Hot Daddy Dan Gadis Polosnya

Hot Daddy Dan Gadis Polosnya
Bab 40


__ADS_3

Ada apa sih dengan Daddy ?


Aan masih terengah-engah di dekat mobil setelah berkeliling beberapa kali.


"Ayo jalan." Dingin dan arogan tentunya, aku hanya melirik sekilas, rasanya ingin tertawa saat Aan di hukum Daddy.


Tapi.. ya sudah jangan menertawakan orang lain, nanti di tertawakan kembali marah lagi.


"Siap pak bos," Aan langsung masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi kemudi, dia tidak memperhatikan anak kecil itu.


Padahal sedari tadi anak itu terus saja melihat ke arah Aan lalu bergantian ke arah Daddy, sebenarnya ada apa sih Daddy dan Aan. Apa mereka punya rahasia atau apa itu di anak kecil itu, mungkin.


Kepala ku bertambah pusing, jika aku terus memikirkan anak malang yang tidak bersalah. Apa salahnya sih jika anak itu di beri sedikit perhatian.


"Dad.. bolehkan Hima tanya sesuatu ?"


"Tidak, jika menyangkut anak tadi!" jawabnya acuh terhadapku.


Daddy terlalu peka jika aku ingin tau tentang anak tersebut, apa sekarang insting seorang laki-laki lebih kuat dari perempuan terhadap pasangannya ?


Apa aku salah jika aku peduli terhadap orang lain, tidak salah bukan. Tapi kenapa Daddy sepertinya menghalangi niat baikku, aku tidak ada niatan apa-apa apalagi menyakiti anak sekecil itu.


Eh.. kenapa Daddy jadi sensi begini, apa ada yang salah dari ucapanku ? sepertinya tidak deh. Aku jelas-jelas penasaran kenapa Daddy begitu menentang ku untuk mendekati anak laki-laki yang tidak bersalah di depan gerbang rumah.


"Ada apa sih dad sebenarnya, kenapa Hima tidak boleh tau tentang anak itu. Apa anak laki-laki itu adalah anak Daddy dengan wanita lain?" tanyaku pada Daddy, entah mengapa rasanya mataku mulai memanas.


Ezra mulai panik nih dengan Himalaya, istrinya sangat sensitif semenjak hamil.


Bisa gawat jika istrinya terus menerus menangis sebab terlalu banyak berpikir yang tidak-tidak, di tambah lagi keadaan kandungannya yang masih lemah.


Aan juga mulai bingung dengan nyonya bos, pakai acara nangis segala bisa-bisa kena omelan lagi dari si bos, nasib-nasib jadi bawahan Afzal Ezra Permadani.


"Hu.. hu.. hu.. Daddy pembohong, katanya Daddy pasih per.jaka saat kita pertama kali melakukan itu, mana buktinya. Ternyata cuma bualan saja agar aku mau Daddy ajak bercinta, dasar laki-laki hidung belang."


Sambil ku pukul-pukul pundaknya dan sesekali ku cubit lengan dan perut Daddy, Daddy tidak melawan ataupun mengelak.


Jadi benar yang aku pikiran sedari tadi?

__ADS_1


Himalaya melanjutkan acara nangisnya.


"Sayang.. sayang.. dengarkan Daddy sebentar sayang, Daddy bersungguh-sungguh jika saat itu pertama kali juga bagi Daddy sayang. Daddy tidak pernah main aneh-aneh sama sekali sayang," berusaha membujuk ku.


Memang dia pikir aku langsung percaya begitu, sudah cukup kata-kata manisnya yang membuat aku percaya begitu saja padamu dad.


"Daddy berbohong." Pekik ku sambil ku tolak pelukan dari Daddy.


"Daddy berkata jujur atau tidak aku juga tidak tau, aku hanya ingin Daddy bilang kenapa Daddy tidak mengizinkan aku untuk mengetahui anak itu, kenapa dad?" aku sedikit menghentakkan kaki ku, aku kesal sekali pada Daddy yang ternyata seorang pembohong.


Agar Daddy tau dan faham jika aku ingin tau, apa benar jika anak itu anak kandung Daddy, seburuk itukah Daddy di belakangku dan main gila, apa ini alasan Daddy selama ini sering pergi keluar kota bahkan sampai berhari-hari dan berminggu-minggu.


Daddy apa punya wanita lain dan yang tak lain istri pertamanya dan aku istri kedua yang akan bernasib malang dan di cap sebagai pelakor.


