Hot Daddy Dan Gadis Polosnya

Hot Daddy Dan Gadis Polosnya
Bab 31


__ADS_3

Yuk kirimkan dukungannya, bagi yang punya sisa vote boleh ya di luncurkan ke karya ini. Di beri bunga atau kopi juga akan di terima dengan senang hati, dukungan kalian semua adalah penyemangatku.


Terimakasih banyak ya 🥰🥰


•


Datangnya teman kuliah Ezra.


Aku diam saja percuma memberontak tetap dalam pelukan Daddy tidak bisa lepas.


Meski harus menunggu.. Himalaya tetap rela, sambil menahan kantuknya ia tetap menunggu sambil bersandar di bahu Ezra, semua yang ingin ia makan kali ini penuh perjuangan.


Himalaya menikmati makanan yang sudah tersaji setelah penuh drama untuk menyantapnya.


"Apa kamu suka sayang ?" Daddy mengusap sudut bibirku yang ternyata ada sisa kuah bakso.


Padahal tadi..


"Sayang.. jangan kebanyakan cabai, saos dan kecapnya dong.. sayang. Apa kamu tidak kasihan dengan anak kita, kalau dia nanti di dalam perut berjoget-joget sebab kepedasan?"


Aku setengah terkejut, mana ada teori begitu. Dapat kata-kata dari mana coba.


"Daddy jangan ngaco deh, mana mungkin begitu sih... Daddy ada-ada saja !" elak ku tapi memang tidak terjadi apa-apa dalam perutku.


Bayinya gak joget-joget saat aku makan pedas dan begitu banyak saos dan kecap.


"Ya sudah.. sebab anak kita yang minta Daddy nya akan turutin, lagian yang mau makan kamu kan sayang." Daddy mengusap-usap anak kita yang masih berkembang di dalam perutku.


Tukang bakso itu mendekati sepasang suami istri yang sedang bertamu di rumah nya.


"Ini ada bonus untuk calon anak kalian berdua." Memberikan bungkusan di kantong keresek.


Himalaya langsung menerimanya dengan senang hati


"Terimakasih banyak ya pak, dan maaf sudah merepotkan bapak. Baksonya enak saya suka, sekali lagi terimakasih ya pak," aku sangat berterima kasih pada bapak ini, bapak penjual bakso yang enggan di panggil nama aslinya.


Beliau sudah senang dan bangga di panggil pak bakso dari beliau awal berjualan hingga kini, sudah sekitar 35 tahun beliau jualan bakso dan selama itu pula pelanggan nya tidak pernah kecewa, pantas saja warungnya selalu ramai dan cepat habis saat jam makan siang.

__ADS_1


Ketika di dalam mobil Aan menunjukkan teleponnya yang ada panggilan Vidio.


"Pak bos." Aan menunjukkan pada Daddy dan aku bisa melihat jelas siapa yang berada di Vidio call tersebut.


🤳 "Ezra.. kenapa sih kamu dari dulu sampai sekarang cuek dan dingin denganku, apa tidak bisa memberikan sedikit harapan untuk ku?" tanya wanita itu tepat di hadapan Daddy.


Meski wajahku tidak terekspos tapi aku masih bisa melihat dengan jelas wajah wanita yang berusaha menggoda suamiku, dengan berpura-pura lemah lembut.


"Dasar parasit." Gumam ku lirih.


Ternyata berhasil Daddy langsung menatapku.


🤳 " Memang iya dan tidak ada sedikit pun harapan, sudahlah jangan membahas yang bukan-bukan. Sampai kapanpun harapan kamu dan angan-angan kamu tidak akan pernah aku wujudkan, jika tidak ada hal lain aku matikan video call nya,"


Tut


Ezra berusaha membujuk istrinya, baru juga baikan kini bertengkar lagi.


"Nih hp kamu, hp sialan. Buang sana ke laut."


Ketus Daddy pada Aan, Aan hanya bisa menebah dadanya dan berusaha sabar. Andai jika bukan gajinya yang gede bahkan fantastis pasti ogah lah berkerja dengan bos ketus arogan seperti Afzal Ezra Permadani.


"Awas saja kalau benda pipih sialan itu masih kamu bawa-bawa kerja dengan saya."


Daddy ini semena-mena dengan Aan, apa dia gak sadar jika ponselnya juga harus di buang. Sepertinya aku harus membalikkan kata-kata Daddy barusan.


