
Sebelum membaca tinggalkan like dulu ya 🥰🥰
•
Saat di dalam mobil.
Aku mengerenyitkan dahi ku, sebenarnya Daddy mau cerita enggak sih, bikin kesel deh.
"Maaf sayang tidak jadi, mendadak Daddy lupa mau bicara apa."
Dasar Daddy ini, mau menghindar ternyata.
Meski aku tidak tau rahasia yang di simpan rapat oleh Daddy, tapi bukannya bangkai sebusuk apapun itu lama kelamaan juga bakalan tercium meski tersisa hanya bekasnya saja.
"Iya," aku kesal sekali.
Sepanjang perjalanan kami berdua hanya diam-diam an tanpa adanya pembicaraan atau sekedar basa-basi, daddy diam saja aku pun juga sama. Aku merasa sedikit bosan lalu ku putuskan mendengarkan musik saja, setidaknya mood ku sedikit membaik sebelum melintasi area itu.
Ezra menatap sekilas istri tercintanya, cepat atau lambat pasti istrinya akan tau dan akan banyak tanya kedepannya.
Harus di mulai dari mana ceritanya, apakah harus secara detail ceritanya. Tapi.. bukti apa yang harus di tunjukkan pada Himalaya, pasti ia tidak akan percaya dengan mudah.
Dalam pikiran Ezra bertanya-tanya, kenapa pasangan suami istri itu tidak keluar dari mobilnya yang sedang mogok itu, atau jangan-jangan ada misteri di balik kisah mobil itu.
'Aku harus mencari tau, kenapa baru sekarang aku kepikiran. Kenapa tidak dari dulu-dulu, setidaknya aku ada sedikit bukti agar Hima kesayanganku tidak kecewa dan tidak menyalahkan aku atas kematian kedua orang tuanya.'
'Gara-gara aku terlalu fokus sebab rasa bersalah dan ingin membuat Hima bahagia malahan poin terpenting seperti ini aku kelewatan dan hampir ceroboh. Aku harus tenang dan santai, aku tidak mau Hima curiga padaku, hari ini saja sikapnya mencurigakan sepertinya ia mulai mengingat-ingat kejadian masa lalu, meski ia tidak terlibat kecelakaan beruntun waktu itu tapi saat itu Hima sudah besar pasti paham dengan apa yang terjadi dalam hidupnya dan juga musibah kedua orangtuanya.'
"Sayang."
Akhirnya Daddy memanggilku, ada apa? apa dia mau cerita.
"Iya, ada apa Daddy ?" tanyaku polos.
__ADS_1
"Em.. Daddy ingin berbicara serius pada kamu sayang. Tapi.. bukan malam ini, kita cari waktu yang tepat oke!" jawaban Daddy membuatku semakin penasaran saja.
Apa jangan-jangan ada hubungannya dengan vidio yang aku lihat sore tadi, jika iya aku ingin tau siapa yang ada di dalam vidio itu. Kenapa Daddy selalu melarang ku melihat-lihat laptop dan elektronik lainnya yang bersangkutan dengan pekerjaan Daddy, aku tau mungkin jika aku melihat akan mengacaukannya.
Tapi.. aku juga tidak akan membuat kesalahan, lagian guru-guru private dan yang lainnya sudah sangat luar biasa dan berjasa padaku. Sehingga aku bisa sampai tahap ini tanpa perlu mengulang lagi.
"Ada masalah apa Daddy ?" aku bingung harus bicara apa
Satu-satunya cara hanyalah aku berpura-pura dan mengikuti permainan Daddy dulu saja, meski kami sepasang suami istri tapi kami berdua juga punya privasi masing-masing.
"Masalah ini sangat serius sayang, aku akan cari waktu secepatnya sayang. Oh.. ya kita sudah melewati hutan yang kamu mau, apa kamu suka?" tanya Daddy dan membuatku terperangah.
Kenapa Daddy tidak bicara dari tadi, dan kenapa jalannya berbeda. Perasaan tidak sama dengan apa yang aku lihat di laptop Daddy, apa jangan-jangan secara diam-diam Daddy mengalihkan konsentrasi ku yang sudah aku persiapkan, hah.. menyebalkan. Padahal aku ingin tau secara detail semuanya.
"Suka Daddy, Daddy apakah kita pernah lewat hutan ini? sepertinya belum pernah Daddy."
