
Mama Tasya dan Anka membawa sesuatu saat kemari, sebab kata pembantu yang berada di dapur tadi begitu sih bilangnya.
Kenapa pakai repot-repot segala, sebenarnya aku tidak ingin merepotkan orang tua juga.
Degh
Eh.. kenapa ada makhluk astral di sini ? pakai gaya lemah lembut lagi, haduh.. kemarin-kemarin gagal masuk rumah dan sekarang memanfaatkan mama Tasya apa ini siasat terbaru seorang pelakor yang mendekati mamanya lebih dulu baru anaknya.
"Ma" Daddy menggenggam tanganku agar aku bisa, oh.. ya pelakor ini kan belum tau status ku dengan Daddy jangan-jangan berusaha mendekati dan merayu mama dengan seribu macam.
Semoga mama berpihak pada ku, sungguh aku tidak siap dan tidak akan pernah siap kehilanganku Daddy. Aku juga ingin pernikahanku berkala normal tanpa adanya sang pengganggu ulung.
"Ka-- kalian???" panik dong Bella saat tau pagi-pagi begini sudah ada Himalaya di rumah Ezra.
Kenapa Yuda membisu dan tidak bilang apa-apa jika Ezra dan Himalaya punya hubungan sejauh ini ?
"Bella.. perkenalkan dia Himalaya istrinya Ezra." Tiba-tiba saja mama memperkenalkan aku sebagai istrinya Daddy.
Dasar punya suami yang kurang peka, dulu saja ketemu nih perempuan ulet aja bilang cuma wanitaku.
Tidak seperti mama yang berterus terang.
"Kalian sudah menikah, pasti bohong. Ezra.. apa itu benar?" masih saja tidak percaya.
"Iya, benar. Dia istriku, istri kesayanganku. Kalau sudah tau, silahkan keluar dari sini dan pintu rumah tidak jauh dari tempat dudukmu Bella!" jawab dingin Ezra.
Bella marah dan mengepalkan tangannya.
"EZRA JAHAT." Bella berlari sambil mengusap sesuatu di wajahnya.
Entah air mata sungguhan atau bohongan semata, yang jelas ini kali pertama aku panggil namanya namun tidak untuk nanti-nanti.
Wanita itu tak pantas di sebut namanya, apa matanya buta sampai sekarang tidak bisa membedakan antara laki-laki singel sampai laki-laki beristri.
Pasti kelamaan di luar negri, hi.. tiba-tiba aku merasa sedikit jijik bukan sedikit tapi mengembang pesat jijik ku padanya.
Pandang Daddy tak lepas dari arah pintu, apa Daddy menyesal setelah bilang begitu padanya. Tapi detik berikutnya dia tersenyum sedikit, aku bisa melihat itu dad aku cemburu ada wanita yang bukan siapa-siapa nya Daddy tapi masih saja Daddy pikirkan.
__ADS_1
Apa Daddy ada benih-benih cinta tanpa ia sadari, aku tau itu. Bukannya usai Daddy memasuki kawasan puber kedua, au.. ah aku pusing.
Mama Tasya menepuk lenganku pelan.
"Nak.. Hima, kenapa? sedari tadi mama perhatikan sepertinya ada yang kamu pikirkan. Kenapa?" pertanyaan mama Tasya membuat Daddy seketika menatapku.
"Aku tidak apa-apa ko' ma, oh ya ma kenapa tadi mama bisa barengan dengan wanita itu?" tanyaku sekedar basa-basi, aku malas sekali menanyakan tentang wanita yang hobinya jadi pelakor.
Mama hendak menjawab tapi Daddy memotong cerita mama, hais.. jadi tanya lagi pada mama.
"Sayang." Daddy mendadak langsung menyahut padahal tadi-tadi enggak tuh.
Baru sadar kah jika istrinya ada di tempat tidak jauh dari dirinya.
"Kamu tidak apa-apa kan?" pertanyaan apa ini dad, common dad buat apa bertanya sesuatu yang jelas-jelas tidak ada apa-apa pada diriku. Ngaco Daddy ini.
"Memangnya aku kenapa dad?" aku tuding saja Daddy.
"Em.. Daddy pikir kamu jatuh atau perut kamu sakit sayang!" jawabnya tidak masuk di akal.
Iya aku sakit, bukan gara-gara jatuh atau pun perut aku saki. Tapi hati aku yang sakit sebab ulah Daddy yang seperti itu padaku.
Haih.. aku jadi baperan gini sekarang.
