
Sebelum membaca tinggalkan like dulu ya 🥰🥰🥰
•
Penculikan yang hampir membuat salah paham.
"Kalian siapa, lepas jangan lancang pada saya. Apa kalian tidak tau saya siapa."
Aku terus saja memberontak lagian orang-orang ini siapa sih sebenarnya kenapa begitu lancang membawa ku masuk ke dalam mobil secara paksa.
"Kami semua sudah tau nona, nona adalah istri dari bos Ezra. Nona.. tolong kerja samanya nona," jawaban yang membuatku tambah curiga.
Siapa orang-orang itu kenapa mereka begitu tega menculik ku di malam-malam begini, apa dia gak mikir siap yang di culik. Jika Daddy tau aku jamin hidup satu menit saja sudah beruntung.
Sedikit demi sedikit mataku terasa berat dan sepertinya ada yang tidak beres, aku mencubit tanganku kuat-kuat agar rasa kantuk yang menerpaku hilang namun percuma saja aku tetap mengantuk dan akhirnya.
Kesadaran Hima hilang begitu saja, orang-orang yang membawa Himalaya tersenyum miring, rencananya berhasil mulus tanpa adanya perlawanan usai target mencium bau obat tidur yang tadi di usapkan di hidung secara tidak langsung itu.
📞 "Sudah beres bos, selanjutnya bagaimana ?" tanya salah seorang anak buah.
📞 "Bagus.. bagus.. bawa dia ke tempat yang sudah saya persiapkan !" jawab orang di balik telpon.
•
Himalaya bermimpi sepertinya dia sedang berada di tengah lautan luas yang tidak ada ujungnya, perlahan ia membuka mata betapa terkejutnya saat ia melihat sekelilingnya penuh dengan air, lebih tepatnya ia berada di bawah laut.
"Aku.. di tempat ini ? dengan siapa. Daddy.. kamu dimana? apa kamu mencariku Daddy ?"
Aku hanya bisa pasrah, Daddy tidak datang. Apa Daddy tidak mencariku.
Sedangkan di tempat lain seorang laki-laki dengan perawakan gagah tersenyum miring, Himalaya benar-benar tidak sadar dengan kedatangan orang itu.
Greb.
"Lepas.. siapa kamu?" tanyaku panik.
Aku takut sekarang, takut jika Daddy tidak mau menerimaku lagi. Aku harus bagaimana lagi, apa aku pukul itunya agar orang di belakang ku ini kapok.
Bugh
"Aduh.. sayang.."
Aku hanya bisa menutup mulutku sendiri, suara ini. Suara Daddy, beneran Daddy atau hanya ilusiku saja, tidak.. tidak.. aku harus memastikan ini Daddy atau tidak.
__ADS_1
"Kamu siapa? kenapa panggil-panggil aku sayang segala, kamu bukan suamiku?"
Aku harus membentengi diriku, dengan was-was aku beranikan menatap laki-laki tegap dan bertubuh sempurna tidak ada kotak enam balok di perutnya.
Sepertinya ada kejutan ini, aku harus pura-pura. Dari pantulan kaca sih tidak dapat di pungkiri jika orang yang berada di belakang ku ini aku kenali.
"Aku suami kamu sayang, apa kamu sudah lupa denganku?" tanyanya yang membuatku bertambah takut berlipat-lipat ganda, takut nih orang gak bisa kendalikan naf..sunya.
Ia melepas topeng yang sedari tadi menutupi sebagian wajahnya, meski tertutupi tapi hati ini tidak dapat berbohong jika dari postur tubuh dan wajah aku kenal sekali.
"Aku tidak punya suami seperti kamu, jangan mengaku.. ngaku suamiku!"
jawabku dengan ketus.
Sepertinya Daddy ini sedang memainkan drama baru deh, coba aku putar balikkan saja keadaannya.
Salah sendiri ngajak istri liburan tapi dengan sistem penculikan, pantas saja gak hawatir sama sekali atau bertanya aku dimana padahal ponselku saja on gak off.
"Aku.. benar-benar suami kamu sayang, apa kamu lupa kemarin kita baru resmi menikah."
Sekuat tenaga aku menahan semua gejolak di tubuhku, Daddy selalu berhasil mengontrol semuanya bahkan tau di mana titik-titik lemah ku.
"Suamiku tidak mungkin menculik, lagi pula suamiku tidak pernah melakukan hal yang begituan. Demi sesuatu menghalalkan segala cara agar tujuannya tercapai dengan mudah, sempurna dan tentunya rapi tanpa jejak sama sekali,"
"Maafkan aku sayang, aku.. ingin memberikan kamu kejutan yang sedikit ekstrim padamu sayang."
