
Bolehkan emak iri dengan keromantisan mereka ðŸ˜ðŸ˜
Jika suka tinggalkan like, love dan bintang 5 ya🥰🥰
•
Daddy sang penghibur dan pelindung saat aku sendirian dan terluka.
Ezra dan Himalaya mengelilingi seluruh penjuru rumah, Himalaya bahagia melihat kembali rumah tercinta.
"Suaminya jangan sampai di lupakan loh ya."
"Gak bakalan lupa Daddy, jika bukan karena Daddy aku tidak mungkin bisa melihat lagi rumah yang aku rindukan selama ini dad,"
Ezra memeluk erat tubuh Himalaya.
"Daddy rindu denganmu sayang, bagaimana jika di rumah ini kita melakukan hal yang berkesan, di tambah lagi adanya suara anak kecil yang memenuhi seluruh ruangan dengan suara nyaring tangisannya ?"
Godaan Ezra membuat Himalaya tersenyum, otak licik suaminya selalu saja ada.
Entah itu di dalam mobil, kamar dan kamar mandi, bahkan di kolam renang saja hampir kecolongan untung ada tukang kebun yang mengejutkan kegiatan Daddy yang tidak kenal tempat dan waktu. Yang jelas.. aku malu sekali di perlakukan begitu oleh Daddy.
"Daddy jangan di sini!" jawabku terasa ada yang menyentuh bagian punggungku dan mulai merayap kemana-mana.
Aku sekuat tenaga menahan beban berat ini, berat sebab malu di lihat banyak orang. Eh.. kenapa mereka semua pergi dari sini, apa gara-gara Daddy naf..suan.
"Terus.. maunya dimana sayang, di kamar mandi yang lebih dekat dari sini. Atau di atas meja dapur sayang."
Tawaran yang harus aku putuskan secepatnya.
"Di kamar mandi, sekalian buang air kecil kebelet Daddy,"
"Daddy ikut dan temani ya"
"Tidak usah jika buang air kecil, tenang Daddy Hima bisa ko sendirian kalau buang air kecil. Nanti.. setelah selesai barulah Daddy boleh masuk."
Sebisa mungkin aku harus mengendalikan Daddy, tidak mungkin kan setiap hari melakukan itu bisa-bisa jadi lebar nanti apalagi saat punya anak dan mau lahiran takutnya aku gak tau lagi tiba-tiba brojol di tengah jalan. Jadi berita viral trending topik bulan ini.
Tok
Tok
Tok
"Sayang.. bukain dong, kenapa lama sekali sayang?" tanya Daddy berulangkali.
Sengaja aku berlama-lama di dalam kamar mandi, saat membuka pintu nanti apa coba alasanku yang tepat. Masa iya aku menolak ajakannya Daddy untuk memuaskan hasr..at masing-masing.
Ceklek
__ADS_1
"Iya.. ada apa Daddy ?" tanyaku tanpa dosa dan bersalah.
"Kamu, kenapa lama sekali sayang. Apa kamu tidak tau nih.. ini punya Daddy sudah turun, padahal tadinya Daddy mau itu!" jawabnya melas sambil memainkan jari telunjuk kanan kirinya👉👈.
"Itu apa coba?" godaku sambil ku sentuh perlahan tapi pasti.
Daddy mulai mendesis seperti ular yang bertemu mangsanya, Hem.. sungguh laki-laki kuat. Aku yakin sebentar lagi aku di terkam oleh Daddy, aku ingin lihat apa Daddy juga akan berbuat mes..um di tempat lain?
"Daddy benar-benar tidak tahan, sini."
Ternyata benar daddy langsung menarik tanganku dan mengajakku berlarian menaiki anak tangga, padahal rumah berlantai empat ini ada lift nya juga kenapa harus capek-capek lari-larian begini.
"Huh.. huh.. huh.. Daddy.. capek."
Ku rebahkan badanku di salah satu sudut ranjang king size, kamar siapa aku juga tidak tau . Sebab kamarku dulu berwarna oranye tidak berwarna black and dark (hitam dan gelap) seperti sekarang yang terpampang nyata di depanku.
Belum apa-apa sudah di buat capek, tau begini gak ngerjain Daddy jika ujung-ujungnya aku di ajak keliling rumah dan naik tangga sambil lari-larian. Menyesal deh..
"Sayang."
Tangan Daddy sudah berlarian kesana kemari masuk ke baju sana sini.
"Dad.. em.. jangan Daddy, Hima capek.. biarkan Hima istirahat sebentar lagi Daddy," lelah sekali tapi sepertinya Daddy tidak menghiraukan ku.
Apa dia tidak melihat aku capek berlarian, dasar suami gak peka yang di pikirin cuma titik pusat saja.