"Sudah.. sudah.. kalian jangan bertengkar begini, mama yang salah tadi. Kalau tadi mama tau dia hanya pura-pura terjatuh waktu di depan pintu gerbang mama tidak akan mengizinkan wanita itu, dan ternyata hanya seorang yang hendak merebut suami orang." Pernyataan Mama membuatku terkejut.
Mama Tasya meraih tanganku dan mengajak ku untuk duduk di sampingnya dan mengabaikan Anka dan Daddy.
Wanita itu ada di depan gerbang dan pura-pura jatuh, kenapa trik wanita pelakor seperti wanita itu sangat murahan sekali pasti terlalu banyak lihat sinetron yang trik pelakor nya sama dari waktu ke waktu.
Apa tidak bisa sedikit elegan untuk menjadi pelakor yang baik, pantas saja sampai usianya hampir kepala empat tidak menikah.
Ini sih hobinya rebut milik orang, apa nanti gak malu saat nikah atau punya anak di cap pelakor dan anak yang menanggung malu.
"Mama sungguh tidak tau Ezra.. Hima.. maafkan mama ya."
"Tidak apa-apa ma, jika bukan gara-gara mama suamiku yang kurang peka ini gak akan bilang jujur jika aku istrinya ma," pancingku sambil ku lirik Daddy yang wajahnya sudah panik setengah mati.
__ADS_1
"Daddy tidak bermaksud begitu, Daddy cuma.." Daddy menggantung ucapannya.
"Ezra.. apa benar itu nak?" Mama Tasya menatap Daddy ia sepertinya kecewa entah benar atau tidak tapi terlihat di mimik wajahnya.
"Maaf ma, tapi Ezra benar-benar tidak bermaksud begitu. Ezra tidak tau jika kecerobohan Ezra sendiri berakibat sampai begini ma, tapi sungguh Ezra sudah ada rencana untuk mengungkapkan identitas Himalaya jika dia adalah istriku ma!" Daddy ini memang pandai main drama.
Aku tau dia gak mau rahasianya sampai terbongkar kemana-mana, dan malu mengenalkan aku pada temannya dulu sewaktu kuliah.
Sebegitu tidak pantasnya aku kah bersanding denganmu dad, sampai-sampai kamu malu dan enggan mengenalkan aku pada teman-teman mu kecuali karyawan kantormu.
"Jadi.. wanita tadi itu barusan tau identitas Himalaya jika dia istrimu?" tanya mama Tasya pada Daddy.
Ezra mengangguk cepat berkali-kali.
Sungguh mama Tasya sangat mempengaruhi dirinya, mungkin rindu dengan mama kandungnya yang membuat dirinya begini.
Tapi aku tidak boleh lemah, bisa jadi Daddy hanya takut mama kembaran mamanya pergi dari hidupnya.
"Iya ma, ma.. tolong ma tolong Ezra bilangin ke Hima jika Ezra tidak ada maksud untuk begitu ma, Ezra benar-benar mencintai dan menyayanginya dengan tulus ma." Merengek layaknya anak kecil.
Padahal aku masih berada di sampingnya, apa sih maksudnya Daddy.
Aku gak paham loh benar gak paham dengan alur ceritanya, jika mau ada pelakor menang dan kuat gak bisa. Aku akan lawan sampai titik darah penghabisan, lagian ngapain juga bersikap baik dan lemah lembut terhadap pelakor yang gak punya urat malu.
"Dad.. Daddy tidak melupakan aku kan?" tanyaku pada Daddy.
Daddy terkejut, apa pura-pura terkejut.
Mama Tasya hanya tersenyum mendengar pertengkaran anak-anaknya.
"Sayang, aku tida pernah melupakanmu walaupun hanya sedikit. Percayalah pada suamimu ini sayang!"
Daddy hendak meraih tanganku dan aku menarik cepat, sial sekali pagi ku hari ini. Sudah ketemu makhluk astral yang pura-pura tertindas sekarang malah Daddy membuatku kesal.
Ia pikir aku tuli apa gak dengar dan gak merasakan jika suaminya berubah. Semua wanita akan tau kali, jika suaminya ada apa-apa mungkin karena ini setiap anak yang lahir ke dunia melalui rahim seorang wanita jika tidak entahlah apa yang terjadi.
•
__ADS_1
Note : Tidak ada unsur menyudutkan karya siapapun, harap di pahami dan di mengerti. Terimakasih sudah mampir dan mendukung 🥰🥰