Hot Daddy Dan Gadis Polosnya

Hot Daddy Dan Gadis Polosnya
Bab 47


__ADS_3

Like dulu yuk🥰🥰


Kopi atau bunga boleh ya di luncurkan biar emak semangat ngetiknya.


•


Bella tidak ingkar janji ia menepati janjinya untuk datang ke apartemen Yuda.


"Ada apa lagi?" Bella sangat ketus pada Yuda.


"Apa tidak ada rencana berucap terima kasih yang benar?" Yuda mencondongkan badannya pada Bella.


Bella mendorongnya.


"Rencana tidak ada yang berhasil untuk apa aku harus berterima kasih secara benar ke kamu, lagian kamu ini apa sudah mengganggap derajat mu tinggi?" Bella mulai tersulut emosi.


Kenapa anak kecil seperti Yuda ada pikiran picik, tidak sepantasnya umur segitu berpikir untuk menghancurkan hubungan orang lain. Tidak seperti dirinya yang sudah dewasa dan bisa melakukan hal-hal yang lebih matang lagi.


Yuda tersenyum devil, tidak peduli malam ini Bella berteriak kesakitan ia akan tetap membuat Bella tertunduk di bawah kungkungannya.


"Yuda.. stop.. kamu gila ya,sakit tau." Protes Bella saat tanpa aba-aba jari jemarinya Yuda masuk ke dalam rok mininya dari bawah.


"Ini baru benar cara berterima kasih, tapi aku belum puas. Puaskan aku dulu," sungguh Yuda tidak bisa menahan semua.


Tubuh Bella seolah-olah menjadi candu beberapa hari ini.


Di tempat lain, Ezra membacakan buku romantis pada istrinya.


"Dad.. biasanya suami akan membacakan buku yang penting saat istrinya hamil. Kenapa sedari tadi yang Hima dengar hanya buku tentang percintaan di air, terus di ranjang, di mobil dan tempat-tempat yang tidak seharusnya dilakukan yaitu tempat terbuka?" aku berada di ketek Daddy.


Bukan ketek tapi lengannya dekat ketek.


"Apa tidak mau? yuk kita honeymoon lagi sayang."


Daddy ini masih sempat-sempatnya ngajak honey moon segala, jadi teringat kejadian aku di culik Daddy.


"Tidak dad, jika Daddy mengajakku honeymoon dengan cara di culik lagi," aku harus tegas.


Mana ada suami yang mencintai istrinya dengan luar biasa mengajak sang istri honeymoon dengan cara di culik segala.


Ogah kalau kejadian lagi, nanti kalau beneran di culik jadi berpikir yang menculik suaminya dan otw di ajak bulan madu.


"Di jamin gak bakalan terjadi lagi sayang, maaf waktu itu Daddy khilaf dan ingin suasana berbeda dan sedikit mencengangkan saat kita bercinta sayang."

__ADS_1


Aku tidak setuju jika hal itu terjadi lagi.


"Tidak saja dad, setiap hari kita seperti pengantin baru dan honeymoon," aku harus mencegah Daddy, bisa-bisa aku nanti tidak di izinkan lagi jalan-jalan dengan alasan...


Jangan kesana sayang, bahaya banyak binatang berbisa dan buas.


Jangan sentuh air itu biar salah satu pengawal yang menyentuh dulu, takutnya ada racun dan semacamnya.


Haduh.. Daddy ini bisa-bisanya segitu overprotektif padaku.


Bukannya banyak alat canggih sekarang untuk mengecek di dalam air ataupun makanan ada zat tertentu.


"Tapi kurang puas sayang." Merubah ekspresi wajah menjadi imut.


Dan itu tidak mempan di aku, sudah terbiasa sih Daddy begini jika ada maunya.


Dret


Dret


Aku lihat ada telpon masuk, siapa ya? pakai acara Vidio call lagi.


Setelah aku scroll ke atas ternyata Anka, anak tampan yang aku idam-idamkan akan sama persis seperti anakku jika dia lahir laki-laki nanti.


🤳 "Hay.. Anka, adik kakak yang paling tampan. Kenapa belum tidur?" tanyaku sambil Vidio call.


🤳 "Tentu saja boleh dong adik kakak yang tampan, besok kakak jemput atau kakak Ezra yang jemput." Aku memberi penawaran pada Anka.


🤳 "Anka sayang, sedang berbicara dengan siapa. Yuk.. tidur dulu nak." Suara mama Tasya terdengar dari kejauhan.


