Hot Daddy Dan Gadis Polosnya

Hot Daddy Dan Gadis Polosnya
Bab 34


__ADS_3

Membasmi kutu


Bella sudah siap bahkan berdandan cantik sekali, memakai perhiasan mahalnya dan tak lupa parfum untuk memikat laki-laki.


Ada banyak orang yang terpana melihat kecantikan yang dimiliki oleh Bella dan membuat Bella semakin sombong dan besar kepala.


'Aku memang cantik, kalian saja yang bodo* gak merawat diri dan memanfaaatkan uang orang yang kehausan belain kasih sayang saat malam.'


Batin Bella dengan bangga, padahal jika mereka tau pekerjaan sampingan mu selama ini pasti mereka anak ilfil melihatnya.


"Aku harus tampil semaksimal mungkin, agar.. Ezra suka melihatku." Dengan berjalan manja Bella menelusuri setiap sudut penjuru ruangan kantor.


Ia terkagum-kagum dengan bangunan tersebut bahkan bibirnya hampir mengeluarkan air liurnya.


"Waw.. megah sekali bangunan ini. Jika aku jadi nyonya bukankah semua akan menjadi milikku seutuhnya," berangan-angan.


Himalaya duduk di kursi milik Ezra tapi posisinya membelakangi pintu masuk, ia ingin memberikan kejutan pada wanita yang baru pulang itu.


Sedangkan Ezra berada di ruangan Aan dan sengaja, ia juga harus waspada pada wanita lain agar istrinya tidak terluka. Ia tidak ingin Himalaya bersedih kembali.


Tadi malam..


"Hu.. hu.. hu.."


Himalaya menangis diam-diam namun tetap ketahuan oleh Ezra, setelah membeli bakso Himalaya menangis tersendu-sendu di pojokan tempat tidur.


"Sayang, ada apa?" tanya Ezra pada Himalaya.


"Daddy.. jangan menikah lagi ya!" Himalaya menengadah menatap wajah Ezra lekat-lekat.


"Jika Daddy mau menghianati hati dan cinta yang Hima punya, Hima gak akan mau bertemu dengan Daddy dan Hima memilih menikah lagi meski Daddy tidak menceraikan Hima."


Ezra terperangah.


"Ha.. coba ulangi kata-kata kamu sayang, kenapa tiba-tiba kamu bicara begitu lagi pada Daddy, harus betapa kali lagi sih Daddy bilang jika cinta dan sayangnya Daddy hanya untuk kamu seorang sayang," Ezra meraih kedua pundak Hima dan meyakinkan istrinya


"Tidak ada kata pengulangan Daddy, aku mau tidur. Capek nangis tersendu-sendu." Diiringi mematikan layar ponselnya.


Tapi Ezra penasaran ia membuka kembali ponsel milik istrinya dan melihat riwayat terakhir Himalaya sedang apa dengan ponselnya. Ternyata Himalaya sedang menonton drama rumah tangga tanpa adanya kesetiaan dari si laki-laki.


"Kayak nyindir gitu ceritanya, tapi aku loh setia bukan setiap tikungan ada. Hatiku ini hanya untuk Hima saja yang lainnya gak ada kesempatan bahkan dalam mimpi dan angan-angan"


Ezra pun sama menyusul sang istri yang sudah tertidur pulas pasca menangis tersendu-sendu barusan, ternyata cepat juga ya Himalaya tertidur setelah menangis.


Kembali ke cerita.

__ADS_1


Himalaya sudah tidak sabaran menyambut hadiah besarnya.


Suara derap sepatu terdengar nyaring, dari suaranya saja cara berjalan di sengaja gak apa adanya. Himalaya sedikit kesal mendengar suara sepatu heels yang di buat-buat manja begitu.


"Hay.. Ezra, aku pulang. Kenapa kamu tidak menjemput ku sih Ezra?"


Setiap ucapan wanita itu Himalaya ikuti sambil bergumam.


"Cih.. wanita yang berusaha menjadi jalan* saja bangga, pakai kata-kata manja lagi."


Bella merasa ada yang aneh, kenapa Ezra tidak menatap atau menyambut kedatangannya. Bukannya kemarin saat bertelepon masih baik-baik saja bahkan masih bisa di ajak bersenda gurau, tapi.. kenapa hari ini aneh bahkan semua terasa aneh.


"Ezra.. apa kamu tidak rindu denganku, sudah sepuluh tahun lebih kita tidak bertemu bukan? ayolah.. Ezra jangan main petak umpet."


Tak


Tak


Tak


"Tidak," terpaksa aku buka kartu lebih dulu, ternyata wanita ini.


