
Daddy melambaikan tangannya di depan wajahku berkali-kali agar aku tersadar dari lamunanku.
"Ada apa daddy?" aku menatap Daddy.
"Ngelamun nin apa? bukannya yang seharusnya melamun itu Daddy!" sambil bercanda.
"Benar juga ya, kenapa tidak Daddy coba saja untuk melamun. Enak loh Daddy melamun dan memikirkan kejadian-kejadian masa lalu." Aku tidak sengaja bicara seperti ini pada Daddy
ngecek saja apakah Daddy gugup atau biasa-biasa saja. Ternyata Daddy santai.
"Buat apa melamun, yang lalu biarlah berlalu. Daddy tidak suka mengenang masa lalu yang begitu rumit"
"kenapa? apa masalahnya, jika masa lalu sedikit di ingat?" aku pancing Daddy.
Tapi sepertinya Daddy tidak mudah terpancing sama sekali.
"Buat apa!" Daddy terlihat termenung sekarang tapi secepat kilat berubah biasa-biasa saja bahkan ia mulai membuka laptopnya kembali dan mengetik sesuatu di keyboardnya.
Padahal jaman sekarang banyak yang canggih tapi Daddy masih setia dengan laptopnya itu, bahkan aku saja tidak boleh menyentuh nya buat aku penasaran saja isinya apa itu.
"Oh ya Hima sayang, besok Daddy ada pekerjaan di luar kota mungkin satu atau dua hari Daddy tidak akan pulang. Kamu baik-baik di rumah ya." Sambil mengacak-acak rambutku.
"Iya Daddy, apa Hima gak di ajak Daddy. Katanya Hima jadi sekretaris pribadi Daddy?" tanyaku sambil ku monyong kan bibirku.
"Sebab kali ini pekerjaannya bukan pekerjaan kantor Hima sayang, nanti kamu berkerja dengan wakil Daddy ya!" jawabnya aneh.
Aku iyakan saja lagian cuma sebentar saja di tinggal Daddy, kemana sih Daddy pergi akhir-akhir ini sering sekali berpamitan ke luar kota bahkan Aan juga ikut sepertinya memang ada yang tidak beres dengan Daddy.
Hah.. sudahlah di pikir-pikir otakku bisa ngebul kayak dapur yang masih menggunakan kayu bakar untuk perapiannya.
"Iya.. Daddy, hati-hati di jalan ya." Aku senyum in aja senyum yang paling manis.
"Saat berkerja dan juga di rumah jangan nakal, oke," sambil mengacak-acak rambutku.
Aku harus memperbaiki tatanan rambut.
"Iya Daddy" lagi pula aku mana berani berbuat aneh-aneh.
Semua kehidupanku saja di kendalikan.
Sedangkan Ezra berpikir jernih, ia harus bergerak cepat. Sepertinya gadis kesayangannya itu mulai curiga sedikit demi sedikit, jika tidak semuanya akan kacau balau bukan.
__ADS_1
Rasanya hampa tanpa Daddy.
Sudah 3 hari berlalu Daddy tidak kunjung kembali, gimana kabar Daddy? apa dia sudah makan dengan baik selama tiga hari ini.
Di rumah hanya di temani pembantu dan penjaga, sengaja tidak aku sebutkan satu-persatu namanya mereka terlalu banyak yang berkerja di rumah ini.
"Nona.. Hima, silahkan dimakan dulu sarapannya." Ucap salah satu pramusaji yang berada di rumah.
Daddy memang sengaja menyewa beberapa orang untuk berkerja di rumah sampai daddy pulang, Daddy memang sudah mempersiapkan semuanya dari mulai aku bangun tidur sampai aku tidur lagi. Tapi sudah tiga hari berlalu Daddy tidak pulang dan selama itu pula Daddy tidak memberikan aku kabar sama sekali, apa dia tidak rindu gadis kesayangannya.
"Iya.. terimakasih ya," aku harus ramah tamah dengan semua orang.
Aku harus mencari banyak pendukung dan pelindung untuk aku sendiri, mengantisipasi sesuatu hal yang di luar prediksi ku terjadi.
Belum tentu sekarang mereka baik tapi ternyata tidak, bukan berniat su'udzon dengan mereka hanya waspada.
