Hot Daddy Dan Gadis Polosnya

Hot Daddy Dan Gadis Polosnya
Bab 24


__ADS_3

Like nya jangan lupa ya 🥰🥰


# Banyak cerita tentang masa lalu Himalaya.


•


Rumah yang di rindukan.


Saat sarapan kami hanya mengobrol ringan seadanya saja, lalu setelah kami selesai baik antara aku dan Daddy langsung menuju dimana rumahku berada.


Aku terperangah saat melihat pemandangan rumah yang sedikit demi sedikit aku ingat, rumah ini.


"Terimakasih Daddy."


Aku tau pasti Daddy yang selama ini menjaga rumah dan merawat rumah kedua orang tuaku, masih sama tatanan rumah tidak ada yang berubah.


Rumah mewah dan sebesar ini pasti memakan banyak biaya untuk merawatnya, sudah pasti tidak mudah di tambah lagi Daddy yang selalu sibuk mengurus pekerjaannya.


"Ini," sambil menyodorkan pipinya.


Langsung saja aku cium pipinya sekilas dan aku cepat-cepat kabur, aku rindu semua. Rindu kenangan-kenangan yang ada di rumah ini, meski aku harus banyak bersabar dan juga sadar bahwa kedua orang tuaku tidak akan pernah kembali lagi.


Kenangan mereka akan selalu aku ingat dalam hati dan pikiranku. Kepalaku sekarang tidak sakit lagi saat memori-memori lalu singgah di pikiranku tidak seperti dulu.


Aku bersyukur ada Daddy di sampingku, meski awalnya aku kecewa dan sedih,semua sudah aku luapkan amarah sedih kecewa tadi malam.


Tapi semua sudah berlalu, jika di tanya kenapa kamu secepat ini melupakan kejadian itu.


Padahal jelas-jelas Daddy kamu yang kamu anggap bak malaikat tak bersayap itulah yang menyebabkan kedua orang tua kamu meninggal, tapi kamu masih bersikap baik dan toleransi padanya. Dia gak layak mendapatkan itu semua apalagi pengampunan darimu .


Aku tidak apa-apa, jika bukan Daddy yang membuatku menjadi seperti sekarang ini mungkin aku akan menjadi gadis yang belum tentu sebaik ini, bisa jadi aku menjadi gadis yang urakan bahkan menjajakkan diriku pada pria hidung belang. Belum tentu aku menjadi gadis yang baik dan sekarang aku menjadi wanita dan juga seorang istri.


Daddy melambaikan tangan di depan wajahku


"Sayang.. Hima sayang.."

__ADS_1


"Iya Daddy," akirnya aku tersenyum lagi.


Daddy bahagia melihatku tersenyum.


"Ayo."


Ajaknya langsung aku iyakan, Daddy menemaniku masuk ke dalam rumah. Para pembantu menyambut kedatangan kami berdua, sungguh ini rumah kedua orang tuaku yang lama aku rindukan semenjak kecelakaan baik kecelakaan ku dan orang tuaku.


Daddy mengusap air mataku yang ternyata luruh sendiri tanpa aku izinkan, aku benar-benar rindu mereka sekarang. Andai waktu dapat ku putar aku ingin ikut malam itu, tapi sayang seribu sayang papa dan mama tidak mengizinkan ku dengan alasan ada pekerjaan di luar kota.


Ada satu cerita yang aku ingat betul saat papaku di telpon seseorang. Yang membuat papa mamaku malam itu terpaksa berkerja dan yang paling membuatku curiga yaitu kenapa papa membawa satu kotak yang pernah aku lihat di kamar Daddy yang isinya kurang lebih sama yaitu senj..ata ta..jam.


Pos..tol dan lainnya ada di dalam kotak itu, entah apa sebenarnya pekerjaan papa dan mama yang jelas mereka selalu menggunakan baju rapi layaknya seperti seorang penting dalam dunia mafia yang pernah aku baca di beberapa media sosial dan juga cerita-cerita di televisi.


Tapi.. mana mungkin papa mama pekerjaan seperti itu di dunia gelap, aku rasa tidak mereka saja berkerja di salah satu perusahaan luar negri yang kebetulan ada cabang di negara ini tidak hanya satu atau dua tapi ada banyak.


Aku menggelengkan kepala terus menerus.


"Sayang.. ada apa? sayang.. jawab pertanyaan Daddy sayang?"


Daddy menggoncang-goncang kan badanku agar aku lekas sadar dari pikiranku yang bukan-bukan tentang kedua orang tuaku.


