
Yuk like dulu sebelum membaca 🥰🥰
•
Misi mengejar kepercayaan istri tercinta.
Bella ternyata sudah berada di depan rumah Ezra, alamat yang ia peroleh dari resepsionis kantor Ezra.
"Waw.. rumah sekarang sebesar ini, sungguh tidak dapat di pungkiri keturunan Permadani semua terlahir dari orang kaya, bukankah menjadi nyonya Permadani akan menjadi kebanggaan tersendiri.
Aku bisa pamer orang-orang jika aku punya suami tajir melintir bahkan sampai tujuh turunan tujuh belokan saja gak habis-habis hartanya, aku harus segera merayu Ezra baik-baik."
Himalaya masih keliling mall yang sepi, siapa lagi jika bukan Ezra suaminya yang menyewa tempat tersebut bahkan untuk 2 hari kedepan, uang baginya tidak masalah asalkan keinginan istrinya yang sedang mengandung buah cintanya bisa bahagia, bukannya seorang ibu yang sedang hamil perlu bahagia dan tidak stres agar kandungannya sehat dan kuat.
"Daddy aku ingin ramai banyak pengunjung bukan sepi seperti ini dad, aku tidak mau."
Aku tidak ingin suasana tanpa satu makhluk hidup, apa begini semua orang-orang kaya yang duitnya banyak, entahlah aku memang tidak tau kehidupan orang-orang kaya.
"Baiklah, Daddy akan telpon manager mall," ternyata Daddy langsung mengeluarkan telponnya dan menelpon manager mall.
Sekitar setengah jam mal mulai berdatangan pengunjung, ini yang aku mau tapi sedikit aneh jangan bilang Daddy menyewa pembeli untuk menyenangkan hati istrinya.
Himalaya menepuk jidatnya.
"Daddy.. apa Daddy sengaja menelpon manager tadi dan menyuruh para pembeli dan pengunjung kemari?"
Ezra membelalak kan matanya.
"Sumpah.. enggak sayang, memang mall ini pusat kota dan sangat wajar jika banyak pengunjung yang datang secara bersamaan!" jawab Daddy sedikit gugub.
Ada yang tidak beres, pasti Daddy membuat sesuatu dan berulah. Ini saja sudah pukul sembilan malam, di luaran sana sudah banyak yang tutup tokonya meski masih ada beberapa yang buka sampai tengah malam.
"Iya.. aku percaya ko Daddy, jangan hawatir dad." Aku segera memilih sesuatu yang aku inginkan agar toko ini cepat di tutup saja.
Sedangkan Bella kakinya sudah kram dan sakit sebab menunggu di luar pagar tanpa ada satpam atau pun pembantu yang keluar dari rumah tersebut, para pembantu dan satpam sebenarnya sudah tau ada wanita di luar pagar tapi Ezra melarangnya masuk dengan alasan tidak penting jangan di perbolehkan masuk tanpa izin dan tanpa terkecuali.
__ADS_1
Bahkan para wartawan stasiun televisi swasta saja tidak bisa masuk dan menggali informasi pribadi keluarga Permadani.
Maka dari itu permasalahan yang ada di dalam keluarga Permadani tidak pernah terekspos sampai keluar. Termasuk kecelakaan sahabat-sahabat Ezra dan kedua orang tua kandung Ezra, bahkan cara licik nenek Anisa tidak tercium di masyarakat sekitar.
"Kita pulang yuk dad" aku ajak Daddy kembali tapi sepertinya Daddy tidak mau.
"Daddy masih ingin keliling bersamamu sayang, bukannya sudah lama kita tidak berduaan?"
Haduh.. Daddy ini padahal setiap hari lengket denganku masih bisa bilang sudah lama kita tidak berduaan.
"Oke deh!" dari pada berdebat lagi dengan Daddy.
Ezra tersenyum ternyata istrinya menuruti kehendaknya, bukannya berusaha kabur tapi ia ingin mengerjai Bella. Biarkan saja wanita ulet bulu itu capek di depan rumah dan di lihat banyak orang yang berlalu lalang, pasti sebentar lagi Bella akan pulang dan hatinya menggerutu.
Salah sendiri sudah di bilangin gak ada tempat dan harapan masih saja ngeyel jadi wanita.