Di tempat lain
Ezra termenung di salah satu villa tepi pantai, selama 3 hari ini ia tidak berkerja dan tidak melakukan apa-apa, yang ia pikirkan perasaan Hima bagaimana, jika dia tau kenyataan yang sebenarnya bahwa diri ini tidak sebaik apa yang Hima pikirkan.
"Pak bos.. ini dokumennya." Aan memberikan dokumen itu pada Ezra.
Ezra mengangguk.
"Sial... andai malam itu.."
Flash back 10 tahun yang lalu.
"Hey.. bagaimana jika kita balapan, siapa yang menang dapat mobil sport keluaran terbaru tahun ini." Tantang Ezra pada teman-teman nya satu gengnya.
"Oke..
Saat di tengah perjalanan di daerah cukup rimbun dengan tanaman-tanaman sebab daerah memasuki area hutan. Mobil Ezra yang kebetulan ada cctv nya merekam semua kejadian yang ada dan Ezra dapat sesukanya mengambil Vidio yang ia suka dan tidak untuk di simpan.
CCCIIIITTT
Ezra tepat waktu mengerem dan langsung menepikan mobilnya, tapi tidak dengan sahabat-sahabatnya yang sedang melaju kencang, mereka tidak sadar jika ada mobil yang berhenti tepat di tengah jalan yang kebetulan di tumpangi oleh sepasang suami istri.
Dan kejadian naas itu tidak dapat di hindari, sahabat-sahabat Ezra terlibat kecelakaan beruntun sementara Ezra selamat sebab ia keluar di saat yang tepat. Ezra duduk lemas menyaksikan kecelakaan beruntun dan hebat itu, mobil sahabat-sahabatnya meledak tepat setelah kecelakaan itu terjadi.
Dan semenjak saat itu Ezra mencari tau tentang keluarga yang di tinggalkan, ternyata sepasang suami istri itu memiliki gadis cantik jelita yang bernama Himalaya, Himalaya saat itu menggunakan perban di kepalanya.
__ADS_1
Setelah sukses ia temukan di jalan raya dengan barang bukti berupa sebuah foto satu keluarga, papa mama dan Himalaya.
Ezra juga tidak tau jika Himalaya kecelakaan tapi bukan saat kecelakaan naas itu, ia jatuh dari sepeda dan kepalanya terbentur batu besar dan membuatnya hilang ingatan dan yang ia ingat hanya berita kecelakaan kedua orang tuanya.
Mendengar berita kematian kedua orang tuannya Himalaya tanpa berpikir panjang langsung mengayuh sepedanya saat ia hendak berangkat ke sekolah, tapi belum juga sampai ke rumah sakit ia terjatuh dari sepedanya.
Yang lainnya tidak ingat, hanya ada surat peninggalan kedua orang tuanya dan beberapa aset berharga yang belum ia beritahukan kepada siapapun. Nama nya yang ia ingat hanya Himalaya saja.
"Hay.. cantik." Sapa seseorang yang bernama Afzal Ezra Permadani.
"Hay.." Himalaya hanya tersenyum.
"Apa kamu tau siapa saya?" tanya pemuda berumur 22 tahun.
Himalaya menggeleng.
"Perkenalkan nama saya Ezra, mulai hari ini panggil saya dengan sebutan Daddy ya." Permintaan Ezra di iyakan oleh Himalaya.
Dan semenjak saat itu Ezra merawat Himalaya dengan tulus demi menebus kesalahannya.
Gadis yang ia temukan di jalan raya dengan kepala yang masih di perban tapi, ia terlihat sangat cantik dan menawan.
Flash back selesai.
Ezra menatap data-data itu lalu ia menutup dokumennya.
"Bos.. apa perlu saya buatkan minuman coklat hangat?" Aan menawarkan minuman untuk Ezra.
"Iya!" singkat dan padat.
Ezra memejamkan matanya sambil berpikir jernih, cepat atau lambat kisah ini akan terungkap jelas.
Himalaya berusaha menghubungi nomor Ezra.
"Kenapa tidak di jawab sih? kemana Daddy lama sekali perginya, katanya cuma satu dua hari tapi ini sudah lebih dari tiga hari. Tega betul Daddy selama itu tanpa memberikan aku kabar sama sekali, di hubungi juga tidak di jawab."
Kesal sekali aku, lebih baik aku matikan saja telponnya.
Sedangkan Ezra tidak berani mengangkat atau membalas pesan dan telpon Himalaya.
•
__ADS_1
Terimakasih banyak atas dukungannya teman-teman🥰🥰