"Ka--kamu, kamu siapa? kenapa duduk di ruangan Ezra calon suamiku. Pergi dari situ kamu tidak layak duduk, PERGI..." Pekiknya di akhir kalimat.


Aku hanya mengorek lubang telingaku yang sama sekali tidak gatal, kenapa wanita ini tiba-tiba histeris. Apa dia punya penyakit aneh yaitu teriak-teriak tidak jelas.


Lagian kenapa dandannya seperti nenek-nenek mau kondangan sih, tapi nenek-nenek jaman old bukan jaman now.


"Kamu bilang apa barusan? kamu menyebutku Tante. Awas.. ya ka.." hendak menamparku tapi ternyata tangan kokoh Daddy menghentikan wanita yang mulai membabi buta.


Aku sendiri gak mau dan ogah memanggil namanya, terlalu suci jika aku memanggil nama wanita yang mau berebutan denganku.


"KAMU MAU NGAPAIN HAH?" bentak Daddy pada wanita itu.


Aku hanya tersenyum devil melihat Daddy mulai beringas dan tanpa pandang bulu baik laki-laki maupun perempuan.


"Ezra.. kamu datang, lihat wanita ini."


Sambil menunjuk-nunjuk ku pula, apa haknya coba. Aku juga ingin melihat Daddy bicara terus terang pada wanita gatel ini.


"Iya.. aku sudah melihatnya, memang ada apa? apa ada yang salah dengan dia?"


Aku tau Daddy pasti tidak akan mengecewakan aku.


"Wanita ini berani-beraninya duduk di kursi kamu Ezra, kenapa kamu tidak mengusirnya?" tanya wanita yang berada di samping Daddy dengan manja.

__ADS_1


Iiuuhh.. menjijikkan, apa dia setiap hari begini merayu laki-laki sana sini. Terlihat sekali tidak tau malunya, bahkan urat malunya saja gak punya.


"Kenapa harus aku usir?"


Daddy langsung mendekati ku setelah menghempaskan tangannya dari pergelangan wanita tersebut.


"Dia ini wanita ku yang harus aku sayangi," benar-benar daddy ku.


Aku tambah cinta kamu Daddy, apalagi wanita ini wajahnya sudah mau mati. Pasti hatinya retak tidak hanya hati tapi langsung, ginjal, usus dan semua yang ada di dalam tubuhnya retak dan pecah.


"Maksud kamu? kamu ada hubungan dengan wanita ini? dasar pelakor.. kamu pelakor dan merebut Ezra dariku."


Hendak mencakar wajahku, oh.. no.. jangan kira aku tidak berani melawan wanita tidak tau malu.


PLAK


Aku geram dan langsung saja aku tampar dengan keras, ih.. tanganku terasa tebal apa jangan-jangan bedaknya yang ratusan kilo meter di wajahnya menempel.


"Kamu.."


Maem.. maem.. tuh panaskan pipi, makanya jadi orang jangan berusaha jadi jalan* kena mentalkan sekarang.


"Dasar pelakor, berani-beraninya menamparku tidak tau malu."


Masih saja menghinaku wanita tidak tau diri.


"Dasar kamu jalan* mau jadi pelakor. Langkah i aku dulu, kamu pikir aku tidak berani apa Tante. Tante.. Tante saja sok-sokan ngamuk,"


aku pancing saja sekalian, aku melihat guratan senyum bahagia di wajah Daddy. Sialan malah bahagia melihat dua wanita yang sedang bertengkar, awas saja kamu dad aku akan membuat perhitungan dengan mu nanti Daddy.


"Kamu.. aku.."


Tuh gak berani kan menatap Daddy, aku yakin Daddy memelototi dia.


"Dalam hitungan detik jika kamu tidak keluar dari kantorku kamu akan aku masukkan ke sel tahanan tanpa adanya kebebasan, PERGI."


"Kamu mengusirku Ezra? tega kamu," dia menangis dan aku justru bahagia melihatnya menangis seperti anak kecil.


Aku yakin semua orang menonton dia nangis sepanjang jalan. Ku lambaikan tangan semoga gak kembali lagi menjadi jalan* pelakor.



Gak apa-apa di bilang membagong kan, yang penting gak plagiat karya orang.


Emak senang ide dalam otak tersalurkan dan teman-teman terhibur. Terimakasih yang masih setia memberikan dukungan dan maaf ya belum bisa balas satu persatu, tapi komentar kalian emak baca ya.

__ADS_1


Beginilah emak yang sok sibuk padahal anak juga masih satu😁


Pokoknya love love sejagat raya buat semua 🥰🥰


__ADS_2