Hot Daddy Dan Gadis Polosnya

Hot Daddy Dan Gadis Polosnya
Bab 33


__ADS_3

"Dad.. dy.. em.."


Ezra merasa sangat bangga, ternyata istrinya merespon dan menginginkan lebih tapi bukan Ezra namanya jika tidak mengerjai istrinya.


Aku mendorong keras tubuh Daddy.


"Jangan coba-coba merayuku dengan ini dad," sambil ku tunjukkan bibirku yang sedikit bengkak.


"Daddy gak merayu sayang, Daddy cuma mencicipi rasa ini. Ternyata enak ya rasa coklat di bibir kamu sayang."


Ezra benar-benar bucin pada istrinya, dulu ia tidak pernah ingin begini terlalu cinta takut terluka. Ternyata setelah mencintai seseorang seperti ini rasanya, cinta itu buta dan tidak bisa di kendalikan sama sekali.


Jadi.. jangan salahkan cinta, tapi salahkan kamu sendiri. Sebab mencintai dan kamu tidak melihat letak cinta pada siapa.


"Basi.. dad, perasaan setiap hari dan setiap waktu mencicipi," ku putar bola mataku dengan malas.


Memang ya hawa orang berbadan dua dan tidak itu berbeda sering sensi marah-marah, padahal aku sebenarnya tidak ingin marah-marah entahlah saat bicara dengan Daddy ingin terus ngajak Daddy berantem.


"Sayang.. minta itu gak bolehkan ?" menunjuk area selangkan9an ku.


"No.. untuk sekarang Daddy, apa Daddy tidak kasihan dengan anak kita. Jika ibunya tidak apa-apa, tapi.. anak kita masih rentan Daddy !" aku menyilangkan tanganku.


"Baiklah sayang.."


Dalam hati Ezra tidak pernah terbesit untuk mendua meski banyak rekan-rekan bisnisnya yang suka bermain wanita dan melukai istri dan anaknya dengan dia mendua dan memilih selingkuhannya, tapi Ezra tidak mau. Dia ingin seperti almarhum kedua orang tuanya yang setia sampai mau memisahkan.


"Kenapa daddy diam, apa Daddy sedang memikirkan sesuatu untuk menduakan Hima?" tanyaku penuh curiga.


Aku ingin sekali menampar mulutku sendiri, kenapa bertanya yang tidak-tidak. Apa kamu ingin suamimu mendua dan memilih wanita barunya dari pada kamu yang sudah lama menemani dia, enggak kan. Maka dari itu jangan bertanya yang tidak-tidak jika suami setia dan boleh curiga jika kelakuannya mencurigakan.


Ezra menggeleng.


"Satu saja sudah memuaskan Daddy, untuk apa cari yang baru lagi sayang!"


Ezra ingin menerkam istrinya yang sedari tadi curiga terus, sial gara-gara Bella pulang ke negara ini menjadikan diri ini dan sang istri selalu berdebat, apalagi dia sedang berbadan dua dan kandungannya rentan sebab usia masih muda kandungannya.


"Maaf Daddy, maaf.. Hima tidak bermaksud berkata seperti itu Daddy. Cuma tiba-tiba saja Hima ingin mengeluarkan keresahan hati Hima Daddy." Aku tertunduk sedih.


Ingin menangis dan mata ini rasanya sudah memanas pasti sebentar lagi akan tumpah air mataku, jangan.. nangis dong Hima.. jangan nangis oke.

__ADS_1


Tes


Tes


Tes


"Sayang.. jangan menangis ya, Daddy tidak apa-apa ko kamu tanyain seperti itu gak apa-apa. Asal kamu tau sayang, Daddy sayang dan cintanya ke kamu tiada tara sayang. Asal kamu tau Daddy selalu mengharap kamu juga mencintai Daddy sama besarnya dengan Daddy , lalu kita berdua sama-sama memupuk rasa cinta kita menjadi abadi sampai nanti sayang,"


panjang lebar Daddy menjelaskannya padaku.


Di tempat lain, lebih tepatnya apartemen Bella.


"Sial.. kenapa sih nomor Ezra gak bisa di hubungi lewat telpon dan video call, apa jangan-jangan ia sengaja memblokir nomorku. Tapi.. jika di blokir kenapa masih bisa menerima pesanku, ada yang tidak beres.


Sepertinya ia sudah mengganti nomornya,aku harus hubungi siapa coba untuk menelpon Ezra. Oh.. ya bukannya ada Aan, pasti dia mau membantuku untuk menghubungkan aku dengan Ezra, coba aku telpon dan aku rayu deh dia."


