Hot Daddy Dan Gadis Polosnya

Hot Daddy Dan Gadis Polosnya
Bab 21


__ADS_3

Sebelum membaca tinggalkan like dulu ya 🥰🥰


Karya bertabur ke romantisan yang hakiki😁



Diamnya aku, bukan berarti aku tidak tau. ~ Himalaya istri Afzal Ezra Permadani.


2 Minggu kemudian.


PT PERMADANI GEMILANG


Himalaya menatap nanar apa yang ia lihat sekarang.


"Apa ini?"


Aku lihat semua yang ada di layar laptop milik Daddy, file apa ini. Coba aku lihat isinya sebelum Daddy sadar dengan apa yang aku lakukan sekarang, takutnya file penting.


Tapi.. jiwa ke kepoan ku meronta-ronta, aku ingin tahu.


Klik


Mataku terperangah dengan apa yang aku saksikan sekarang, vidio kecelakaan naas dan menewaskan banyak orang bahkan ada sekitar 8 orang.


Terlihat jelas banyaknya kantong jenazah berwarna kuning dan aku hitung satu persatu secara jelas, sebab aku menyetel kecepatan vidio sengaja sedikit ku perlambat, aku ingin tau secara detail semua vidio yang ada di laptop Daddy.


Sebentar.. aku putar ulang, sepertinya aku tidak asing dengan mobil ini. Apa aku pernah melihat mobil ini sebelumnya? tapi dimana ya. Mobil mahal saja masih bisa rusak parah apalagi yang biasa.


Ternyata pusing memikirkan Vidio yang ada di laptop Daddy, lebih baik aku kembalikan saja laptopnya. Sebelum Daddy kembali ke ruangan.


"Apa perlu aku bertanya pada Daddy, tapi seharian ini Daddy sibuk bahkan makan siang saja tidak. Terus.. sekarang aku ini fungsinya apa sih selain sekretaris yang di manjakan, ketemu klien saja Daddy sendiri dengan Aan."


Aku kesal sekali sendirian di tempat ini, jenuh sekali. Sudah bermain ponsel tapi tidak membuat mood ku naik, justru sebaliknya aku bosan. Tapi.. vidio tadi.


Nyes.


Aku terperanjat saat ada sesuatu yang dingin menempel pada pipi kiriku.


"Daddy."


"Sayang, ini minum dulu,"


Daddy memberikan aku sebuah es coklat keju kesukaanku, sudah lama aku tidak meminum minuman ini. Terakhir saat aku belum menikah dengan Daddy, yang artinya masih sekitar dua mingguan yang lalu.

__ADS_1


"Terimakasih banyak Daddy"


"Yang benar dong sayang ucapan terimakasih nya," ia menyodorkan pipinya padaku.


Aku cium saja pipi Daddy sekilas.


"Ko sekilas, kurang nih yang sini." Protes Daddy menyodorkan bibirnya yang menggoda itu.


"Oke.. oke.. sini Hima perbaiki ciumannya," aku akan cium kuat-kuat bibir Daddy agar bibir Daddy bengkak.


CCUUPP


"Aw.. sayang, sakit." Wajah Daddy lagi-lagi tertindas, tersakiti.


Aku tidak tega jika Daddy sudah begini, suami bucin ku yang tampan. Ku usap bibirnya yang sedikit bengkak.


"Daddy gak usah lebay, di tonjok saat latihan dan juga melampiaskan amarah saja tidak seperti ini Daddy," aku mengangkat kedua bahuku.


"Eemm.. sayang, sakit beneran tau. Kalau aku pingsan di pelukan kamu aku rela sayang."


"???!!!"


Himalaya hanya mengerjabkan matanya.


Sedangkan Ezra dengan santai memeluk istrinya dan pura-pura pingsan.


"Oke.. lihat Daddy tidak pura-pura lagi nih, jangan tinggalin Daddy ya sayang. Tanpamu hidup Daddy tidak berarti sama sekali!" mengusap-usap kan kepalanya di pundak ku.


"Sudah sudah. Daddy apa boleh nanti kita jalan-jalan sebentar di daerah hutan ZZ?" tanyaku saat Daddy masih menyenderkan kepalanya.


Ezra membelalak, kenapa istrinya meminta jalan-jalan di area itu. Area yang sudah lama ia hindari bahkan seminimal mungkin tidak di lalui meski daerah itu paling dekat antar kota dan provinsi.