"Iya.. istirahatlah sayang, biarkan Daddy yang mengerjakannya sendiri. Kamu tinggal nikmati saja oke.
Sore hari.
"Mau menginap atau pulang sayang?"
Ezra menatap istrinya, tidak ada jawaban dari Himalaya. Sepertinya istrinya ini rindu dengan masa kecilnya dulu, terlihat di pelupuk matanya ada setetes air yang hendak mengalir ke pipinya.
Ezra mengusap air mata itu.
"Sayang.. jika mau tinggal ayo, jangan diam saja sayang."
Ezra menghibur Himalaya.
"Tidak apa-apa Daddy, masih ada hari esok kita kemari. Ayo.. kita pulang Daddy,"
"Kita menginap ya, Daddy harap kamu bisa tersenyum dan selalu bahagia sayang."
Daddy membujukku, aku kira Daddy akan setuju kita pulang. Ternyata ia tau isi hatiku jika aku rindu rumah papa dan mama, ku lihat foto besar di salah satu ruangan.
"Ternyata masih sama"
Ezra memeluk pinggang Himalaya, ia tidak mau istrinya sedih sampai pingsan sebab belum bisa melupakan masa lalunya, meski tidak mudah melupakan kenangan pahit itu.
__ADS_1
"Daddy."
Aku menengadah menatap manik wajah Daddy yang tampan dan tegas.
Ia membalas tatapanku yang sendu, jangan sampai lantaran kasihan Daddy bersimpati padaku, aku harus menjadi wanita cerdas dan pintar dalam hidup Daddy.
Banyak wanita di luaran sana mendambakan posisiku sebagai istrinya Afzal Ezra Permadani, pengusaha tampan kaya dan tentunya berkarisma. Di tambah lagi Daddy juga sangat luar biasa di atas ranjang, jangan iri cukup aku yang tau dan merasakan keperkasa..an Daddy.
"Iya.. sayang kenapa?"
"Tidak ada Daddy, Daddy kita nonton film yuk!"
ajak ku pada Daddy, sudah lama sekali kita berdua tidak melakukan aktifitas seperti sekarang, menonton memasak camilan bersama. Aku benar-benar rindu saat aku masuk kuliah dulu, dimana Daddy yang sibuk aku ajak kerepotan di dapur.
"Ayo sayang, sudah lama kita tidak sama-sama menonton. Sepertinya kita perlu mengulang kenangan lalu sayang, katanya jika kita sering-sering melakukan hal lalu yang seperti ini akan mengeratkan hubungan kita kedepannya."
"Ucapan Daddy benar, Hima pernah membaca artikel yang membahas hal ini Daddy. Ayo.. kita lakukan mulai sekarang Daddy," aku menjadi bersemangat sekali.
Ezra bahagia melihat senyum terbit di sudut bibir Himalaya.
Cup
Ezra mengecup dahi Himalaya cukup lama sebelum mereka memporak-porandakan seluruh isi dapur sampai ruang keluarga yang mereka tempati sekarang untuk bercengkrama riang.
"Daddy.. dapur tadi sepertinya berantakan, kenapa sekarang jadi bersih kinclong. Apa ada jin di rumah papa mama?" tanyaku keheranan.
"Tuh.. jin nya!" jawab Daddy sambil menunjuk beberapa pembantu yang terpaksa berkerja lagi sebab ulahku dan Daddy yang nakal membuat dapur berantakan, untung saja tidak ada percikan api sedikit pun dari ulah kami berdua.
"Daddy jangan bercanda, jangan lupa mereka semua Daddy kasih bonus. Awas.. saja jika tidak, gak bakalan ada malam panjang untuk Daddy selama dua hari dua malam."
Ancam ku pada Daddy.
Ternyata Daddy langsung mengeluarkan dompet ajaibnya yang berisi uang merah semua dan langsung memberikan pada mereka secara rata dan adil. Bagus deh, ternyata Daddy tidak berubah ia tetap Daddy yang luar biasa baik.
"Jangan ingkar janji sayang dua hari dua malamnya," seringai licik terbit di wajah Daddy.
Huk.. huk.. huk...
Mati.. aku dua hari dua malam, sambil ku tepuk jidatku.
"Apa boleh cancel Daddy?"
"No.. gadis kesayangannya Daddy!"
•
Terkadang emak sedih saat membaca karya-karya author lain yang melejit dalam sekejap, terus emak baca karya itu ternyata karyanya sungguh bagus dan luar biasa dalam penyajian dialog dan narasinya, lalu kemudian emak koreksi karya emak kenapa sepi?
Ternyata masih banyak narasi dan dialog yang tidak nyaman untuk di baca sampai selesai dan emak sadar sesadar-sadarnya jika karya emak selama ini masih banyak kekurangan.
__ADS_1
Terimakasih atas dukungannya kakak-kakak semua🥰🥰