Bella memang resek sekali, andai dia tahu jika Aan lebih licik dari Ezra bakalan mampus kamu. Semoga Himalaya tidak tau jika tau pasti dia ada rencana sendiri untuk memberantas kutu kupret seperti Bella, bahkan daki saja bisa hilang dan musnah.


Tapi jika orang seperti Bella lebih sulit menghilangkan nya dari pada daki dan kotoran di baju.


Tuing


Aan menatap ponselnya dan hari ini kebetulan ia masih berada di kantor dan tidak berani mengetuk pintu kantor sebab ada 2 insan yang pasti sedang memadu kasih lagi, terlihat beberapa hari yang lalu sebelum Ezra dan Himalaya sama-sama full naked, ia hampir membuat kedua matanya buta permanen.


Tapi..


Ia ada ide licik, sepertinya harus menggunakan jasa pelayanan hotel terbaik di kota ini deh untuk membuat Bella kapok tapi.. nunggu rencana pak bos dulu deh.


Sedangkan Bella mulai gelisah, kenapa tidak segera di balas padahal sudah di lihat dan di baca, atau jangan-jangan cuma di read doang tanpa di balas.


"Huh.. menyebalkan sekali, kenapa sih Ezra begini ke aku. Apa aku datang terlambat dan hatinya sudah beku dan tidak mau membuka hati lagi untuk wanita, atau jangan-jangan dia sudah berbelok arah. Tidak.. jangan sampai Ezra berbelok arah ke arah, pohon pisang yang biasanya menggunakan kata-kata salam dari Binjai?"


Bella curiga mu tidak benar, jika Himalaya tau kamu bisa di bejek-bejek jadi perkedel kentang.


Tok


Tok


Tok

__ADS_1


Pada akhirnya Aan mengetuk pintu.


Ezra mendengus kesal dirinya hampir berhasil membuat Himalaya kelepek-kelepek dan minta di puaskan sekarang.


"Masuk, ganggu saja kamu ini. Apa tidak ada pekerjaan lain selain ganggu saya?" menatap tajam Aan.


"Daddy... jangan begitu, pasti ada yang penting yang hendak di sampaikan oleh Aan," aku harus menenangkan daddy sebelum kaca ruangannya pecah lagi, sayang buang-buang uang lagi.


"Benar kata nyonya Hima, ini ada pesan singkat dari Bella pak bos. Dia hendak kemari dan ingin telpon dengan pak bos sekarang juga pak" Aan memberikan ponsel itu dan langsung di serobot oleh Daddy.


"Oh.. biarkan saja, saya juga ingin lihat seberapa berani dia menginjakkan kaki di kantor ini." Tantang Daddy begitu yakin.


Tapi sepertinya nanti setelah bertatap muka pasti berbeda dengan yang sekarang ia ucapkan, seperti siput yang di sentuh bagian tubuhnya yang lunak.


"Jadi pesan ini?" Aan bingung harus bagaimana ini, iya atau tidak sih jawabannya.


"Balas saja!" dingin dan mendominasi.


Aan mengangguk ia langsung menerima ponselnya kembali dan langsung kabur dari ruangan itu dan tak lupa ia menutupnya dengan hati-hati.


Bella senang bukan main saat ada balasan dari Aan asisten Ezra, ia segera bersiap-siap ke salon untuk persiapan hari ini mengunjungi kantor Ezra.


"Akhirnya.. hari yang aku nanti-nanti sudah datang di depan mata, aku sudah tidak sabaran jika Ezra jatuh hati padaku pada pandangan pertama. Aku ingin menunjukkan pada dunia bahwa aku adalah wanita satu-satunya yang bisa menaklukkan hati Afzal Ezra Permadani pemilik perusahaan Permadani."


Dengan bangga ia membanggakan diri sendiri.


Himalaya sedikit menjauh dari Ezra.


"Kenapa duduknya jauh sekali sayang?"


"Tidak apa-apa, cuma rasanya tidak sabaran menjemput tamu tak di undang pulang di usir dari sini!"


Himalaya kalau sudah marah menakutkan sekali.


"Iya sayang, tapi jangan sampai kamu dan bayi kita kenapa-kenapa oke."


Ezra ternyata mendukung 100 persen tanpa alasan.


__ADS_1


Emak nulis di usahakan 1000 kata lebih, kalau untuk 2000 belum bisa. Sebab emak masih pontang-panting bagi waktu ya.


Yuk kirimkan dukungannya agar karya emak semakin banyak yang kenal, terimakasih banyak kka 🥰🥰


__ADS_2