
Sore pun tiba.
"Ee..hah..hah.." Himalaya bangun tidur dan masih mengantuk.
Ia menatap ke sana kemari, tadi perasaan masih di dalam mobil tapi ko sekarang sudah berada di kamar.
"Sayang."
Suara Daddy, aku melihat Daddy membawa nampan berisi makanan tapi ada satu yang membuatku penasaran yaitu pipi Daddy bagian kanan, ko memerah dan sepertinya habis terkena tonjokan maut.
"Dad.. kenapa pipi Daddy sebelah kanan lebam?" aku sebagai istri hawatir melihat kondisi suamiku.
Apa tadi Daddy kena pukul, tumben Daddy kalah dan wajahnya sampai lebam begini.
"Tadi kena tampar dan tonjok sayang!" jawabnya sambil meletakkan nampan berisi makanan dan susu di samping tempat tidur kami.
"Ha.." aku terheran-heran dong jadinya, tumben Daddy kalah dan tidak melawan.
"Kenapa Daddy tidak melawan dan balik menampar dan memukulnya dad ?"
'Gimana mau membalas coba, semua itu ulah kamu sendiri sayang. Haduh... istri polos ku yang manis.'
"Memangnya kamu izinkan Daddy membalasnya sayang?"
Pertanyaan apa ini dad, kenapa hal seperti ini Daddy tanyakan. Balas.. ya tinggal balas dong, masa jadi laki-laki malah begini setelah menikah.
"Iya.. Hima izinkan dad!" jawabku percaya diri.
"Tidak akan sayang, Daddy tidak akan membalasnya ." Sambil mengusap pipiku dengan lembut.
"Kalau Hima boleh tau, siapa yang berani-beraninya melukai wajah Daddy?" Sambil ku sentuh lagi wajahnya.
Daddy meringis pasti sakit wajahnya, aduh.. kasihan suamiku. Belum lagi merawat ku kini wajahnya babak belur entah siapa yang tega melukai Daddy.
"Tidak apa-apa sayang, Daddy tidak apa-apa. Lagian Daddy kuat buat apa mengeluh, ini tidak seberapa sayang!" Ezra tidak mau istrinya tau dan ia akan sedih berkepanjangan.
Tetap Ezra memikirkan keselamatan anak istrinya.
"Benarkah, tapi kenapa Daddy meringis kesakitan saat Hima sentuh?" Aku juga heran kenapa Daddy berbaik hati tidak membalasnya.
Jangan-jangan Daddy merahasiakan sesuatu dariku, apa itu menyangkut pemakaman lagi. Jika iya sebaiknya aku menyemangati Daddy dan tidak banyak tanya lagi, supaya Daddy bisa fokus membalas perbuatannya orang itu.
"Tidak apa-apa sayang, Daddy mau lihat kamu makan lebih dulu. Yuk.. makan dulu sayang, lihat anak kita tuh sepertinya nendang-nendang." Daddy berusaha mencairkan suasana.
__ADS_1
Saat aku makan terlihat Daddy sangat mencintaiku, hari seperti sekarang apa akan bertahan selamanya.
Apa diantara kami nanti akan ada pertengkaran hebat seperti pasangan lain yang ada di luaran sana, aku sudah berpikir kedepannya seperti apa jika melenceng memang ini takdir yang harus aku jalani dan pilihan yang aku pilih sendiri.
Stop.. stop.. jangan berpikiran yang tidak-tidak itu akan berdampak buruk kedepannya cukup sekarang jalani yang sudah ada dan jangan lupa tetap bersyukur dengan yang di punyai.
Bella dan Yuda sudah menjalankan misinya pelan-pelan, lagian salah Ezra sendiri yang begitu semena-mena terhadap orang lain dan juga tidak menghargai sebuah ketulusan.
Di tambah lagi Himalaya wanita idamannya di rebut hatinya bahkan yang ia dengar bahwa Ezra dan Himalaya sudah menikah beberapa bulan yang lalu.
"Sialan, aku kalah selangkah. Lebih baik mulai sekarang aku harus merencanakan rencana yang lebih matang lagi aku tidak mau rencanaku gagal." Yuda mengepalkan tangannya.
Bella melangkah meninggalkan Yuda yang terbawa emosi saat melihat Ezra dan wanita kecil centil itu memeluk lengan Ezra saat di pemakaman dan juga di taman.
"HEY.. KAMU MAU KEMANA? KEMBALI KE APARTEMEN MALAM INI." Yuda meneriaki Bella.
Bella membalikkan badannya.
"Siap, tunggu nanti malam," sambil tersenyum genit dan mengedipkan matanya.
