Hot Daddy Dan Gadis Polosnya

Hot Daddy Dan Gadis Polosnya
Bab 39


__ADS_3

Yuk kirimkan dukungannya 🥰🥰


•


"Jangan di kuncir."


"Gerah dad, bukannya aku lebih cantik dengan rambut di kucir kuda?"


Sengaja ku perlihatkan leher jenjang ku pada Daddy sambil ku kebas kan sedikit rambutku agar Daddy kelimpungan.


"Iya.. cantik, tapi kamu menggoda naf.su Daddy sayang. Apa kamu ingin bermain lagi setelah permainan kita barusan?"


"Enggak!" menolak dengan cepat, aku memang sengaja kali menggoda Daddy rasanya gimana gitu saat Daddy kelimpungan.


Dasar Daddy naf.suan.


"Ko enggak sih sayang, Daddy lebih suka kamu yang dulu."


"Maksudnya ??"


"Ya.. Daddy mau kamu jadi gadis polosnya Daddy lagi, yang Daddy apa-apakan tidak memberontak dan menolak seperti sekarang sayang!" jawabnya membuatku begidik ngeri.


Separah itukah aku dulu polosnya ke Daddy ? nurut dengan perkataan Daddy sampai segitunya, berbagai pertanyaan bersarang di otak kecil ku.


Gak bakalan sampai juga otakku berpikir, pantas saja aku begitu nurut pada Daddy saat ia mengecek seluruh anggota tubuhku.


Tidak.. tidak.. meski begitu aku bukan gadis polos lagi kini, aku adalah wanita hamil yang masih polos belum ternoda hal mes.um.


Dan aku masih sama seperti dulu, polos kinyis-kinyis.


Tapi.. kalau di suguhkan dengan pemandangan begini di sertai porsi yang pas untuk ku sentuh, apa termasuk berbuat mes.um.


"Maaf Daddy, permintaan Daddy yang barusan dan harapan-harapan itu tidak mungkin Hima turuti Daddy, Hima sudah menjadi seorang istri dan juga ibu untuk anak kita. Jadi.. Hima ingin menjadi wanita berstatus istri polos bukan gadis polos kesayangannya Daddy lagi."


Tegas ku agar aku tidak di anggap gadis lagi melainkan wanita yang berstatus sebagai seorang istri.


"Oke.. Daddy percaya, sekarang gadis kesayangannya Daddy menjadi istri kesayangannya Daddy yang masih polos dan imut," mencubit kedua pipiku yang mulai gembul.


2 hari telah berlalu.


"Yakin ikut ke kantor cabang sayang?" tanya Daddy sudah berulang kali semenjak aku memutuskan untuk ikut dengannya.


"Daddy tidak percaya aku kuat, lagian ya dad.. bukannya beberapa hari aku kuat melawan Daddy," aku tetap bersih kukuh untuk ikut.

__ADS_1


Rasanya tidak rela, kemana-mana uler tua itu ikut terus. Apa dia gak punya suami atau pacar sehingga mengejar-ngejar suami orang, ingin aku tampar tapi sepertinya waktu belum tepat.


"Itu beda sayang.. bukannya kamu mengeluh sakit.. sakit.. dad.. jangan keras-keras, kasihan anak kita?" Daddy blak-blakan sekali soal ini.


Dan tak lupa Daddy meniru gaya bicaraku yang katanya kayak panci yang rusak lalu di gesek dengan sendok.


Nyaring di telinga.


Dasar ya aki-aki, sudah pasti menyandang status kakek kalau dia nikah muda dari dulu. Sayangnya perjaka nya lepas masih baru beberapa bulan yang lalu, itu pun setelah kami menikah.


Aku sendiri sih benar-benar kagum pada Daddy, meski sikapnya padaku begitu mes.um tapi dia gak berani menyentuh tanpa izin pemiliknya, pasti Daddy menjomblo seumur hidupnya itu gara-gara nungguin jodoh kali ya, jodoh yang mau menerima segala tentang dirinya tanpa peduli tanggapan orang lain.


Dan jatuhnya ke aku jodohnya, semoga jodoh dunia akhirat.


"Daddy jangan blak-blakan kenapa, malu.. ada nyamuk yang lewat !"


"Biarkan saja, biar mereka pada iri dengan keromantisan kita berdua." Timpal Daddy.


"Hem.. ayo berangkat dad, nanti keburu siang dan panas," ajak ku pada Daddy agar Daddy segera mengakhiri drama mes.um nya pagi hari.


"Tapi sayang.. Daddy masih mau bermesra-mesraan dengan kamu sayang, masih kurang" manjanya padaku.


