
WARNING 21+
Mau lewat dulu.
•
Tidak ada kata menyerah dan terlambat, misi menaklukkan hati istri.
Ezra memang suami bucin akut, jadi jika ada wanita yang ingin mendekat dirinya jangan berharap bisa mendekati nya.
Sekali jatuh cinta sulit di obati, dulu ia pernah suka dengan satu wanita saat ia duduk di bangku SMP tapi semua sudah berlalu, wanita itu memilih orang lain yaitu kakak kelasnya yang lebih tampan dan ketua OSIS tidak seperti dirinya jelek dan dekil meski ia terlahir dari keluarga kaya raya, semenjak hari itu Ezra bertekad untuk mengubah dirinya dan menjadi primadona.
Percuma punya otak cerdas tapi wajah tidak rupawan meski terlahir dari orang kaya, semua wanita akan ilfil melihat parasnya yang buruk rupa.
Himalaya yang senang mempunyai ponsel baru kini lupa dengan suaminya yang sedari tadi minta di perhatikan.
"Apa ponselmu lebih tampan dari orang yang membelikan nya sayang?" mode cemburu Ezra mulai aktif.
"Sepertinya begitu Daddy !" jawabku masih asih menscroll layar ponselku.
"Anak kita masih marah dengan Daddy-nya gara-gara Daddy memanggil mamanya dengan sebutan wanita di depan ulet bulu."
"Sepertinya begitu," aku sengaja acuh tak acuh, kesal masih menempel di otakku.
Bagaimana coba caranya agar aku tidak marah, tapi perkataan Daddy terus saja terngiang-ngiang di pikiranku, huh.. menyebalkan.
Himalaya melempar ponselnya dan ia beranjak pergi ke salah satu laci yang selama ini tidak pernah ia sentuh sama sekali. Ezra hendak menghentikannya tapi sudah terlambat, Himalaya sudah membuka laci itu dan menemukan album foto yang ukuran albumnya lumayan besar.
'Mampus.. nih aku, alasan apa coba nanti kalau di tanya-tanya. Sudahlah jika harus jujur ya tinggal jujur saja, apa susahnya jujur. Tapi.. malu, bagaimana kalau dia lihat masa kecilku?'
Batin Ezra gelisah jika istrinya ilfil melihatnya dulu yang dekil dan jelek.
"Apa ini dad? sepertinya ini album foto lama." Aku penasaran dong tentunya.
Saat ku lihat wajah Daddy menjadi pucat, apakah ini album foto yang akan membuatku terkejut sekaligus Daddy malu. Aha.. aku tidak sabaran ingin melihatnya satu persatu.
"Em.. itu,"
Aku tidak peduli alasan Daddy, aku yang terlanjur penasaran dengan tidak sopan ku buka album tersebut .
"Ha.." Aku hanya terperangah melihat isi album foto ini, ko aneh ya isinya.
"Dad.. siapa dia?" tanyaku pada salah satu foto yang berada di bagian isi yang paling utama.
Aku menunjukkan pada Daddy foto itu.
__ADS_1
"Daddy tidak tau itu siapa sayang, mungkin teman lama Daddy waktu di sekolah dulu!" alasan yang masuk akal juga.
"Benarkah, tapi.." aku sejajarkan wajah Daddy dari jauh dan foto ini, ada kemiripan.
Pantas saja saat aku melihatnya kenapa aku tidak asing dengan wajah ini, tapi di foto begitu tidak terawat tubuhnya tapi sedangkan sekarang glowing dimana-mana, bahkan sampai area milik pribadinya saja mempesona. Pasti usahanya untuk berubah sangatlah sulit ia lalui dan tempuh.
"Bukannya ini Daddy ?" ku perjelas pertanyaanku.
Ezra tertunduk.
"Iya.. itu Daddy sayang, apa kamu malu melihat Daddy yang begitu menjijikkan dan jelek?"
"Aa.. ha.. ha.., ternyata Daddy pernah seperti ini dulu. Aa.. ha.. ha.. ya ampun.. ups, maaf Daddy Hima tidak bermaksud menertawakan Daddy."
Aku mendekati Daddy yang pasti ia sangat malu ku tertawa begini, aku menggenggam tangannya dan aku berusaha menatap netranya yang mulai mengembun, Daddy menangis.
