Hot Daddy Dan Gadis Polosnya

Hot Daddy Dan Gadis Polosnya
Bab 26


__ADS_3

Like nya jangan lupa ya 🥰🥰


•


Penyesalan Ezra setelah menghukum Himalaya.


"Apa boleh cancel Daddy?"


"No.. gadis kesayangannya Daddy!"


Himalaya mematung, harus apa coba kalau gak di turuti pasti ngambek lagi. Sebenarnya yang anak kecil itu siapa sih, dirinya atau dia.


Dua hari ini aku di buat kelelahan oleh Daddy, aku hampir pingsan di buatnya.


"Daddy.. air.." ucapku terbata-bata saat Daddy masih saja menyiksaku siang malam.


Dia pikir aku ini robot yang tidak ada hentinya apa, robot saja bisa berhenti kalau daya yang ia miliki habis. Apalagi aku yang manusia normal yang lemah ini.


"Buat apa coba? bukannya ini sangat menyenangkan sayang," Daddy tiba-tiba menenggak minuman di gelas.


Aku kesal pada Daddy, kenapa dia enak begitu minum yang dingin-dingin dan manis, sedangkan aku di siksa.


"Mau ini." Godanya lagi yang tidak sama sekali aku lirik, aku tentu saja sangat kesal.


Ko ada ya manusia model Daddy menyebalkan gitu.


"Mau Daddy, mana?" aku terpaksa menengadah agar Daddy mau berbelas kasih padaku.


"Lari satu putaran lagi."


Ucapnya dingin, aku hanya ternganga mendengar perkataan Daddy. Satu putaran lagi, apa dia gila?


Apa tidak lihat aku mau pingsan, rasanya tubuhku ko aneh ya . Mendadak seperti ringan dan pandanganku mulai gelap, apa jangan-jangan aku mau pingsan sekarang. Tidak-tidak aku harus kuat pasti tidak pingsan cuma latihan lari saja.


BRUGH


"HIMA."


Ezra panik bukan main melihat istrinya pingsan di tengah-tengah lapangan. Hukumannya bukan hanya di atas ranjang saja tapi juga latihan kebugaran fisik yaitu lari dan olah raga serta lainnya, yang sebelumnya belum pernah Himalaya lakukan meski sewaktu di sekolah ia juga pernah olahraga sebab ada mata pelajaran tersebut.


Himalaya tidak segera sadar, Ezra langsung membawanya ke rumah sakit dengan di bantu Aan mengemudikan mobilnya.

__ADS_1


"Kamu ini bisa gak sih Aan jadi sopir, jangan lama-lama. Apa kamu tidak lihat istriku pingsan gak mau bangun."


Bentak Ezra pada Aan yang sebenarnya tidak salah sama sekali, malah menjadi tempat Ezra marah-marah tidak jelas.


"Siap pak bos, saya yang salah. Saya akan tambah kecepatan, jika nanti kena tilang pak bos yang bayar dan ambil mobilnya sendiri di kantor polisi, ya.. pak bos..."


Aan ini memang benar-benar berani pada bos yang sudah memberikan pekerjaan yang nyaman bak di surga. Malah sekarang berani bicara begitu, di pecat nanti mohon-mohon lagi pengen balik kerja dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi, basi...


"Apa susahnya sih tinggal bilang iya," ketusnya minta ampun.


"Iya.. iya.. pak bos" tapi masih ngedumel saat bicara dan itu membuat Ezra bertambah marah.


Aan hanya bisa fokus pada kemudinya, jika bosnya marah silahkan tapi ia tidak tega melihat istri bosnya itu.


Hidupnya penuh dengan drama, dan yang membuat heran kenapa Himalaya masih mau hidup berdampingan dengan laki-laki yang membuat kedua orang tuanya terlibat kecelakaan meski tidak sepenuhnya salahnya, tapi jika bukan gara-gara ide gilanya malam kelam waktu itu pasti saat ini kedua orang tua Himalaya masih hidup dan sehat.


Selama ini Aan sudah mengusahakan untuk mencari kebenaran tentang kedua orang tua Himalaya tapi setitik saja tidak menemukan apa-apa, baik kejadian kecelakaan itu sebab apa juga tidak tau.


Sepertinya kedua orang tuanya seorang mata-mata negara yang gagal melaksanakan tugasnya dan mereka bunuh diri bersama atau di bunuh secara bersama tanpa adanya jejak sama sekali.