"Iya.. Daddy saja baru kali ini lewat jalan ini setelah bertahun-tahun yang lalu. Bahkan Daddy pakai GPS agar kita tidak kesasar," Daddy menunjukkan GPS di layar ponselnya.
Jika Daddy pakai GPS berarti Daddy tidak ada sangkut pautnya dengan video kecelakaan itu bukan, Hem.. aku yang terlalu berpikir yang bukan-bukan tentang Daddy.
Kami hanya berdua satu mobil, sedangkan Aan juga mengikuti kami dari belakang untuk berjaga-jaga. Bahkan tak lupa beberapa bodyguard Daddy juga ada, apa sebegitu harus Daddy dan aku di perketat begini. Sebenarnya risih tapi mau bagaimana lagi, tuhkan aku curhat lagi masalah penjagaan keamanan kami.
"Terimakasih Daddy."
Daddy mengangguk.
Aku menyambut uluran tangan Daddy dan Daddy menggenggam erat tanganku.
"Apakah kamu suka sayang."
"Iya suka Daddy," jawabku sangar berantusias.
"Daddy, apa Hima boleh bertanya sesuatu ?"
__ADS_1
"Tentu saja boleh sayang, mau bertanya apa sayang!"
Aku senang Daddy tidak menolak aku bertanya kali ini, semoga lancar deh pertanyaan ku kali ini.
"Daddy.. apakah orang yang bersalah akan selalu di kejar-kejar oleh kesalahannya yang lalu?"
Aku mulai dari ini deh pertanyaan ku, aku penasaran nih apa jawaban Daddy
"Em.. iya sepertinya sayang, Daddy juga tidak tau !"
Jawaban yang sangat-sangat kurang memuaskan bagiku, aku tanya lagi deh biarin di kirain orang cerewet setidaknya rasa penasaranku reda.
"Tapi Daddy.. jika orang itu bersalah, apakah harus berbuat baik pada korban yang tidak bersalah itu dengan cara menebusnya tanpa memberitahukan sesungguhnya pada korban yang tidak bersalah itu, bahwa dirinya sebenarnya penyebab kekacauan tersebut."
Himalaya mengajukan pertanyaan yang membuat kepala Ezra semakin pusing, niatnya tidak mau membahas apa-apa tapi nyatanya Hima sudah benar-benar curiga tentang masa lalunya.
"Sayang.. sudah ya pertanyaan nya, Daddy ingin mulai sekarang jangan bertanya sesuatu yang membuat Daddy tambah pusing."
Daddy ketus padaku, ya aku salah bertanya secara berlebihan pada Daddy yang jelas-jelas Daddy super sibuk di kantor. Pasti pikirannya sedang kacau sekarang.
"Maaf Daddy, jika pertanyaan Hima membuat Daddy tambah pusing," aku lebih baik perbanyak diam saja.
Aku akan menunggu kejujuran mu Daddy, mungkin jika Daddy jujur apa adanya Hima akan berusaha menerima Daddy apa adanya. Tapi Hima mohon jangan sampai Daddy berlarut-larut dan bersemburat terus menerus dari kenyataan yang ada.
Semoga Daddy paham dan peka dengan hatiku yang semakin di buat penasaran dari hari ke hari.
"Tidak apa-apa sayang, cuma.. ada masalah sedikit di kantor. Oh.. ya sayang, kita pulang yuk."
Ajaknya aku iyakan, lagian ini sudah larut malam aku juga capek. Sepertinya malam ini aku hanya bisa istirahat sebentar melihat sikap seharian Daddy hari ini, dan semenjak kita pulang dari liburan dua minggu lalu antara aku dan Daddy tambah kesibukannya.
Bukan aku yang sibuk tapi Daddy, sedangkan aku terus saja aku gali informasi yang Daddy sembunyikan padaku selama ini. Kenapa Daddy mau merawat ku sejak sepuluh tahun yang lalu padahal jelas-jelas masih banyak orang yang butuh di adopsi dan di berikan santunan, kenapa jatuhnya hanya padaku saja.
Lagi pula kenapa Daddy merawat ku bertepatan saat kedua orang tuaku meninggal, sesuatu yang kebetulan dan aneh.
__ADS_1
•
Terimakasih sudah memberikan dukungan nya 🥰🥰