"Daddy, bukannya milik Daddy juga harus di buang secepatnya ?" Aku menunjuk ponsel Daddy yang berada di kantung saku celananya.


"Benar juga, Aan ini kamu jual dan jangan lupa hancurkan SIM card nya. Oh.. ya sebelum itu foto dan Vidio yang berada di ponsel itu kamu pindahkannya ke flashdisk milik saya."


"Siap laksanakan pak bos," Aan bersemangat sekali.


Keesokan harinya.


Aan berada di bandara untuk menjemput wanita yang bernama Bella, Bella yang baru saja take off dari pesawat dan langsung mencari kopernya terlebih dahulu sebelum ia mencari orang yang akan menjemputnya pagi ini.


Ia menatap kesana kemari tapi orang yang ia cari tidak ada, yang ada hanyalah orang yang membawa selembar kertas printer yang terdapat nama dan dari negara tempat nya selama ini berkarir.

__ADS_1


"Dimana Ezra, kenapa kamu yang menjemput ku di bandara?" tanya nya dengan nada ketus


"Maaf sebelumnya, pak bos sedang sibuk!" jawabnya dingin.


Buat apa melayani wanita yang tidak penting ini, buang-buang waktu saja.


Dia pikir pekerjaan nya cuma jemput dia doang apa, lebih baik menjemput nyonya muda yang baik tutur kata dan sikapnya tidak seperti wanita yang sombongnya Naudzubillah Min Dzalik adalah Kami berlindung kepada Allah dari perkara itu atau sebagai Doa agar kita dijauhkan dari sesuatu yang kita anggap buruk.


"Sibuk apa sih dia, nikah aja belum sok-sokan sibuk. Apa dia gak kangen sama aku, padahal aku wanita tercantik yang pernah dekat dengannya, tidak seperti yang lainnya itu, genit dan ganjen."


'Kata siapa pak bos belum menikah, ada-ada saja. Haduh wanita sok kecakepan, kalau sekarang ini bertemu langsung dengan istrinya pak bos pasti langsung pingsan, kalah cantik, saing dan baik tentunya. Tidak seperti anda yang sok suci, andai aku bisa bicara begini pasti aku akan menjadi orang paling bahagia sebab memberantas wanita yang sok-sokan.' Batin Aan ngomel-ngomel.


Sedangkan di kantor, Ezra menyuapi istrinya dengan penuh cinta.


"Daddy."


"Iya sayang, ada apa?"


Daddy masih menyuapiku dengan penuh cinta, tumben begini di kantor. Sepertinya ada yang tidak beres nih dengan Daddy, oh.. ya aku hampir lupa jika hari ini wanita itu pulang dan sedang di jemput oleh Aan, awas saja kamu dad jika kamu berani main-main dengan aku. Gak peduli dimana tempatnya aku akan langsung menghabisi siapa pun yang berusaha mengusik rumah tanggaku.


"Kenapa Daddy begitu romantis padaku dad?"


Ezra mengerutkan alisnya.


"Apa tidak boleh, bukannya kita setiap hari romantis sayang!" jawabnya terkesan aneh.


"Jujur saja dad, gak usah ada yang di tutup-tutupi dad. Aku tau dan ingat jika wanita teman Daddy saat kuliah pulang kan."


Terus terang saja aku tidak mau berbasa-basi lagi, buat apa. Bukannya enak langsung pada intinya tanpa berbelit-belit bukan.


"Iya sayang, tapi Daddy sudah menyuruh Aan untuk langsung mencarikan tempat tinggal yang jauh dari rumah kita dan juga kantor, meski masih satu provinsi dengan kita. Sayang.. jangan marah apalagi mengabaikan aku ya, seumur hidupku hanya kamu wanita satu-satunya yang berharga. Bersamamu aku merasakan cinta yang luar biasa sayang,"


Daddy sengaja menggodaku.


"Tapi Daddy, bukannya gara-gara itunya Daddy yang tidak bisa tahan jika bukan aku yang membuatnya tertarik, lagian jika orang lain sepertinya tidak bisa deh berdiri tegak. Kalaupun ada pasti bukan aku yang sekarang berada di posisi begini."


Teringat sekali kemes.uman Daddy, apalagi jika di dalam kamar, pasti aku langsung di sergap oleh Daddy.

__ADS_1


•


Yuk tinggalkan like dan komen serta bintang lima ya 🥰


__ADS_2