"Dad"
"Tidak apa-apa sayang, dulu memang Daddy seperti itu. Butuh waktu lama Daddy merubah tampilan secara bertahap, Daddy malu saat itu di jelekkan semua orang. Bahkan dulu Daddy pernah suka pada satu perempuan tapi dengan teganya dia menolak Daddy dan menghina Daddy di depan umum,
setelah kejadian itu Daddy bertekad merubah tampilan Daddy dan Daddy berhasil tapi itu memakan waktu yang cukup lama, setelah duduk di bangku SMA semua memandang Daddy dengan pandangan takjub dan mereka banyak yang ingin berkenalan. Tapi.. Daddy hanya tersenyum dan bicara seperlunya saja, Daddy tidak mau terluka."
Daddy menjelaskannya padaku.
Tidak seharusnya tadi aku membuka album itu dan membuka luka lama Daddy saat Daddy masih kecil dulu.
"Iya, seperti usaha Daddy mendapatkan cintanya Daddy. Meski Daddy sadar istriku ini sedang marah padaku."
"Dad... jangan di bahas lagi, sekarang yang paling penting Daddy tersenyum bahagia," aku mendorong tubuh Daddy yang mulai menghimpit ku.
"Apa tidak mau." Godanya padaku.
Aku berusaha mengelak tapi tidak bisa bergerak, aku terpojok sekarang.
"Dad.. ingat kata Dokter Cantik, tidak boleh melakukan itu dulu Daddy." Semoga gak di lakuin.
"Tapi.. setau Daddy boleh ko melakukan hubungan suami istri,"
"Ah.. dad, ja..ngan."
Aku menutup mulutku, kenapa tidak bisa di rem padahal Daddy cuma mencium leherku saja.
Ezra tersenyum devil, istrinya merespon ia tau bahwa Himalaya juga menginginkan itu.
"Daddy ingin sayang," suara Daddy sudah mulai berat.
__ADS_1
Sudahlah kali ini aku iyakan saja permintaannya, lagian aku juga rindu sentuhan Daddy.
"Daddy akan pelan-pelan sayang."
Ezra mulai mengecup kecil kedua pipi Himalaya, lalu bibir setelah puas bermain di area mulut dan bibir kini berpindah ke area leher dan selanjutnya berkelana kemana-mana bibir itu.
"Anak Daddy, sabar ya beberapa bulan lagi kita akan bertemu." Ucap Daddy tepat di depan itu.
Aku malu pada Daddy, kenapa bicaranya tidak di depan perutku melainkan di depan ... aku tidak jelaskan pasti kalian paham apa yang aku maksudkan bukan.
Himalaya membelalakkan matanya saat milik suaminya itu masuk setelah mengucap ritual sebelum melakukan hubungan suami istri.
"Dad.."
"Iya sayang, apakah sakit?"
aku menggeleng, tidak sakit aku terkejut. Meski ada sedikit rasa perih sebab sudah di permainkan sedari tadi dan tidak segera di masukkan, apalagi jari Daddy yang bermain-main terlalu lama tadi di sana.
"Pelan.. pelan.. um!"
"Siap sayang, Daddy akan pelan-pelan."
Sepertinya Daddy memasukkan itu terlalu dalam,aku hawatir dengan anak yang sedang aku kandung.
"Daddy.. jangan terlalu dalam, kasihan anak kita," ku peringatkan Daddy agar tidak memasukkan terlalu dalam.
"Iya."
Hanya itu tanggapannya.
Setelah melakukan kegiatan panas kini Himalaya berendam air hangat, tentunya dibantu Ezra.
"Daddy, aku bisa sendiri mandinya. Jika Daddy begini terus kapan aku selesai mandi dad?" aku di buat kesal lagi.
Kenapa sih Daddy begini ke aku, apa tidak bisa di kurangi sedikit volume naf.sunya.
"Nanti gak bersih!"
Seperti anak kecil saja aku ini, nanti setelah anaknya lahir pasti langsung berubah menjadi emak-emak wonder woman.
•
Up pagi nih emak, yuk kirimkan dukungannya ya agar emak semangat lagi nulisnya.
Terimakasih banyak atas dukungannya teman-teman semua 🥰🥰
__ADS_1