Yuda sedikit ada respon dengan sikap nakal Bella Karisma.
Bella mengibaskan rambutnya seraya mengenakan kaca mata sebelum ia masuk mobil dan meninggalkan Yuda berada sekarang, di cafe terkenal.
"Dad.. Hima sudah kenyang." Aku mengeluh kekenyangan, padahal sebenarnya aku jijik dengan sendok satu mulut dengan Daddy.
"Bohong,baru juga tiga sendok sayang. Masa sudah kekenyangan ? lagian ibu hamil perlu asupan gizi yang seimbang agar si buah hati mendapatkan nutrisi yang baik dan cukup. Apa kamu ingin melihat anak kita tumbuh kekurangan nutrisi setelah ia lahir nanti?"
Pertanyaan Daddy ada benarnya, tapi.. mendadak aku jijik dengan bekas mulut Daddy.
"Aku gak mau satu sendok makan dengan Daddy, aku mau yang baru!" akhirnya.. unek-unek ku barusan terlontar juga ke Daddy.
"Kenapa??" Daddy terkejut.
"Kamu gak bisa-bisanya begini loh sayang, kenapa sekarang kamu tidak mau satu sendok makan dengan Daddy, apa Daddy membuat kesalahan. Daddy tidak pernah sayang berciuman dengan wanita lain, bahkan dengan kucing saja tidak pernah. Apa Daddy melakukan kesalahan yang fatal." Tanyanya panjang kali lebar.
"Bukan begitu dad, mendadak aku.. aku.. jijik," ucapku lirih dan sebenarnya aku tidak ada niatan melukai Daddy, pasti sekarang Daddy kecewa terhadapku.
Ezra kecewa dengan sikap yang di tujukan oleh istrinya, kenapa seperti ini bukannya satu sendok bergantian adalah hal yang romantis.
"Oh.. ini makanlah dulu dengan garpu, Daddy akan ambilkan sendoknya yang baru." Ucap lirih Daddy sungguh menyayat hatiku.
Sebenarnya aku tidak ada maksud begitu padanya, tapi aku sadar sikap dan ucapan ku barusan benar-benar keterlaluan untuk Daddy.
__ADS_1
"Maaf dad," ucapku saat Daddy berada di ambang pintu.
Daddy menoleh sambil tersenyum.
"Iya." Aku tau Daddy kecewa terlihat dari guratan wajahnya yang pudar rasa bahagia dan senyumnya.
Yang ada hanyalah kesedihan di wajah Daddy.
Daddy kembali ke kamar begitu cepat sedangkan aku masih berpikir yang tidak-tidak lagi, kenapa sih aku jadi pesimis begini takut ini itu.
"Sayang." Daddy meraih daguku dan ia tatap dalam-dalam mataku.
"Iya dad," air mataku sepertinya akan jatuh lagi.
"Kenapa lagi sayang?"
Aku menggeleng.
"Jangan banyak berpikir yang tidak-tidak sayang, apa kamu masih berpikir tentang sendok barusan ?"
Pertanyaan Daddy membuat tangisku pecah.
"Hua.. hu.. hu.. Daddy maaf, Hima tidak ada maksud begitu dad!" aku sesenggukan dong.
Aku terlalu berpikir yang kemungkinan besar Daddy tidak menyukaiku lagi, pikiranku selalu buruk.
"Tuh.. kan nangis lagi, sayang sudah jangan mewek terus. Apa kamu tidak kasihan dengan anak kita, dia juga ingin mamanya bahagia dan tersenyum bukan sebaliknya sayang."
Ezra menguatkan istrinya dengan pelukan, tapi tetap saja setiap bait kata ucapan yang terlontar dari mulut Ezra sangatlah tegas dan tajam.
Membuat Himalaya yang rapuh cepat sekali berpikiran jika Ezra membentaknya dengan nada terhalusnya.
"Tidak akan nangis lagi jika Daddy sudah memaafkan Hima dan kembali tersenyum dan bersikap lembut pada Hima," aku melepas dekapannya dan menatap Daddy dengan sesenggukan.
"Sudah di maafkan sayang, Daddy maklum ko jika istri kesayangannya Daddy sedang bad mood sewaktu-waktu, jadi.. kamu tenang saja sayang." Sambil mengacak-acak rambutku.
Yey.. akhirnya Daddy kembali seperti semula, jika sudah begini tandanya Daddy memaafkan aku. Terimakasih Daddy.
Himalaya kembali memeluk suaminya
•
Gimana.. gimana.. sudah sangat romantis belum?
__ADS_1
Yuk tinggalkan jejak, terimakasih banyak ya 🥰🥰