"Daddy jujur saja pada Hima, apa Daddy menyembunyikan sesuatu ?"
aku berdecak pinggang sambil ku lemparkan dengan keras sabun yang ke troli yang sebenarnya tidak penting untuk di beli sekarang sebab kemarin baru membeli semua perlengkapan yang habis di rumah.
"Em.. ada Bella di rumah, em.. lebih tepatnya di depan gerbang rumah kita. Aku sengaja menyuruh semua orang yang ada untuk tidak keluar rumah dan membukakan pintu untuk Bella, biarkan saja wanita itu marah sampai jamuran sayang!" akhirnya Daddy jujur juga.
Ezra di buat terkejut lagi oleh perlakuan istri kecilnya, em.. sepertinya Ezra kecil minta aneh-aneh ini. Pasti.. tidak dapat di elak, nanti setelah keluar awas saja akan di buat perhitungan.
"Apa perkataan yang tadi belum di maafkan sayang?"
"Tanya sendiri pada anak kita, dia yang gak bisa memaafkan Daddy nya yang genit plus nakal!"
"Hey.. anak Daddy, kenapa kamu suka sekali mengerjai Daddy mu ini. Apa kamu ingin Daddy kunjungi sayang!"
Tunggu.. seperti ada kata-kata yang salah di ucapan Daddy, mengunjungi ? maksudnya mau begituan.
Plak
"Ini tempat umum Daddy, jangan bicara hal-hal mes.um di tempat begini. Kasihan telinga anak kecil yang seharusnya tidak mendengarnya."
__ADS_1
Tanganku puas setelah memukul keras pundak Daddy, meski jadi tontonan beberapa orang yang melintas di samping kami berdua.
"Daddy gak bicara mes.um um.. um..," ku bungkam mulut Daddy yang tanpa rem.
Apa Daddy tidak sadar ucapannya barusan itu sangat keras,aku yakin bakalan jadi buah bibir satu mall.
"Jangan bicara keras Daddy, memalukan." Tegas ku agar Daddy tidak bicara hal mes.um lagi, apa dia pikir dunia miliknya sendiri yang lain gak punya telinga dan mulut.
"Iya sayang Daddy salah, lain kali kalau bicara tentang mes.um di dalam kamar saja," malah di perjelas oleh Daddy, sialan Daddy ini memang memancing amarahku.
Andai aku berani sudah aku maki-maki Daddy di depan umum. Tapi.. aku sadar posisiku seorang istri yang terhormat dari keluarga Permadani.
"Daddy lihat di mall ada lubang di tanah tidak?" tanyaku ingin ku masukkan Daddy ke dalam tanah, kenapa sih semenjak menikah jadi blak-blakan soal adegan ranjang.
"Buat apa sayang ?"
"Buat menenggelamkan daddy!" aku kabur saja sebel Daddy bicara yang tidak-tidak dan asal-asalan.
Bella masih menunggu.
"Memang sialan Ezra, tau begini aku gak mau susah-susah dandan dan membeli ini. Bukannya dapat sambutan malah dapat musibah, sial.. sial..."
Bella membanting makanan yang ia bawa sedari tadi pukul 7 malam, kasihan beberapa orang melihatnya tamu tak di undang pulang pun tidak di antar.
Satpam dan penjaga di rumah yang melihat cctv semua tertawa nyaring saat wanita itu pergi dengan hati yang kesal.
"AA.. HA.. HA.. kasihan sekali, salah sendiri bertamu tanpa di undang datang. Untung saja pak bos bilang jika wanita di depan pagar itu seorang pelakor, kalau tidak pasti tadi terbujuk rayu oleh wanita itu. Iya.. cantik tapi pelakor." Ucap salah satu penjaga di rumah.
Semua ikut tertawa lagi, memang detail cctv di awasi terus agar kejadian yang tidak di harapkan kembali hadir.
Ezra yang mendapatkan kabar jika Bella sudah pergi kini tenang, tapi istrinya masih marah dan belum memaafkan dirinya dengan tulus.
'Hem.. mengejar kepercayaan istri tercinta yang marah memang sulit ya, di tambah lagi dalam keadaan bumil. Tambah.. reportnya mengejar kepercayaan lagi.'
Ezra menghela nafas, sambil mendorong troli.
__ADS_1
•
Yuk kirimkan dukungannya, terimakasih masih setia mendukung dan membaca karya Emak 🥰🥰