"Sayang, Daddy mohon kamu percayalah pada Daddy. Jika ucapan Daddy tidak bisa kamu percaya, coba tanya ke Aan dia tau semuanya sayang." Lagi-lagi meyakinkanku dan membawa Aan pula.


"Aan itu asisten Daddy, mesti dia nurut pada Daddy dan jika Daddy suruh berbohong pasti dia laksanakan bukan. Jadi.. untuk apa aku tanya pada Aan Daddy, agar sesuatu hal yang besar yang Daddy sembunyikan dari Hima tidak ketahuan begitu dad," aku mendadak merasakan perutku sedikit sakit.


Ku usap-usap dia agar tidak meronta kesakitan.


Aku masing ingin mengintrogasi papanya, apakah papanya ada main gila di belakangku tanpa sepengetahuan ku. Ku.. mohon nak tolong bantu mamamu ini sayang, mama mohon nak.


Ezra panik saat Himalaya memegang perutnya, pasti ada yang tidak beres.


"Sakit.. aw.. sakit dad.. sakit," aku tidak bisa berbohong ternyata anakku tidak bisa di ajak berkerja sama.


Ku mohon nak tolong kamu harus kuat, maafkan Mama nak.


"Aan ke rumah sakit sekarang, cepat." Perintah Ezra pada Aan.


"Siap pak bos," Aan langsung melakukan mobilnya ke rumah sakit terdekat lebih dulu untuk menyelamatkan ibu dan anak.


Saat di rumah sakit Himalaya terus memegang perutnya yang masih sakit, rasanya tidak kuat.


"Sakit dad, apa anak kita bisa selamat dad?" tanyaku pada Daddy.


"Percaya sama Daddy sayang, kamu dan anak kita sama-sama kuat. Daddy yakin kalian bisa bersama-sama sayang, sabar sayang." Daddy berusaha menghiburku.

__ADS_1


Seharusnya tadi aku gak ngeyel saat Daddy melarang ku bertanya tentang anak itu, tapi kenapa Daddy menghalangi aku untuk tau sebenarnya siapa anak itu.


Dasar menyebalkan, awas kalau aku sudah sehat kembali, akan aku buat perhitungan sudah membuat aku dan anak kita kesakitan di dalam sini.


"Iya," hanya ini saja yang bisa aku ucapkan.


Mau bagaimana lagi, terlanjur kesal sampai terlupa jika aku sedang mengandung dan kandunganku masih rentan.


Saat di periksa oleh salah satu Dokter yang berada di rumah sakit tersebut sempat di tanyain, apa pernah hal seperti ini terjadi.


Daddy langsung mengiyakan dan bahkan Daddy bercerita jika penyebab perut istrinya sakit dirinya lagi.


"Sayang.. maafkan Daddy ya."


"Sudah dad, jangan meminta maaf terus menerus. Hima yang salah tadi,"


aku sangat lega saat Dokter mengatakan jika kandungan ku tidak apa-apa, setidaknya tidak terjadi masalah yang sangat besar.


"Bukan kamu yang salah sayang, justru Daddy yang salah. Seharusnya Daddy bilang terus terang jika anak laki-laki itu.. em."


Daddy ini membuat aku penasaran, siapa anak itu. Apa jangan-jangan benar jika dia anak yang Daddy sembunyikan dariku selama ini, pantas saja Daddy begitu.


Ku tunggu kejujuran kamu dad, selama kamu tidak jujur maka Hima akan diam selama itu. Aku tidak mau menjadi wanita sekaligus istri yang polos dan bodo* seperti dulu lagi dad.


"Ku tunggu kejujuran kamu dad, Hima mengantuk dan Hima mau istirahat," aku memilih membelakangi Daddy.


Ezra memperbaiki selimut Himalaya.


"Maafkan Daddy sayang."


Masih sempat-sempatnya Daddy menciumku, dasar suami mencari kesempatan dalam kesempitan, mentang-mentang ruangan ini sepi.


β€’


Di usahakan rajin up, doakan ya teman-teman semoga emak cepat sembuh.


Untuk teman-teman semua jangan lupa jaga kesehatan ya di musim seperti sekarang πŸ₯΅πŸ₯ΆπŸ˜΅πŸ₯΄πŸ€’πŸ€§ itu yang sekarang terjadi di emak.

__ADS_1


Get well soon (semoga cepat sembuh) untuk diri sendiri dan juga teman-teman yang sedang sakit.


__ADS_2