengan istri saya lagi bermesraan ?"


"Iya.. saya lihat pak bos dengan jelas bahkan ! tapi ini penting sekali loh pak bos, maaf jika saya lancang. Saya cuma mau memberikan informasi pada pak bos, jika pekerjaan saya sudah selesai !"


Memberikan flashdisk dengan menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Ini pak bos."


"Letakkan di situ, nanti saya lihat,"


Daddy langsung duduk di tempat kerjanya dan aku juga duduk di salah satu sudut sofa.


Sedangkan Aan yang di cuekin beranjak pergi, ia permisi berpamitan saja tidak di tanggapi.


"Hais.. sabar-sabar menghadapi pak bos yang super super cerewet ini ." Gumamnya bergeleng-geleng.


Himalaya memilih membuka layar ponselnya supaya pikirannya tenang.


"Kenapa tuh bibir manyun sayang seperti sepatu yang kurang lem perekat sih?"


"Masa sih dad seperti sepatu yang kurang lem" gak boleh percaya begitu saja, lagian Daddy bilang begini juga belum tentu bibirku sepanjang itu deh.


Langsung saja aku buka layar kameraku.


"Enggak monyong dad, mana monyongnya sih dad?" aku melihat-lihat layar ponselku lalu ke Daddy.


"Tuh.. masih monyong bibirnya!"


"Enggak ada dad, ini lihat ini coba." Aku mendekati Daddy dan menunjukkan jika bibirku tidak seperti moncong sepatu .


Ku dekatkan bibirku pada Daddy.


"Ini."


"Dad.. em.. dad, jangan di sini" ku dorong tubuh Daddy.


Tapi tetap saja tubuhku di peluk erat oleh Daddy.


"Daddy mau apa sih." Panik aku gak boleh panik.


Daddy cuma menggodaku saja jangan sampai aku kebaperan dan kepedean berlebihan, nanti yang ada Daddy malah senang mengerjai ku lagi.


"Mau ini," menunjuk bibirku.

__ADS_1


"Enggak dad, nanti ada yang masuk lagi ke ruangan Daddy." tanpa ku sadari jika Daddy sudah mengunci otomatis pintunya.


Cklek.


"Dad.. jangan, bukannya barusan Daddy tuntaskan di kamar mandi." Aku mundur tapi tetap Daddy mendekatiku dan aku terpojok sampai ke sofa.


Bugh


Aku terjungkal ke sofa dan Daddy malah tertawa nyaring.


"AA.. HA.. HA.. sini Daddy bantu sayang." Mengulurkan tangannya.


Aku tidak tergiur dan aku masih bisa berdiri sendiri.


"Tidak perlu dad, aku masih bisa," ketus ku pada Daddy.


"Benarkah, bukannya sudah tidak bisa tuh sayang berdiri. Kamu tambah gendutan ya."


"Terus saja dad meledekku, lagian siapa yang buat Hima tekdung sampai belendung begini kalau bukan situnya Daddy," ku tunjuk itunya.


Tau lah ya buat emak-emak berdaster situnya itu apa, aku yang masih gadis polos saja tau situnya.


"Wah.. memang benar-benar ajaib milik Daddy seperti timun emas yang bisa melahirkan bayi di dalam timun."


"Daddy mau mendongeng sekarang?"


"Ya enggak sih sayang, memang kamu mau Daddy ceritakan dongeng ?" gantian Daddy bertanya padaku.


Mau sih sebenarnya tapi aku ingat umurku ini tidak muda lagi masa iya mendengarkan dongeng. Tapi kenapa tiba-tiba ingin ya??


"Ya.. boleh lah dad, yang bagus kalau bisa ada sejarahnya secara real dad bukan hoax saja."


Aa ha ha semoga Daddy gak kebingungan, lagian Daddy pria dewasa yang cerdas dan pintar pasti bisalah ya cerita seperti ini dengan mudah.


"Sebentar sayang, Daddy akan cari dulu cerita yang menurut Daddy sedikit familiar saja," ia membuka layar ponselnya.


Haduh... aku kira langsung spontan tapi malah buka layar ponselnya.

__ADS_1



Tetap di usahakan up ya, mohon doanya semoga emak cepat sembuh ya. Terimakasih banyak atas dukungannya


__ADS_2