Daddy merayuku dengan sejuta pesona lagi, aku tidak bisa menolak pesona yang terpancar luar biasa. Sungguh aku tidak bisa menolak itu semua dan sayang untuk terlewatkan.
"Aku marah Daddy, jika kejadian tadi beneran ada dan aku tidak kembali ke Daddy. Bagaimana perasaan Daddy, apakah Daddy puas dan bahagia aku tidak di samping Daddy ?" tanyaku tajam.
Daddy menggeleng kuat.
"Tidak.. tidak.. jangan tinggalkan aku sayang, maafkan aku sayang. Sungguh aku sangat takut kehilangan kamu, kamu satu-satunya cahaya terang di hidupku sayang!"
Jawab Daddy jujur sekali, memang suamiku ini berubah drastis saat bersamaku tapi ketika bersama bawahannya seperti singa bertemu mangsa terlezat nya.
"Jika aku cahaya Daddy, lalu Daddy apa untuk ku."
Aku memang tidak tau cara mengombal, bagiku terkesan berlebihan namun seru juga ya.
"Kamu," Daddy membalikkan posisinya dan sekarang kami berdua benar-benar berhadapan satu sama lain.
"Tidak perlu bicara apa-apa sayang, aku hanya seorang yang tidak patut mendapatkan apa-apa. Jika nanti Hima kesayangannya Daddy pergi, akan Daddy genggaman kuat-kuat tangan dan tubuh kamu sayang, Daddy sangat takut kamu meninggalkan Daddy," sambung Daddy.
__ADS_1
Memang guratan di wajah Daddy terpancar jelas jika Daddy takut kehilanganku, tapi kenapa Daddy sebegitu takutnya kehilangan aku.
Apa aku ini benar-benar sangat berati, tapi.. kenapa selama ini Daddy diam saja. Untungnya aku tidak jatuh cinta pada laki-laki lain.
"Daddy." Aku hanya bisa menahan suaraku saja.
Daddy dengan lihai bermain-main di sana sini, putar sana sini. Aku tidak dapat mengontrolnya, sebenarnya ada rahasia apa sih yang sedang Daddy sembunyikan dariku, kenapa sampai detik ini aku tidak tau rahasia yang Daddy sembunyikan.
"Keluarkan saja sayang, tidak apa-apa, tidak ada yang mendengarnya. Meski dari sini kita bisa melihat pemandangan dari bawah laut tapi di luar tempat ini tidak bisa melihat kita dari dalam," Daddy membuatku nyaman dengan memposisikan diriku di depannya.
Sentuhan tangan Daddy tidak dapat di kondisikan lagi keberadaannya, setelah sukses melepas tali pengait bra milikku Daddy bermain-main disana salah satu tangannya di bawah bagian inti. Otomatis kan kedua kakiku terbuka lebar.
"Apakah kurang nyaman?" tanya Daddy memastikan aku nyaman atau tidaknya.
"Huh.. Daddy jangan," aku merasakan tubuhku gerogi.
Padahal sudah pernah melakukan ini dulu, Daddy sudah melakukan ini padaku saat kami berdua belum menikah.
"Akan ku buat kamu nyaman sayang." Diiringi kecupan kecil di tengkuk ku.
"Em.. iya Daddy"
Pasrah.
Makan tengah malam di bawah laut begini memang berbeda suasananya, di tambah lagi barusan kami olah raga di tempat ini. Meski banyakan Daddy yang memimpin permainan tapi tenagaku terkuras banyak,apa salahnya jika aku yang menghabiskan banyak menu yang tersedia di depanku.
"Jangan makan banyak-banyak, Daddy hawatir perutmu tidak muat." Daddy menyetop ku untuk mengambil makanan lagi.
"Tapi.. Daddy, Hima lapar dad.."
Aku akan tunjukkan pesonaku yang paripurna ini. Lagian orang naf..su makannya meningkatkan ko malah di halang-halangi, tidak bisa aku harus makan banyak sebelum Daddy menghabisi ku lagi di tempat itu.
"Tidak bisa.. jika kamu terlalu gemuk, kamu sendiri yang susah. Sebab Daddy tidak akan mengizinkan kamu turun dari tempat tidur dan hanya khusus melayani Daddy tanpa berkerja lagi dan pergi kemana-mana lagi."
"Oke.. oke.. tidak jadi makan banyak dari pada aku di hukum Daddy lagi," aku mengerucutkan bibirku.
"Nah bagus kesayangannya Daddy pintar."
Tapi tangannya itu loh ko sempat-sempatnya traveling lagi. Padahal baru juga isi tenaga sudah mau di ajak kuras-kuras tenang lagi, haduh..
•
Terimakasih banyak atas dukungannya teman-teman semua🥰🥰
__ADS_1