"Bilang saja itu hanya alasan Daddy saja, bilang kalau Hima di larang ikut ke sana dengan alasan kandungan Hima kasihan baby nya nanti sakit." Ku keluarkan saja unek-unek ku pada Daddy, lama-lama gemes juga pada suamiku satu ini.


Terlalu dini ia melihat perdebatan pagi kedua suami istri tersebut, takut kebanyakan ilmu rumah tangga yang mes.um.


"Maaf pak bos dan nyonya bos, ini jadi berangkat sekarang atau tidak ya pak bos?" Aan memberanikan diri bertanya.


"Kamu ini.. mengganggu kemesraan saya dengan istri saya, sana.. sana.. pergi yang jauh jangan dekat-dekat." Usirnya pada Aan.


"Tapi pak bos, jika saya tidak mengingatkan pak bos saya di salahkan lagi. Saya.. tidak mau pak bos dan saya terus terang saja saya tidak mau gaji saya di potong lagi, saya butuh holiday dengan kekasih saya pak bos," Aan memang cari mati kali ini.


Kenapa bisa-bisanya dia bicara panjang kali lebar dan seberani itu pada Daddy, coba aku lihat sekeras apa rahang Daddy.


Tuh.. kan rahangnya sudah mengeras, kali ini aku yang bakalan kesusahan membujuk Daddy dan ujung-ujungnya aku di ajak Daddy bermain lagi, huh.. dasar Aan ini. Cari masalah ngajak-ngajak orang lain pula, menyebalkan sekali.


"Aan.. jika kamu berani bicara lagi, bukan hanya gaji kamu yang saya potong tapi mulut kamu juga. " Gertaknya pada Aan dengan nada bicara di tekan.


Aan mundur, ternyata bos nya masih sama seperti dulu gak ada perubahan sama sekali meski sudah menikah.


"Ampuni saya pak bos, saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi hari ini pak bos," Aan bersimpuh di kaki Daddy.


Daddy tersenyum dengan sikap konyol Aan, wah.. ada yang tidak beres ini, apa jangan-jangan Daddy ngerjain Aan lagi.

__ADS_1


Jahil banget sekarang Daddy.


"Baik.. dengan satu syarat."


Aku hanya diam melihat drama Daddy, pasti sebentar lagi akan ada sesuatu yang mengejutkan dari Daddy.


"Apapun syarat nya saya siap pak bos," Aan langsung berdiri di samping Daddy dan ia menunggu syaratnya apa dari Daddy.


"Lari keliling taman, setelah selesai hukumannya baru kamu mengantar kami berdua." Berjalan dengan sombong di depan Aan sambil menggandeng tanganku, takut aku kabur.


"Siap laksanakan pak bos," Aan ini malah menuruti Daddy, padahal Daddy hanya ngerjain kamu doang Aan.


Maafkan aku yang tega tidak bilang Aan, jika bukan begini untuk mengalihkan perhatian Daddy padaku, agar Daddy gak ngelanjutin bicara tentang cinta-cintaan yang berakhir ke drama mes.um nya lagi, aku capek. Maka dari itu sekali lagi maaf Aan bukan sengaja tapi memang aku sengaja kamu di hukum Daddy.


"Sayang lihat itu." Daddy menunjuk apa sih, aku yang penasaran langsung melihat ke arah tersebut.


Ternyata ada seorang anak kecil laki-laki yang sedang berada di balik pagar itu, anak siapa itu? aku ingin mendekat tapi cekalan tangan Daddy sangat erat.


"Jangan sayang."


"Kenapa dad?"


"Jangan," sambil menggelengkan kepalanya.


Kenapa sih Daddy menghalangi aku untuk pergi menemui anak kecil itu, apa salahnya dengan. anak kecil tersebut. Lagian dia terlihat imut dan sangat menggemaskan sekali, aku ingin mendekati dia.


"Pokoknya jangan sayang, apa kamu tidak lihat itu." Daddy menunjuk tubuh anak itu.


Aku memang melihatnya dengan jelas tubuh anak itu, maka dari itu aku ingin melihat dan mendekatinya.


"Maka dari itu Daddy tercintaku, ayo kita kesana dan melihat anak itu dari dekat dad," ajakku pada Daddy yang masih bersih kukuh untuk tidak.


Kenapa dengan Daddy ?


Setelah melihat anak kecil itu dia jadi begini, aneh. Seperti ada yang di tutupi lagi dariku, awas saja dad jika dia anak kamu, masa iya sih anaknya Daddy.


Dia masih kecil sekitar umur lima sampai enam tahun, entahlah yang jelas aku tidak bisa menolong anak tersebut.


•


Maaf sebelumnya kenapa up nya tidak rajin, sebab emak sakit di tambah tugas anak daring terus di rumah.


Di mohon tinggalkan dukungannya ya teman-teman 🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2