"Tanya? tanya apa sayang. Daddy terus terang saja tidak setuju jika kamu bertanya bagaimana Daddy bisa punya ide gila untuk mengajak sahabat-sahabat Daddy balap liar dan mengakibatkan kecelakaan dan memakan banyak korban !"


Daddy benar-benar terpukul, pasti saat itu dia juga sangat shock melihat kenyataan dengan mata kepalanya sendiri. Pasti setiap adegan buruk masa kelam itu tidak dapat terhapus kan dari ingatannya, bahkan terekam jelas.


"Daddy jangan salah paham, apa Hima boleh tau pekerjaaan kedua orang tua hima?"


Daddy hanya diam, kenapa dia diam. Apa jangan-jangan Daddy tau sebenarnya pekerjaan papa dan mama.


"Em.. soal itu Daddy ragu sayang,"


"Kenapa? apa Daddy takut Hima kecewa dengan mereka. Hima bangga ko dengan pekerjaan papa dan mama."


Ezra memijat kedua pelipisnya, bagaimana caranya dia cerita pada istrinya yang polos ini. Jika Himalaya tau apa pekerjaan kedua orang tuanya, apakah senyum dan bangganya pada kedua orang tuanya tetap terpancar dan terbit seperti ini.

__ADS_1


"Hima sayang.. setelah Daddy bercerita tentang masa lalu papa mama kamu yang Daddy ketahui setelah kecelakaan itu, Daddy harap kamu jangan marah ataupun kecewa oke. Janji sama Daddy,"


Daddy menautkan jari kelingkingnya ke jari kelingking ku, aku harus bagaimana ini. Jika aku berjanji pada Daddy artinya aku tidak boleh mengingkarinya, tapi jika aku tidak berjanji itu artinya aku orang yang paling egois dan tidak memikirkan yang lainnya.


Baiklah aku pilih berjanji saja pada Daddy.


"Iya Daddy, Hima janji tidak akan marah ataupun kecewa dengan semua Daddy."


"Setelah Daddy selidiki ternyata kedua orang tuamu itu kelompok dari mafia, mereka bahkan tidak takut jika nyawa mereka jadi taruhannya sayang,"


"Jadi???"


Aku masih bertanya-tanya apa maksud Daddy, apa kedua orang tuaku mata-mata di negaranya sendiri tempat kelahirannya sendiri, dulu seingat ku papa dan mama jelas-jelas lahir di negara ini ko bukan negara tetangga bukan warga asing. Tapi.. kenapa mereka memilih berkerja seperti ini, apa ini hobi mereka atau mereka berkerja terpaksa demi uang.


"Jadi ya seperti itu sayang, mereka patuh pada bosnya,"


'Jujur saja aku harus bagaimana, aku sendiri saja juga termasuk dalam lingkungan itu meski aku yang memimpin beberapa kelompok saja tidak sebesar bos mafia dunia. Jika Hima tau apa dia akan takut padaku atau tidak, jika aku lepas dari dunia tersebut bukannya berdampak pada bisnis yang aku jalankan, aku belum siap Hima meninggalkan aku dalam keadaan aku jatuh miskin.'


"Oh.. begitu, seperti Daddy yang memiliki bayak bawahan. Oh.. ya Daddy aku pernah lihat loh Daddy membawa orang-orang berpakaian rapi ke dalam ruangan Daddy, apa jangan-jangan Daddy juga sama halnya seperti papa dan mama, dad?"


Leher Ezra terasa seperti di cekik dan di tu..suk dengan belati.


"Itu pelindung Daddy dan kamu sayang, bukannya kamu tau sendiri jika perusahaan Daddy banyak yang mengincar bahkan mereka tidak akan segan-segan jika Daddy menolak kerja sama mereka, maka dari itu sebisa mungkin kamu kalau kemana-mana pakai pengawal ya!"


"Iya.. Daddy ku sayang yang paling tampan dan sempurna."


Aku mencubit kedua pipi Daddy.


Hampir saja terlupa jika aku dan Daddy tidak di rumahnya Daddy melainkan rumahku yang aku rindukan.


•


Note sesuai sinopsis dan judul ya, sebab dari awal Himalaya itu nurut banget sama Daddy-nya.


Jadi jangan un favorit ya.

__ADS_1


Favorit teman-teman berarti sekali untuk penulis.


Terimakasih banyak ya🥰🥰


__ADS_2