Setibanya di rumah sakit.


Ezra panik bukan main saat brangkar serta beberapa suster itu membawa istrinya yang tidak kunjung sadar dan masih betah pingsan, ada apa sebenarnya dengan istrinya.


Ezra bergumam sambil memukul kepala dan menyalah dirinya sendiri.


Aan sedikit jauh dari Ezra, lebih baik tidak mendekati Ezra dari pada mendapatkan omelan bosnya yang jutek itu.


Sudah galak gak ada sabarnya pula, jika sudah begini, salah kan diri sendiri sudah menghukum istrinya entah salah apa salahnya.


"Aku yakin nih.. antara pak bos dan nona Himalaya ada perjanjian di atas ranjang namun nona tidak bisa memenuhi dan di hukum berat oleh suaminya, jika pak bos begini terus aku juga siap menjadi pengantin pengganti." Aan juga bergumam sendiri.


Mungkin telinga Ezra peka sampai-sampai ia langsung menatap tajam Aan.


"Sekali lagi saya dengar kamu bicara begitu"


Ezra mengisyaratkan tangannya ke leher.


Gluk


Aan menggeleng cepat dan segera menjauh sedikit, dari pada kena amukan lagi.

__ADS_1


Setelah Dokter memeriksa Himalaya, Dokter itu keluar dari ruangan dengan ekspresi sulit di mengerti, entah berita apa yang di berikan oleh Dokter itu.


Bunyi pintu di buka terdengar sampai ke telinga Ezra dan juga Aan yang kebetulan tidak jauh dari tempat Himalaya di periksa.


"Dok bagaimana keadaan istri saya?" tanya Ezra dengan panik tentunya di iringi hawatir akan keselamatan istrinya.


Dokter tersebut meminta Ezra untuk ikut masuk ke dalam ruangan dan Dokter menjelaskan semua perihal apa yang membuat pasien yang baru saja ia periksa tersebut.


"Begini pak, istri anda kelelahan dan kurang cairan. Apa sebelum-sebelumnya istri bapak tidak minum air putih secara normal dan melakukan aktifitas yang berlebihan sehingga menyebabkan istri bapak dehidrasi berat ?" tanya Dokter perempuan bernama Cantik.


"Maaf Dok, saya kurang perhatian pada istri saya dan menyebabkan istri saya sampai seperti sekarang, semua itu murni kesalahan saya yang menghukum istri saya untuk berlari tanpa saya sadari istri saya sampai dehidrasi. Kalau saya boleh tau apa hanya dehidrasi saja yang terjadi pada istri saya Dok?"


Ezra bertanya pada Dokter itu lalu Dokter itu tersenyum.


'Pantas saja istri nya sampai begini, untung saja istrinya kuat meski dia pingsan saat di bawa kemari.' Dokter Cantik membatin.


Beberapa menit sebelum Dokter Cantik keluar dari ruangannya.


"Dok.. bolehkan saya minta satu hal?"


Himalaya sangat pucat usai bangun dari pingsannya, Dokter itu memberikan satu botol air mineral yang baru saja di buka segelnya.


"Apa bu, sebelumnya minum ini dulu Bu," di iringi senyum ramah oleh Dokter Cantik.


Himalaya mengangguk dan langsung menghabiskan air setengah botol kecil itu.


"Tolong beritahu suami saya Dok jika saya tidak sanggup melakukan hukuman, saya tau ini tidak pantas untuk di bicarakan pada Dokter. Tapi.. beberapa hari ini saya merasakan ada yang lain di tubuh saya bagian sini Dok"


Keluhan Himalaya mendapatkan senyuman hangat dari sang Dokter.


"Iya saya tau Bu, nanti saya akan bilang pada suami ibu,"


"Satu lagi Dok, bilang padanya jika sakit saya berdampak parah pada saya. Biar dia merasa bersalah dok, saya kesal sekali dengannya dok."


Permintaan Himalaya di iya iyakan saja oleh Dokter tersebut, selain itu..


•


Hayo.. Dokter Cantik mau bilang apa coba ?


Kira-kira Himalaya hamil atau tidak ya. Yuk.. nantikan kelanjutan ya🥰🥰

__ADS_1


Terimakasih atas dukungannya 🥰🥰


__ADS_2