Meski dulu jalan itu masih sepi tidak seperti sekarang ramai orang berlalu lalang sebab jalan dan daerah itu tempat alternatif paling cepat dan tentunya sangat aman untuk di lalui.


"Kenapa tiba-tiba kamu mengajak Daddy kesana sayang?"


Sedikit ada raut aneh di wajah Daddy, ada apa sih dengan Daddy ?


"Cuma.. ingin jalan-jalan saja sih Daddy, apa tidak boleh Daddy ?" tanyaku penasaran sekali, apa alasannya.


Aku ingin tau banyak tentang rahasia masa lalu Daddy, apakah Daddy benar-benar baiknya tulus padaku. Aku baru mengetahui dan sadar jika kebaikan dan ketulusan Daddy baru, bukan sejak dulu.


Tapi.. masalah dia pernah menciumku waktu itu, pasti gara-gara dia marah aku tidak menganggapnya sama sekali.

__ADS_1


Aku kesal sebab dia selalu mengekang ku tanpa mengizinkan aku berdekatan dengan laki-laki yang aku idam-idamkan semenjak aku masuk kelas satu SMA, setelah aku sukses membuat dia ada simpati padaku justru Daddy malah mengetahuinya dan langsung di ajak adu jotos di ring tinju.


"Boleh ko.. boleh sayang, apa sih yang enggak untuk kamu sayang!"


Himalaya mengangguk.


Sudah cukup aku mengetes Daddy, memang ada yang tidak beres dengan Daddy. Coba nanti aku sedikit bertanya-tanya saat di jalan, aku ingin tau raut wajah Daddy seperti apa? apa seperti biasanya wajah dingin dan poker nya tidak hilang atau justru wajah ketakutan tapi dengan gaya yang elegan.


Ezra sedikit melambatkan pekerjaan, ia tidak mau mengulangi tempat itu lagi. Gara-gara kecerobohan waktu itu mengakibatkan sahabat-sahabatnya meninggal bahkan kedua orang tua Himalaya juga ikut terkena imbasnya.


'Andai saja waktu itu aku tidak ceroboh pasti sekarang Himalaya bahagia bersama keluarganya, dan tidak mungkin bertemu dengan orang semunafik seperti ku.'


"Daddy.. apa masih lama pekerjaannya?" aku bosan menunggu, di tambah lagi yang aku tunggu ini membuat aku menjadi tambah penasaran.


Semoga ada sedikit titik terang di tempat itu, lagian mobil yang aku lihat di vidio semua hampir terbakar habis, kecuali mobil yang paling depan cuma rusak parah. Tapi.. kenapa aku merasa mobil itu tidak asing, hah.. sudahlah mungkin pikiranku saja mana mungkin aku pernah melihat mobil itu.


Apalagi jaman sekarang, sedikit sulit melihatnya. Jika bukan orang-orang tajir melintir mana mampu membeli mobil semewah itu.


"Sebentar lagi sayang, ini mau selesai"


Kenapa sih Daddy mengulur-ulur waktu lagi. Kalau gak mau kenapa gak bilang dari tadi, setidaknya aku gak menunggu lama.


"Kalau masih lama gak apa-apa Daddy, aku akan pergi sendirian kesana." Aku geram dan ku tekan ucapan ku barusan pada Daddy.


"Iya.. iya.. sudah selesai ini sayang, ayo berangkat sayang,"


nah begini dong Daddy, kenapa tidak dari tadi sih Daddy begini, jadi aku gak kelamaan nunggunya.


Senyumku mengembang saat semua orang menyapaku satu persatu, tidak seperti Daddy wajahnya sudah berlipat-lipat seperti kertas origami yang aku lipat waktu sekolah dulu.


Pria seperti Daddy saja tanpa tersenyum saja begitu memikat di tambah lagi jika mereka lihat langsung Daddy tersenyum aku yakin mereka akan kepedean di kira Daddy ada rasa simpati.


Ezra begitu gelisah.


"Daddy.. apa Daddy ada masalah lagi? kenapa wajah Daddy begitu gelisah ?" aku lihat betul-betul jika Daddy memang menyembunyikan sesuatu dariku.


"Hima.. sayang, sebenarnya Daddy,"


Ezra hanya menarik nafas sebelum bicara.



Kira-kira Ezra jujur tidak ya ?

__ADS_1


Yuk tinggalkan komentar dan dukungannya.


Terimakasih banyak sudah mampir dan membaca karya emak 🥰🥰


__ADS_2