🤳 "Dengan kakak cantik, jangan dulu ya ma" Anka memohon pada mamanya lalu mama Tasya meraih ponsel Anka dan bicara sebentar denganku.


🤳 "Hai.. anak kesayangan mama, gimana keadaan perut kamu nak, dia gak rewel dan minta macam-macam kan?" tanya mama membuatku merasakan kehangatan dari seorang ibu.


🤳 "Tidak ma, dia sehat dan bahagia dan gak minta aneh-aneh ma!" jawabku ke mama Tasya.


Sungguh aku bahagia di perhatikan begini oleh mama, padahal di luaran sana banyak yang tidak akur antara mama mertua dan anak mantu, tapi tidak denganku dan aku harus banyak-banyak bersyukur mendapatkan curahan kasih sayang sebesar ini dari Daddy dan orang-orang sekitar Daddy.


Bahkan orang-orang kantor Daddy saja sangat peduli dan segan ke aku dan mereka tentunya baik-baik dan tidak ada kepura-puraan sama sekali terhadapku, mereka tulus.


Sedangkan Ezra wajahnya memerah saat Himalaya tanpa sengaja menyebut dengan kata-kata kakak Ezra.


Uwuw.. sudah lama tidak ada yang menyebutnya dengan sebutan kakak, sebab dari dulu tidak ada wanita yang singgah ataupun dekat dengan dirinya.

__ADS_1


"Tadi.. kesayangannya ku bilang kakak Ezra, oh.. sungguh imutnya istriku." Gumam lirih Ezra, sambil memegang kedua pipinya sendiri.


Ini adalah kali pertama sang istri menyebut kakak di depan adik laki-lakinya. Senang dan bahagia.


Kami berdua mengobrol sebentar sebab mama Tasya menyuruh untuk segera tidur sebab jam menunjukan pukul sebelas malam kurang dan sudah waktunya untuk istirahat, agar kesehatan Anka baik.


"Dad.." aku menyadarkan lamunan Daddy sambil ku kibaskan tanganku di depan wajahnya, tapi sepertinya Daddy masih berada dalam halusinasinya.


Ish.. percuma juga jika sudah begini, yang ada aku badmood lagi.


Aku memilih masuk ke kamar mandi, cuci wajah, gosok gigi dan juga membersihkan sela-sela kakiku agar tidak ada kuman yang bersarang.


Setelah aku selesai dan keluar kamar mandi.


"Eh, iya sayang. Ada apa?" Daddy baru sadar ternyata dan menatapku dari atas sampai bawah.


"Ayo sini sayang." Imbuhnya sambil menepuk ranjang di sebelahnya.


Huh.. menyebalkan sekali Daddy.


"Besok kalau gak lusa, Anka akan menginap di rumah. Bolehkan?" ku mulai percakapan secara baik-baik pada Daddy.


Sedikit susah membujuk Daddy, aku harus lemah lembut terhadapnya.


"Boleh dong, apa mama juga menginap."


"Iya sepertinya dad, sebab tadi saat bicara dengan Anka hanya bilang tidak bisa tidur dan mau menginap di rumah ini," aku tidak tau dan tadi terlupa jika mama mau menginap atau tidak.


Tapi rasanya tidak sopan jika bertanya pada mama mertua pula di tanyai menginap atau tidak, takutnya beliau berpikiran yang tidak-tidak. Walau bagaimanapun aku hanyalah anak mantu dan hati mertua bisa berubah sewaktu-waktu.


Hawatir di kita mengusir atau tidak menerima kehadirannya, padahal aku tidak ada niatan begitu jika mama mertua mau menginap.


"Oh.."


aku tatap Daddy, ko responnya cuma oh doang gak ada yang lain bahkan sekarang aku di tinggal tidur oleh Daddy.


Gak mungkin kan jika Daddy tidak rela ada orang lain menginap, kan yang menginap adiknya laki-laki sendiri dan masih kecil. Masa cemburu,kalau aku beda waktu itu sebab aku melarang adanya pelakor datang.


Apa Daddy kecewa sebab aku mengizinkan Anka menginap sedangkan dulu aku melarang Daddy untuk memberikan tumpangan menginap teman kuliah Daddy.


Awas saja jika itu alasan Daddy marah.


•

__ADS_1


Tanya dong jika ganti cover seperti ini, bagaimana ?



__ADS_2